Fitri Learning

LatihanSejarah SMA Kelas 10

Bab 4: Jejak Sejarah Kerajaan Islam di Nusantara

Sejarah SMA Kelas 10 · 25 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Salah satu faktor yang membuat Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan adalah ekspor komoditas unggulannya yang banyak dicari oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Komoditas andalan dari Kesultanan Samudra Pasai adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Lada, Kamper, dan Emas Penjelasan: Kesultanan ini memiliki lokasi yang strategis di pesisir utara Sumatra, menjadikannya pusat distribusi perdagangan antara Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Tiga komoditas utama yang diekspor oleh Samudera Pasai: Lada → Komoditas paling dicari yang diekspor dalam jumlah besar ke pasar internasional. Lada Pasai memiliki kualitas tinggi dan banyak dibeli oleh pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Kamper → Bahan alami yang digunakan untuk wewangian, pengobatan, dan pengawet, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar Asia dan Timur Tengah. Emas → Sumatra dikenal memiliki tambang emas, dan Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan emas yang menarik para pedagang asing.

  2. Soal

    Istilah "sembahyang" yang digunakan dalam masyarakat Nusantara untuk menyebut ibadah shalat merupakan hasil akulturasi budaya. Kata ini berasal dari…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Bahasa Jawa Kuno, dari kata sambah dan hyang yang berarti menyembah Tuhan atau roh suci Penjelasan: Kata "sembahyang" berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu gabungan "sambah" yang berarti menghormati atau menyembah, dan "hyang" yang merujuk pada roh suci atau dewa dalam kepercayaan lokal. Istilah ini sudah digunakan sebelum Islam masuk ke Nusantara dalam konteks pemujaan kepada dewa dalam tradisi Hindu-Buddha. Ketika Islam menyebar, kata "sembahyang" tetap digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan ibadah salat, sebagai bentuk adaptasi budaya dalam bahasa dan keagamaan.

  3. Soal

    Istilah "sembahyang" yang digunakan dalam masyarakat Nusantara untuk menyebut ibadah shalat merupakan hasil akulturasi budaya. Kata ini berasal dari…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Bahasa Jawa Kuno, dari kata sambah dan hyang yang berarti menyembah Tuhan atau roh suci Penjelasan: Kata "sembahyang" berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu gabungan "sambah" yang berarti menghormati atau menyembah, dan "hyang" yang merujuk pada roh suci atau dewa dalam kepercayaan lokal. Istilah ini sudah digunakan sebelum Islam masuk ke Nusantara dalam konteks pemujaan kepada dewa dalam tradisi Hindu-Buddha. Ketika Islam menyebar, kata "sembahyang" tetap digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan ibadah salat, sebagai bentuk adaptasi budaya dalam bahasa dan keagamaan.

  4. Soal

    Penyebutan "kerajaan" dan "kesultanan" dalam sejarah Nusantara memiliki perbedaan mendasar yang berkaitan dengan…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Sistem pemerintahan dan legitimasi kekuasaan yang berdasarkan tradisi Hindu-Buddha atau Islam. Penjelasan: Perbedaan mendasar antara kerajaan dan kesultanan terletak pada sumber legitimasi kekuasaan. Dalam kerajaan bercorak Hindu-Buddha, raja dianggap sebagai titisan dewa atau memiliki kekuasaan berdasarkan konsep dewa-raja. Sementara itu, dalam kesultanan bercorak Islam, pemimpin bergelar sultan dan mendapatkan legitimasi dari ajaran Islam, sering kali dikaitkan dengan peran ulama dalam pemerintahan.

  5. Soal

    Penyebutan "kerajaan" dan "kesultanan" dalam sejarah Nusantara memiliki perbedaan mendasar yang berkaitan dengan…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Sistem pemerintahan dan legitimasi kekuasaan yang berdasarkan tradisi Hindu-Buddha atau Islam. Penjelasan: Perbedaan mendasar antara kerajaan dan kesultanan terletak pada sumber legitimasi kekuasaan. Dalam kerajaan bercorak Hindu-Buddha, raja dianggap sebagai titisan dewa atau memiliki kekuasaan berdasarkan konsep dewa-raja. Sementara itu, dalam kesultanan bercorak Islam, pemimpin bergelar sultan dan mendapatkan legitimasi dari ajaran Islam, sering kali dikaitkan dengan peran ulama dalam pemerintahan.

  6. Soal

    Salah satu peristiwa penting yang menandai berakhirnya Mataram Islam sebagai satu kesatuan politik adalah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Perjanjian ini membagi Kesultanan Mataram menjadi dua kekuatan utama, yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Masa pemerintahan Pakubuwana III menjadi babak penyelesaian atas kekacauan politik akibat adanya intervensi VOC. Penyebab perpecahan adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Dominasi VOC dalam politik Kesultanan Mataram yang memperlemah kedaulatan raja. Penjelasan: Perpecahan Kesultanan Mataram diselesaikan melalui Perjanjian Giyanti lebih banyak disebabkan dominasi VOC dalam politik kerajaan yang akhirnya membagi wilayah Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta. Bermula ketidaksukaan VOC terhadap Amangkurat III sehingga diangkatlah Pakubuwana I sebagai Sultan, sehingga Mataram memiliki dua Sultan. Hal inilah yang menyebabkan perpecahan internal sampai pada dititik Amangkurat III memberontak hingga ditangkap di Batavia lalu diasingkan ke Ceylon (Sri Lanka). Hingga sampailah pada masa pemerintahan Pakubuwana III yang akhirnya memutuskan kebijakan baru dengan melalui perjanjian tersebut.

  7. Soal

    Kesultanan Mataram mengalami perpecahan akibat intervensi VOC dan konflik internal di dalam kerajaan. Setelah Perjanjian Giyanti (1755) dan Perjanjian Salatiga (1757), wilayah Kesultanan Mataram terbagi menjadi empat kekuatan politik utama. Wilayah yang bukan bagian dari pecahan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Kesultanan Banten Penjelasan: Kesultanan Banten tidak termasuk dalam pecahan Kesultanan Mataram karena merupakan kerajaan Islam yang berdiri sendiri di wilayah barat Pulau Jawa sejak abad ke-16. Meskipun sama-sama berada di Pulau Jawa, Kesultanan Banten tidak terlibat dalam konflik internal Mataram yang menyebabkan perpecahan kerajaan.

  8. Soal

    Kesultanan Mataram mengalami perpecahan akibat intervensi VOC dan konflik internal di dalam kerajaan. Setelah Perjanjian Giyanti (1755) dan Perjanjian Salatiga (1757), wilayah Kesultanan Mataram terbagi menjadi empat kekuatan politik utama. Wilayah yang bukan bagian dari pecahan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Kesultanan Banten Penjelasan: Kesultanan Banten bukan bagian dari pecahan Kesultanan Mataram karena merupakan kerajaan Islam yang telah berdiri sendiri sejak abad ke-16 dan berpusat di pesisir barat Pulau Jawa. Perpecahan Kesultanan Mataram terjadi akibat campur tangan VOC serta konflik internal, yang berujung pada Perjanjian Giyanti (1755) dan Perjanjian Salatiga (1757), membagi wilayahnya menjadi Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Berbeda dengan keempat wilayah tersebut, Kesultanan Banten tidak terkait dengan perpecahan ini, karena telah memiliki sejarah politik dan wilayah yang terpisah dari Kesultanan Mataram.

  9. Soal

    Karaeng Pattingalloang adalah seorang cendekiawan dan penasihat utama dalam Kesultanan Makassar yang memiliki wawasan luas dalam ilmu pengetahuan. Salah satu bukti kecerdasannya adalah penguasaan terhadap tiga bahasa utama pada masa pelabuhan Makassar ramai datangnya pelaut mancanegara yang datang untuk mencari rempah-rempah. Bahasa yang dikuasainya adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Bahasa Spanyol, Latin, dan Portugis Penjelasan: Karaeng Pattingalloang menguasai tiga bahasa utama di dunia saat itu, yaitu Spanyol, Latin, dan Portugis karena ketiga bahasa ini berperan besar dalam ilmu pengetahuan, perdagangan, dan diplomasi di era Kesultanan Makassar. Bahasa Spanyol adalah bahasa utama dalam diplomasi dan pengetahuan maritim Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Bahasa Latin adalah bahasa keilmuan dan akademik di dunia Barat. Banyak buku sains, astronomi, dan navigasi ditulis dalam bahasa Latin. Bahasa Portugis adalah bahasa yang dominan dalam perdagangan di Asia Tenggara sebelum Belanda mengambil alih jalur perdagangan. Banyak sumber sejarah menyebutkan bahwa Karaeng Pattingalloang mempelajari peta dan buku dalam bahasa Portugis untuk memahami navigasi dan ilmu maritim.

  10. Soal

    Karaeng Pattingalloang adalah seorang cendekiawan dan penasihat utama dalam Kesultanan Makassar yang memiliki wawasan luas dalam ilmu pengetahuan. Salah satu bukti kecerdasannya adalah penguasaan terhadap tiga bahasa utama pada masa pelabuhan Makassar ramai datangnya pelaut mancanegara yang datang untuk mencari rempah-rempah. Bahasa yang dikuasainya adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Bahasa Spanyol, Latin, dan Portugis Penjelasan: Karaeng Pattingalloang menguasai tiga bahasa utama di dunia saat itu, yaitu Spanyol, Latin, dan Portugis karena ketiga bahasa ini berperan besar dalam ilmu pengetahuan, perdagangan, dan diplomasi di era Kesultanan Makassar. Bahasa Spanyol adalah bahasa utama dalam diplomasi dan pengetahuan maritim Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Bahasa Latin adalah bahasa keilmuan dan akademik di dunia Barat. Banyak buku sains, astronomi, dan navigasi ditulis dalam bahasa Latin. Bahasa Portugis adalah bahasa yang dominan dalam perdagangan di Asia Tenggara sebelum Belanda mengambil alih jalur perdagangan. Banyak sumber sejarah menyebutkan bahwa Karaeng Pattingalloang mempelajari peta dan buku dalam bahasa Portugis untuk memahami navigasi dan ilmu maritim.

  11. Soal

    Perhatikan daftar pelabuhan berikut ini: (1) Pelabuhan Aceh (2) Pelabuhan Banten (3) Pelabuhan Ternate (4) Pelabuhan Makassar (5) Pelabuhan Tuban (6) Pelabuhan Sunda Kelapa Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, perdagangan lada tetap menjadi komoditas unggulan di Nusantara. Beberapa pelabuhan berkembang sebagai emporium baru yang memainkan peran penting dalam perdagangan lada. Pelabuhan manakah yang menjadi pusat perdagangan lada setelah peristiwa tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. (1) dan (2) Penjelasan: Jawaban yang benar adalah D (Pelabuhan Aceh dan Pelabuhan Banten) karena keduanya menjadi pusat utama perdagangan lada setelah jatuhnya Malaka pada 1511, dengan Aceh mendominasi perdagangan lada di Sumatra dan Banten di pesisir Jawa bagian barat. Banyak pedagang Muslim mengalihkan rute dagangnya ke Aceh, yang menjadi penguasa baru di Selat Malaka dan pemasok utama lada ke pasar internasional. Sementara, Kesultanan Banten mengembangkan perkebunan lada di daerah pedalamannya dan menjadi eksportir utama lada ke pasar Asia dan Eropa.

  12. Soal

    Perhatikan daftar pelabuhan berikut ini: (1) Pelabuhan Aceh (2) Pelabuhan Banten (3) Pelabuhan Ternate (4) Pelabuhan Palembang (5) Pelabuhan Tuban (6) Pelabuhan Sunda Kelapa Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, perdagangan lada tetap menjadi komoditas unggulan di Nusantara. Beberapa pelabuhan berkembang sebagai emporium baru yang memainkan peran penting dalam perdagangan lada. Pelabuhan manakah yang menjadi pusat perdagangan lada setelah peristiwa tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. (1) dan (2) Penjelasan: Jawaban yang benar adalah D (Pelabuhan Aceh dan Pelabuhan Banten) karena keduanya menjadi pusat utama perdagangan lada setelah jatuhnya Malaka pada 1511, dengan Aceh mendominasi perdagangan lada di Sumatra dan Banten di pesisir Jawa bagian barat. Banyak pedagang Muslim mengalihkan rute dagangnya ke Aceh, yang menjadi penguasa baru di Selat Malaka dan pemasok utama lada ke pasar internasional. Sementara, Kesultanan Banten mengembangkan perkebunan lada di daerah pedalamannya dan menjadi eksportir utama lada ke pasar Asia dan Eropa.

  13. Soal

    Dalam bidang kesusastraan, akulturasi budaya Hindu-Buddha, tradisi lokal Nusantara, dan ajaran Islam menghasilkan karya sastra berbentuk suluk. Suluk adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Cerita rakyat yang mengandung ajaran Islam yang disampaikan dalam bentuk lisan Penjelasan: Suluk adalah karya sastra sufistik yang membahas konsepsi ketuhanan dan perjalanan spiritual menuju Tuhan. Suluk banyak ditulis oleh para ulama dan tokoh sufi di Nusantara sebagai bagian dari ajaran tasawuf. Contohnya adalah Suluk Lokajaya yang dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan Suluk Cebolek karya Yasadipura I. Suluk sering menggunakan bahasa simbolis dan penuh makna filosofis, menggambarkan perjalanan batin seorang hamba menuju kesempurnaan spiritual.

  14. Soal

    Dalam bidang kesusastraan, akulturasi budaya Hindu-Buddha, tradisi lokal Nusantara, dan ajaran Islam menghasilkan karya sastra berbentuk suluk. Suluk adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Sastra sufistik yang menguraikan konsep ketuhanan dan perjalanan spiritual menuju Tuhan Penjelasan: Suluk adalah karya sastra sufistik yang membahas konsepsi ketuhanan dan perjalanan spiritual menuju Tuhan. Suluk banyak ditulis oleh para ulama dan tokoh sufi di Nusantara sebagai bagian dari ajaran tasawuf. Contohnya adalah Suluk Lokajaya yang dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan Suluk Cebolek karya Yasadipura I. Suluk sering menggunakan bahasa simbolis dan penuh makna filosofis, menggambarkan perjalanan batin seorang hamba menuju kesempurnaan spiritual.

  15. Soal

    Pernyataan yang tidak tepat terkait Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) adalah bahwa ia…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. merupakan keturunan langsung dari Kesultanan Demak dan pewaris sah takhta sejak lahir Penjelasan: Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya bukanlah keturunan langsung dari Kesultanan Demak, melainkan berasal dari keturunan Ki Ageng Pengging, seorang bangsawan yang mendapat pengaruh dari ajaran Islam yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.

  16. Soal

    Pernyataan yang tidak tepat terkait Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) adalah bahwa ia…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. merupakan keturunan langsung dari Kesultanan Demak dan pewaris sah takhta sejak lahir Penjelasan: Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) bukan keturunan langsung Kesultanan Demak dan bukan pewaris sah takhta sejak lahir. Ia berasal dari Pengging dan awalnya hanya seorang abdi di Kesultanan Demak sebelum kemudian menjadi menantu Sultan Trenggana. Setelah Sultan Trenggana wafat, terjadi perebutan kekuasaan di Demak, dan Jaka Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang untuk mengambil alih kekuasaan, lalu mendirikan Kesultanan Pajang sebagai kelanjutan dari Kesultanan Demak. Meskipun memiliki kecakapan politik dan militer yang kuat, ia tidak memiliki garis keturunan langsung dari raja-raja Demak. Oleh karena itu, pernyataan yang tidak tepat adalah bahwa ia merupakan keturunan langsung dari Kesultanan Demak dan pewaris sah takhta sejak lahir.

  17. Soal

    Setelah penguasaan Banten oleh Demak, terjadi berbagai perubahan dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial di wilayah tersebut. Salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Demak setelah menaklukkan Banten adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Memindahkan pusat pemerintahan dari Banten Girang ke Surosowan untuk memperkuat pertahanan wilayah pesisir. Penjelasan: Setelah Banten berhasil dikuasai oleh Demak, pusat pemerintahan yang semula berada di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan, yang lebih dekat ke pantai. Pemindahan ini bertujuan untuk memperkuat kontrol ekonomi dan politik Demak di jalur perdagangan laut, terutama di Selat Sunda dan Selat Malaka.

  18. Soal

    Setelah penguasaan Banten oleh Demak, terjadi berbagai perubahan dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial di wilayah tersebut. Salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Demak setelah menaklukkan Banten adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Memindahkan pusat pemerintahan dari Banten Girang ke Surosowan untuk memperkuat pertahanan wilayah pesisir. Penjelasan: Setelah Kesultanan Demak berhasil menguasai Banten dari Kerajaan Pajajaran, mereka menerapkan kebijakan strategis untuk memperkuat wilayah tersebut, terutama dalam bidang pertahanan dan perdagangan. Salah satu kebijakan penting yang diambil adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Banten Girang ke Surosowan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kontrol terhadap jalur perdagangan maritim dan mengantisipasi ancaman dari Portugis yang telah menguasai Malaka. Selain itu, dengan menempatkan pusat pemerintahan di pesisir, Kesultanan Demak dan kemudian Kesultanan Banten dapat lebih efektif mengelola aktivitas perdagangan serta memperkuat posisi mereka sebagai pusat ekonomi maritim.

  19. Soal

    Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah, Kesultanan Aceh berusaha melawan dominasi Portugis di Selat Malaka. Salah satu faktor utama yang melatarbelakangi perlawanan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Portugis membatasi akses perdagangan Aceh dengan wilayah lain di Nusantara Penjelasan: Portugis berusaha menguasai perdagangan di Selat Malaka dengan membatasi akses pelabuhan bagi kapal-kapal dagang dari Aceh. Hal ini menghambat perekonomian Kesultanan Aceh yang sangat bergantung pada perdagangan lada dan rempah-rempah. Oleh karena itu, Kesultanan Aceh berulang kali melakukan perlawanan terhadap Portugis, termasuk dengan menjalin aliansi dengan kekuatan Islam lain seperti Turki Utsmani.

  20. Soal

    Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah, Kesultanan Aceh berusaha melawan dominasi Portugis di Selat Malaka. Salah satu faktor utama yang melatarbelakangi perlawanan tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Portugis membatasi akses perdagangan Aceh dengan wilayah lain di Nusantara Penjelasan: Kesultanan Aceh merupakan salah satu kekuatan maritim yang berkembang pesat di wilayah Sumatra dan memiliki kepentingan besar dalam perdagangan di Selat Malaka. Namun, setelah Portugis menguasai Malaka pada tahun 1511, mereka menerapkan kebijakan monopoli dagang yang membatasi akses perdagangan bagi kerajaan-kerajaan lain, termasuk Aceh. Hal ini sangat merugikan Aceh, karena perdagangan rempah-rempah dan komoditas lainnya menjadi sulit berkembang akibat kendali Portugis. Sebagai respons, Sultan Alauddin Riayat Syah melakukan perlawanan terhadap Portugis untuk merebut kembali kendali atas jalur perdagangan dan mempertahankan kedaulatan ekonominya. Selain itu, Aceh juga menjalin hubungan dengan kekuatan Islam lainnya, seperti Turki Utsmani, untuk memperkuat posisi militernya dalam menghadapi ancaman Portugis. Oleh karena itu, faktor utama yang melatarbelakangi perlawanan Aceh adalah kebijakan Portugis yang membatasi akses perdagangan Aceh dengan wilayah lain di Nusantara.

  21. Soal

    Bagaimana proses masuknya Islam ke wilayah Papua, dan faktor utama yang memungkinkan penyebarannya di wilayah tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Melalui pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore yang menjalin hubungan politik dengan masyarakat Papua Penjelasan: Islam masuk ke Papua terutama melalui pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore, yang sejak abad ke-15 menjadikan beberapa wilayah di Papua bagian dari kekuasaan mereka. Kedua kesultanan ini memiliki hubungan dagang dan politik dengan masyarakat pesisir Papua, khususnya di wilayah Raja Ampat dan Fakfak. Selain perdagangan, penyebaran Islam juga diperkuat melalui pernikahan politik dan pengaruh para ulama serta mubaligh dari Maluku.

  22. Soal

    Pada masa Kesultanan Islam di Nusantara, terjadi akulturasi dalam sistem kalender yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk administrasi pemerintahan dan peribadatan. Salah satu bentuk akulturasi tersebut adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Penggabungan kalender Saka Hindu dengan sistem penanggalan Hijriyah untuk keperluan kerajaan Penjelasan: Pada masa Kesultanan Islam di Nusantara, terjadi akulturasi antara sistem kalender Hindu-Buddha (Saka) dengan kalender Islam (Hijriyah). Hal ini terlihat dalam pembuatan Kalender Jawa oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 M, yang menggabungkan sistem penanggalan Saka dengan perhitungan tahun Hijriyah. Kalender ini tetap mempertahankan siklus tahun Saka, tetapi menggunakan sistem bulan Islam yang berdasarkan peredaran bulan (lunar).

  23. Soal

    Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang berjaya pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16. Namun, kesultanan ini mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh. Penyebab utama runtuhnya Kesultanan Demak adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pertikaian internal antara keturunan raja dalam perebutan takhta kerajaan Penjelasan: Kemunduran dan runtuhnya Kesultanan Demak disebabkan oleh pertikaian internal di antara keturunan raja dalam perebutan takhta. Setelah Sultan Trenggana wafat pada tahun 1546, terjadi konflik antara pewaris takhta, yaitu Arya Penangsang dan keturunan Sunan Prawoto. Konflik ini melemahkan stabilitas kerajaan hingga akhirnya Jaka Tingkir (Hadiwijaya) dari Pajang berhasil merebut kekuasaan dan memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang.

  24. Soal

    Adipati Unus, salah satu pemimpin Kesultanan Demak mendapatkan julukan "Pangeran Sabrang Lor" karena…

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Usahanya menyerang Portugis di Malaka dengan ekspedisi besar dari Demak Penjelasan: Julukan "Pangeran Sabrang Lor" diberikan kepada Pati Unus karena usahanya dalam menyerang Portugis di Malaka. Kata sabrang berarti menyeberang, sedangkan lor berarti utara. Ini merujuk pada ekspedisinya yang menyeberangi laut menuju Malaka di utara Nusantara dalam upaya mengusir Portugis. Meskipun serangan ini tidak berhasil, keberanian dan tekadnya dalam melawan penjajah menjadikannya simbol perlawanan di masa itu.

  25. Soal

    Kesultanan Banten berkembang pesat pada abad ke-16 sebagai salah satu kota pelabuhan utama di Nusantara. Faktor utama yang menyebabkan Banten menjadi pusat perdagangan yang ramai, terbuka, dan makmur adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Banten menjadi pusat perdagangan internasional yang terbuka bagi berbagai bangsa, termasuk Cina, Arab, dan Eropa Penjelasan: Kesultanan Banten berkembang menjadi kota pelabuhan yang ramai karena bersikap terbuka terhadap perdagangan internasional. Banyak pedagang dari berbagai negara, seperti Cina, Arab, Gujarat, dan Eropa, datang ke Banten untuk berdagang. Keterbukaan ini menjadikan Banten sebagai pusat perdagangan yang makmur dan strategis di Nusantara.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →