Fitri Learning

BelajarMatematika SMP Kelas 7Bab 6

Pengertian Sudut

Matematika SMP Kelas 7 · Bab 6: Konsep Kesebangunan

Sudut berkaitan dengan besar putaran dari satu garis terhadap garis lainnya. Dalam aktivitas sehari-hari, seperti olahraga memanah, seorang atlet memutar busur dan panah dari satu arah ke arah lain hingga membentuk kemiringan tertentu. Untuk mengukur besar sudut, digunakan alat bernama busur derajat.

Sudut sebagai Pertemuan Dua Garis

Sudut terbentuk ketika dua garis bertemu di satu titik. Besarnya sudut dapat dipahami sebagai ukuran seberapa besar satu garis diputar hingga searah dengan garis lainnya. Jika kita membuat model sederhana menggunakan dua batang karton yang diberi paku payung pada ujungnya, sudut dapat terlihat ketika salah satu batang diputar.

Sudut juga berkaitan dengan perputaran garis. Bayangkan jika garis AB diputar dengan titik A sebagai pusatnya, menuju ke garis AC. Dari sini, kita bisa melihat beberapa bagian penting dari sudut, yaitu:

• Titik A yang disebut titik sudut atau titik tempat dua garis bertemu. • Garis AB dan AC yang disebut kaki sudut atau terdapat dua garis yang membentuk sudut tertentu. • Ruang di antara dua kaki sudut, bisa berupa sudut dalam atau sudut luar disebut dengan daerah sudut. Daerah ini dinamakan ∠A (dibaca sudut A) atau bisa juga disebut ∠BAC atau ∠CAB. Perhatikan bahwa posisi titik sudutnya, yaitu titik A, ada di tengah-tengah.

Penamaan Sudut

Sebuah sudut dapat dinamai menggunakan tiga huruf kapital, dengan huruf tengah mewakili titik sudut. Sudut juga dapat dinamai berdasarkan tanda tertentu pada gambar, misalnya: ∠BPA, ∠APB, ∠CPD, ∠DPA, dan seterusnya.

Jenis-Jenis Sudut

Selain di meja atau pada gambar di buku, kita juga bisa menemukan sudut pada jam. Sudut pada jam terbentuk dari pertemuan kedua jarum jam. Setiap sudut yang terbentuk memiliki besar yang berbeda-beda, tergantung pada waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam.

• Sudut Lurus — terbentuk ketika kedua kaki sudut berada pada garis yang sama dan berlawanan arah. Besarnya selalu 180°. Sudut lurus sering muncul pada garis yang ditarik lurus dari kiri ke kanan.

• Sudut Siku-Siku — sudut yang besarnya tepat 90°. Sudut ini menyerupai bentuk huruf "L" dan banyak ditemukan pada benda sehari-hari, seperti sudut meja atau sudut bangunan.

• Sudut Lancip — sudut yang besarnya kurang dari 90°. Contohnya sudut yang terbentuk antara jarum panjang dan jarum pendek jam pada pukul 02.00.

• Sudut Tumpul — memiliki besar antara 90° dan 180°. Contohnya sudut yang terbentuk pada jam menunjukkan pukul 05.00.

• Sudut Refleks — sudut yang besarnya lebih dari 180° tetapi kurang dari 360°.

Arah-Arah Khusus

Arah horizontal merujuk pada garis yang datar, seperti permukaan air dalam botol yang sedang diam. Sedangkan, arah vertikal adalah garis tegak lurus dengan horizontal, seperti garis yang ditunjukkan oleh benda yang ditarik gravitasi bumi atau roket yang bergerak ke arah utara melawan gravitasi bumi.

Mengukur Sudut Menggunakan Busur Derajat

Untuk mengukur sudut, busur derajat ditempatkan sehingga titik tengahnya berada tepat di titik sudut, dan salah satu kaki sudut sejajar dengan garis 0°. Kemudian, garis lainnya menunjuk angka tertentu pada busur yang menjadi besar sudutnya. Berikut adalah cara mengukur besar sudut menggunakan busur derajat:

1. Tempatkan titik sudut pada titik pusat busur dan salah satu kaki sudut pada garis dasar busur. 2. Lihat angka pada busur yang berimpit dengan kaki sudut yang lainnya. Angka itu menunjukkan besar sudut, misalnya 60 derajat.

Contoh Soal

Sudut Istimewa

Sudut istimewa terdiri dari: • Sudut lurus (180°) • Sudut siku-siku (90°) • Satu putaran penuh (360°) • Satu derajat (1°) adalah hasil pembagian satu sudut lurus menjadi 180 bagian sama besar.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →