Hidrosfer (Yunani: hydro = air, sphaira = lapisan) adalah seluruh lapisan air di bumi — samudra, danau, sungai, air tanah, es, dan uap air — mencakup sekitar 71% permukaan bumi, sehingga bumi disebut "planet biru".
Komponen Hidrosfer
Air Laut dan Samudra
Komponen terbesar (±97% air bumi), bersifat asin karena garam mineral (terutama NaCl), berperan mengatur suhu global melalui arus laut dan pembentukan awan/hujan lewat evaporasi.
Air Tawar
Hanya sekitar 3% air bumi, sebagian besar tersimpan sebagai es dan gletser (±70% air tawar dunia) yang berfungsi menyeimbangkan iklim global; sisanya di danau, sungai, dan air tanah untuk minum, irigasi, dan industri.
Air Tanah
Air yang tersimpan di pori tanah/batuan hasil infiltrasi air hujan, dibedakan air tanah dangkal (sumur gali) dan air tanah dalam (sumur bor) — cadangan penting di daerah minim air permukaan.
Uap Air
Berasal dari penguapan air permukaan dan transpirasi tumbuhan, menjadi bagian penting siklus hidrologi saat naik, mendingin, dan membentuk awan.
| Nama Garam | Rumus Kimia | Jumlah (g/1000 g air laut) |
|---|---|---|
| Natrium klorida | NaCl | 27,23 |
| Magnesium klorida | MgCl₂ | 3,80 |
| Magnesium sulfat | MgSO₄ | 3,30 |
| Natrium sulfat | Na₂SO₄ | 2,71 |
| Kalsium klorida | CaCl₂ | 1,15 |
| Kalium klorida | KCl | 0,74 |
Perbedaan Air Daratan dan Air Lautan
Air daratan (sungai, danau, rawa, air tanah, hujan, es pegunungan) bersifat tawar dan menjadi sumber utama air bersih untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan industri. Air lautan (±97% air bumi) bersifat asin dengan salinitas rata-rata 35‰, tidak dapat langsung diminum tanpa desalinasi, namun berperan besar mengatur suhu bumi dan iklim.
Siklus Hidrologi
Proses alami pergerakan air secara terus-menerus dari laut ke atmosfer, ke daratan, dan kembali ke laut, menjaga ketersediaan air di bumi.
- Evaporasi: penguapan air permukaan dan transpirasi tumbuhan (evapotranspirasi) oleh panas matahari.
- Kondensasi: uap air mendingin di atmosfer membentuk butir air dan awan.
- Presipitasi: butiran air yang cukup berat jatuh sebagai hujan, salju, atau hujan es.
- Infiltrasi dan Perkolasi: air hujan meresap ke tanah menjadi air tanah, tersimpan di akuifer.
- Runoff: sisa air yang tidak meresap mengalir di permukaan menuju sungai, danau, atau laut.
Soal. Jika infiltrasi air hujan terganggu karena permukaan tertutup beton/aspal, apa dampak jangka panjangnya?
Pembahasan. Penurunan volume air tanah dan banjir permukaan — permukaan kedap air menghalangi air masuk ke cadangan tanah sehingga langsung mengalir di permukaan dan meningkatkan risiko banjir.
Kegiatan Praktikum
Menyelidiki Proses Hidrologi Sederhana
Tujuan. Memahami salah satu tahapan siklus hidrologi dan pentingnya air dalam lapisan hidrosfer.
Bahan.
- Wadah transparan
- Plastik bening
- Karet gelang
- Air
- Lampu pijar atau sinar matahari
Langkah.
- Masukkan air ke dalam wadah transparan hingga setengah terisi.
- Tutup wadah dengan plastik bening dan ikat rapat menggunakan karet gelang.
- Letakkan wadah di bawah sinar matahari atau lampu pijar selama ±30 menit.
- Amati permukaan dalam plastik untuk melihat titik-titik air hasil kondensasi.
- Diskusikan bagian mana yang menggambarkan evaporasi dan kondensasi, lalu catat simpulan kelompok.
Pertanyaan.
- Bagian mana yang menggambarkan proses evaporasi?
- Bagaimana titik-titik air pada plastik menunjukkan proses kondensasi?
- Apa kaitan kegiatan ini dengan siklus hidrologi di alam?
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp