Dua bangun disebut sebangun jika memiliki bentuk yang sama tetapi ukuran yang berbeda. Perbandingan sisi-sisinya adalah konstan, dan sudut-sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama. Misalnya, dua segitiga dikatakan sebangun jika rasio panjang sisi-sisi yang bersesuaian adalah sama.
Faktor-Faktor Terjadinya Kesebangunan
• Pergeseran • Perputaran • Pencerminan • Pembesaran atau pengecilan (dilatasi) Pada bangun yang sebangun, perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian selalu sama. Khusus untuk segitiga, ada beberapa syarat yang digunakan untuk menentukan apakah dua segitiga sebangun.
Kesebangunan pada Segitiga
Untuk dua segitiga, kesebangunan dapat dibuktikan melalui beberapa cara berikut.
Syarat Tiga Sisi (SSS): Misalkan ada dua segitiga. Jika ketiga sisi pada segitiga pertama masing-masing sama panjang dengan ketiga sisi pada segitiga kedua, maka dua segitiga tersebut kongruen.
Syarat Dua Sisi dan Satu Sudut Apit (SAS): Misalkan ada dua segitiga. Jika segitiga pertama mempunyai dua sisi yang masing-masing sama panjang dengan dua sisi segitiga kedua, serta sudut yang diapit kedua sisi tersebut sama besar, maka dua segitiga tersebut kongruen.
Syarat Satu Sisi dan Dua Sudut (ASA): Misalkan ada dua segitiga. Jika segitiga pertama mempunyai satu sisi yang sama panjang dengan satu sisi pada segitiga kedua dan besar dua sudut pada segitiga pertama sama dengan besar dua sudut pada segitiga kedua, maka dua segitiga tersebut kongruen.
Jika salah satu syarat (SSS, SAS, atau ASA) dijadikan dasar, maka dapat dibuktikan bahwa dua syarat yang lain juga benar. Pada pelajaran yang lebih lanjut, syarat SAS diterima sebagai aksioma (dasar) dan harus membuktikan dua yang lainnya.
Dalam proses pembuatan layang-layang, pemilihan bentuk geometris menjadi hal yang sangat penting. Keseimbangan saat terbang di udara dipengaruhi oleh rangka yang disusun dari dua segitiga kongruen, membentuk bidang simetris sehingga angin dapat mengalir stabil di kedua sisi. Apabila kedua segitiga rangka memiliki ukuran yang sama, pusat gravitasi berada tepat di tengah sehingga layang-layang tidak mudah berputar atau jatuh; sebaliknya, perbedaan ukuran membuatnya bergerak miring dan tidak stabil. Segitiga kongruen dengan simetri sempurna juga membuat layang-layang lebih mudah dikendalikan dan bertahan dalam berbagai kondisi angin, menjadikannya bukan hanya elemen teoritis matematika tetapi penentu kualitas penerbangan layang-layang.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp