Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 8Bab 3

Jenis-Jenis Zat Aditif

IPA SMP Kelas 8 · Bab 3: Zat Aditif

Berdasarkan asal-usulnya, zat aditif dibagi menjadi zat aditif alami dan zat aditif sintetis (buatan). Keduanya berfungsi serupa dalam meningkatkan kualitas makanan, namun berbeda sumber dan proses pembuatannya.

Zat Aditif Alami

Pewarna alami: kunyit (kuning), daun suji/pandan (hijau), bit/ubi ungu (merah/ungu), karotenoid dari wortel/paprika (jingga) — lebih aman karena jarang menimbulkan alergi. Pemanis alami: gula tebu, madu, sirup maple/jagung. Pengawet alami: garam, gula, dan cuka (asam asetat) yang menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Penyedap alami: bawang putih/merah, lada, lengkuas, jahe, kemiri, ketumbar, cengkih — selain menambah rasa juga memiliki manfaat antibakteri. Pemberi aroma alami: daun jeruk purut, serai, vanili alami. Pengasam alami: air jeruk nipis, asam jawa, cuka apel.

Gambar: Pewarna Makanan Alami

Zat Aditif Sintesis atau Buatan

Zat aditif sintetis dibuat melalui proses kimia di laboratorium, umumnya telah melewati uji keamanan, lebih stabil dan tahan lama sehingga banyak digunakan industri makanan modern.

Nama Pewarna SintetisKode (E Number)WarnaContoh Penggunaan
TartrazineE102KuningPermen, minuman ringan, jeli, sereal
Sunset Yellow FCFE110Jingga/OranyeMinuman berkarbonasi, es krim, camilan
Quinoline YellowE104Kuning kehijauanMinuman ringan, permen, saus
KarmoisinE122Merah tuaSirup, kue, yoghurt rasa buah
Ponceau 4RE124Merah terangPermen, dessert, makanan ringan

Pemanis sintetis: aspartam (E951, rendah kalori) dan sakarin. Pengawet sintetis: asam benzoat/natrium benzoat dan kalium sorbat. Penyedap sintetis: Monosodium Glutamat (MSG). Antioksidan sintetis: BHT dan BHA mencegah makanan berlemak menjadi tengik. Zat lain seperti asam sitrat, esens perisa (vanili, stroberi, cokelat), asam tartarat, dan natrium sitrat menjaga stabilitas warna, rasa, dan tekstur makanan.

Fakta Seru IPA

MSG yang banyak ditemukan di mi instan dan makanan cepat saji pertama kali ditemukan pada tahun 1908 oleh ilmuwan Jepang, Kikunae Ikeda. Pewarna sintetis seperti Tartrazine (E102) diduga dapat memengaruhi tingkah laku anak-anak jika dikonsumsi berlebihan.

Contoh soal

Soal. Seorang penjual membuat sirup berwarna merah cerah dari pewarna Rhodamin B dan menjualnya di sekolah. Bagaimana penilaian ilmiah terhadap zat aditif ini?

Pembahasan. Rhodamin B adalah pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan dalam makanan. Penggunaannya dalam pangan sangat berbahaya karena bersifat karsinogenik (dapat memicu kanker), sehingga termasuk zat kimia berbahaya yang disalahgunakan, bukan zat aditif pangan yang diizinkan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →