Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 8Bab 3

Zat Aditif

IPA SMP Kelas 8 · Bab 3: Zat Aditif

Definisi Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memperbaiki warna, rasa, aroma, tekstur, atau daya simpan makanan. Zat ini bukan bahan utama pangan, melainkan digunakan dalam jumlah kecil untuk efek teknologis tertentu — misalnya minuman jeruk tanpa pewarna akan terlihat pucat, dan roti tanpa pengawet cepat berjamur.

Tujuan Penambahan Zat Aditif dalam Makanan

  • Meningkatkan keamanan dan daya tahan pangan: pengawet mencegah pertumbuhan mikroorganisme perusak makanan.
  • Mempertahankan nilai gizi: antioksidan mencegah vitamin rusak akibat oksidasi.
  • Meningkatkan atau mempertahankan cita rasa: penyedap, pemanis, dan pemberi aroma membuat makanan lebih enak.
  • Memperbaiki penampilan makanan: pewarna alami atau buatan membuat tampilan lebih menarik.
  • Memfasilitasi proses produksi: misalnya zat pengemulsi yang menyatukan bahan yang sulit bercampur.

Dasar Hukum: Permenkes RI No. 33 Tahun 2012

Permenkes RI Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) mendefinisikan BTP sebagai bahan yang biasanya tidak dikonsumsi sebagai makanan dan bukan bahan utama, namun ditambahkan pada saat pengolahan, penyimpanan, atau pengemasan. Peraturan ini mengklasifikasikan BTP menjadi pewarna, pemanis, pengawet, dan kategori lain, serta menetapkan jenis yang diperbolehkan, batas maksimum penggunaan, dan syarat label.

Regulasi Singkat BPOM terhadap Zat Aditif

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan semua zat aditif terdaftar dan diizinkan, produsen mencantumkan jenis dan kode zat aditif pada label (contoh: Tartrazine – E102), serta menerapkan prinsip Acceptable Daily Intake (ADI), yaitu jumlah maksimum zat aditif yang dapat dikonsumsi setiap hari tanpa efek kesehatan yang merugikan.

Fakta Seru IPA

Zat aditif pertama kali digunakan oleh orang Mesir kuno yang memanfaatkan garam untuk mengawetkan ikan dan daging. Kunyit, bahan dapur yang biasa kita temui, adalah pewarna alami yang memberi warna kuning cerah pada makanan.

Contoh soal

Soal. Seorang siswa memperhatikan makanan kemasan yang sering ia beli memiliki rasa kuat, warna cerah, dan tidak mudah basi. Apa alasan paling tepat penggunaan zat aditif oleh produsen?

Pembahasan. Zat aditif meningkatkan mutu, daya tarik, dan masa simpan makanan. Zat aditif tidak ditambahkan untuk menggantikan bahan utama, melainkan untuk membuat makanan lebih menarik (pewarna, aroma), lebih enak (penyedap, pemanis), dan lebih tahan lama (pengawet), sesuai Permenkes No. 33 Tahun 2012.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →