Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 8Bab 12

Lapisan Litosfer

IPA SMP Kelas 8 · Bab 12: Struktur Lapisan Penyusun Bumi

Litosfer (Yunani: lithos = batu, sphaira = lapisan) adalah lapisan terluar bumi yang terdiri dari kerak dan bagian paling atas mantel, membentuk daratan dan dasar lautan serta menjadi tempat aktivitas geologi seperti pembentukan pegunungan, gunung api, dan gempa bumi.

Pembentukan Bentang Alam

Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi hasil proses geologis selama jutaan tahun, terbagi menjadi bentuk permukaan daratan dan bentuk dasar lautan.

Bentuk Permukaan Daratan

  • Gunung: daratan menjulang tinggi akibat tumbukan lempeng atau letusan gunung berapi; sumber mata air dan tanah vulkanik subur (misalnya Gunung Merapi, Semeru).
  • Bukit dan Dataran Tinggi: bukit terbentuk dari pelapukan/endapan tanah; dataran tinggi (plato) cocok untuk pertanian hortikultura karena iklim sejuk, seperti Dataran Tinggi Dieng.
  • Lembah: cekungan hasil erosi air di antara perbukitan, subur untuk pertanian dan pemukiman, contohnya Lembah Baliem di Papua.
  • Dataran Rendah: wilayah datar hasil sedimentasi, pusat pertanian dan perkotaan, seperti dataran rendah di Pulau Jawa.
  • Sungai: aliran air dari daerah tinggi ke rendah, sumber air minum dan irigasi, contohnya Sungai Kapuas dan Bengawan Solo.
  • Danau: cekungan berisi air akibat aktivitas tektonik, vulkanik, atau gletser, contohnya Danau Toba yang terbentuk dari kaldera raksasa.

Bentuk Dasar Lautan

  • Palung Laut: bagian terdalam dasar laut akibat subduksi, contohnya Palung Mariana (>11.000 m).
  • Punggungan Tengah Samudra: pegunungan bawah laut tempat magma naik saat lempeng saling menjauh (seafloor spreading), contohnya Punggungan Atlantik Tengah.
  • Gunung Laut: gunung api bawah laut yang dapat membentuk pulau vulkanik jika puncaknya muncul, contohnya Pulau Krakatau.
  • Dataran Abisal: dasar laut luas dan datar pada kedalaman 3.000–6.000 m berisi sedimen halus.
  • Dangkalan Benua: perpanjangan benua ke laut (kedalaman 0–200 m), penting untuk perikanan dan eksplorasi migas, contohnya Dangkalan Sunda.

Pembentukan Batuan

Batuan adalah material padat penyusun kerak bumi yang terus berubah dalam siklus batuan, diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan proses pembentukannya.

Batuan Beku

Terbentuk dari pembekuan magma, dibedakan menjadi batuan beku dalam/plutonik (kristal besar, mendingin lambat, contoh granit), batuan beku luar/efusif (kristal kecil, mendingin cepat setelah erupsi, contoh basalt dan obsidian), dan batuan beku korok/hipabisal (di celah kerak, contoh diorit).

Batuan Sedimen

Terbentuk dari pelapukan dan erosi batuan lain yang mengendap, dibedakan menjadi klastik (pecahan batuan, contoh batu pasir), kimia (pengendapan zat terlarut, contoh batu gamping), dan organik (akumulasi bahan organik, contoh batubara).

Batuan Metamorfik

Terbentuk dari perubahan batuan beku/sedimen akibat suhu dan tekanan tinggi tanpa pelelehan, dibedakan menjadi metamorfisme kontak (bersentuhan magma, contoh marmer dari batu gamping) dan metamorfisme regional (tekanan luas di zona tumbukan lempeng, contoh batu sabak dari batu lempung).

Pembentukan Gunung Api

Gunung api terbentuk akibat keluarnya magma ke permukaan (lava) melalui celah kerak bumi. Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng aktif (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) sehingga menjadi bagian Cincin Api Pasifik.

Stratovolcano

Jenis paling umum di Indonesia, berbentuk kerucut tinggi dari lapisan lava dan abu vulkanik bergantian; tanah di sekitarnya subur untuk pertanian.

Gunung Api Perisai

Berlereng landai dan melebar dari lava sangat cair yang mengalir jauh sebelum membeku, letusannya efusif; contohnya Gunung Mauna Loa di Hawaii.

Cinder Cone

Gunung kecil dari letusan singkat dan eksplosif yang menumpuk fragmen abu dan lapili di sekitar kawah; contohnya Parícutin di Meksiko.

Kaldera

Struktur luas yang terbentuk saat puncak gunung runtuh setelah letusan besar, dapat terisi air menjadi danau; contohnya Kaldera Toba (kini Danau Toba) dan Kaldera Tengger (berisi Gunung Bromo).

Sebelum BencanaSelama BencanaSetelah Bencana
Mengikuti sosialisasi dan pelatihan kebencanaanSegera evakuasi ke tempat aman sesuai arahan petugasKembali ke rumah hanya setelah dinyatakan aman
Menyusun tas siaga bencanaGunakan masker dan pelindung mata dari abu vulkanikMembersihkan rumah dari abu vulkanik
Mengetahui jalur evakuasi dan lokasi pengungsianHindari daerah aliran lahar dan lembah sungaiMengikuti pemeriksaan kesehatan pascabencana
Memantau informasi BMKG/PVMBG secara berkalaTetap tenang dan membantu orang sekitarMendukung rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan

Fenomena Gempa Bumi

Gempa bumi di Indonesia terutama disebabkan aktivitas tektonik akibat pertemuan tiga lempeng aktif. Energi yang menumpuk dilepaskan mendadak dari hiposentrum (titik sumber di bawah permukaan) menuju episentrum (titik di permukaan). Selain gempa tektonik, ada gempa vulkanik (akibat aktivitas magma) dan gempa runtuhan (akibat runtuhnya rongga bawah tanah). Kekuatan gempa diukur dengan skala Richter (energi) dan skala MMI (dampak kerusakan). Mitigasi meliputi bangunan tahan gempa, jalur evakuasi, edukasi tanggap darurat, dan seismograf; BMKG berperan memberikan informasi gempa secara cepat.

Magnitudo (SR)KategoriEfek Umum
< 3,0Sangat LemahTidak terasa, hanya terdeteksi seismograf
4,0–4,9RinganTerasa seperti benda bergetar, kerusakan sangat kecil
6,0–6,9KuatKerusakan sedang-berat pada bangunan tak tahan gempa
≥ 8,0Dahsyat (Megathrust)Kerusakan parah meluas, potensi tsunami besar

Fenomena Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut besar akibat gangguan dasar laut seperti gempa bermagnitudo besar (umumnya >7,0 SR) disertai pergeseran vertikal dasar laut, letusan gunung api bawah laut, atau longsor bawah laut. Tanda alaminya antara lain gempa kuat di pantai, air laut surut drastis, dan suara gemuruh laut — masyarakat harus segera ke tempat tinggi tanpa menunggu peringatan resmi. BMKG dan PVMBG mengoperasikan sistem peringatan dini tsunami terintegrasi.

Fakta Seru IPA

Gunung Mauna Kea di Hawaii "hanya" setinggi 4.200 m dari permukaan laut, namun diukur dari dasar laut tingginya lebih dari 10.000 m — melampaui Gunung Everest! Indonesia sendiri memiliki lebih dari 130 gunung api aktif sebagai bagian Cincin Api Pasifik.

Peristiwa Tanah Longsor

Longsor terjadi ketika massa tanah/batuan bergerak menuruni lereng, dipicu curah hujan tinggi, penggundulan hutan, struktur tanah labil, pembangunan tanpa kajian geoteknik, atau getaran gempa. Pencegahannya meliputi penanaman vegetasi berakar dalam, terasering, saluran drainase, larangan bangunan di zona rawan, dan sensor pemantau gerakan tanah.

Peristiwa Banjir Bandang

Terjadi di perbukitan/lembah sempit akibat curah hujan ekstrem dalam waktu singkat, kerusakan vegetasi penahan air, atau jebolnya sumbatan alami di hulu sungai — seperti banjir bandang Wasior (2010) dan Garut (2016). Penanggulangannya meliputi reboisasi, pembuatan sabo dam, edukasi masyarakat, dan pemetaan daerah rawan banjir.

Contoh soal

Soal. Setelah erupsi besar, aliran sungai di lereng Gunung Semeru rentan banjir lahar. Tindakan mitigasi paling tepat adalah?

Pembahasan. Membangun sabo dam di aliran sungai lereng gunung — bangunan ini efektif menahan dan menyaring material vulkanik seperti lahar dingin sehingga mengurangi risiko banjir lahar ke pemukiman.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →