Fitri Learning

LatihanSejarah SMA Kelas 10

Bab 3: Kerajaan Hindu-Buddha dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah SMA Kelas 10 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Kebudayaan maritim dalam Nusantara sudah melekat kuat dari zaman praaksara dilihat dari catatan sejarah. Adanya aktivitas pelayaran, perdagangan, dan pemanfaatan sumber daya laut sudah terlihat dari beberapa bukti arkeologis. Bukti lain yang menunjukkan munculnya kebudayaan maritim di Nusantara adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Adanya tradisi pembuatan kapal bercadik di wilayah pesisir Sumatra dan Kalimantan Penjelasan: Tradisi pembuatan kapal bercadik menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara pada zaman praaksara sudah memiliki kemampuan berlayar dan mengarungi samudra. Bukti dari hal ini terlihat pada lukisan prasejarah yang ditemukan di dinding-dinding gua, seperti di situs Liang Kacamata. Kapal bercadik menjadi simbol penting kebudayaan maritim di Indonesia karena mencerminkan keahlian pelaut Nusantara dalam navigasi dan pembuatan kapal.

  2. Soal

    Kebudayaan maritim dalam Nusantara sudah melekat kuat dari zaman praaksara dilihat dari catatan sejarah. Adanya aktivitas pelayaran, perdagangan, dan pemanfaatan sumber daya laut sudah terlihat dari beberapa bukti arkeologis. Bukti lain yang menunjukkan munculnya kebudayaan maritim di Nusantara adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Ditemukannya relief kapal di Candi Borobudur yang menggambarkan aktivitas pelayaran masyarakat Nusantara Penjelasan: Relief kapal di Candi Borobudur menjadi salah satu bukti kuat bahwa masyarakat Nusantara pada masa lalu memiliki kebudayaan maritim yang maju. Relief tersebut menggambarkan kapal bercadik yang digunakan untuk aktivitas pelayaran dan perdagangan, menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki keterampilan dalam pembuatan dan penggunaan kapal sejak zaman dahulu. Selain itu, keberadaan relief ini juga memperlihatkan interaksi masyarakat Nusantara dengan dunia luar melalui jalur laut, yang menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi dan budaya di kepulauan Nusantara. Hal ini juga menunjukkan bahwa kebudayaan maritim menjadi salah satu ciri khas masyarakat Nusantara sejak zaman dahulu.

  3. Soal

    Sriwijaya tercatat sebagai pusat agama Buddha Mahayana yang penting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan beberapa pendeta asing untuk belajar dan menerjemahkan kitab suci agama Buddha di Sriwijaya. Salah satu pendeta yang datang ke Sriwijaya dan menulis tentang kehidupan keagamaan di sana adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. I-Tsing dari Tiongkok Penjelasan: I-Tsing adalah seorang pendeta Buddha dari Tiongkok yang tinggal di Sriwijaya selama empat tahun. Selama di sana, ia menerjemahkan kitab suci agama Buddha dan mencatat pengalamannya mengenai kehidupan keagamaan di Sriwijaya. Dalam perjalanannya ke India pada tahun 672 M, I-Tsing singgah di Sriwijaya dan menuliskan bahwa kerajaan ini merupakan pusat pembelajaran agama Buddha. Ia juga mencatat bahwa banyak pendeta Buddha berkumpul di Sriwijaya untuk mendalami ajaran Buddha.

  4. Soal

    Sriwijaya tercatat sebagai pusat agama Buddha Mahayana yang penting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan beberapa pendeta asing untuk belajar dan menerjemahkan kitab suci agama Buddha di Sriwijaya. Salah satu pendeta yang datang ke Sriwijaya dan menulis tentang kehidupan keagamaan di sana adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. I-Tsing dari Tiongkok Penjelasan: I-Tsing adalah seorang pendeta Buddha dari Tiongkok yang tinggal di Sriwijaya selama empat tahun. Selama di sana, ia menerjemahkan kitab suci agama Buddha dan mencatat pengalamannya mengenai kehidupan keagamaan di Sriwijaya. Dalam perjalanannya ke India pada tahun 672 M, I-Tsing singgah di Sriwijaya dan menuliskan bahwa kerajaan ini merupakan pusat pembelajaran agama Buddha. Ia juga mencatat bahwa banyak pendeta Buddha berkumpul di Sriwijaya untuk mendalami ajaran Buddha.

  5. Soal

    Faktor geografis yang memudahkan masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia, terlihat dari…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pola angin musim yang berubah setiap enam bulan sekali, memudahkan kapal-kapal dagang asing singgah di Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Penjelasan: Pola angin musim atau monsun yang berganti setiap enam bulan sekali memainkan peran penting dalam memfasilitasi perjalanan kapal-kapal dagang dari berbagai negara, termasuk India dan Tiongkok, untuk singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Perubahan angin ini memungkinkan kapal-kapal asing singgah lebih lama di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, sehingga mendorong terjadinya pertukaran budaya, agama, dan perdagangan di kawasan Nusantara.

  6. Soal

    Faktor geografis yang memudahkan masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia, terlihat dari…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pola angin musim yang berubah setiap enam bulan sekali, memudahkan kapal-kapal dagang asing singgah di Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Penjelasan: Pola angin musim atau monsun yang berganti setiap enam bulan sekali memainkan peran penting dalam memfasilitasi perjalanan kapal-kapal dagang dari berbagai negara, termasuk India dan Tiongkok, untuk singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Pada musim tertentu, angin monsun membawa kapal dagang ke wilayah Nusantara, dan saat menunggu perubahan arah angin untuk kembali, para pedagang asing menetap sementara waktu di pelabuhan-pelabuhan. Perubahan angin ini memungkinkan kapal-kapal asing singgah lebih lama di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, sehingga mendorong terjadinya pertukaran budaya, agama, dan perdagangan di kawasan Nusantara.

  7. Soal

    Teori Kesatria merupakan salah satu teori yang menjelaskan proses masuknya Islam ke Nusantara. Teori ini berpendapat bahwa Islam dibawa oleh para bangsawan dan prajurit dari India yang kalah dalam peperangan dan kemudian bermigrasi ke Nusantara. Teori ini dikemukakan oleh…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. J.L. Moens dan C.C. Berg Penjelasan: C.C. Berg adalah tokoh yang mengemukakan Teori Ksatria, yang kemudian didukung oleh J.L. Moens. Mereka berpendapat bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para ksatria atau prajurit dari India yang kalah perang dan melarikan diri ke wilayah ini. Para ksatria tersebut kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Nusantara, sehingga berperan dalam penyebaran Islam melalui jalur politik dan kekuasaan. Teori Ksatria berbeda dengan Teori Gujarat, yang menyatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang India, dan Teori Makkah, yang berpendapat bahwa Islam masuk langsung dari ulama Arab. Moens juga mendukung pandangan C.C. Berg bahwa kaum ksatria memiliki peran utama tidak hanya dalam penyebaran Islam tetapi juga dalam pembentukan struktur sosial dan politik di Nusantara, sebagaimana yang terjadi dalam pengaruh Hindu-Buddha sebelumnya.

  8. Soal

    Teori Kesatria merupakan salah satu teori yang menjelaskan proses masuknya Islam ke Nusantara. Teori ini berpendapat bahwa Islam dibawa oleh para bangsawan dan prajurit dari India yang kalah dalam peperangan dan kemudian bermigrasi ke Nusantara. Teori ini dikemukakan oleh…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. J.L. Moens dan C.C. Berg Penjelasan: C.C. Berg adalah tokoh yang mengemukakan Teori Ksatria, yang kemudian didukung oleh J.L. Moens. Mereka berpendapat bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para ksatria atau prajurit dari India yang kalah perang dan melarikan diri ke wilayah ini. Para ksatria tersebut kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Nusantara, sehingga berperan dalam penyebaran Islam melalui jalur politik dan kekuasaan. Teori Ksatria berbeda dengan Teori Gujarat, yang menyatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang India, dan Teori Makkah, yang berpendapat bahwa Islam masuk langsung dari ulama Arab. Moens juga mendukung pandangan C.C. Berg bahwa kaum ksatria memiliki peran utama tidak hanya dalam penyebaran Islam tetapi juga dalam pembentukan struktur sosial dan politik di Nusantara, sebagaimana yang terjadi dalam pengaruh Hindu-Buddha sebelumnya. Namun, teori ini memiliki kelemahan, karena tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa para prajurit India bermigrasi ke Nusantara dalam jumlah besar dan menyebarkan Islam. Teori lain seperti Teori Gujarat (Snouck Hurgronje, J.P. Moquette) dan Teori Makkah (Buya Hamka, Syed Naquib al-Attas) lebih banyak didukung oleh bukti sejarah.

  9. Soal

    Salah satu faktor yang mendukung Sriwijaya sebagai pusat perdagangan adalah catatan dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua. Berdasarkan kronik tersebut, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kaya dan berpengaruh. Faktor utama yang mendukung kejayaan Sriwijaya dalam perdagangan menurut kronik Zhu Fan Zhi adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Letaknya strategis di jalur pelayaran internasional dan menguasai Selat Malaka. Penjelasan: Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kaya dan berpengaruh, sebagaimana dicatat dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua. Kejayaan perdagangan Sriwijaya didukung oleh letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional dan penguasaannya atas Selat Malaka. Selat Malaka merupakan jalur perdagangan utama yang menghubungkan India, Tiongkok, dan dunia Arab, menjadikan Sriwijaya sebagai pusat transit dan distribusi barang dagangan seperti rempah-rempah, emas, dan kapur barus. Faktor lainnya adalah kemampuan Sriwijaya dalam mengontrol perairan dan memberlakukan pajak perdagangan, yang semakin memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan maritim.

  10. Soal

    Salah satu faktor yang mendukung Sriwijaya sebagai pusat perdagangan adalah catatan dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua. Berdasarkan kronik tersebut, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kaya dan berpengaruh. Faktor utama yang mendukung kejayaan Sriwijaya dalam perdagangan menurut kronik Zhu Fan Zhi adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Letaknya strategis di jalur pelayaran internasional dan menguasai Selat Malaka. Penjelasan: Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kaya dan berpengaruh, sebagaimana dicatat dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua. Kejayaan perdagangan Sriwijaya didukung oleh letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional dan penguasaannya atas Selat Malaka. Selat Malaka merupakan jalur perdagangan utama yang menghubungkan India, Tiongkok, dan dunia Arab, menjadikan Sriwijaya sebagai pusat transit dan distribusi barang dagangan seperti rempah-rempah, emas, dan kapur barus. Faktor lainnya adalah kemampuan Sriwijaya dalam mengontrol perairan dan memberlakukan pajak perdagangan, yang semakin memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan maritim.

  11. Soal

    Perhatikan peninggalan bukti arkeolog berikut. (1) Candi Arjuna (2) Prasasti Sojomerto (3) Situs Puncak Songolikur (4) Candi Angin (5) Prasasti Rahtawun Dari daftar tersebut, yang bukan termasuk peninggalan kemajuan arsitektur dari Kerajaan Kalingga adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 1 Penjelasan: Candi Arjuna adalah salah satu candi yang terletak di kompleks Candi Dieng, Jawa Tengah dan bukan merupakan peninggalan dari Kerajaan Kalingga. Candi ini lebih terkait dengan Kerajaan Mataram Kuno. Sedangkan Prasasti Sojomerto, Situs Puncak Songolikur, Candi Angin, dan Prasasti Rahtawun adalah peninggalan yang lebih terkait dengan Kerajaan Kalingga.

  12. Soal

    Perhatikan peninggalan bukti arkeolog berikut. (1) Candi Arjuna (2) Prasasti Sojomerto (3) Situs Puncak Songolikur (4) Candi Angin (5) Prasasti Rahtawun Dari daftar tersebut, yang bukan termasuk peninggalan kemajuan arsitektur dari Kerajaan Kalingga adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 2 Penjelasan: Kerajaan Kalingga adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berkembang di Jawa Tengah pada abad ke-7. Bukti peninggalan arsitektur Kerajaan Kalingga terutama berupa candi dan situs arkeologis. Berikut penjelasan setiap bukti: Candi Arjuna – Termasuk peninggalan arsitektur, meskipun berasal dari masa yang lebih tua dan berhubungan dengan tradisi Hindu di Jawa. Prasasti Sojomerto – Bukan peninggalan arsitektur. Prasasti ini merupakan bukti tertulis yang berkaitan dengan keluarga Dinasti Syailendra di Semarang, bukan peninggalan arsitektur Kerajaan Kalingga. Situs Puncak Songolikur – Peninggalan arsitektur berupa reruntuhan bangunan yang terkait dengan aktivitas keagamaan Hindu-Buddha. Candi Angin – Termasuk peninggalan arsitektur di Jepara yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Kalingga. Prasasti Rahtawun – Prasasti ini ditemukan di lereng Gunung Ungaran dan berkaitan dengan Kerajaan Kalingga, tetapi bukan merupakan peninggalan arsitektur, melainkan peninggalan tertulis. Kesimpulannya, Prasasti Sojomerto (2) adalah peninggalan berbentuk prasasti, bukan arsitektur, sehingga menjadi jawaban yang paling tepat.

  13. Soal

    Siapakah raja pertama Kerajaan Salakanagara serta bagaimana perannya dalam pendirian kerajaan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Dewawarman I, yang menikahi putri Aki Tirem dan mendirikan Kerajaan Salakanagara pada tahun 130 M. Penjelasan: Kerajaan Salakanagara dianggap sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Raja pertamanya adalah Dewawarman I, seorang duta dari India yang menikahi Putri Larasati, anak dari Aki Tirem, penguasa lokal sebelum berdirinya kerajaan. Setelah Aki Tirem wafat, Dewawarman I mengambil alih kepemimpinan dan mendirikan Kerajaan Salakanagara sekitar tahun 130-168 M di sekitar daerah Teluk Lada, Pandeglang, Banten. Dewawarman I memainkan peran penting dalam pendirian kerajaan tersebut dengan mendirikan ibu kota di Rajatapura dan memperluas wilayah kekuasaan kerajaan. Ia juga menciptakan hubungan diplomatik dan perdagangan yang kuat dengan kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya, serta menjadikan Salakanagara pusat kebudayaan dan perdagangan yang penting pada masa itu.

  14. Soal

    Siapakah raja pertama Kerajaan Salakanagara serta bagaimana perannya dalam pendirian kerajaan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Dewawarman I, yang menikahi putri Aki Tirem dan mendirikan Kerajaan Salakanagara pada tahun 130 M. Penjelasan: Kerajaan Salakanagara dianggap sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Raja pertamanya adalah Dewawarman I, seorang duta dari India yang menikahi Putri Larasati, anak dari Aki Tirem, penguasa lokal sebelum berdirinya kerajaan. Setelah Aki Tirem wafat, Dewawarman I mengambil alih kepemimpinan dan mendirikan Kerajaan Salakanagara sekitar tahun 130-168 M di sekitar daerah Teluk Lada, Pandeglang, Banten. Dewawarman I memainkan peran penting dalam pendirian kerajaan tersebut dengan mendirikan ibu kota di Rajatapura dan memperluas wilayah kekuasaan kerajaan. Ia juga menciptakan hubungan diplomatik dan perdagangan yang kuat dengan kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya, serta menjadikan Salakanagara pusat kebudayaan dan perdagangan yang penting pada masa itu.

  15. Soal

    Pada masa kejayaan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Bali, kehidupan sosio-ekonomi masyarakatnya memiliki ciri khas masing-masing. Salah satu perbedaan utama dalam sistem sosial dan ekonomi kedua kerajaan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Sunda agraris, Bali maritim Penjelasan: Kerajaan Sunda dikenal sebagai kerajaan yang berbasis agraris, di mana perekonomiannya banyak bergantung pada pertanian, khususnya padi. Wilayahnya yang subur di Pulau Jawa bagian barat sangat mendukung sistem ekonomi ini. Sebaliknya, Kerajaan Bali memiliki ekonomi yang lebih berbasis maritim dan perdagangan. Letaknya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan regional dengan interaksi yang luas dengan pedagang dari luar Nusantara.

  16. Soal

    Pada masa kejayaan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Bali, kehidupan sosio-ekonomi masyarakatnya memiliki ciri khas masing-masing. Salah satu perbedaan utama dalam sistem sosial dan ekonomi kedua kerajaan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Sunda agraris, Bali maritim Penjelasan: Kerajaan Sunda dikenal sebagai kerajaan yang berbasis agraris, di mana perekonomiannya banyak bergantung pada pertanian, khususnya padi. Wilayahnya yang subur di Pulau Jawa bagian barat sangat mendukung sistem ekonomi ini. Sebaliknya, Kerajaan Bali memiliki ekonomi yang lebih berbasis maritim dan perdagangan. Letaknya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan regional dengan interaksi yang luas dengan pedagang dari luar Nusantara.

  17. Soal

    Pernyataan yang tepat mengenai teori masuknya agama Hindu - Buddha serta kelemahannya adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Teori waisya berpendapat bahwa agama Hindu - Buddha dibawa oleh para pedagang, namun kelemahannya adalah penduduk Nusantara telah memiliki kepercayaan asli sebelum kedatangan agama tersebut. Penjelasan: Teori Waisya yang dikemukakan oleh N.J. Krom adalah salah satu teori yang populer mengenai masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara. Namun, kelemahan teori ini adalah masyarakat Nusantara telah memiliki sistem kepercayaan asli (animisme dan dinamisme), sebelum kedatangan pengaruh India. Selain itu, pedagang cenderung lebih fokus pada perdagangan dibandingkan penyebaran agama secara sistematis.

  18. Soal

    Pernyataan yang tepat mengenai teori masuknya agama Hindu - Buddha serta kelemahannya adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Teori brahmana menjelaskan bahwa para pendeta Hindu dari India datang dan menyebarkan agama Hindu di Nusantara, namun kelemahannya adalah penduduk Nusantara telah memiliki kepercayaan asli sebelum menerima pengaruh Hindu - Buddha. Penjelasan: Teori Brahmana menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Nusantara melalui para pendeta Hindu dari India yang diundang oleh penguasa lokal untuk menyebarkan ajaran Hindu. Para brahmana membawa serta sistem keagamaan dan ajaran Hindu yang lebih sistematis, sehingga penyebaran Hindu di Nusantara memiliki struktur yang mirip dengan yang ada di India. Teori ini didukung oleh bukti bahwa sistem kasta dalam Hindu yang diterapkan di Nusantara lebih sesuai dengan ajaran brahmana. Namun, teori ini memiliki kelemahan, yaitu bahwa penduduk Nusantara telah memiliki kepercayaan asli sebelum kedatangan Hindu-Buddha. Kepercayaan lokal seperti animisme dan dinamisme sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, sehingga penyebaran Hindu-Buddha tidak berlangsung secara langsung, melainkan melalui proses akulturasi. Hal ini terlihat dari berbagai peninggalan budaya yang menunjukkan perpaduan antara ajaran Hindu-Buddha dengan unsur kepercayaan lokal. Oleh karena itu, meskipun Teori Brahmana menjelaskan bagaimana Hindu masuk ke Nusantara, proses penyebarannya tidak serta-merta menggantikan kepercayaan asli yang sudah ada.

  19. Soal

    Relief di Candi Borobudur menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia yang menguasai ilmu perbintangan. Terlihat dari gambar rasi Ursa Mayor dengan tujuh buah bulatan. Relief ini terdapat pada candi di era…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Kerajaan Mataram Kuno Penjelasan: Candi ini dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar tahun 770-825 M, yang menganut agama Buddha Mahayana dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara. Relief di Candi Borobudur tidak hanya menggambarkan ajaran Buddha tetapi juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam bidang astronomi atau ilmu perbintangan, seperti rasi bintang Ursa Mayor (Bintang Biduk). Rasi ini biasa digunakan untuk petunjuk arah utara bagi para pelaut, pertanian, atau perhitungan kalender.

  20. Soal

    Relief di Candi Borobudur menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia yang menguasai ilmu perbintangan. Terlihat dari gambar rasi Ursa Mayor dengan tujuh buah bulatan. Relief ini terdapat pada candi di era…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Kerajaan Mataram Kuno Penjelasan: Candi ini dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar tahun 770-825 M, yang menganut agama Buddha Mahayana dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara. Relief di Candi Borobudur tidak hanya menggambarkan ajaran Buddha tetapi juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam bidang astronomi atau ilmu perbintangan, seperti rasi bintang Ursa Mayor (Bintang Biduk). Rasi ini biasa digunakan untuk petunjuk arah utara bagi para pelaut, pertanian, atau perhitungan kalender.

  21. Soal

    Terdapat tujuh prasasti yang berhubungan dengan kerajaan Tarumanegara ditemukan di daerah Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Salah satu temuan prasasti yang berada di Kampung Batu Tumbuh adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Prasasti Tugu Penjelasan: Prasasti Tugu merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di Kampung Batu Tumbuh, Desa Tugu, yang sekarang menjadi bagian dari Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan di batu bulat panjang dalam bahasa sanskerta dengan huruf pallawa. Prasasti ini berisi catatan tentang penggalian dua sungai besar bernama sungai Candrabaga kemudian sungai Gomati oleh Raja Purnawarman untuk mencegah banjir dan meningkatkan sistem irigasi di wilayahnya.

  22. Soal

    Candi Plaosan merupakan candi yang memiliki keunikan dibanding candi-candi lainnya di Nusantara karena...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Berfungsi sebagai tempat ibadah bersama bagi umat Hindu dan Buddha Penjelasan: Candi Plaosan merupakan simbol toleransi antara agama Hindu dan Buddha pada masa Mataram Kuno. Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan, seorang raja dari Wangsa Sanjaya (Hindu), sebagai hadiah untuk istrinya, Pramodawardhani, yang berasal dari Wangsa Syailendra (Buddha). Candi ini menjadi tempat ibadah yang digunakan oleh penganut kedua agama secara berdampingan, mencerminkan harmoni dan dialog antarumat beragama pada masa itu.

  23. Soal

    Raja Purnawarman dikenal sebagai raja yang membawa kejayaan bagi Kerajaan Tarumanegara. Selain membangun saluran irigasi, salah satu bentuk kebijakannya yang menunjukkan kemakmuran dan hubungan baik dengan kaum brahmana adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Melakukan upacara kurban dengan memberikan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Penjelasan: Raja Purnawarman tercatat dalam Prasasti Tugu sebagai raja yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Selain membangun saluran irigasi, ia juga melakukan upacara kurban dengan memberikan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana sebagai tanda syukur atas keberhasilan proyek pembangunan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa selain fokus pada pembangunan fisik, ia juga memperkuat hubungan dengan pemuka agama Hindu di kerajaannya.

  24. Soal

    Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan didampingi oleh Patih Gajah Mada. Salah satu faktor utama yang menyebabkan kejayaan Majapahit pada masa itu adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Majapahit menjadi pusat perdagangan dan jalur pelayaran utama di Asia Tenggara Penjelasan: Saat pemerintahan Hayam Wuruk (1350–1389) dengan didampingi oleh Patih Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan. Salah satu faktor utama kejayaan Majapahit dengan memanfaatkan aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo untuk menghubungkan kawasan pedalaman dengan pesisir, serta membangun pelabuhan-pelabuhan penting seperti Pelabuhan Canggu. Hal ini menjadikan Majapahit sebagai pusat perdagangan yang strategis dan jalur pelayaran utama di Asia Tenggara, sehingga memperkuat ekonomi dan stabilitas kerajaan. Meskipun Sumpah Palapa yang dicetuskan oleh Gajah Mada bertujuan untuk menyatukan Nusantara, kenyataannya tidak semua wilayah benar-benar tunduk di bawah kekuasaan Majapahit (seperti Pasai dan beberapa kerajaan di timur Nusantara). Oleh karena itu, opsi A kurang tepat. Selain itu, opsi C, D, dan E memang berkontribusi dalam kejayaan Majapahit, tetapi faktor yang paling utama adalah kekuatan ekonomi dan perdagangannya yang berkembang pesat.

  25. Soal

    Kerajaan Sriwijaya yang pernah berjaya sebagai pusat maritim dan perdagangan di Asia Tenggara mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh. Jika Anda adalah seorang sejarawan yang menganalisis penyebab runtuhnya Sriwijaya, faktor utama yang paling berpengaruh terhadap kehancuran kerajaan ini adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Serangan dari Kerajaan Chola pada abad ke-11 yang melemahkan kekuatan militer dan ekonomi Sriwijaya Penjelasan: Kerajaan Sriwijaya diserang oleh Kerajaan Chola dari India Selatan pada tahun 1025 M, yang dipimpin oleh Raja Rajendra Chola I. Serangan ini menghancurkan pusat kekuatan Sriwijaya, melemahkan angkatan lautnya, dan mengganggu jalur perdagangan utama yang selama ini menjadi sumber kemakmuran Sriwijaya. Setelah serangan tersebut, Sriwijaya kehilangan dominasinya sebagai kerajaan maritim, sehingga memicu kemunduran dan fragmentasi di dalam wilayah kekuasaannya. Perubahan jalur perdagangan dan munculnya pesaing baru seperti Majapahit dan Malaka semakin mempercepat kejatuhan Sriwijaya.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →