Fitri Learning

BelajarIPS SMP Kelas 8Bab 3

Gerakan Nasional Menuju Kemerdekaan

IPS SMP Kelas 8 · Bab 3: Semangat Kebangsaan dan Identitas Nasional

Dinamika Organisasi Pergerakan Menuju Kemerdekaan di Indonesia

Budi Utomo (1908) dianggap pemantik awal kebangkitan pergerakan nasional, menandai kesadaran kaum intelektual untuk bergerak bersama melawan penjajahan. Semangat kedaerahan berubah menjadi semangat kebangsaan lewat lahirnya Serikat Islam (1905) dan Indische Partij (1912).

  • Faktor internal: penderitaan rakyat selama penjajahan, kemunculan kaum terpelajar (dipengaruhi Politik Etis/Trias Van Deventer), dan kerinduan akan memori kejayaan kerajaan Nusantara.
  • Faktor eksternal: keberhasilan gerakan kemerdekaan di India dan Filipina, kemenangan Jepang atas Rusia (1904–1905), serta menyebarnya paham liberalisme-nasionalisme-sosialisme dari Eropa dan Amerika.

Kaum terpelajar dan profesional mendirikan organisasi seperti Budi Utomo, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, PNI, dan Sarekat Dagang Islam. Pers turut membangkitkan semangat perlawanan lewat surat kabar seperti Pewarta Deli dan Medan Prijaji, dengan tokoh seperti Tirto Adhi Soerjo.

  • Organisasi kedaerahan: Sarekat Islam (1905, Haji Samanhudi), Budi Utomo (1908, Dr. Wahidin Sudirohusodo), Tri Koro Dharmo/Jong Java (1915), Jong Sumatranen (1917, Moh. Hatta dan Moh. Yamin).
Gambar: Tokoh-tokoh pergerakan organisasi pada masa kebangkitan nasional.
  • Organisasi keagamaan: Sarekat Dagang Islam (1905), Muhammadiyah (1912, KH. Ahmad Dahlan), Nahdlatul Ulama (1926, KH. Hasyim Asy'ari).
  • Organisasi nasionalisme: Indische Partij (1912, E.F.E. Douwes Dekker), Perhimpunan Indonesia (1908), Partai Nasional Indonesia/PNI (1927, Sukarno).

Manifesto Politik 1925 oleh Perhimpunan Indonesia menuntut hak rakyat menentukan pemerintahan sendiri dan otonomi penuh. Kongres Pemuda II (28–29 Oktober 1928) menghasilkan Sumpah Pemuda. Kongres Perempuan pertama (1928) melahirkan Pergerakan Perempuan Indonesia (PPI), dengan tokoh seperti R.A. Kartini dan R. Dewi Sartika yang memperjuangkan pendidikan perempuan.

Langkah Menuju Kemerdekaan Indonesia

Setelah kekalahan Jepang di Pasifik, PM Koiso menjanjikan kemerdekaan Indonesia (pidato 7 September 1944). BPUPKI dibentuk 1 Maret 1945, diketuai Radjiman Wedyodiningrat, merumuskan Piagam Jakarta lewat Panitia Sembilan (22 Juni 1945). Sidang kedua BPUPKI (16 Juli 1945) menyepakati bentuk negara kesatuan, pemerintahan republik, bendera Merah Putih, dan bahasa Indonesia.

Gambar: Sidang BPUPKI

PPKI dibentuk 7 Agustus 1945 menggantikan BPUPKI. Bom atom Hiroshima-Nagasaki (6 dan 9 Agustus 1945) mempercepat kekalahan Jepang. Pada 16 Agustus 1945, golongan muda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok mendesak proklamasi segera; kesepakatan tercapai untuk memproklamasikan kemerdekaan keesokan harinya. Teks proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Maeda dengan usulan Ahmad Soebardjo dan Moh. Hatta, diketik oleh Sajoeti Melik.

Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh Soekarno/Hatta. Berita kemerdekaan disebarluaskan lewat radio (Waidan B. Palenewen dan F. Wuz), poster dan spanduk, surat kabar, serta delegasi ke luar negeri.

Tanya jawab

Apa peran penting Budi Utomo dalam sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia, dan bagaimana pengaruhnya terhadap organisasi-organisasi pergerakan berikutnya?
Budi Utomo (20 Mei 1908), dipelopori Dr. Wahidin Sudirohusodo, menjadi organisasi pertama yang memantik kebangkitan nasional lewat fokus pendidikan dan perbaikan sosial. Meski awalnya terbatas pada pendidikan, keberadaannya menginspirasi organisasi berikutnya seperti Sarekat Islam dan Indische Partij, serta menjadi wadah bagi tokoh seperti Sukarno dan Hatta yang kelak memimpin perjuangan kemerdekaan.

'Aisyiyah: Bermanfaat Menembus Batas

'Aisyiyah didirikan 19 Mei 1917 di Yogyakarta oleh tokoh-tokoh seperti Siti Bariyah dan Siti Dawimah, merintis pendidikan anak usia dini lewat Frobel School (kini TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal). Hingga kini 'Aisyiyah telah mendirikan lebih dari 20 ribu TK ABA, ribuan sekolah, dan beberapa universitas di berbagai kota.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →