-
Soal
Perhatikan ilustrasi berikut!

Gambar menunjukkan proses letusan gunung api yang menghasilkan material piroklastik dalam jumlah besar, disertai dengan tekanan gas yang tinggi dan letusan yang dahsyat. Berdasarkan proses yang terjadi, tipe letusan yang membentuk gunung tersebut adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Letusan eksplosif dengan tekanan gas yang sangat tinggi Penjelasan: Letusan eksplosif terjadi ketika tekanan gas di dalam dapur magma sangat tinggi, sehingga ketika magma naik ke permukaan, terjadi ledakan dahsyat yang menyemburkan material vulkanik seperti abu, lapili, dan bom vulkanik. Jenis letusan ini sering terjadi pada gunung api dengan magma yang bersif
-
Soal
Salah satu faktor yang memiliki peran utama dalam proses penguraian bahan organik menjadi humus yang bermanfaat bagi kesuburan tanah adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: E. Organisme kecil yang berperan dalam dekomposisi bahan organik Penjelasan: Mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan cacing tanah berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik. Mereka memecah sisa-sisa tumbuhan dan hewan menjadi zat yang lebih sederhana sehingga membentuk humus, yaitu lapisan tanah yang kaya akan unsur hara. Tanpa adanya mikroorganisme, proses pembentukan humus akan berjalan sangat lambat dan kurang efektif.
-
Soal
Salah satu faktor yang memiliki peran utama dalam proses penguraian bahan organik menjadi humus yang bermanfaat bagi kesuburan tanah adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Organisme kecil yang berperan dalam dekomposisi bahan organik Penjelasan: Mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan cacing tanah berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik. Mereka memecah sisa-sisa tumbuhan dan hewan menjadi zat yang lebih sederhana sehingga membentuk humus, yaitu lapisan tanah yang kaya akan unsur hara. Tanpa adanya mikroorganisme, proses pembentukan humus akan berjalan sangat lambat dan kurang efektif.
-
Soal
Salah satu faktor yang memiliki peran utama dalam proses penguraian bahan organik menjadi humus yang bermanfaat bagi kesuburan tanah adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Organisme kecil yang berperan dalam dekomposisi bahan organik Penjelasan: Mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan cacing tanah berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik. Mereka memecah sisa-sisa tumbuhan dan hewan menjadi zat yang lebih sederhana sehingga membentuk humus, yaitu lapisan tanah yang kaya akan unsur hara. Tanpa adanya mikroorganisme, proses pembentukan humus akan berjalan sangat lambat dan kurang efektif.
-
Soal
Proses pengendapan yang terjadi di lingkungan laut dan melibatkan material yang terbawa oleh arus, gelombang, serta organisme laut disebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Endapan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut yang mati Penjelasan: Sedimentasi marine merupakan proses pengendapan yang terjadi di lingkungan laut. Salah satu bentuk utama dari sedimentasi marine adalah terbentuknya endapan biogenik, yang berasal dari sisa-sisa organisme laut seperti plankton, kerang, dan terumbu karang yang mati. Seiring waktu, material ini mengendap di dasar laut dan dapat membentuk lapisan sedimen yang kaya akan kandungan organik.
-
Soal
Proses pengendapan yang terjadi di lingkungan laut dan melibatkan material yang terbawa oleh arus, gelombang, serta organisme laut disebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Endapan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut yang mati Penjelasan: Proses pengendapan yang terjadi di lingkungan laut dan melibatkan material yang terbawa oleh arus, gelombang, serta organisme laut disebut proses akumulasi sedimen yang terjadi akibat perubahan arus laut. Proses ini terjadi ketika partikel-partikel sedimen yang dibawa oleh arus laut atau gelombang akhirnya mengendap di dasar laut atau di area yang lebih tenang. Akumulasi sedimen ini bisa membentuk berbagai struktur geologis seperti delta, pasir pantai, dan terumbu karang.
-
Soal
Proses pengendapan yang terjadi di lingkungan laut dan melibatkan material yang terbawa oleh arus, gelombang, serta organisme laut disebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Sedimentasi yang dipengaruhi oleh aktivitas organisme laut Penjelasan: Sedimentasi yang dipengaruhi oleh aktivitas organisme laut disebut sedimentasi biogenik. Proses ini terjadi melalui pengendapan sisa-sisa organik atau material keras seperti cangkang dari organisme laut, seperti plankton, alga, dan koral. Contohnya adalah deposit kalsium karbonat dari kerangka dan cangkang organisme seperti foraminifera dan terumbu karang. Sedimentasi ini dapat membentuk batuan seperti batu kapur dan chert, yang berperan dalam dinamika dasar laut. Selain itu, sedimentasi biogenik membantu menciptakan habitat baru bagi organisme lain di lautan. Proses ini juga menunjukkan peran penting organisme laut dalam siklus nutrisi dan keseimbangan ekosistem bawah laut.
-
Soal
Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Faktor utama yang paling berperan dalam menentukan karakteristik tanah di suatu wilayah adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Tingkat curah hujan dan suhu yang mempengaruhi proses pelapukan tanah Penjelasan: Faktor utama yang berperan dalam pembentukan tanah adalah iklim, terutama suhu dan curah hujan. Suhu yang tinggi mempercepat pelapukan batuan induk, sedangkan curah hujan mempengaruhi erosi dan distribusi unsur hara di dalam tanah. Proses ini berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun, membentuk karakteristik tanah yang berbeda di setiap wilayah.
-
Soal
Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Faktor utama yang paling berperan dalam menentukan karakteristik tanah di suatu wilayah adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Jenis mineral yang terkandung dalam batuan induk yang mengalami pelapukan Penjelasan: Faktor utama yang paling berperan dalam menentukan karakteristik tanah di suatu wilayah adalah jenis mineral yang terkandung dalam batuan induk yang mengalami pelapukan. Batuan induk yang mengalami pelapukan akan melepaskan mineral-mineral yang kemudian menjadi komponen utama tanah. Jenis mineral ini sangat mempengaruhi sifat-sifat kimia dan fisika tanah, seperti kemampuan menyimpan air, tingkat kesuburan, dan pH tanah. Proses pelapukan batuan induk berlangsung sangat lama dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti iklim, topografi, organisme, dan waktu. Semua faktor ini bekerja bersama-sama untuk membentuk tanah dengan karakteristik yang unik di setiap wilayah
-
Soal
Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bekerja dalam jangka waktu yang lama. Faktor utama yang paling berperan dalam menentukan karakteristik tanah di suatu wilayah adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Jenis mineral yang terkandung dalam batuan induk yang mengalami pelapukan Penjelasan: Faktor utama yang paling berperan dalam menentukan karakteristik tanah di suatu wilayah adalah jenis mineral yang terkandung dalam batuan induk yang mengalami pelapukan. Batuan induk yang mengalami pelapukan akan melepaskan mineral-mineral yang kemudian menjadi komponen utama tanah. Jenis mineral ini sangat mempengaruhi sifat-sifat kimia dan fisika tanah, seperti kemampuan menyimpan air, tingkat kesuburan, dan pH tanah. Proses pelapukan batuan induk berlangsung sangat lama dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti iklim, topografi, organisme, dan waktu. Semua faktor ini bekerja bersama-sama untuk membentuk tanah dengan karakteristik yang unik di setiap wilayah
-
Soal
Di suatu wilayah dataran rendah yang sering mengalami banjir musiman, tanah yang mendominasi memiliki tekstur halus, kaya akan mineral, dan sangat subur sehingga cocok untuk pertanian. Jenis tanah yang paling mungkin terdapat di daerah tersebut adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Tanah yang berasal dari endapan lumpur dan material halus yang terbawa oleh aliran air sungai. Penjelasan: Tanah aluvial terbentuk dari material yang terbawa oleh aliran sungai dan diendapkan di dataran rendah. Jenis tanah ini memiliki tekstur halus, kaya mineral, dan sangat subur sehingga sering dimanfaatkan untuk pertanian. Proses sedimentasi alami yang terjadi setiap musim hujan membuat tanah ini terus mendapat pasokan nutrisi, menjadikannya ideal untuk budidaya tanaman pangan.
-
Soal
Di suatu wilayah dataran rendah yang sering mengalami banjir musiman, tanah yang mendominasi memiliki tekstur halus, kaya akan mineral, dan sangat subur sehingga cocok untuk pertanian. Jenis tanah yang paling mungkin terdapat di daerah tersebut adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Tanah yang berasal dari endapan lumpur dan material halus yang terbawa oleh aliran air sungai. Penjelasan: Tanah aluvial terbentuk dari material yang terbawa oleh aliran sungai dan diendapkan di dataran rendah. Jenis tanah ini memiliki tekstur halus, kaya mineral, dan sangat subur sehingga sering dimanfaatkan untuk pertanian. Proses sedimentasi alami yang terjadi setiap musim hujan membuat tanah ini terus mendapat pasokan nutrisi, menjadikannya ideal untuk budidaya tanaman pangan.
-
Soal
Sebuah daerah di dataran rendah mengalami kesulitan dalam pengelolaan lahan pertanian karena tanahnya memiliki kadar air tinggi dan proses dekomposisi bahan organik berlangsung sangat lambat. Selain itu, tanah di daerah ini cenderung bersifat asam dan kurang subur. Jenis tanah yang paling mungkin ditemukan di wilayah tersebut adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi, terbentuk di daerah yang selalu tergenang air, dan memiliki sifat asam Penjelasan: Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik di daerah yang selalu tergenang air, seperti rawa dan dataran rendah. Tanah ini memiliki kadar air tinggi, proses dekomposisinya lambat, dan bersifat asam sehingga kurang subur untuk pertanian tanpa pengelolaan khusus. Oleh karena itu, tanah gambut sering menjadi tantangan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan.
-
Soal
Sebuah daerah di dataran rendah mengalami kesulitan dalam pengelolaan lahan pertanian karena tanahnya memiliki kadar air tinggi dan proses dekomposisi bahan organik berlangsung sangat lambat. Selain itu, tanah di daerah ini cenderung bersifat asam dan kurang subur. Jenis tanah mana yang paling mungkin ditemukan di wilayah tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi, terbentuk di daerah yang selalu tergenang air, dan memiliki sifat asam Penjelasan: Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik di daerah yang selalu tergenang air, seperti rawa dan dataran rendah. Tanah ini memiliki kadar air tinggi, proses dekomposisinya lambat, dan bersifat asam sehingga kurang subur untuk pertanian tanpa pengelolaan khusus. Oleh karena itu, tanah gambut sering menjadi tantangan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan.
-
Soal
Sebuah gunung api memiliki karakteristik mengeluarkan lava dengan viskositas tinggi yang menyebabkan penyumbatan di kawahnya. Seiring waktu, tekanan di dalam gunung meningkat hingga akhirnya terjadi letusan yang sangat eksplosif, disertai dengan awan panas dan lontaran material vulkanik dalam jumlah besar. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, tipe gunung api yang sesuai adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Gunung dengan letusan eksplosif akibat penyumbatan lava kental yang menghasilkan awan panas Penjelasan: Gunung api dengan tipe Pelee memiliki karakteristik letusan yang sangat eksplosif akibat lava yang kental dan menyumbat kawah. Tekanan magma yang terus meningkat di dalam gunung akhirnya menyebabkan letusan dahsyat yang disertai dengan awan panas serta aliran piroklastik yang berbahaya. Salah satu contoh gunung api dengan tipe ini adalah Gunung Pelee di Martinik yang mengalami letusan besar pada tahun 1902.
-
Soal
Sebuah gunung api memiliki karakteristik mengeluarkan lava dengan viskositas tinggi yang menyebabkan penyumbatan di kawahnya. Seiring waktu, tekanan di dalam gunung meningkat hingga akhirnya terjadi letusan yang sangat eksplosif, disertai dengan awan panas dan lontaran material vulkanik dalam jumlah besar. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, tipe gunung api yang sesuai adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Gunung dengan letusan eksplosif akibat penyumbatan lava kental yang menghasilkan awan panas Penjelasan: Gunung api dengan tipe Pelee memiliki karakteristik letusan yang sangat eksplosif akibat lava yang kental dan menyumbat kawah. Tekanan magma yang terus meningkat di dalam gunung akhirnya menyebabkan letusan dahsyat yang disertai dengan awan panas serta aliran piroklastik yang berbahaya. Salah satu contoh gunung api dengan tipe ini adalah Gunung Pelee di Martinik yang mengalami letusan besar pada tahun 1902.
-
Soal
Sebuah fenomena geomorfologi menunjukkan terbentuknya daratan sempit yang menghubungkan pulau utama dengan sebuah pulau kecil akibat proses sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus. Bentuk hasil sedimentasi tersebut dikenal sebagai?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Tombolo, yang terbentuk dari akumulasi sedimen yang menghubungkan pulau dengan daratan utama Penjelasan: Tombolo adalah bentukan daratan yang terjadi akibat akumulasi sedimen yang terbawa oleh arus laut dan secara bertahap menyambungkan sebuah pulau kecil dengan daratan utama atau dengan pulau lainnya. Fenomena ini biasanya terjadi ketika arus laut membawa pasir dan material lainnya ke area yang lebih tenang di antara dua daratan, menyebabkan endapan terus bertambah hingga akhirnya membentuk jalur darat alami. Tombolo dapat ditemukan di berbagai wilayah pesisir dan merupakan contoh sedimentasi yang dipengaruhi oleh dinamika arus laut dan angin.
-
Soal
Suatu daerah di wilayah gurun memiliki permukaan yang didominasi oleh gundukan pasir yang terus berubah bentuk seiring berjalannya waktu. Fenomena ini terjadi akibat proses alami yang berlangsung dalam waktu lama. Faktor utama yang menyebabkan terbentuknya gundukan pasir tersebut adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Proses pengikisan batuan oleh angin yang membawa butiran pasir ke lokasi tertentu dan membentuk tumpukan Penjelasan: Gundukan pasir di daerah gurun terbentuk melalui proses deflasi dan saltasi, yaitu perpindahan partikel pasir akibat tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut butiran pasir dari satu tempat ke tempat lain hingga akhirnya mengendapkannya dalam jumlah besar, membentuk bukit pasir atau dune. Proses ini umum terjadi di daerah kering yang minim vegetasi, sehingga angin menjadi agen utama dalam membentuk lanskap gurun.
-
Soal
Perhatikan faktor-faktor berikut yang dapat mempengaruhi proses pelapukan batuan: (1) Kelembaban udara dan intensitas curah hujan (2) Kandungan mineral dalam batuan (3) Keberadaan vegetasi yang menutupi permukaan tanah (4) Proses kristalisasi larutan garam di celah batuan (5) Siklus pembekuan dan pencairan air dalam batuan Faktor-faktor yang berperan dalam pelapukan kimia ditunjukkan oleh nomor?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. (2), (3), dan (4) Penjelasan: Pelapukan kimia adalah proses perubahan komposisi mineral batuan akibat reaksi kimia dengan air, udara, atau bahan organik. Faktor utama yang mempengaruhi pelapukan kimia adalah kandungan mineral batuan, karena mineral yang berbeda memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap reaksi kimia. Selain itu, keberadaan vegetasi berkontribusi dalam menghasilkan asam organik yang mempercepat pelapukan batuan. Proses kristalisasi larutan garam di dalam batuan juga mempercepat pelapukan kimia melalui pembentukan tekanan internal yang dapat memecah batuan secara bertahap.
-
Soal
Perhatikan faktor-faktor berikut yang dapat mempengaruhi proses pelapukan batuan: (1) Kelembaban udara dan intensitas curah hujan (2) Kandungan mineral dalam batuan (3) Keberadaan vegetasi yang menutupi permukaan tanah (4) Proses kristalisasi larutan garam di celah batuan (5) Siklus pembekuan dan pencairan air dalam batuan Faktor-faktor yang berperan dalam pelapukan kimia ditunjukkan oleh nomor?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. (2), (3), dan (4) Penjelasan: • (1) Kelembaban udara dan intensitas curah hujan Benar. Berperan dalam pelapukan kimia, karena air mempercepat reaksi kimia seperti pelarutan dan oksidasi. • (2) Kandungan mineral dalam batuan Benar. Mineral yang mudah bereaksi dengan air atau asam akan lebih cepat mengalami pelapukan kimia. • (3) Keberadaan vegetasi yang menutupi permukaan tanah Benar. Vegetasi menghasilkan asam organik yang membantu reaksi kimia dalam proses pelapukan batuan.
-
Soal
Perhatikan faktor-faktor berikut yang dapat mempengaruhi proses pelapukan batuan: (1) Kelembaban udara dan intensitas curah hujan (2) Kandungan mineral dalam batuan (3) Keberadaan vegetasi yang menutupi permukaan tanah (4) Proses kristalisasi larutan garam di celah batuan (5) Siklus pembekuan dan pencairan air dalam batuan Faktor-faktor yang berperan dalam pelapukan kimia ditunjukkan oleh nomor?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. (2), (3), dan (4) Penjelasan: Pelapukan kimia adalah proses pelapukan batuan yang melibatkan perubahan komposisi kimia akibat reaksi kimia dengan berbagai agen, seperti air, oksigen, karbon dioksida, dan zat lainnya. Berikut adalah penjelasan untuk poin-poin yang Anda sebutkan: • Kandungan mineral dalam batuan**: Mineral tertentu dalam batuan, seperti kalsit atau feldspar, lebih rentan terhadap reaksi kimia. Reaksi ini, seperti hidrasi, karbonasi, atau oksidasi, dapat melarutkan atau mengubah mineral menjadi bentuk yang lebih stabil secara kimiawi. • Keberadaan vegetasi yang menutupi permukaan tanah**: Vegetasi menghasilkan asam organik dari aktivitas akar dan dekomposisi bahan organik. Asam ini dapat mempercepat pelapukan kimia batuan di sekitar akar atau di lapisan tanah. • Proses kristalisasi larutan garam di celah batuan**: Ketika larutan garam menguap di celah batuan, garam akan mengkristal. Proses ini dapat menyebabkan reaksi kimia yang mengubah struktur mineral batuan, mempercepat pelapukan kimia. Proses pelapukan kimia ini penting dalam pembentukan tanah dan memengaruhi lanskap secara signifikan.
-
Soal
Lembaga-lembaga yang berperan dalam pengelolaan data geologi memiliki berbagai peran penting, terutama untuk perencanaan pembangunan nasional dan mitigasi bencana alam. Salah satu manfaat data geologi adalah menunjukkan kawasan yang rawan terjadi gempa bumi dan potensi longsor. Berdasarkan peran tersebut, manakah dari lembaga berikut yang paling tepat menangani pengumpulan dan analisis data geologi?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengelola eksplorasi sumber daya mineral dan energi. Penjelasan: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki peran dalam pengelolaan data geologi, terutama terkait dengan eksplorasi sumber daya mineral dan energi. Lembaga ini berfokus pada pengembangan, penelitian, dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di dalam bumi. Data geologi yang dikelola oleh ESDM sangat berguna untuk perencanaan pembangunan nasional dan mitigasi bencana alam yang terkait dengan aktivitas geologi, seperti gempa bumi dan tanah longsor.
-
Soal
Sebuah wilayah memiliki karakteristik tanah yang berwarna merah hingga kuning, memiliki kandungan bahan organik yang rendah, dan bersifat sangat asam. Jenis tanah ini banyak ditemukan di daerah dengan curah hujan tinggi, terutama di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tanah ini kurang subur untuk pertanian umum, tetapi masih bisa dimanfaatkan untuk jenis tanaman tertentu. Berdasarkan karakteristik tersebut, jenis tanah yang dimaksud adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Tanah hasil pelapukan batuan kuarsa dengan sifat sangat asam, kandungan hara rendah, dan cocok untuk tanaman seperti karet dan pinus Penjelasan: Tanah podsolik merah kuning terbentuk dari pelapukan batuan kuarsa yang banyak ditemukan di daerah beriklim basah dengan curah hujan tinggi. Tanah ini memiliki pH yang sangat asam dan kandungan unsur hara yang rendah, sehingga kurang cocok untuk pertanian umum tanpa perlakuan khusus. Namun, tanah ini dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang toleran terhadap keasaman, seperti karet, pinus, dan akasia.
-
Soal
Sebuah wilayah memiliki karakteristik tanah yang berwarna merah hingga kuning, memiliki kandungan bahan organik yang rendah, dan bersifat sangat asam. Jenis tanah ini banyak ditemukan di daerah dengan curah hujan tinggi, terutama di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tanah ini kurang subur untuk pertanian umum, tetapi masih bisa dimanfaatkan untuk jenis tanaman tertentu. Berdasarkan karakteristik tersebut, jenis tanah yang dimaksud adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Tanah hasil pelapukan batuan kuarsa dengan sifat sangat asam, kandungan hara rendah, dan cocok untuk tanaman seperti karet dan pinus Penjelasan: Tanah podsolik merah kuning terbentuk dari pelapukan batuan kuarsa yang banyak ditemukan di daerah beriklim basah dengan curah hujan tinggi. Tanah ini memiliki pH yang sangat asam dan kandungan unsur hara yang rendah, sehingga kurang cocok untuk pertanian umum tanpa perlakuan khusus. Namun, tanah ini dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang toleran terhadap keasaman, seperti karet, pinus, dan akasia.
-
Soal
Suatu daerah mengalami pencucian mineral secara intensif akibat tingginya curah hujan dan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Salah satu lapisan tanah di daerah tersebut memiliki ciri berupa akumulasi mineral dan zat organik yang terlarut dari lapisan di atasnya, sehingga memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan horizon lainnya. Lapisan tanah yang dimaksud adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Horizon B yang mengalami akumulasi hasil pencucian dari lapisan di atasnya dan kaya akan mineral terlarut Penjelasan: Horizon B adalah lapisan tanah yang mengalami proses iluviasi, yaitu pengendapan material yang terbawa dari horizon di atasnya akibat pencucian oleh air hujan. Lapisan ini sering mengandung mineral seperti besi, aluminium, dan tanah liat yang terlarut dari Horizon A, sehingga memiliki warna yang lebih gelap. Horizon B berperan penting dalam menyimpan nutrisi tanah, tetapi tingkat kesuburannya bergantung pada jenis mineral yang terakumulasi di dalamnya.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp