Pengertian dan Tujuan Komitmen
Pengertian Komitmen
Dari bahasa Latin committere ("menggabungkan/mengikat bersama"), komitmen mengacu pada kesungguhan memenuhi tanggung jawab melalui tindakan nyata. Wahyudi (2019): kesadaran yang mencerminkan tanggung jawab mencapai tujuan bersama secara konsisten.
Tujuan Komitmen
- Menanamkan Konsistensi dalam Tindakan — memastikan tindakan tetap konsisten meski menghadapi tantangan.
- Memperkuat Rasa Tanggung Jawab — terhadap tugas atau peran yang diemban.
- Mencapai Keberlanjutan — upaya pelestarian budaya diteruskan lintas generasi.
- Membangun Kolaborasi yang Solid — bekerja sama harmonis mengesampingkan perbedaan.
- Meningkatkan Motivasi dan Dedikasi — memperkuat kontribusi karena terikat tujuan bersama.
Komitmen dalam Tindakan Nyata
Culture Experience
Pendekatan yang mengutamakan pengalaman langsung masyarakat mengenal budaya lokal (menghadiri upacara adat, belajar seni tradisional, festival budaya). Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 menjamin kebebasan masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya; dipertegas UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mengamanatkan menghidupkan kembali tradisi hampir punah, melibatkan masyarakat dalam aktivitas budaya, dan menjadikan budaya elemen pembentuk karakter bangsa.
Culture Knowledge
Pendekatan berfokus pada pembelajaran dan pengetahuan budaya melalui dokumentasi, penelitian, dan pendidikan — pendidikan formal, pusat dokumentasi budaya, penelitian budaya, hingga perpustakaan/museum budaya. Sejalan dengan Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 dan UU No. 5/2017 yang mencakup inventarisasi, dokumentasi, penyebarluasan informasi, serta pendidikan dan penelitian budaya.
Upaya Meningkatkan Ketahanan Budaya dan Kontribusi di Dunia
- Digitalisasi Budaya — dokumentasi digital seni, tradisi, dan bahasa.
- Diplomasi Budaya — budaya sebagai alat memperkenalkan Indonesia secara global.
- Inovasi Berbasis Kearifan Lokal — produk kreatif terinspirasi budaya lokal.
- Edukasi Berbasis Budaya — nilai budaya dalam kurikulum pendidikan.
Objek Kebudayaan sebagai Sasaran Pemajuan Kebudayaan
Sepuluh objek kebudayaan prioritas: tradisi lisan (mis. cerita Malin Kundang, Roro Jonggrang), manuskrip (Serat Centhini, Kakawin Nagarakretagama), adat istiadat (Mapacci Bugis, Ngaben Bali), ritus (Grebeg Maulud, Tabuik Pariaman), pengetahuan tradisional (jamu Jawa, subak Bali), teknologi tradisional (irigasi subak, kapal phinisi, gamelan), seni (batik, Tari Saman, wayang kulit), bahasa daerah, permainan rakyat (congklak, gasing, lompat tali), dan olahraga tradisional (pencak silat, karapan sapi, pacu jalur).
Melestarikan dan Mengembangkan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya
Permendagri No. 52 Tahun 2007
Memberi pedoman pemerintah daerah dalam pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya: memfasilitasi komunitas adat, mengintegrasikan nilai budaya ke pembangunan daerah, dan membentuk lembaga adat.
UU RI No. 11 Tahun 2010
UU tentang Cagar Budaya berfokus melindungi objek bernilai sejarah, pendidikan, estetika, sosial, dan ilmiah melalui perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan — mencakup situs arkeologi, bangunan bersejarah, lanskap budaya, dan benda seni.
Strategi Pelaksanaan Pelestarian
- Mengintegrasikan budaya lokal dalam sistem pendidikan.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya.
- Mengembangkan pusat-pusat kebudayaan.
- Melibatkan teknologi untuk mendokumentasikan budaya.
- Memperkuat perlindungan hukum terhadap warisan budaya.
- Meningkatkan akses terhadap produk budaya.
- Mendorong kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat.
- Memperkenalkan budaya lokal di tingkat internasional.
- Menggunakan media sosial untuk promosi budaya.
Tujuan Pelestarian Cagar Budaya
Sesuai UU No. 11/2010: melindungi nilai sejarah dan budaya, memanfaatkan cagar budaya sebagai sumber pendidikan (mis. Borobudur, Museum Batik), meningkatkan kesadaran masyarakat, mendukung pariwisata berbasis budaya, dan menjaga keberlanjutan cagar budaya untuk generasi mendatang.
Sebutkan dua strategi pelestarian tradisi dan budaya, serta jelaskan tujuannya!
Culture Experience melibatkan masyarakat langsung melalui festival budaya untuk menumbuhkan kebanggaan dan partisipasi; Culture Knowledge mendokumentasikan dan mempelajari budaya agar tidak hilang. Tujuan utamanya melindungi nilai sejarah, mendukung pariwisata, dan menjamin keberlanjutan budaya.
Kegiatan Kelompok
Tujuan. Menganalisis penerapan culture experience dan culture knowledge dalam upaya pelestarian budaya di lingkungan sekitar.
Langkah.
- Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3–4 peserta didik.
- Identifikasi satu tradisi atau kearifan lokal di daerah kalian yang mulai jarang dipraktikkan.
- Rancang satu ide culture experience dan satu ide culture knowledge untuk melestarikannya.
- Presentasikan hasil rancangan kelompok kalian di depan kelas.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp