Perwujudan dalam Aspek Politik
Deklarasi Djuanda 1957 menegaskan laut sebagai penghubung, bukan pemisah wilayah. Perwujudan lainnya mencakup desentralisasi pemerintahan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, penyelarasan kebijakan nasional-daerah, dan pencegahan ancaman separatisme.
Perwujudan dalam Aspek Ekonomi
Mencakup pengelolaan sumber daya alam secara merata, integrasi infrastruktur ekonomi antarwilayah, dan penciptaan ekosistem ekonomi inklusif termasuk pemberdayaan UMKM di daerah terpencil.
Perwujudan dalam Aspek Sosial Budaya
Terwujud lewat pelestarian keragaman budaya dan pendidikan multikultural yang mengajarkan toleransi dan kerja sama antarbudaya sejak dini.
Perwujudan dalam Aspek Pertahanan dan Keamanan
Mencakup penjagaan kedaulatan wilayah laut dan darat, penguatan sistem pertahanan terpadu antara TNI, Polri, dan masyarakat, serta penyebaran kesadaran keamanan ke seluruh wilayah.
Contoh penerapan sehari-hari: toleransi antarumat beragama saat perayaan hari besar, budaya gotong royong membersihkan lingkungan, dan penghargaan terhadap festival budaya lokal seperti Festival Budaya Bali atau Festival Tanah Toraja.
Faktor Penghambat Pelaksanaan Wawasan Nusantara
Tantangannya mencakup kondisi geografis yang luas dan tersebar, ketimpangan kesejahteraan antardaerah, keragaman sosial budaya, serta globalisasi dan kapitalisme yang dapat mengancam identitas nasional. John Naisbitt menyarankan pendekatan bottom-up planning agar masyarakat lebih dilibatkan dalam perencanaan pembangunan, dipadukan dengan pendekatan top-down sesuai Permendagri No. 7 Tahun 2007.
Faktor Pendorong Pelaksanaan Wawasan Nusantara
- Menghormati perbedaan suku dan agama.
- Menjaga kerukunan antarumat beragama.
- Berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
- Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
- Menyebarkan nilai-nilai Pancasila.
- Bekerja sama dalam masyarakat.
- Menjaga identitas nasional sambil melestarikan budaya lokal (Wahono & Atsar, 2019).
Jelaskan bagaimana penerapan wawasan Nusantara mempererat persatuan bangsa, beserta contoh nyatanya!
Penerapannya penting mengingat keragaman suku, agama, dan budaya Indonesia. Contohnya sikap saling menghormati saat perayaan Idul Fitri oleh umat agama lain, serta kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan bersama — menunjukkan bahwa meski berbeda, masyarakat tetap bahu-membahu demi kebaikan bersama.
Lima pengukir dari Jepara direkrut Kerajaan Yordania pada 2007 untuk merestorasi mimbar bersejarah Masjid Al-Aqsa yang rusak terbakar, bekerja empat tahun merakit replika berukir kaligrafi — bukti keahlian tinggi pengrajin Indonesia diakui dunia.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp