Meski batang tubuh UUD 1945 mengalami amandemen, Pembukaan UUD 1945 tetap tidak berubah karena memuat pokok pikiran dasar: kemerdekaan sebagai hak asasi manusia, persatuan Indonesia, keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dan kedaulatan rakyat — rangkuman dari nilai-nilai Pancasila.
Di Lingkungan Keluarga
- Mengajarkan Pancasila sebagai dasar negara kepada anak-anak.
- Menghormati hak setiap anggota keluarga.
- Mengajarkan musyawarah untuk mufakat.
- Memupuk persatuan dan menghargai perbedaan.
- Menanamkan tanggung jawab sosial.
Di Lingkungan Sekolah
- Memberi pendidikan kewarganegaraan yang mendalam.
- Menekankan cinta tanah air dan persatuan Indonesia.
- Mengajarkan penghargaan atas hak orang lain.
- Melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan yang demokratis.
- Menanamkan keadilan sosial tanpa diskriminasi.
Di Lingkungan Masyarakat
- Menggunakan hak pilih dengan bijak dalam pemilu.
- Berkontribusi mewujudkan keadilan sosial.
- Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
- Menerapkan musyawarah dalam menyelesaikan masalah bersama.
- Menjaga keharmonisan dalam keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
Sebutkan cara-cara keluarga menjalankan UUD NRI Tahun 1945 dalam kehidupan sehari-hari!
Antara lain mengajarkan nilai Pancasila kepada anak-anak, menghargai hak asasi setiap anggota keluarga, melaksanakan musyawarah dalam pengambilan keputusan, menjaga persatuan dan kesatuan keluarga, serta menumbuhkan kesadaran sosial untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Pancajiwa Gontor mengajarkan lima nilai — Keikhlasan, Kemandirian, Kedisiplinan, Keberanian, dan Ketulusan — yang selaras dengan prinsip Pancasila, terutama Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp