Fitri Learning

BelajarMatematika SMP Kelas 8Bab 3

Gradien Garis

Matematika SMP Kelas 8 · Bab 3: Persamaan Garis Lurus

Persamaan garis ax + by = c dengan b ≠ 0 dapat dibuat menjadi bentuk by = −ax + c atau $y = -\frac{a}{b}x + \frac{c}{b}$ dan dapat ditulis sebagai

y = mx + n

dengan $m = -\dfrac{a}{b}$ dan $n = \dfrac{c}{b}$.

Arti Geometri Bilangan m pada Garis y = mx + n

Jika (p, q) terletak pada garis y = mx + n, maka q = mp + n. Nilai y untuk x = p + 1 dapat dihitung sebagai: y = m(p + 1) + n = mp + m + n = mp + n + m y = q + m dengan q = mp + n

Jadi, selisih nilai y untuk x = p + 1 dan x = p adalah m.

Bilangan m pada persamaan y = mx + n menyatakan pertambahan koordinat kedua jika koordinat pertama bertambah 1.

Gradien Garis (Kemiringan)

Diketahui garis $y = \frac{1}{4}x$. Artinya, apabila x bertambah 1 satuan panjang, maka y akan bertambah ¼ satuan panjang. Apabila x bertambah 2 satuan panjang, maka nilai y bertambah ¼ + ¼ = 2 × ¼ satuan panjang. Begitu pula seterusnya.

Apabila x bertambah 4 satuan panjang, maka nilai y bertambah 1 satuan panjang. Secara umum, diperoleh:

perubahan nilai y = (perubahan nilai x) × m

Andaikan proses tersebut terjadi pada suatu jalan yang mendaki, setiap mobil bergerak horizontal sejauh 4 meter, maka ketinggian akan bertambah 1 meter. Oleh karena itu, angka tersebut dinamakan kemiringan atau gradien.

Kemiringan atau gradien suatu garis y = mx + n adalah:

$$m = \dfrac{\text{perubahan nilai } y}{\text{perubahan nilai } x} = \dfrac{y_2 - y_1}{x_2 - x_1}$$

Khususnya, apabila perubahan nilai x sama dengan satu, maka: m = perubahan nilai y.

Apabila diketahui satu titik dan gradien, persamaan garis dapat ditentukan dengan:

$$y - y_1 = m(x - x_1)$$

Arti Bilangan n pada Persamaan y = mx + n

Dalam persamaan garis lurus y = mx + n, telah dipahami bahwa m menunjukkan gradien yang menentukan kemiringan atau arah garis. Sementara itu, n menunjukkan intersep-y yaitu titik di mana garis memotong sumbu Y.

Misalnya substitusi x = 0 ke dalam persamaan, maka diperoleh: y = m(0) + n = n Dapat disimpulkan bahwa n menggambarkan posisi vertikal awal garis pada sumbu Y.

  • Apabila n > 0, maka garis memotong bagian atas sumbu Y.
  • Apabila n < 0, maka garis memotong bagian bawah sumbu Y.
  • Apabila n = 0, maka garis memotong sumbu Y di titik asal.
Kemiringan Jalan
  • Kemiringan jalan di daerah perbukitan direpresentasikan melalui gradien pada persamaan garis y = mx + c, yaitu perbandingan antara perubahan ketinggian (sumbu y) dan perubahan jarak mendatar (sumbu x), yang harus diperhitungkan agar kendaraan dapat melintas dengan aman. Contoh ini memberikan gambaran konkret bagi siswa untuk memahami konsep gradien yang abstrak melalui situasi nyata dalam rekayasa sipil.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →