Gangguan pada sistem ekskresi sering disebabkan oleh infeksi, gaya hidup tidak sehat, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi ginjal, hati, paru-paru, atau kulit.
Anuria
Produksi urine sangat sedikit atau tidak ada, akibat gagal ginjal akut atau dehidrasi berat. Pencegahan: cukup minum air, hindari obat perusak ginjal, periksa ginjal rutin.
Glikosuria
Glukosa ditemukan dalam urine, menandakan gangguan metabolisme seperti diabetes. Pencegahan: pola makan sehat, cek gula darah rutin, olahraga teratur.
Albuminuria
Protein albumin ditemukan dalam urine, menandakan kerusakan glomerulus. Pencegahan: kontrol tekanan darah dan gula darah, kurangi garam dan kolesterol, hindari rokok.
Hematuria
Darah dalam urine akibat infeksi, batu ginjal, atau cedera. Pencegahan: jaga kebersihan genital, cukup minum air, periksa kesehatan rutin.
Bilirubinaria
Bilirubin dalam urine, menandakan masalah hati (hepatitis/sirosis). Pencegahan: hindari alkohol berlebih, pola makan sehat, vaksinasi hepatitis.
Batu Ginjal
Kristal keras yang menghalangi aliran urine, akibat diet tinggi garam atau kurang cairan. Pencegahan: cukup cairan, batasi garam dan oksalat, periksa fungsi ginjal.
Nefritis Glomerulus
Peradangan glomerulus akibat infeksi atau autoimun. Pencegahan: hindari infeksi, jaga kekebalan tubuh, periksa ginjal berkala.
Sistitis
Infeksi kandung kemih oleh bakteri, dengan gejala nyeri saat buang air kecil. Pencegahan: jangan menahan urine, jaga kebersihan genital, cukup minum air.
Nefrosis
Kehilangan banyak protein dalam urine yang menyebabkan edema (bengkak). Pencegahan: kelola tekanan darah/gula darah, pola makan kaya serat, kurangi garam.
Polikistik
Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik berupa munculnya banyak kista berisi cairan pada ginjal yang lama-kelamaan membesarkan ginjal dan mengganggu fungsinya. Pencegahan/pengelolaan: kontrol tekanan darah, cukup minum air, dan pemeriksaan ginjal rutin karena bersifat turunan.
Gagal Ginjal
Ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik (akut atau kronis). Pencegahan: kontrol tekanan darah dan gula darah, hindari NSAID sembarangan, pola hidup sehat.
Pola makan tinggi serat dan rendah gula dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis. Teknologi sel punca kini sedang dikembangkan untuk membantu regenerasi ginjal yang rusak.
Soal. Di antara kondisi berikut, manakah yang paling berisiko menyebabkan gagal ginjal jika tidak ditangani dengan tepat: hipotensi berat tak terkontrol, infeksi saluran kemih ringan, penurunan glukosa darah sementara, atau konsumsi garam berlebihan?
Pembahasan. Hipotensi berat yang tidak terkontrol paling berisiko, karena tekanan darah yang terlalu rendah dalam waktu lama mengganggu aliran darah ke ginjal sehingga ginjal tidak mendapat pasokan darah cukup untuk menyaring darah, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen dan berujung gagal ginjal.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp