Fitri Learning

LatihanGeografi SMA Kelas 11

Bab 4: Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan

Geografi SMA Kelas 11 · 25 soal · bagian 2 dari 3

  1. Soal

    Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Daerah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi biasanya memiliki karakteristik tertentu. Berdasarkan analisis geografis, faktor paling signifikan yang memengaruhi persebaran banjir di Indonesia adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Kondisi aliran sungai yang dangkal akibat sedimentasi. Penjelasan: Faktor utama yang memengaruhi persebaran banjir di Indonesia adalah kondisi aliran sungai yang dangkal akibat sedimentasi. Sedimentasi mempersempit kapasitas sungai dalam menampung air, sehingga saat curah hujan tinggi, air meluap dan menyebabkan banjir. Faktor ini sering diperparah oleh aktivitas manusia seperti penebangan hutan di hulu sungai dan pengelolaan limbah yang buruk di kawasan perkotaan.

  2. Soal

    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat deforestasi yang tinggi akibat kebakaran hutan. Berdasarkan data hotspot (titik api), wilayah yang paling sering mengalami kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan gambut secara tidak terkendali adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Sumatra dan Kalimantan Penjelasan: Wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan daerah dengan lahan gambut yang luas, sehingga sangat rentan terhadap kebakaran hutan. Aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertanian sering dilakukan dengan cara pembakaran, yang memperparah risiko kebakaran hutan. Selain itu, lahan gambut yang kering pada musim kemarau semakin meningkatkan kerentanannya terhadap api. Hotspot pada kedua wilayah ini sering terdeteksi melalui satelit sebagai indikator kebakaran hutan.

  3. Soal

    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat deforestasi yang tinggi akibat kebakaran hutan. Berdasarkan data hotspot (titik api), wilayah yang sering mengalami kebakaran hutan akibat aktivitas pembukaan lahan gambut secara tidak terkendali adalah Sumatra dan Kalimantan, Berdasarkan pemahaman Anda, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan langkah yang paling efektif untuk mengurangi kebakaran hutan dan dampak negatifnya di kedua wilayah tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menerapkan sistem pertanian yang berbasis keberlanjutan dan memperbaiki pengelolaan hutan dan lahan gambut dengan melibatkan masyarakat lokal serta sektor swasta dalam perencanaan jangka panjang. Penjelasan: Langkah paling efektif untuk mengurangi kebakaran hutan dan dampak negatifnya adalah dengan pendekatan yang holistik. Menerapkan sistem pertanian berbasis keberlanjutan berarti mengganti praktik pembukaan lahan dengan pembakaran menjadi teknik yang ramah lingkungan, seperti agroforestri atau penggunaan alat mekanis. Selain itu, melibatkan masyarakat lokal dan sektor swasta dalam pengelolaan jangka panjang memberikan peluang untuk: • Pemberdayaan masyarakat lokal: Masyarakat lokal menjadi bagian dari solusi dengan menyediakan alternatif penghidupan yang ramah lingkungan. • Kolaborasi sektor swasta: Sektor swasta dapat berkontribusi melalui teknologi, pendanaan, dan praktik bisnis yang mendukung keberlanjutan. • Pemulihan ekosistem gambut: Pengelolaan lahan gambut secara tepat mencegah pengeringan yang memicu kebakaran, sekaligus menjaga fungsi ekosistemnya sebagai penyerap karbon.

  4. Soal

    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat deforestasi yang tinggi akibat kebakaran hutan. Berdasarkan data hotspot (titik api), wilayah yang sering mengalami kebakaran hutan akibat aktivitas pembukaan lahan gambut secara tidak terkendali adalah Sumatra dan Kalimantan. Berdasarkan pemahaman Anda, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan langkah yang paling efektif untuk mengurangi kebakaran hutan dan dampak negatifnya di kedua wilayah tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menerapkan sistem pertanian yang berbasis keberlanjutan dan memperbaiki pengelolaan hutan dan lahan gambut dengan melibatkan masyarakat lokal serta sektor swasta dalam perencanaan jangka panjang. Penjelasan: Langkah paling efektif untuk mengurangi kebakaran hutan dan dampak negatifnya adalah dengan pendekatan yang holistik. Menerapkan sistem pertanian berbasis keberlanjutan berarti mengganti praktik pembukaan lahan dengan pembakaran menjadi teknik yang ramah lingkungan, seperti agroforestri atau penggunaan alat mekanis. Selain itu, melibatkan masyarakat lokal dan sektor swasta dalam pengelolaan jangka panjang memberikan peluang untuk: • Pemberdayaan masyarakat lokal: Masyarakat lokal menjadi bagian dari solusi dengan menyediakan alternatif penghidupan yang ramah lingkungan. • Kolaborasi sektor swasta: Sektor swasta dapat berkontribusi melalui teknologi, pendanaan, dan praktik bisnis yang mendukung keberlanjutan. • Pemulihan ekosistem gambut: Pengelolaan lahan gambut secara tepat mencegah pengeringan yang memicu kebakaran, sekaligus menjaga fungsi ekosistemnya sebagai penyerap karbon.

  5. Soal

    Perhatikan beberapa pernyataan berikut: 1. Infrastruktur transportasi seperti jalan raya, jembatan, dan rel kereta api mengalami kerusakan parah. 2. Sebagian besar lahan pertanian tergenang air sehingga mengakibatkan gagal panen. 3. Tercemarnya air tanah akibat perembesan bahan kimia dari limbah pabrik. 4. Meningkatnya wabah penyakit akibat penyebaran nyamuk yang berkembang di air tergenang. 5. Kerugian besar dialami sektor properti karena banyak bangunan rumah terendam air. Pernyataan yang termasuk dampak negatif dari bencana banjir ditunjukkan oleh angka...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. (1), (2), dan (5) Penjelasan: Dampak bencana banjir meliputi kerusakan infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, dan bangunan (1), kegagalan panen akibat tergenangnya lahan pertanian (2), serta kerugian besar di sektor properti karena bangunan terendam air (5). Hal ini mengindikasikan dampak banjir terhadap berbagai sektor kehidupan manusia.

  6. Soal

    Mitigasi bencana memiliki berbagai tahapan, salah satunya adalah tahap prabencana. Pada tahap ini, berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sebelum terjadi. Dari pernyataan berikut, manakah yang paling mencerminkan strategi mitigasi bencana pada tahap prabencana? 1. Mengembangkan sistem peringatan dini yang berbasis teknologi. 2. Melakukan pendataan jumlah korban dan kerugian pascabencana. 3. Mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bagi masyarakat di daerah rawan bencana. 4. Memberikan bantuan logistik kepada korban bencana. 5. Menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana. Pernyataan yang sesuai dengan mitigasi tahap prabencana adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (1), (3), dan (5) Penjelasan: Tahap prabencana berfokus pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Strategi yang mencerminkan tahap ini adalah mengembangkan sistem peringatan dini (1), mengadakan pelatihan kesiapsiagaan untuk masyarakat (3), dan menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana (5). Pendataan korban dan pemberian bantuan logistik lebih sesuai dengan tahap tanggap darurat atau pascabencana.

  7. Soal

    Mitigasi bencana memiliki berbagai tahapan, salah satunya adalah tahap prabencana. Pada tahap ini, berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sebelum terjadi. Dari pernyataan berikut, manakah yang paling mencerminkan strategi mitigasi bencana pada tahap prabencana? 1. Mengembangkan sistem peringatan dini yang berbasis teknologi. 2. Melakukan pendataan jumlah korban dan kerugian pascabencana. 3. Mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bagi masyarakat di daerah rawan bencana. 4. Memberikan bantuan logistik kepada korban bencana. 5. Menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana.

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (1), (3), dan (5) Penjelasan: Tahap prabencana berfokus pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Strategi yang mencerminkan tahap ini adalah mengembangkan sistem peringatan dini (1), mengadakan pelatihan kesiapsiagaan untuk masyarakat (3), dan menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana (5). Pendataan korban dan pemberian bantuan logistik lebih sesuai dengan tahap tanggap darurat atau pascabencana.

  8. Soal

    Mitigasi bencana memiliki berbagai tahapan, salah satunya adalah tahap prabencana. Pada tahap ini, berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sebelum terjadi. 1. Mengembangkan sistem peringatan dini yang berbasis teknologi. 2. Melakukan pendataan jumlah korban dan kerugian pascabencana. 3. Mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bagi masyarakat di daerah rawan bencana. 4. Memberikan bantuan logistik kepada korban bencana. 5. Menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana. Dari pernyataan berikut, manakah yang paling mencerminkan strategi mitigasi bencana pada tahap prabencana?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (1), (3), dan (5) Penjelasan: Tahap prabencana berfokus pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Strategi yang mencerminkan tahap ini adalah mengembangkan sistem peringatan dini (1), mengadakan pelatihan kesiapsiagaan untuk masyarakat (3), dan menyusun tata ruang wilayah yang mempertimbangkan risiko bencana (5). Pendataan korban dan pemberian bantuan logistik lebih sesuai dengan tahap tanggap darurat atau pascabencana.

  9. Soal

    Ketika bencana alam terjadi, tahap tanggap darurat menjadi sangat krusial untuk mengurangi risiko tambahan dan melindungi keselamatan masyarakat. Berdasarkan langkah-langkah yang dilakukan pada tahap tanggap darurat, tindakan mana yang menjadi prioritas utama dalam situasi di mana fasilitas komunikasi lumpuh dan akses ke lokasi terdampak terbatas?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Mengaktifkan jalur komunikasi darurat dan mendistribusikan bantuan logistik ke daerah terdampak. Penjelasan: Pada tahap tanggap darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Mengaktifkan jalur komunikasi darurat penting untuk koordinasi bantuan, sementara distribusi logistik memastikan kebutuhan dasar seperti makanan dan air tercukupi. Langkah-langkah lain lebih relevan dengan tahap pemulihan atau prabencana.

  10. Soal

    Dalam rangka penanggulangan bencana alam, penerapan teknologi modern dapat membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan. Manakah dari tindakan berikut yang mencerminkan penggunaan teknologi modern yang paling efektif dalam memprediksi dan mengurangi dampak bencana tsunami?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Memasang alat pendeteksi gempa (seismograf) dan sistem peringatan dini tsunami. Penjelasan: Teknologi modern seperti seismograf dan sistem peringatan dini tsunami adalah langkah utama untuk mendeteksi aktivitas gempa yang berpotensi memicu tsunami. Sistem ini memungkinkan peringatan cepat kepada masyarakat sehingga dapat dilakukan evakuasi sebelum bencana terjadi. Langkah lain, seperti reboisasi dan jalur evakuasi, penting, tetapi lebih relevan untuk mitigasi jangka panjang atau kesiapsiagaan non-teknologi.

  11. Soal

    Dalam konteks mitigasi gempa bumi, manakah dari langkah berikut yang paling tepat untuk mengurangi risiko kerusakan infrastruktur dan keselamatan manusia di wilayah rawan gempa?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menggunakan teknologi konstruksi tahan gempa untuk pembangunan gedung. Penjelasan: Mitigasi gempa bumi melibatkan upaya untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa. Teknologi konstruksi tahan gempa merupakan langkah krusial untuk memastikan infrastruktur dapat menahan guncangan gempa. Langkah lainnya, seperti jalur evakuasi dan pelatihan masyarakat, penting tetapi lebih fokus pada kesiapsiagaan. Deteksi tsunami dan tempat penampungan darurat lebih relevan untuk bencana lainnya seperti tsunami.

  12. Soal

    Dalam konteks mitigasi gempa bumi, manakah dari langkah berikut yang paling tepat untuk mengurangi risiko kerusakan infrastruktur dan keselamatan manusia di wilayah rawan gempa?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menggunakan teknologi konstruksi tahan gempa untuk pembangunan gedung. Penjelasan: Mitigasi gempa bumi melibatkan upaya untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa. Teknologi konstruksi tahan gempa merupakan langkah krusial untuk memastikan infrastruktur dapat menahan guncangan gempa. Langkah lainnya, seperti jalur evakuasi dan pelatihan masyarakat, penting tetapi lebih fokus pada kesiapsiagaan. Deteksi tsunami dan tempat penampungan darurat lebih relevan untuk bencana lainnya seperti tsunami.

  13. Soal

    Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama melalui perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu ekstrem, dan kenaikan permukaan laut. Salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi efek negatif dari perubahan iklim adalah dengan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui transisi energi terbarukan. Penjelasan: Mitigasi perubahan iklim bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Salah satu langkah yang paling efektif adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan, seperti energi matahari, angin, dan air. Hal ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Pilihan lain, meskipun relevan dalam konteks pembangunan atau ketahanan ekonomi, tidak secara langsung berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.

  14. Soal

    Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama melalui perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu ekstrem, dan kenaikan permukaan laut. Salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi efek negatif dari perubahan iklim adalah dengan"

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui transisi energi terbarukan. Penjelasan: Mitigasi perubahan iklim bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Salah satu langkah yang paling efektif adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan, seperti energi matahari, angin, dan air. Hal ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Pilihan lain, meskipun relevan dalam konteks pembangunan atau ketahanan ekonomi, tidak secara langsung berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.

  15. Soal

    Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama melalui perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu ekstrem, dan kenaikan permukaan laut. Salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi efek negatif dari perubahan iklim adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui transisi energi terbarukan. Penjelasan: Mitigasi perubahan iklim bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Salah satu langkah yang paling efektif adalah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan, seperti energi matahari, angin, dan air. Hal ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Pilihan lain, meskipun relevan dalam konteks pembangunan atau ketahanan ekonomi, tidak secara langsung berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.

  16. Soal

    Dalam upaya mitigasi bencana, pembangunan tanggul dan dinding penahan longsor bertujuan untuk?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: E. Mengurangi risiko kerusakan infrastruktur akibat bencana. Penjelasan: Mitigasi struktural melibatkan pembangunan fisik, seperti tanggul, dinding penahan longsor, atau rumah tahan gempa, untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana. Upaya ini berfokus pada perlindungan terhadap aset fisik dan infrastruktur sehingga dapat mengurangi dampak negatif bencana secara signifikan. Pilihan lainnya tidak secara spesifik menggambarkan fungsi utama mitigasi struktural.

  17. Soal

    Indonesia, yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, memiliki risiko bencana alam yang tinggi, seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Di salah satu wilayah Indonesia, gempa bumi dahsyat telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Pemerintah bermaksud menerapkan strategi mitigasi berbasis masyarakat sebagai langkah untuk mengurangi risiko serupa di masa depan. Jika Anda seorang pemimpin daerah yang menghadapi situasi ini, langkah mitigasi berbasis masyarakat apa yang akan Anda prioritaskan untuk memastikan efektivitas jangka panjang, dan mengapa?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menginisiasi pelatihan rutin dan simulasi bencana dengan melibatkan masyarakat lokal untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan. Penjelasan: Pendekatan berbasis masyarakat sangat penting dalam mitigasi bencana karena meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan partisipasi masyarakat lokal. Pelatihan rutin dan simulasi bencana membantu masyarakat memahami risiko, mengetahui langkah evakuasi, dan mengambil tindakan cepat dalam situasi darurat. Hal ini juga menciptakan rasa tanggung jawab dan kepemilikan atas upaya mitigasi di komunitas tersebut. Pilihan lainnya tidak mencakup pemberdayaan masyarakat atau memiliki kelemahan signifikan dalam hal implementasi jangka panjang.

  18. Soal

    Upaya mitigasi bencana yang dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan pelatihan tentang tindakan evakuasi disebut...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Mitigasi nonstruktural Penjelasan: Mitigasi nonstruktural mencakup upaya yang tidak melibatkan pembangunan fisik, tetapi lebih pada edukasi, peningkatan kesadaran, pelatihan, dan penyusunan kebijakan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana. Hal ini berbeda dari mitigasi struktural yang berfokus pada pembangunan fisik untuk mengurangi risiko. Pilihan lain tidak secara akurat menggambarkan aspek nonstruktural dalam mitigasi bencana.

  19. Soal

    Pertanyaan: Perhatikan data berikut mengenai dampak bencana alam di suatu wilayah: Total korban jiwa: 150 orang Korban luka: 500 orang Rumah hancur: 1.000 unit Sekolah rusak: 20 unit Pusat kesehatan tidak berfungsi: 5 unit Total kerugian ekonomi: Rp1,5 triliun Berdasarkan data di atas, analisislah faktor utama yang menyebabkan tingginya kerugian dan korban dalam bencana tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Kurangnya upaya pengurangan risiko bencana yang mencakup perencanaan tata ruang dan kesiapsiagaan infrastruktur. Penjelasan: Tingginya korban jiwa dan kerusakan menunjukkan lemahnya mitigasi struktural, seperti tata ruang yang tidak mempertimbangkan risiko bencana dan infrastruktur yang tidak tahan terhadap bencana. Meskipun peringatan dini atau bantuan darurat penting, faktor utama dalam mengurangi dampak bencana adalah pencegahan melalui perencanaan risiko yang baik.

  20. Soal

    Perhatikan data berikut mengenai dampak bencana alam di suatu wilayah: • Total korban jiwa: 150 orang • Korban luka: 500 orang • Rumah hancur: 1.000 unit • Sekolah rusak: 20 unit • Pusat kesehatan tidak berfungsi: 5 unit • Total kerugian ekonomi: Rp1,5 triliun Berdasarkan data di atas, analisislah faktor utama yang menyebabkan tingginya kerugian dan korban dalam bencana tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Kurangnya upaya pengurangan risiko bencana yang mencakup perencanaan tata ruang dan kesiapsiagaan infrastruktur. Penjelasan: Tingginya korban jiwa dan kerusakan menunjukkan lemahnya mitigasi struktural, seperti tata ruang yang tidak mempertimbangkan risiko bencana dan infrastruktur yang tidak tahan terhadap bencana. Meskipun peringatan dini atau bantuan darurat penting, faktor utama dalam mengurangi dampak bencana adalah pencegahan melalui perencanaan risiko yang baik.

  21. Soal

    Perhatikan beberapa kawasan berikut ini: 1. Megathrust Papua 2. Megathrust Mentawai 3. Megathrust Selat Sunda 4. Megathrust Sulawesi Utara 5. Megathrust Nusa Tenggara Timur Kawasan yang termasuk dalam jalur Megathrust dengan risiko tsunami tinggi ditunjukkan oleh angka...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. (2), (3), dan (5) Penjelasan: Megathrust adalah zona subduksi yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan tsunami. Kawasan seperti Mentawai, Selat Sunda, dan Nusa Tenggara Timur termasuk daerah dengan potensi tsunami tinggi akibat aktivitas megathrust. Wilayah lain seperti Papua dan Sulawesi Utara lebih terkait dengan potensi gempa dari aktivitas tektonik lainnya.

  22. Soal

    Perhatikan beberapa kawasan berikut ini: 1. Megathrust Papua 2. Megathrust Mentawai 3. Megathrust Selat Sunda 4. Megathrust Sulawesi Utara 5. Megathrust Nusa Tenggara Timur Kawasan yang termasuk dalam jalur Megathrust dengan risiko tsunami tinggi ditunjukkan oleh angka...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. (1), (2), dan (3) Penjelasan: Megathrust adalah zona subduksi yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan tsunami. Kawasan seperti Mentawai, Selat Sunda, dan Nusa Tenggara Timur termasuk daerah dengan potensi tsunami tinggi akibat aktivitas megathrust. Wilayah lain seperti Papua dan Sulawesi Utara lebih terkait dengan potensi gempa dari aktivitas tektonik lainnya.

  23. Soal

    Perhatikan beberapa kawasan berikut ini: 1. Megathrust Papua 2. Megathrust Mentawai 3. Megathrust Selat Sunda 4. Megathrust Sulawesi Utara 5. Megathrust Nusa Tenggara Timur Kawasan yang termasuk dalam jalur Megathrust dengan risiko tsunami tinggi ditunjukkan oleh angka...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. (1), (2), dan (3) Penjelasan: Megathrust adalah zona subduksi yang berpotensi menyebabkan gempa besar dan tsunami. Kawasan seperti Mentawai, Selat Sunda, dan Nusa Tenggara Timur termasuk daerah dengan potensi tsunami tinggi akibat aktivitas megathrust. Wilayah lain seperti Papua dan Sulawesi Utara lebih terkait dengan potensi gempa dari aktivitas tektonik lainnya.

  24. Soal

    Tsunami adalah rangkaian gelombang laut besar yang dihasilkan oleh gangguan mendadak di dasar laut atau perairan. Gangguan ini menciptakan pergerakan besar air yang menyebabkan gelombang besar bergerak cepat melintasi lautan. Salah satu faktor utama penyebab tsunami adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. pergeseran lempeng tektonik di dasar laut Penjelasan: Tsunami biasanya disebabkan oleh pergerakan mendadak lempeng tektonik di dasar laut yang menghasilkan gempa bumi. Pergeseran ini memindahkan sejumlah besar air laut, menciptakan gelombang besar. Faktor lain seperti badai atau angin besar tidak cukup untuk menghasilkan tsunami. Aktivitas vulkanik bawah laut juga dapat menyebabkan tsunami, tetapi frekuensinya lebih rendah dibandingkan gempa tektonik.

  25. Soal

    Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia sering kali berperan dalam mitigasi bencana. Salah satu alasan utama kearifan lokal efektif dalam mencegah atau mengurangi dampak bencana adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. memberikan landasan etika yang sesuai dengan kearifan budaya setempat Penjelasan: Kearifan lokal berfungsi sebagai pedoman hidup masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Nilai-nilai lokal ini sering kali mencakup norma dan tradisi yang relevan untuk melindungi lingkungan, seperti larangan pembangunan di daerah rawan bencana atau penggunaan praktik agrikultur yang berkelanjutan. Hal ini berkontribusi secara langsung terhadap pengurangan risiko bencana melalui cara yang harmonis dengan budaya setempat.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →