Sistem ekskresi berfungsi mengeluarkan zat-zat sisa hasil metabolisme tubuh yang tidak dibutuhkan, agar tubuh tetap sehat dan seimbang. Organ utamanya adalah kulit, paru-paru, ginjal, dan hati.
Kulit
Kulit adalah organ terbesar tubuh yang mengeluarkan zat sisa melalui keringat (mengandung urea, asam laktat, dan garam), selain berfungsi melindungi tubuh. Kulit terdiri dari tiga lapisan utama:
- Epidermis (kulit ari): lapisan terluar yang melindungi dari infeksi dan dehidrasi, mengandung kelenjar keringat, serta melakukan regenerasi sel dan produksi melanin (pemberi warna kulit).
- Dermis (kulit jangat): mengandung pembuluh darah, saraf, kelenjar minyak (sebaceous, memproduksi sebum pelumas kulit) dan kelenjar keringat (sudoriferous: kelenjar ekrin tersebar merata untuk pendinginan tubuh, kelenjar apokrin di ketiak/genital menghasilkan keringat lebih kental).
- Subkutan (hipodermis): lapisan terdalam berisi jaringan lemak sebagai cadangan energi, isolator suhu tubuh, dan pelindung dari benturan.
Paru-Paru
Selain berperan dalam pernapasan, paru-paru adalah organ ekskresi yang membuang karbon dioksida (CO₂) hasil metabolisme sel melalui alveolus, sekaligus membantu menjaga keseimbangan pH darah — jika CO₂ menumpuk, darah menjadi lebih asam.
Ginjal
Ginjal menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa dalam bentuk urine, serta mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, tekanan darah, dan produksi sel darah merah. Proses pembentukan urine terjadi melalui empat tahap:
- Filtrasi: darah disaring di glomerulus, memisahkan zat kecil seperti urea, garam, air, dan glukosa menjadi filtrat glomerulus.
- Reabsorpsi: zat yang masih dibutuhkan (glukosa, asam amino, natrium, air) diserap kembali ke darah di tubulus ginjal, diatur oleh hormon antidiuretik (ADH).
- Augmentasi: penambahan/pemindahan zat yang lebih terkonsentrasi sesuai kebutuhan tubuh.
- Ekskresi urine: sisa metabolisme (urea, asam urat, kelebihan garam) terkumpul sebagai urine, mengalir ke pelvis ginjal, lalu melalui ureter ke kandung kemih dan keluar lewat uretra.
| Warna Urine | Indikasi Kesehatan |
|---|---|
| Kuning pucat | Normal dan sehat, tubuh terhidrasi dengan baik |
| Kuning tua | Hidrasi cukup, bisa juga akibat suplemen vitamin B |
| Merah/merah muda | Kemungkinan darah dalam urine (infeksi, batu ginjal, cedera) |
| Coklat tua/hitam | Kemungkinan masalah hati (hepatitis, sirosis) |
| Keruh/berbusa | Kemungkinan protein dalam urine, indikasi masalah ginjal |
Hati
Hati berperan sebagai organ detoksifikasi yang membersihkan darah dari zat berbahaya, mengatur metabolisme karbohidrat/lemak/protein (termasuk mengubah glukosa berlebih menjadi glikogen), menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak, memproduksi albumin dan protein pembekuan darah, serta menghasilkan hormon eritropoietin yang merangsang produksi sel darah merah.
Soal. Bagaimana proses filtrasi di ginjal memengaruhi komposisi darah, dan apa yang terjadi jika ginjal tidak dapat menyaring dengan efektif?
Pembahasan. Ginjal tidak hanya menyaring, tetapi juga menyerap kembali glukosa, air, dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh melalui proses reabsorpsi. Jika filtrasi tidak efektif, sisa metabolisme yang seharusnya dibuang akan menumpuk dalam darah, menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, bahkan keracunan tubuh.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp