Fitri Learning

BelajarPendidikan Pancasila SMP Kelas 7Bab 1

Lahirnya Gagasan Pancasila dalam Sidang BPUPK

Pendidikan Pancasila SMP Kelas 7 · Bab 1: Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara

Lima sila dalam Pancasila bukan hanya hafalan rutin, tetapi dasar ideologis dan moral bagi kehidupan berbangsa. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan, dan persatuan sudah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan sebagai kearifan lokal bangsa Indonesia. Dalam bahasa Sanskerta, panca berarti lima dan sila berarti prinsip — Pancasila adalah lima prinsip utama pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Proses Pembentukan BPUPK

Menjelang akhir Perang Dunia II, Jepang yang mulai terdesak Sekutu berusaha merebut simpati bangsa Indonesia dengan janji kemerdekaan. Pada 7 September 1944, PM Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan bagi Hindia Belanda. Janji ini melahirkan Dokuritsu Junbi Chōsakai, atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK), yang diumumkan Letnan Jenderal Kumakichi Harada pada 1 Maret 1945 sebagai wadah formal pertama untuk membahas dasar negara dan sistem pemerintahan Indonesia merdeka.

Pancasila dalam Pembelajaran Online

Kini banyak platform e-learning di Indonesia mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam materi pembelajaran, mengajarkan generasi muda pentingnya kerja sama dan persatuan — bahkan lewat game edukasi.

Tugas dan Fungsi Utama BPUPK

BPUPK bertugas menyelidiki dan merumuskan hal-hal penting bagi pembentukan negara Indonesia merdeka:

  1. Menyusun dasar negara.
  2. Menentukan bentuk pemerintahan.
  3. Membahas konstitusi atau Undang-Undang Dasar.
  4. Menelaah nilai-nilai kebangsaan dan keadilan sosial.

Meski dibentuk oleh Jepang, para tokoh Indonesia memandangnya sebagai peluang strategis untuk memperjuangkan kemerdekaan dari dalam sistem yang ada.

Struktur dan Keanggotaan BPUPK

Struktur BPUPK diumumkan resmi lewat Maklumat Gunseikan Nomor 23 pada 29 April 1945. Ketuanya adalah dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat, didampingi dua wakil ketua — Ichibangase Yoshio (Jepang) dan R. P. Soeroso (Indonesia). BPUPK beranggotakan 60 tokoh Indonesia ditambah 7 anggota istimewa Jepang, lalu bertambah 6 orang pada sidang kedua menjadi 68 anggota Indonesia. Anggotanya berasal dari kalangan ulama, birokrat, wartawan, pengusaha, hingga tokoh pergerakan nasional — termasuk dua anggota perempuan, Ny. Maria Oelfa Santoso dan Ny. R. S. S. Soenario Mangoenpoespito, yang menunjukkan inklusivitas gender dalam proses kemerdekaan.

Tempat dan Waktu Sidang

Sidang resmi pertama BPUPK berlangsung 28 Mei – 1 Juni 1945 di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon, Jakarta — kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Di tempat inilah nama Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Ir. Soekarno. Dalam pidato pelantikan, dr. Radjiman mengajak seluruh anggota menyingkirkan kepentingan pribadi dan menekankan pentingnya gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Munculnya Ide Dasar Negara Pancasila dalam Forum Sidang BPUPK

Peran Tokoh-Tokoh dalam Sidang BPUPK

dr. Radjiman membuka sidang dengan pertanyaan penting: "Apa dasar negara yang akan dibentuk oleh bangsa Indonesia?" Mr. Muhammad Yamin mengusulkan dasar negara yang mencakup nasionalisme, sementara Prof. Dr. Soepomo lebih mengutamakan prinsip kekeluargaan dan kerja sama. Dari berbagai pandangan ini muncul nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial — meski belum ada kesepakatan mengenai urutan dan penyusunannya secara sistematis.

Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945

Puncak sidang BPUPK adalah pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Ia mengemukakan lima prinsip dasar negara:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa — mengakui Tuhan dan menjamin kebebasan beragama tanpa diskriminasi.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab — penghormatan HAM dan keadilan bermasyarakat.
  3. Persatuan Indonesia — mewajibkan persatuan meski berbeda suku, agama, dan budaya.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan — demokrasi lewat musyawarah untuk mufakat.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia — pemerataan kesejahteraan dan keadilan bagi semua.

Usulan ini diterima secara positif meski ada perdebatan soal istilah "Ketuhanan" pada sila pertama; Soekarno menegaskan istilah itu inklusif bagi semua agama di Indonesia.

Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pada 22 Juni 1945, BPUPK menyepakati Pancasila sebagai dasar negara yang dituangkan dalam Piagam Jakarta — cikal bakal Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Tanya jawab

Pada sidang pertama BPUPK yang dimulai 28 Mei 1945, siapa yang pertama kali mengemukakan gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia?
Ir. Soekarno, dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, menyampaikan lima sila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia dan kelak dikenal sebagai Pancasila.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1: Menelusuri Gagasan Dasar Negara pada Sidang BPUPK

Tujuan. Memahami dan membandingkan gagasan-gagasan tentang dasar negara yang disampaikan para tokoh pada sidang BPUPK serta mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah.

  1. Carilah sedikitnya empat sumber tepercaya tentang tiga tokoh beserta inti gagasan mereka pada sidang BPUPK (judul, penulis, tahun).
  2. Buat ringkasan 3–5 kalimat untuk setiap tokoh, lalu susun peta konsep kecil yang menunjukkan persamaan dan perbedaan gagasan mereka.
  3. Identifikasikan nilai-nilai Pancasila yang tampak pada tiap gagasan dan jelaskan alasannya secara singkat dan logis.
  4. Ubah hasil analisis menjadi produk kreatif: satu infografik/poster digital atau video/podcast 2–3 menit.
  5. Presentasikan karya kelompok 3–5 menit di kelas, lalu tulis refleksi individu (5–7 kalimat) tentang nilai Pancasila yang paling ingin kamu terapkan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →