Fitri Learning

LatihanSejarah SMA Kelas 10

Bab 3: Kerajaan Hindu-Buddha dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah SMA Kelas 10 · 21 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Ratu Shima adalah salah satu pemimpin terkenal dari Kerajaan Kalingga yang memiliki kebijakan tegas dalam pemerintahannya. Jika Anda seorang pemimpin yang ingin mencontoh kepemimpinan Ratu Shima dalam membangun pemerintahan yang berintegritas, kebijakan utama yang dapat Anda terapkan berdasarkan kepemimpinan Ratu Shima adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Menerapkan hukum yang tegas terhadap seluruh rakyat tanpa pandang bulu, termasuk dalam kasus pencurian Penjelasan: Ratu Shima dikenal sebagai ratu yang sangat tegas dalam menegakkan hukum di Kerajaan Kalingga. Salah satu kisah terkenal tentangnya adalah aturan ketat terhadap pencurian. Dikisahkan bahwa Ratu Shima menguji kejujuran rakyatnya dengan meletakkan kantong emas di tengah jalan. Tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya hingga bertahun-tahun. Ketika akhirnya seorang anggota keluarga kerajaan melanggar aturan, Ratu Shima tetap menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Menurut catatan sejarah dan cerita rakyat, anggota keluarga kerajaan yang melanggar hukum Ratu Shima adalah putranya sendiri. Hal ini menunjukkan komitmen Ratu Shima dalam menciptakan pemerintahan yang berintegritas dan adil bagi seluruh rakyatnya.

  2. Soal

    Kitab Sutasoma merupakan salah satu karya sastra penting dari masa Majapahit yang memiliki makna filosofis mendalam. Jika Anda seorang pemimpin yang ingin menerapkan nilai-nilai dalam Kitab Sutasoma untuk memperkuat persatuan dan toleransi dalam masyarakat modern, langkah yang paling relevan untuk dilakukan adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Menggunakan konsep "Bhinneka Tunggal Ika" sebagai pedoman dalam menjaga harmoni antar umat beragama Penjelasan: Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit mengandung nilai-nilai toleransi dan persatuan. Salah satu kutipan paling terkenal dari kitab ini adalah "Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa", yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua". Konsep ini kemudian diadopsi sebagai semboyan negara Indonesia untuk menggambarkan persatuan dalam keberagaman. Dalam konteks modern, menerapkan nilai-nilai ini dapat membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati perbedaan agama, budaya, dan keyakinan.

  3. Soal

    Raja Airlangga merupakan sosok pemimpin yang berperan penting dalam mengembalikan kejayaan Wangsa Isyana di Pulau Jawa. Setelah lolos dari serangan yang menghancurkan keluarganya, ia memulai kehidupannya sebagai pertapa di Wanagiri. Pada tahun 1019 M, ia dinobatkan sebagai raja dan memindahkan pusat kerajaan dari Kahuripan ke Daha, Kediri. Selama masa pemerintahannya, Airlangga dikenal sebagai raja yang bijaksana, memperkuat pertahanan kerajaan, serta membangun infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Tak hanya itu, pada masa pemerintahannya, berkembang pula karya-karya sastra yang merekam berbagai aspek kepemimpinannya. Salah satu kitab yang menggambarkan kebesaran Airlangga adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Arjunawiwaha Penjelasan: Kitab Arjunawiwaha merupakan karya sastra yang ditulis oleh Mpu Kanwa pada tahun 1035 M atas perintah Raja Airlangga. Kakawin ini menggambarkan kepemimpinan Airlangga melalui kisah Arjuna, yang melambangkan kesempurnaan sebagai seorang raja. Dalam cerita ini, Arjuna digambarkan sebagai pemimpin yang memiliki kebijaksanaan, kesaktian, serta kemampuannya dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

  4. Soal

    Prasasti merupakan salah satu bukti tertulis yang memperkuat masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Nusantara. Beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan adanya kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berkembang di wilayah Indonesia. Dari beberapa prasasti yang telah ditemukan, manakah yang menjadi bukti kuat masuknya agama Hindu-Buddha ke Nusantara dan adanya pengaruh kerajaan Hindu pertama di Indonesia?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Prasasti Yupa Penjelasan: Prasasti Yupa adalah salah satu bukti tertulis terawal yang menunjukkan masuknya pengaruh Hindu ke Nusantara. Prasasti ini berasal dari Kerajaan Kutai, yang didirikan pada abad ke-4 Masehi oleh Raja Kudungga dan kemudian berkembang di bawah kepemimpinan Raja Mulawarman. Hal ini dibuktikan dari adanya: • Tulisan dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, yang berasal dari India. • Menyebutkan adanya upacara keagamaan Hindu (yajna) yang dilakukan oleh Raja Mulawarman. • Menunjukkan pengaruh Brahmana, karena prasasti ini dibuat oleh kaum Brahmana sebagai bentuk penghormatan kepada sang raja.

  5. Soal

    Masuknya pengaruh Hindu dan Buddha ke Nusantara membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan kerajaan yang berkembang di Nusantara menempatkan raja sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki otoritas spiritual. Keberadaannya sering dikaitkan dengan legitimasi yang bersumber dari kepercayaan religius, sehingga kedudukan dianggap yang lebih tinggi dibanding rakyat biasa. Berdasarkan konsep tersebut, sistem kepemimpinan yang dianut oleh kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha dikenal dengan istilah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Dewa-raja Penjelasan: Konsep dewa-raja menempatkan raja sebagai pemimpin politik dan spiritual yang memiliki otoritas tertinggi. Raja dianggap sebagai titisan dewa atau memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan dewa, sehingga memberikan legitimasi religius yang kuat bagi kekuasaannya. Hal ini menciptakan kedudukan yang lebih tinggi dibanding rakyat biasa dan memperkuat stabilitas serta kewibawaan kerajaan. Konsep ini banyak diterapkan di kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Mataram Kuno, dan Singasari, di mana raja sering dikaitkan dengan Dewa Wisnu atau Siwa.

  6. Soal

    Selat Malaka telah menjadi salah satu jalur perdagangan utama di Asia Tenggara sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Keberadaannya sangat strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan politik berbagai kerajaan maritim, seperti Sriwijaya dan Malaka. Faktor utama yang menyebabkan Selat Malaka menjadi jalur perdagangan internasional yang paling penting bagi kerajaan-kerajaan Nusantara adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Letaknya yang strategis sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Laut China Selatan Penjelasan: Selat Malaka memiliki posisi geostrategis yang menjadikannya jalur utama perdagangan internasional sejak abad ke-7 hingga sekarang. Selat ini menghubungkan Samudra Hindia di barat dengan Laut China Selatan di timur, memungkinkan pedagang dari India, Arab, Tiongkok, dan Eropa untuk melakukan aktivitas perdagangan dengan lebih efisien.

  7. Soal

    Selat Malaka telah menjadi salah satu jalur perdagangan utama di Asia Tenggara sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Keberadaannya sangat strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan politik berbagai kerajaan maritim, seperti Sriwijaya dan Malaka. Faktor utama yang menyebabkan Selat Malaka menjadi jalur perdagangan internasional yang paling penting bagi kerajaan-kerajaan Nusantara adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Letaknya yang strategis sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Laut China Selatan Penjelasan: Selat Malaka memiliki posisi geostrategis yang menjadikannya jalur utama perdagangan internasional sejak abad ke-7 hingga sekarang. Selat ini menghubungkan Samudra Hindia di barat dengan Laut China Selatan di timur, memungkinkan pedagang dari India, Arab, Tiongkok, dan Eropa untuk melakukan aktivitas perdagangan dengan lebih efisien. Keberadaan selat ini sangat penting bagi kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Malaka, yang memanfaatkan lokasinya untuk mengendalikan arus perdagangan dan mendapatkan keuntungan ekonomi.

  8. Soal

    Perkembangan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara tidak hanya bersifat satu arah dari India ke Nusantara, tetapi juga terjadi interaksi sebaliknya. Teori arus balik menjelaskan bahwa setelah kedatangan budaya Hindu-Buddha, masyarakat Nusantara tidak hanya menerima pengaruh tersebut secara pasif, tetapi juga turut berperan dalam menyebarkan budaya dan agama ini ke wilayah asalnya. Berdasarkan teori arus balik, proses perkembangan kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara terjadi melalui…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Para pendeta dan cendekiawan dari Nusantara yang pergi ke India untuk memperdalam ajaran Hindu-Buddha, lalu kembali dan menyebarkannya di Nusantara Penjelasan: Teori arus balik menekankan peran aktif masyarakat Nusantara dalam penyebaran dan perkembangan ajaran Hindu-Buddha, terutama melalui para pendeta dan cendekiawan yang pergi ke India, belajar di sana, lalu kembali untuk menyebarkan ajaran tersebut di Nusantara. Setelah kembali ke Nusantara, mereka berperan dalam mengembangkan, menyesuaikan, dan menyebarluaskan ajaran tersebut di berbagai kerajaan. Salah satu buktinya adalah keberadaan tokoh seperti Gunadharma dan peninggalan sastra keagamaan dalam bahasa Sanskerta serta kitab-kitab yang ditulis oleh cendekiawan Nusantara.

  9. Soal

    Perhatikan data berikut. (1) Kerajaan Kutai (2) Kerajaan Tarumanegara (3) Kerajaan Sriwijaya (4) Kerajaan Mataram Kuno (5) Kerajaan Kediri Di nomor berapa kerajaan bercorak Buddha yang meninggalkan jejak peradaban besar di Nusantara…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. (3) Penjelasan: Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan dalam daftar yang bercorak Buddha. Sriwijaya berkembang sebagai pusat pembelajaran agama Buddha Mahayana dan memiliki hubungan erat dengan India serta Tiongkok. Kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan yang banyak dikunjungi oleh pendeta-pendeta dari berbagai wilayah, seperti I-Tsing dari Tiongkok. Di sisi lain, Kerajaan Mataram Kuno awalnya bercorak Hindu, meskipun kemudian terdapat dinasti yang mendukung ajaran Buddha, yaitu Dinasti Syailendra. Walau begitu, Mataram Kuno lebih dikenal sebagai kerajaan Hindu.

  10. Soal

    Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki kemampuan dalam pembuatan kapal sejak masa lampau. Hal ini dapat dilihat dari relief yang menggambarkan kapal di berbagai situs bersejarah di Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, relief yang menunjukkan perkembangan perkapalan Nusantara ditemukan di…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Relief di Candi Borobudur dan lukisan praaksara di Pulau Kei Penjelasan: Relief yang menggambarkan perkembangan teknik perkapalan Nusantara ditemukan di Candi Borobudur dan lukisan praaksara di Pulau Kei sebagai bukti nyata bahwa masyarakat Nusantara sejak dahulu telah menjadi bangsa bahari. Candi Borobudur memiliki relief yang menggambarkan berbagai jenis kapal, seperti perahu lesung, kapal besar bercadik, dan kapal besar tanpa cadik. Relief ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sejak masa lalu telah memiliki keterampilan dalam membuat kapal dan melakukan pelayaran jarak jauh. Lukisan praaksara di Pulau Kei juga menggambarkan kapal-kapal yang menunjukkan peradaban maritim masyarakat setempat.

  11. Soal

    Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki kemampuan dalam pembuatan kapal sejak masa lampau. Hal ini dapat dilihat dari relief yang menggambarkan kapal di berbagai situs bersejarah di Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, relief yang menunjukkan perkembangan perkapalan Nusantara ditemukan di…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Relief di Candi Borobudur dan lukisan praaksara di Pulau Kei Penjelasan: Relief yang menggambarkan perkembangan teknik perkapalan Nusantara ditemukan di Candi Borobudur dan lukisan praaksara di Pulau Kei sebagai bukti nyata bahwa masyarakat Nusantara sejak dahulu telah menjadi bangsa bahari. Candi Borobudur memiliki relief yang menggambarkan berbagai jenis kapal, seperti perahu lesung, kapal besar bercadik, dan kapal besar tanpa cadik. Relief ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sejak masa lalu telah memiliki keterampilan dalam membuat kapal dan melakukan pelayaran jarak jauh. Lukisan praaksara di Pulau Kei juga menggambarkan kapal-kapal yang menunjukkan peradaban maritim masyarakat setempat.

  12. Soal

    Teori Waisya menyatakan bahwa penyebaran pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara terjadi melalui para pedagang India yang datang ke wilayah kepulauan ini untuk berdagang dan kemudian menyebarkan kebudayaan mereka. Namun, teori ini memiliki kelemahan utama, yaitu…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Para pedagang India hanya melakukan transaksi ekonomi dan tidak memiliki kepentingan untuk menyebarkan agama dan budaya mereka secara aktif. Penjelasan: Kelemahan utama Teori Waisya adalah asumsi bahwa pedagang memiliki peran utama dalam penyebaran agama dan budaya, padahal mereka lebih berorientasi pada ekonomi dan perdagangan daripada penyebaran ajaran Hindu-Buddha.

  13. Soal

    Teori Waisya menyatakan bahwa penyebaran pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara terjadi melalui para pedagang India yang datang ke wilayah kepulauan ini untuk berdagang dan kemudian menyebarkan kebudayaan mereka. Namun, teori ini memiliki kelemahan utama, yaitu…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Para pedagang India hanya melakukan transaksi ekonomi dan tidak memiliki kepentingan untuk menyebarkan agama dan budaya mereka secara aktif. Penjelasan: Teori Waisya berpendapat bahwa penyebaran pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara terjadi melalui para pedagang India yang datang untuk berdagang. Namun, kelemahan utama teori ini adalah bahwa para pedagang umumnya lebih berfokus pada aktivitas ekonomi daripada penyebaran agama dan budaya. Para pedagang tidak memiliki tugas khusus untuk menyebarkan agama karena mereka bukan golongan agamawan atau bangsawan yang berperan sebagai penyebar agama. Selain itu, proses penyebaran agama dan budaya biasanya membutuhkan waktu dan pendekatan khusus yang umumnya dilakukan oleh kaum Brahmana (pendeta) atau Ksatrya (bangsawan), bukan oleh para pedagang.

  14. Soal

    Prasasti Ligor ditemukan di Thailand Selatan dan dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini menunjukkan bahwa Sriwijaya memiliki pengaruh di wilayah tersebut. Berdasarkan temuan ini, hubungan yang terjalin antara Sriwijaya dan Thailand Selatan adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Penguasaan wilayah Thailand Selatan oleh Sriwijaya Penjelasan: Prasasti Ligor menjadi bukti bahwa Sriwijaya tidak hanya memiliki pengaruh di Nusantara, tetapi juga melakukan ekspansi ke Thailand Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang kuat dan memiliki kontrol terhadap jalur perdagangan di Asia Tenggara.

  15. Soal

    Prasasti Ligor ditemukan di Thailand Selatan dan dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini menunjukkan bahwa Sriwijaya memiliki pengaruh di wilayah tersebut. Berdasarkan temuan ini, hubungan yang terjalin antara Sriwijaya dan Thailand Selatan adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Penguasaan wilayah Thailand Selatan oleh Sriwijaya Penjelasan: Prasasti Ligor menjadi bukti bahwa Sriwijaya tidak hanya memiliki pengaruh di Nusantara, tetapi juga melakukan ekspansi ke Thailand Selatan. Prasasti ini menunjukkan bahwa Sriwijaya memiliki kekuasaan atas wilayah tersebut sebagai bagian dari jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara. Penguasaan ini memperkuat posisi Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang memiliki pengaruh luas di jalur perdagangan internasional, terutama dalam mengontrol jalur pelayaran di Selat Malaka. Hal ini juga membuktikan bahwa Sriwijaya tidak hanya berperan dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam perluasan wilayah dan penyebaran ajaran Buddha di Asia Tenggara.

  16. Soal

    Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berkembang pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan ini: (1) Prasasti Canggal (2) Prasasti Ciaruteun (3) Prasasti Kota Kapur (4) Prasasti Kedukan Bukit (5) Prasasti Talang Tuo Di nomor berapakah yang sesuai dengan aliran Hindu beraliran Waisnawa di Kerajaan Tarumanegara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. (2) Penjelasan: Kerajaan Tarumanegara beraliran Hindu Waisnawa, yang berarti pemujaan terhadap Dewa Wisnu. Peninggalan ini ditemukan di Bogor, Jawa Barat. Isinya memuat jejak tapak kaki Raja Purnawarman, yang disamakan dengan tapak kaki Dewa Wisnu, menunjukkan bahwa raja dianggap sebagai titisan Wisnu. Ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan huruf Pallawa. Hal ini menegaskan bahwa Kerajaan Tarumanegara menganut Hindu aliran Waisnawa (pemujaan terhadap Dewa Wisnu).

  17. Soal

    Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berkembang pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan ini: (1) Prasasti Canggal (2) Prasasti Ciaruteun (3) Prasasti Kota Kapur (4) Prasasti Kedukan Bukit (5) Prasasti Talang Tuo Di nomor berapakah yang sesuai dengan aliran Hindu beraliran Waisnawa di Kerajaan Tarumanegara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. (2) Penjelasan: Kerajaan Tarumanegara beraliran Hindu Waisnawa, yang berarti pemujaan terhadap Dewa Wisnu. Peninggalan ini ditemukan di Bogor, Jawa Barat. Isinya memuat jejak tapak kaki Raja Purnawarman, yang disamakan dengan tapak kaki Dewa Wisnu, menunjukkan bahwa raja dianggap sebagai titisan Wisnu. Ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan huruf Pallawa. Hal ini menegaskan bahwa Kerajaan Tarumanegara menganut Hindu aliran Waisnawa (pemujaan terhadap Dewa Wisnu).

  18. Soal

    Dalam sebuah prasasti berangka tahun 686 M, kata "Sriwijaya" pertama kali dikenal. Dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa "Bumi Jawa tidak mau tunduk pada Sriwijaya", yang mengindikasikan adanya kerajaan yang menolak kekuasaan Sriwijaya. Kerajaan yang dimaksud dengan "Bumi Jawa" dalam prasasti tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Kerajaan Tarumanagara Penjelasan: Kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa Barat dan berkuasa sejak abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Dalam prasasti Kedukan Bukit (686 M) disebutkan bahwa "Bumi Jawa tidak mau tunduk pada Sriwijaya", yang mengacu pada Kerajaan Tarumanagara, yang saat itu tidak ingin berada di bawah dominasi Sriwijaya. Sriwijaya, sebagai kerajaan maritim yang kuat, berupaya memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah Nusantara, termasuk Jawa. Namun, Tarumanagara memiliki kekuatan sendiri dan menolak tunduk pada Sriwijaya. Setelah Tarumanagara mengalami kemunduran, Sriwijaya akhirnya berhasil memperluas pengaruhnya ke wilayah Jawa bagian barat.

  19. Soal

    Dalam sebuah prasasti berangka tahun 686 M, kata "Sriwijaya" pertama kali dikenal. Dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa "Bumi Jawa tidak mau tunduk pada Sriwijaya", yang mengindikasikan adanya kerajaan yang menolak kekuasaan Sriwijaya. Kerajaan yang dimaksud dengan "Bumi Jawa" dalam prasasti tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Kerajaan Tarumanagara Penjelasan: Kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa Barat dan berkuasa sejak abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Dalam prasasti Kedukan Bukit (686 M) disebutkan bahwa "Bumi Jawa tidak mau tunduk pada Sriwijaya", yang mengacu pada Kerajaan Tarumanagara, yang saat itu tidak ingin berada di bawah dominasi Sriwijaya. Sriwijaya, sebagai kerajaan maritim yang kuat, berupaya memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah Nusantara, termasuk Jawa. Namun, Tarumanagara memiliki kekuatan sendiri dan menolak tunduk pada Sriwijaya. Setelah Tarumanagara mengalami kemunduran, Sriwijaya akhirnya berhasil memperluas pengaruhnya ke wilayah Jawa bagian barat.

  20. Soal

    Berdirinya Kerajaan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari peristiwa...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Pemberontakan Jayakatwang yang menewaskan Kertanegara Penjelasan: Menurut Prasasti Kudadu, pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang. Jayakatwang, yang merupakan Bupati Gelang-Gelang, melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Singhasari. Saat itu, Raden Wijaya ditugaskan oleh Kertanegara untuk menumpas pasukan Jayakatwang, tetapi misinya gagal. Akibatnya, Kertanegara tewas, dan Kerajaan Singhasari jatuh ke tangan Jayakatwang. Raden Wijaya berhasil melarikan diri ke hutan belantara yang penuh dengan pohon maja. Di lokasi tersebut, ia kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit.

  21. Soal

    Pada masa pemerintahan Paduka Batara Sri Artasura di Kerajaan Bali, pengaruh Hindu-Buddha semakin berkembang pesat. Bukti sejarah yang menunjukkan kekuatan pemerintahan dan struktur sosial di Kerajaan Bali pada masa tersebut dapat ditemukan dalam berbagai prasasti yang mengungkapkan sistem politik, ekonomi, serta hubungan kerajaan dengan wilayah lainnya. Berdasarkan fakta sejarah, salah satu ciri utama pemerintahan Paduka Batara Sri Artasura di Bali adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Hubungan erat dengan Kerajaan Singasari dan pengaruh Kertanegara Penjelasan: Paduka Batara Sri Artasura adalah raja Bali yang berkuasa sekitar abad ke-13 M, sebelum wilayah Bali akhirnya berada dalam pengaruh Kerajaan Singasari. Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara dari Singasari, ekspedisi militer dilakukan ke Bali (Ekspedisi Pamalayu) untuk memperluas pengaruh politik dan budaya Singasari di Nusantara. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mempersiapkan Bali untuk masuk ke dalam pengaruh Majapahit di kemudian hari.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →