Fitri Learning

BelajarPendidikan Pancasila SMP Kelas 7Bab 4

Keberagaman dalam Perspektif Bhinneka Tunggal Ika

Pendidikan Pancasila SMP Kelas 7 · Bab 4: Keberagaman Indonesia dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika

UU RI No. 24 Tahun 2009 menyebutkan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila, dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" tertulis pada pita yang dicengkeram Garuda. Semboyan ini berasal dari bahasa Jawa Kuno, berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu", tertuang dalam Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad ke-14 di Kerajaan Majapahit.

Analisis Makna Bhinneka Tunggal Ika

  • Bhinneka: berarti "berbeda-beda atau beragam" — menggambarkan realitas Indonesia yang sangat plural dalam suku, agama, ras, bahasa, dan budaya.
  • Tunggal: berarti "satu" — menegaskan bahwa di balik segala perbedaan, semua tetap terikat dalam satu kesatuan Bangsa Indonesia.
  • Ika: berarti "itu" — menunjukkan bahwa perbedaan yang tampak justru bersatu dalam satu tujuan yang sama.

Peranan Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Bermasyarakat

  • Tingkat keluarga: hidup berdampingan penuh saling menghormati dan kasih sayang meski berbeda latar belakang.
  • Tingkat masyarakat: hidup berdampingan dengan toleransi tinggi dan menghindari diskriminasi.
  • Tingkat negara: kebijakan pemerintah yang inklusif dan melibatkan semua elemen masyarakat.
Lambang Garuda Pancasila Sejak 1950

Lambang Garuda Pancasila resmi ditetapkan pada 11 Februari 1950, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di pita yang dicengkeram Garuda sebagai penegasan persatuan bangsa.

Prinsip-Prinsip dalam Bhinneka Tunggal Ika

  1. Ketunggalan dalam keberagaman: mencari persamaan di tengah perbedaan yang ada.
  2. Inklusivitas: mengedepankan sikap toleransi dan kerja sama antar golongan, ras, agama, dan suku.
  3. Formalisme: diwujudkan lewat sikap saling menghormati, memercayai, dan mencintai dalam kehidupan rukun.
  4. Konvergensi, bukan divergensi: mencari titik temu, bukan membesar-besarkan perbedaan.
  5. Tidak meninggalkan kebudayaan asli: tetap melestarikan nilai-nilai luhur dan identitas bangsa.
Gambar: Pewarisan seni tradisi wayang dari generasi tua ke generasi muda.
Bhinneka Tunggal Ika Berusia Lebih dari 600 Tahun

Ungkapan ini pertama kali muncul dalam Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad ke-14, jauh sebelum Indonesia merdeka — lahir dari Kerajaan Majapahit yang dikenal pluralis.

Tanya jawab

Prinsip dalam Bhinneka Tunggal Ika yang mendorong untuk menghargai keberagaman dan menghindari pemaksaan terhadap satu pandangan atau kelompok adalah:
Inklusivitas — mengajarkan bahwa keberagaman bukan mengarah pada eksklusivitas, melainkan pengakuan terhadap keberagaman sebagai suatu kenyataan dalam hidup bermasyarakat.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →