Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 8Bab 12

Lapisan Atmosfer

IPA SMP Kelas 8 · Bab 12: Struktur Lapisan Penyusun Bumi

Atmosfer adalah selimut gas yang menjaga kestabilan suhu bumi, melindungi dari sinar UV, dan memungkinkan fenomena cuaca. Tersusun dari nitrogen (78%), oksigen (21%), dan gas lain seperti karbon dioksida serta uap air, yang berperan dalam pernapasan, fotosintesis, dan keseimbangan iklim.

Lapisan Penyusun Atmosfer

Atmosfer terbagi lima lapisan berdasarkan suhu, tekanan, dan komposisi gas.

Troposfer

Lapisan terbawah (8–15 km) tempat manusia hidup dan cuaca terjadi; batas atasnya disebut tropopause.

Stratosfer

Ketinggian 15–50 km, suhu naik seiring ketinggian karena lapisan ozon menyerap sinar UV; jalur terbang pesawat komersial.

Mesosfer

Ketinggian 50–85 km, suhu turun drastis hingga -90°C; melindungi bumi dari meteor yang terbakar akibat gesekan (bintang jatuh).

Termosfer

Ketinggian 85–600 km, suhu bisa lebih dari 1.500°C; mengandung ionosfer (memantulkan gelombang radio) dan tempat terjadinya aurora.

Eksosfer

Lapisan terluar (600 km hingga >10.000 km), hampir mendekati ruang hampa, menjadi orbit satelit dan ISS.

Cuaca

Cuaca adalah kondisi udara dinamis pada waktu dan wilayah tertentu, dipengaruhi suhu, tekanan, kelembapan, angin, awan, dan curah hujan.

Suhu Udara

Diukur dengan termometer (°C); dipengaruhi ketinggian, waktu, musim, dan letak geografis — memengaruhi tekanan udara dan pola angin.

Tekanan Udara

Diukur dengan barometer (mb/hPa); 1 atm setara 101.325 Pa di permukaan laut dan menurun seiring ketinggian. Daerah tekanan rendah (siklon) cenderung berawan-hujan, daerah tekanan tinggi (antisiklon) cenderung cerah.

Kelembapan Udara

Kelembapan absolut mengukur massa uap air per volume udara (g/m³) tanpa memperhitungkan suhu; kelembapan relatif (%) membandingkan uap air aktual dengan kapasitas maksimum udara pada suhu tertentu dan lebih sering dipakai memprediksi hujan — diukur dengan higrometer. Saat mencapai 100%, udara jenuh dan terjadi kondensasi (embun, kabut, hujan).

Awan

Terbentuk dari kondensasi uap air di sekitar inti kondensasi (debu, garam, asap).

  • Cumulus: gumpalan putih seperti kapas, menandakan cuaca cerah namun bisa berkembang menjadi hujan.
  • Stratus: berlapis seperti kabut, menyebabkan mendung dan gerimis ringan berkepanjangan.
  • Cirrus: serat halus tinggi (>6.000 m) dari kristal es, tanda cuaca buruk akan datang.
  • Cumulonimbus: besar menjulang, menyebabkan hujan lebat, badai petir, dan hujan es.

Angin

Pergerakan udara dari tekanan tinggi ke rendah, diukur dengan anemometer (kecepatan) dan wind vane (arah). Angin lokal (angin laut/darat) terjadi harian, sedangkan angin muson berganti arah tiap enam bulan — musim barat (Oktober–Maret) membawa hujan, musim timur (April–September) membawa kemarau.

Curah Hujan

Diukur dengan ombrometer dalam milimeter, dipengaruhi kelembapan, suhu, angin, dan topografi. Hujan orografis terjadi saat udara lembap naik ke pegunungan, hujan konvektif dari pemanasan permukaan yang membentuk awan cumulonimbus, dan hujan frontal dari pertemuan massa udara panas-dingin.

Contoh soal

Soal. Suhu meningkat seiring ketinggian dan tidak ada hujan/awan pada suatu lapisan atmosfer yang diamati. Lapisan apakah itu?

Pembahasan. Stratosfer — dicirikan kenaikan suhu akibat lapisan ozon yang menyerap sinar UV, bersifat stabil dan tidak mendukung pembentukan awan atau cuaca seperti troposfer.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →