Fitri Learning

LatihanSejarah SMA Kelas 10

Bab 4: Jejak Sejarah Kerajaan Islam di Nusantara

Sejarah SMA Kelas 10 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Di bawah ini adalah tokoh-tokoh yang mendukung Teori Makkah mengenai masuknya Islam ke Nusantara, kecuali…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Snouck Hurgronje Penjelasan: Buya Hamka → Tokoh Indonesia yang mendukung Teori Makkah dan berpendapat bahwa Islam datang langsung dari Arab melalui jalur dagang. T.W. Arnold → Sejarawan yang mendukung bahwa Islam masuk ke Nusantara dari Arab, terutama dari para pedagang Muslim. Syed Naquib al-Attas → Sejarawan Muslim yang juga mendukung bahwa Islam masuk langsung dari Timur Tengah, bukan dari India. A.H. Johns → Menganalisis penyebaran Islam dan mendukung pengaruh Arab dalam Islamisasi di Asia Tenggara. Snouck Hurgronje → Tokoh yang justru mendukung Teori Gujarat, yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui pedagang India, bukan langsung dari Arab.

  2. Soal

    Di bawah ini adalah tokoh-tokoh yang mendukung Teori Makkah mengenai masuknya Islam ke Nusantara, kecuali…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Snouck Hurgronje Penjelasan: Teori Makkah menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari Arab (Makkah), bukan melalui India atau Persia. Tokoh-tokoh yang mendukung teori ini antara lain Buya Hamka, T.W. Arnold, Syed Naquib al-Attas, dan A.H. Johns. Mereka berpendapat bahwa Islam dibawa langsung oleh para pedagang dan ulama dari Timur Tengah yang berdakwah di Nusantara sejak abad ke-7 M. Sebaliknya, Snouck Hurgronje tidak mendukung Teori Makkah. Ia lebih dikenal sebagai pendukung Teori Gujarat, yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui pedagang dari India, khususnya Gujarat, sekitar abad ke-13 M. Pendapat ini didasarkan pada temuan makam-makam Islam di Nusantara yang memiliki kemiripan dengan makam di Gujarat. Oleh karena itu, tokoh yang tidak mendukung Teori Makkah adalah Snouck Hurgronje.

  3. Soal

    Kesultanan Demak dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dan memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Sebagai pusat dakwah Islam, Kesultanan Demak menjalankan berbagai strategi untuk memperluas pengaruh Islam di Jawa dan sekitarnya. Salah satu faktor yang menjadikan Kesultanan Demak sebagai penyebar agama Islam terbesar adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Pengaruh Wali Songo dalam penyebaran Islam melalui pendekatan budaya dan pendidikan Penjelasan: Kesultanan Demak memiliki peran besar dalam penyebaran Islam, salah satunya melalui dukungan terhadap para Wali Songo. Wali Songo adalah sembilan ulama terkemuka yang menggunakan pendekatan budaya dan pendidikan untuk menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Para wali ini menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya, seperti seni wayang (Sunan Kalijaga), gending (Sunan Giri), dan pendidikan pesantren (Sunan Ampel). Metode ini membuat Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Jawa tanpa adanya paksaan atau konfrontasi langsung.

  4. Soal

    Perkembangan awal agama Islam di Nusantara cenderung bermula dari wilayah pesisir dan berkembang pesat di daerah pelabuhan. Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung penyebaran Islam secara cepat di kalangan masyarakat pesisir. Salah satu faktor utama yang menyebabkan Islam berkembang lebih dulu di pesisir adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Kerajaan-kerajaan pesisir memiliki hubungan erat dengan pedagang Muslim dari berbagai negara Penjelasan: Islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan maritim yang menghubungkan wilayah pesisir dengan pusat-pusat perdagangan Islam di Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Para pedagang Muslim yang singgah di pelabuhan-pelabuhan seperti Samudra Pasai, Malaka, Demak, dan Gresik tidak hanya berdagang tetapi juga menyebarkan ajaran Islam. Hubungan erat antara kerajaan-kerajaan pesisir dengan pedagang Muslim ini membuat Islam lebih cepat berkembang dibandingkan di wilayah pedalaman.

  5. Soal

    Perkembangan awal agama Islam di Nusantara cenderung bermula dari wilayah pesisir dan berkembang pesat di daerah pelabuhan. Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung penyebaran Islam secara cepat di kalangan masyarakat pesisir. Salah satu faktor utama yang menyebabkan Islam berkembang lebih dulu di pesisir adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Kerajaan-kerajaan pesisir memiliki hubungan erat dengan pedagang Muslim dari berbagai negara Penjelasan: Islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan maritim yang menghubungkan wilayah pesisir dengan pusat-pusat perdagangan Islam di Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Para pedagang Muslim yang singgah di pelabuhan-pelabuhan seperti Samudra Pasai, Malaka, Demak, dan Gresik tidak hanya berdagang tetapi juga menyebarkan ajaran Islam. Hubungan erat antara kerajaan-kerajaan pesisir dengan pedagang Muslim ini membuat Islam lebih cepat berkembang dibandingkan di wilayah pedalaman.

  6. Soal

    Salah satu warisan penting dari pemerintahannya adalah sebuah kitab hukum yang mengatur tata pemerintahan dan kehidupan sosial di Aceh, yaitu…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Adat Makuta Alam Penjelasan: Kitab Adat Makuta Alam disusun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan berisi aturan-aturan yang mengatur sistem pemerintahan, tata kelola kerajaan, serta hubungan antara raja dan rakyat di Kesultanan Aceh. Kitab ini menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan serta memperkuat posisi sultan sebagai pemimpin yang berdaulat.

  7. Soal

    Kerajaan Pajajaran dan Portugis memiliki kepentingan masing-masing di wilayah pesisir utara Jawa. Kekhawatiran Kesultanan Demak terhadap potensi kerja sama antara Pajajaran dan Portugis menjadi faktor utama serangan yang dipimpin oleh Fatahillah ke Sunda Kelapa pada tahun 1526. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Portugis membangun benteng yang memperkokoh kekuasaannya di Sunda Kelapa Penjelasan: Kesultanan Demak khawatir bahwa jika Portugis berhasil membangun benteng di Sunda Kelapa dan menjalin kerja sama dengan Pajajaran, maka posisi strategis Demak dalam perdagangan akan terganggu. Portugis dikenal memiliki keahlian dalam membangun benteng pertahanan yang sulit ditembus, seperti yang telah mereka lakukan di Malaka (1511). Oleh karena itu, Demak melalui Fatahillah melakukan serangan dan berhasil merebut Sunda Kelapa pada 1527, kemudian mengubah namanya menjadi Jayakarta.

  8. Soal

    Kerajaan Pajajaran dan Portugis memiliki kepentingan masing-masing di wilayah pesisir utara Jawa. Kekhawatiran Kesultanan Demak terhadap potensi kerja sama antara Pajajaran dan Portugis menjadi faktor utama serangan yang dipimpin oleh Fatahillah ke Sunda Kelapa pada tahun 1526. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Portugis membangun benteng yang memperkokoh kekuasaannya di Sunda Kelapa Penjelasan: Kesultanan Demak khawatir bahwa jika Portugis berhasil membangun benteng di Sunda Kelapa dan menjalin kerja sama dengan Pajajaran, maka posisi strategis Demak dalam perdagangan akan terganggu. Portugis dikenal memiliki keahlian dalam membangun benteng pertahanan yang sulit ditembus, seperti yang telah mereka lakukan di Malaka (1511). Oleh karena itu, Demak melalui Fatahillah melakukan serangan dan berhasil merebut Sunda Kelapa pada 1527, kemudian mengubah namanya menjadi Jayakarta.

  9. Soal

    Pernyataan yang tepat mengenai Kesultanan Samudra Pasai adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Mata uang emas (deureuham/dirham) digunakan dalam perdagangan Penjelasan: Kesultanan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara yang terletak di pesisir utara Sumatera. Kesultanan ini dikenal sebagai pusat perdagangan yang penting pada masanya, dan mereka menggunakan mata uang emas yang disebut deureuham atau dirham dalam perdagangan.

  10. Soal

    Pernyataan yang tepat mengenai Kesultanan Samudra Pasai adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Mata uang emas (deureuham/dirham) digunakan dalam perdagangan Penjelasan: Kesultanan Samudra Pasai dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara yang terletak di wilayah Aceh. Salah satu ciri penting dalam bidang ekonomi Kesultanan Samudra Pasai adalah penggunaan mata uang emas yang disebut deureuham atau dirham sebagai alat transaksi dalam perdagangan. Penggunaan mata uang ini menunjukkan bahwa Samudra Pasai memiliki sistem perdagangan yang maju, terutama dalam perdagangan internasional dengan pedagang dari India, Arab, dan Tiongkok.

  11. Soal

    Kesultanan Mataram mengalami ekspansi besar-besaran di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Wilayah kekuasaannya meluas hingga mencakup berbagai daerah di Pulau Jawa. Namun, salah satu dari wilayah berikut tidak pernah masuk dalam kekuasaan Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung. Wilayah tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Banten Penjelasan: Di bawah kepemimpinan Sultan Agung (1613-1645), Kesultanan Mataram berhasil melakukan ekspansi besar di Pulau Jawa. Wilayah-wilayah seperti Madura, Surabaya, dan Blambangan berhasil ditaklukkan oleh Mataram setelah peperangan panjang. Cirebon juga berada di bawah pengaruh Mataram, meskipun dengan status lebih sebagai sekutu dibandingkan wilayah yang sepenuhnya ditaklukkan. Namun, Kesultanan Banten tidak pernah berhasil ditaklukkan oleh Sultan Agung. Banten tetap menjadi kesultanan yang berdiri sendiri dan bahkan menjadi salah satu kekuatan maritim yang menyaingi Mataram, terutama dalam perdagangan internasional.

  12. Soal

    Kesultanan Mataram mengalami ekspansi besar-besaran di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Wilayah kekuasaannya meluas hingga mencakup berbagai daerah di Pulau Jawa. Namun, salah satu dari wilayah berikut tidak pernah masuk dalam kekuasaan Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung. Wilayah tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Banten Penjelasan: Di bawah kepemimpinan Sultan Agung (1613-1645), Kesultanan Mataram berhasil melakukan ekspansi besar di Pulau Jawa. Wilayah-wilayah seperti Madura, Surabaya, dan Blambangan berhasil ditaklukkan oleh Mataram setelah peperangan panjang. Cirebon juga berada di bawah pengaruh Mataram, meskipun dengan status lebih sebagai sekutu dibandingkan wilayah yang sepenuhnya ditaklukkan. Namun, Kesultanan Banten tidak pernah berhasil ditaklukkan oleh Sultan Agung. Banten tetap menjadi kesultanan yang berdiri sendiri dan bahkan menjadi salah satu kekuatan maritim yang menyaingi Mataram, terutama dalam perdagangan internasional.

  13. Soal

    Perhatikan data berikut ini tentang perdagangan di pelabuhan Makassar pada masa Kesultanan Makassar: (1) Letaknya yang strategis sebagai jalur perniagaan antara Malaka dan Maluku. (2) Kebijakan perdagangan bebas yang diterapkan oleh pemerintah Makassar. (3) Keberadaan bandar niaga yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai negara. (4) Aliansi dagang dengan Belanda yang memperkuat posisi Makassar dalam perdagangan internasional. (5) Sistem administrasi pelabuhan yang tertata dengan baik serta perlindungan hukum terhadap para pedagang. (6) Keberadaan komoditas unggulan seperti rempah-rempah yang menarik minat pedagang asing. Dari data tersebut, manakah yang bukan termasuk faktor kemajuan perdagangan di Pelabuhan Makassar pada masa Kesultanan Makassar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. (4) dan (6) Penjelasan: Nomor 4 (Aliansi dagang dengan Belanda) bukan faktor kemajuan perdagangan di Pelabuhan Makassar karena justru Belanda adalah ancaman besar bagi Makassar. VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) berusaha memonopoli perdagangan dan akhirnya menaklukkan Makassar dalam Perjanjian Bongaya (1667). Nomor 6 (Keberadaan komoditas unggulan seperti rempah-rempah) juga tidak sepenuhnya benar, karena Makassar bukan pusat produksi rempah-rempah, melainkan berperan sebagai pelabuhan transit utama bagi perdagangan rempah dari Maluku ke berbagai wilayah lain. A, B, dan C salah karena semua nomor yang disebutkan dalam pilihan tersebut memang merupakan faktor utama yang membuat Makassar berkembang sebagai pusat perdagangan maritim yang maju pada masanya. Sementara pilihan E tidak sepenuhnya benar karena nomor 5 termasuk salah satu faktor kemajuan.

  14. Soal

    Perhatikan data berikut. (1) Beratap tumpang atau tingkat yang jumlahnya ganjil. (2) Posisi masjidnya agak tinggi dari permukaan tanah atau berundak. (3) Ada serambi di depan atau samping masjid. (4) Terdapat kolam atau parit di bagian depan atau samping masjid untuk tempat mencuci kaki. (5) Memiliki denah bangunan berbentuk persegi. (6) Menggunakan kubah besar sebagai atap utama. Dari data tersebut, manakah yang bukan termasuk ciri khas masjid Nusantara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. (5) dan (6) Penjelasan: Nomor 5 (Memiliki denah bangunan berbentuk persegi) memang merupakan bagian dari ciri khas masjid Nusantara, tetapi nomor 6 (Menggunakan kubah besar sebagai atap utama) bukan ciri khas masjid Nusantara. Masjid Nusantara lebih banyak menggunakan atap tumpang bersusun tiga atau lima dengan bentuk menyerupai pagoda atau meru.

  15. Soal

    Perhatikan data berikut. (1) Beratap tumpang atau tingkat yang jumlahnya ganjil. (2) Posisi masjidnya agak tinggi dari permukaan tanah atau berundak. (3) Ada serambi di depan atau samping masjid. (4) Terdapat kolam atau parit di bagian depan atau samping masjid untuk tempat mencuci kaki. (5) Memiliki denah bangunan berbentuk persegi. (6) Menggunakan kubah besar sebagai atap utama. Dari data tersebut, manakah yang bukan termasuk ciri khas masjid Nusantara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. (5) dan (6) Penjelasan: Masjid-masjid khas Nusantara pada umumnya memiliki arsitektur yang berbeda dari masjid-masjid Timur Tengah. Ciri khas utama masjid Nusantara adalah atap berbentuk tumpang (bersusun) yang jumlahnya ganjil, bukan kubah besar seperti yang umum ditemukan di masjid-masjid modern atau Timur Tengah. Oleh karena itu, pernyataan nomor (6) "Menggunakan kubah besar sebagai atap utama" bukan merupakan ciri khas masjid Nusantara. Selain itu, meskipun beberapa masjid Nusantara memang memiliki denah berbentuk persegi, banyak juga yang berbentuk segi empat atau variasi lainnya, tergantung pada pengaruh budaya setempat. Maka, pernyataan nomor (5) "Memiliki denah bangunan berbentuk persegi" juga bukan ciri khas utama masjid Nusantara, karena bentuknya lebih beragam. Dengan demikian, ciri yang bukan termasuk ciri khas masjid Nusantara adalah nomor (5) dan (6).

  16. Soal

    Pada masa Islam, beberapa unsur arsitektur dari kebudayaan Hindu-Buddha tetap bertahan dan diadaptasi ke dalam bentuk bangunan Islam. Salah satu contohnya adalah makam yang berbentuk punden berundak, yang menunjukkan kesinambungan tradisi megalitik dalam kebudayaan Nusantara. Makam ini dibangun di atas bukit atau dengan struktur bertingkat sebagai lambang kesakralan tempat tersebut. Simpulan yang tepat mengenai peran budaya lokal dalam perkembangan seni bangunan Islam di Nusantara…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Akulturasi terjadi karena masyarakat Nusantara lebih mudah menerima Islam jika unsur budaya lokal tetap digunakan dalam seni bangunan. Penjelasan: Akulturasi seni bangunan pada masa Islam di Nusantara terjadi karena masyarakat tetap mempertahankan unsur budaya lokal, sehingga Islam lebih mudah diterima. Konsep makam punden berundak yang berasal dari tradisi megalitik tetap dipertahankan dalam bentuk makam Islam, seperti yang terlihat di makam raja-raja Imogiri, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Muria.

  17. Soal

    Pada masa Islam, beberapa unsur arsitektur dari kebudayaan Hindu-Buddha tetap bertahan dan diadaptasi ke dalam bentuk bangunan Islam. Salah satu contohnya adalah makam yang berbentuk punden berundak, yang menunjukkan kesinambungan tradisi megalitik dalam kebudayaan Nusantara. Makam ini dibangun di atas bukit atau dengan struktur bertingkat sebagai lambang kesakralan tempat tersebut. Simpulan yang tepat mengenai peran budaya lokal dalam perkembangan seni bangunan Islam di Nusantara…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Akulturasi terjadi karena masyarakat Nusantara lebih mudah menerima Islam jika unsur budaya lokal tetap digunakan dalam seni bangunan. Penjelasan: Ketika Islam masuk ke Nusantara, ia tidak serta-merta menghilangkan unsur budaya dan arsitektur sebelumnya, melainkan mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal. Hal ini dapat dilihat dari adaptasi bentuk makam Islam yang menggunakan konsep punden berundak, yang merupakan peninggalan tradisi megalitik dan Hindu-Buddha. Proses ini menunjukkan bahwa Islam di Nusantara berkembang dengan menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang telah ada, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, masjid-masjid awal di Nusantara juga mengadopsi unsur arsitektur lokal, seperti atap tumpang bertingkat yang mirip dengan struktur candi Hindu-Buddha. Proses akulturasi ini membuktikan bahwa Islam tidak serta-merta menghapus budaya lokal, tetapi justru mengadaptasinya agar lebih sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

  18. Soal

    Perang Makassar (1666–1669) terjadi sebagai akibat dari kebijakan monopoli perdagangan VOC di wilayah Nusantara. Faktor utama yang melatarbelakangi pecahnya perang ini adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Ambisi VOC untuk menguasai jalur perdagangan rempah di Indonesia Timur Penjelasan: Perang Makassar dilatarbelakangi oleh upaya VOC untuk memonopoli perdagangan di wilayah Indonesia Timur, terutama di Sulawesi Selatan, yang dikuasai oleh Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa, di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, menentang monopoli VOC dan tetap membuka pelabuhan Makassar bagi pedagang dari berbagai negara. VOC, yang merasa dirugikan, kemudian bersekutu dengan Arung Palakka dari Bone untuk melemahkan kekuatan Gowa, yang akhirnya berujung pada pecahnya Perang Makassar.

  19. Soal

    Perang Makassar (1666–1669) terjadi sebagai akibat dari kebijakan monopoli perdagangan VOC di wilayah Nusantara. Faktor utama yang melatarbelakangi pecahnya perang ini adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Ambisi VOC untuk menguasai jalur perdagangan rempah di Indonesia Timur Penjelasan: Perang Makassar (1666–1669) terjadi akibat upaya VOC untuk memonopoli perdagangan di Indonesia Timur, terutama di wilayah yang dikuasai oleh Kesultanan Gowa. Kesultanan Gowa, yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin, menolak kebijakan monopoli VOC dan tetap membuka pelabuhannya bagi pedagang dari berbagai bangsa. Hal ini bertentangan dengan kepentingan VOC yang ingin menguasai jalur perdagangan rempah secara eksklusif. VOC kemudian bersekutu dengan Kerajaan Bone, musuh lama Kesultanan Gowa, untuk melemahkan kekuatan Makassar. Akhirnya, setelah pertempuran sengit, Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya (1667), yang memberikan keuntungan besar bagi VOC dan mengakhiri dominasi Makassar dalam perdagangan maritim. Oleh karena itu, faktor utama penyebab pecahnya perang ini adalah ambisi VOC untuk menguasai jalur perdagangan rempah di Indonesia Timur.

  20. Soal

    Pendekatan yang dilakukan untuk memudahkan masyarakat Jawa dalam menerima Islam melalui kesenian. Siapakah Wali Songo itu?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Sunan Giri, Sunan Kalijaga, dan Sunan Bonang Penjelasan: Pendekatan dakwah melalui budaya kesenian adalah metode yang digunakan oleh beberapa Wali Songo untuk menyebarkan Islam di Jawa. Beberapa Wali yang terkenal dalam pendekatan seni dan budaya adalah: • Sunan Giri → Menciptakan tembang macapat seperti Asmaradana dan Pucung, serta berbagai lagu dolanan anak seperti Jelungan, Lir-ilir, Cublak Suweng yang menyisipkan nilai-nilai Islam. • Sunan Kalijaga → Menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah. Ia tidak menghilangkan unsur budaya Jawa tetapi memasukkan ajaran Islam dalam cerita Mahabharata dan Ramayana yang dimodifikasi. • Sunan Bonang → Memanfaatkan gamelan dan tembang Jawa dalam dakwahnya. Ia menciptakan gending Jawa yang berisi ajaran Islam, seperti tembang Tombo Ati.

  21. Soal

    Alasan munculnya teori bahwa Islam masuk ke Nusantara dibawa oleh pedagang atau saudagar Islam dari Gujarat, India, didasarkan pada adanya bukti berupa…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Batu nisan Sultan Malik Al-Saleh di Samudera Pasai yang memiliki gaya arsitektur khas Gujarat. Penjelasan: Teori Gujarat menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan, dengan pedagang Muslim dari Gujarat, India, sebagai perantara utamanya. Bukti utama teori ini adalah batu nisan Sultan Malik Al-Saleh, yang memiliki corak seni khas Gujarat. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh kuat dari pedagang Muslim Gujarat dalam penyebaran Islam di Samudera Pasai.

  22. Soal

    Perhatikan faktor-faktor berikut yang berkontribusi terhadap penyebaran Islam di Nusantara: (1) Islam tidak mengenal sistem kasta sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai lapisan sosial. (2) Metode dakwah Wali Songo dan para ulama dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, seperti wayang dan tembang Jawa. (3) Islam tersebar melalui jalur perdagangan yang melibatkan pedagang Muslim dari berbagai wilayah, seperti Gujarat, Persia, dan Arab. (4) Peran kerajaan-kerajaan Islam, seperti Samudera Pasai dan Demak, yang aktif menyebarkan Islam ke wilayah sekitarnya. (5) Islam memperkenalkan sistem ekonomi yang lebih fleksibel dibandingkan sistem sebelumnya, sehingga lebih menguntungkan para pedagang lokal. Data mana saja, faktor utama yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Nusantara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. (1), (3), dan (4) Penjelasan: Faktor utama yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Nusantara adalah: • Islam tidak mengenal sistem kasta → Berbeda dengan Hindu yang memiliki sistem kasta yang kaku, Islam mengajarkan bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan, sehingga ajaran ini lebih menarik bagi masyarakat lapisan bawah yang sebelumnya mengalami diskriminasi dalam sistem kasta Hindu-Buddha. • Islam tersebar melalui jalur perdagangan → Para pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab menyebarkan Islam secara alami melalui interaksi perdagangan. Keuntungan dari memeluk Islam bagi para pedagang lokal adalah akses yang lebih mudah ke jaringan perdagangan Muslim di Samudera Hindia. • Peran kerajaan Islam dalam penyebaran agama → Kerajaan-kerajaan seperti Samudera Pasai, Demak, dan Malaka memiliki peran penting dalam menyebarkan Islam. Mereka tidak hanya berperan dalam aspek politik, tetapi juga dalam mendukung dakwah dan pembangunan masjid sebagai pusat penyebaran Islam.

  23. Soal

    Perhatikan faktor-faktor berikut yang berkontribusi terhadap penyebaran Islam di Nusantara: (1) Islam tidak mengenal sistem kasta sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai lapisan sosial. (2) Metode dakwah Wali Songo dan para ulama dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, seperti wayang dan tembang Jawa. (3) Islam tersebar melalui jalur perdagangan yang melibatkan pedagang Muslim dari berbagai wilayah, seperti Gujarat, Persia, dan Arab. (4) Peran kerajaan-kerajaan Islam, seperti Samudera Pasai dan Demak, yang aktif menyebarkan Islam ke wilayah sekitarnya. (5) Islam memperkenalkan sistem ekonomi yang lebih fleksibel dibandingkan sistem sebelumnya, sehingga lebih menguntungkan para pedagang lokal. Data mana saja, faktor utama yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Nusantara?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. (1), (3), dan (4) Penjelasan: Faktor utama yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Nusantara adalah: • Islam tidak mengenal sistem kasta → Berbeda dengan Hindu yang memiliki sistem kasta yang kaku, Islam mengajarkan bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan, sehingga ajaran ini lebih menarik bagi masyarakat lapisan bawah yang sebelumnya mengalami diskriminasi dalam sistem kasta Hindu-Buddha. • Islam tersebar melalui jalur perdagangan → Para pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab menyebarkan Islam secara alami melalui interaksi perdagangan. Keuntungan dari memeluk Islam bagi para pedagang lokal adalah akses yang lebih mudah ke jaringan perdagangan Muslim di Samudera Hindia. • Peran kerajaan Islam dalam penyebaran agama → Kerajaan-kerajaan seperti Samudera Pasai, Demak, dan Malaka memiliki peran penting dalam menyebarkan Islam. Mereka tidak hanya berperan dalam aspek politik, tetapi juga dalam mendukung dakwah dan pembangunan masjid sebagai pusat penyebaran Islam. Sementara itu, metode dakwah budaya lokal (2) juga berpengaruh, tetapi lebih merupakan faktor penguat daripada faktor utama. Adapun sistem ekonomi Islam yang lebih fleksibel (5) memang memberikan dampak positif, tetapi bukan faktor utama yang menyebabkan Islam mudah diterima.

  24. Soal

    Salah satu faktor yang membuat Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan adalah ekspor komoditas unggulannya yang banyak dicari oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Komoditas andalan dari Kesultanan Samudra Pasai adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Lada, Kamper, dan Emas Penjelasan: Kesultanan ini memiliki lokasi yang strategis di pesisir utara Sumatra, menjadikannya pusat distribusi perdagangan antara Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Tiga komoditas utama yang diekspor oleh Samudera Pasai: Lada → Komoditas paling dicari yang diekspor dalam jumlah besar ke pasar internasional. Lada Pasai memiliki kualitas tinggi dan banyak dibeli oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Kamper → Bahan alami yang digunakan untuk wewangian, pengobatan, dan pengawet, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar Asia dan Timur Tengah. Emas → Sumatra dikenal memiliki tambang emas, dan Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan emas yang menarik para pedagang asing.

  25. Soal

    Salah satu faktor yang membuat Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan adalah ekspor komoditas unggulannya yang banyak dicari oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Komoditas andalan dari Kesultanan Samudra Pasai adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Lada, Kamper, dan Emas Penjelasan: Kesultanan ini memiliki lokasi yang strategis di pesisir utara Sumatra, menjadikannya pusat distribusi perdagangan antara Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Tiga komoditas utama yang diekspor oleh Samudera Pasai: Lada → Komoditas paling dicari yang diekspor dalam jumlah besar ke pasar internasional. Lada Pasai memiliki kualitas tinggi dan banyak dibeli oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Kamper → Bahan alami yang digunakan untuk wewangian, pengobatan, dan pengawet, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar Asia dan Timur Tengah. Emas → Sumatra dikenal memiliki tambang emas, dan Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan emas yang menarik para pedagang asing.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →