Pernapasan buatan adalah teknik membantu seseorang yang berhenti bernapas atau bernapas tidak efektif, memastikan tubuh tetap mendapat oksigen dan membuang karbon dioksida, penting dalam situasi darurat seperti henti napas atau kecelakaan.
- Mulut ke mulut: penyelamat menutup mulut korban dan meniupkan udara ke dalamnya agar oksigen masuk ke paru-paru.
- Mulut ke hidung: dilakukan bila mulut korban tidak dapat diakses atau terluka.
- Ventilasi mekanis: menggunakan alat seperti Ambu Bag untuk memberikan tekanan udara yang diperlukan.
- Resusitasi Jantung Paru (CPR): menggabungkan kompresi dada dan pernapasan buatan, terutama jika korban mengalami henti jantung, untuk menjaga darah tetap mengalir dan oksigen tetap masuk ke tubuh.
Sebelum memberikan napas buatan, saluran pernapasan korban harus dipastikan terbuka, misalnya dengan memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagu (head-tilt-chin-lift), agar udara dapat masuk dengan lancar tanpa berlebihan yang dapat mencederai paru-paru.
Soal. Pada teknik mulut ke mulut, apa yang harus diperhatikan agar udara dapat masuk ke paru-paru korban secara efektif?
Pembahasan. Posisi kepala dan mulut korban untuk membuka saluran pernapasan (misalnya teknik head-tilt-chin-lift). Jika saluran pernapasan tidak terbuka, udara yang diberikan tidak dapat masuk dengan efektif ke paru-paru korban.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp