-
Soal
Perhatikan garam-garam berikut yang dilarutkan dalam air: 1. Na₂CO₃ 2. NH₄NO₃ 3. K₃PO₄ 4. NaNO₃ 5. AlCl₃ Manakah dari garam-garam tersebut yang akan menghasilkan larutan yang bersifat asam, basa, atau netral berdasarkan jenis asam dan basa yang membentuknya?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: D. AlCl₃ menghasilkan larutan asam. Pembahasan: - Garam 1 (Na₂CO₃): Garam ini terbentuk dari asam karbonat (H₂CO₃) yang lemah dan basa kuat NaOH. Ion karbonat () adalah basa konjugat dari asam lemah yang dapat menerima proton (H⁺) dari air, sehingga menghasilkan larutan basa. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena terbentuk, larutan ini bersifat basa. - Garam 2 (NH₄NO₃): Garam ini terbentuk dari asam kuat (HNO₃) dan basa lemah (NH₃). Amonium () adalah ion konjugat dari basa lemah yang dapat melepaskan proton (H⁺) ke dalam larutan, menghasilkan larutan asam. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena terbentuk, larutan ini bersifat asam. - Garam 3 (K₃PO₄): Garam ini terbentuk dari asam fosfat (H₃PO₄) yang lemah dan basa kuat (KOH). Fosfat () adalah basa konjugat yang dapat menerima proton, sehingga menghasilkan larutan basa. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena terbentuk, larutan ini bersifat basa. - Garam 4 (NaNO₃): Garam ini terbentuk dari asam kuat (HNO₃) dan basa kuat (NaOH). Karena keduanya adalah senyawa kuat, garam ini tidak terhidrolisis secara signifikan dan menghasilkan larutan netral. Karena ion-ionnya tidak bereaksi dengan air untuk menghasilkan H⁺ atau OH⁻, larutannya netral. - Garam 5 (AlCl₃): Garam ini terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa lemah (Al(OH)₃). Ion Al³⁺ sangat bersifat hidrolitik dan dapat menghasilkan ion H⁺ dalam larutan, menjadikan larutan ini bersifat asam. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena terbentuk, larutan ini bersifat asam.
-
Soal
Manakah dari larutan garam berikut yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Pembahasan: - (Natrium karbonat): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion karbonat () yang terhidrolisis dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (), yang bersifat basa. Larutan basa ini dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah. Reaksi hidrolisisnya adalah: - , , , dan : Garam-garam ini berasal dari kombinasi asam kuat dan basa kuat, yang tidak terhidrolisis dalam air. Oleh karena itu, larutan mereka bersifat netral dan tidak dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah.
-
Soal
Manakah dari larutan garam berikut yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Al(NO₃)₃ Pembahasan: Untuk menentukan larutan garam yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, kita perlu mengidentifikasi apakah garam tersebut menghasilkan larutan yang bersifat asam dalam air. 1. KCl (Kalium Klorida) -Terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (KOH). -Larutan netral (pH ≈ 7), tidak mengubah warna lakmus. 2. Al(NO₃)₃ (Aluminium Nitrat) -Terbentuk dari asam kuat (HNO₃) dan basa lemah (Al(OH)₃). -Larutan bersifat asam, karena Al³⁺ dapat mengalami hidrasi membentuk ion H⁺ dalam air. -Mengubah lakmus biru menjadi merah. 3. Na₂CO₃ (Natrium Karbonat) -Terbentuk dari asam lemah (H₂CO₃) dan basa kuat (NaOH). -Larutan bersifat basa, tidak mengubah lakmus biru. 4. MgSO₄ (Magnesium Sulfat) -Terbentuk dari asam kuat (H₂SO₄) dan basa lemah (Mg(OH)₂). -Larutan cenderung netral atau sedikit asam, tetapi tidak cukup kuat untuk mengubah lakmus biru menjadi merah. 5. Ca₃(PO₄)₂ (Kalsium Fosfat) -Terbentuk dari asam lemah (H₃PO₄) dan basa kuat (Ca(OH)₂). -Larutan bersifat basa atau netral, tidak mengubah lakmus biru. Kesimpulan: Satu-satunya larutan yang cukup asam untuk mengubah lakmus biru menjadi merah adalah Al(NO₃)₃.
-
Soal
Manakah dari larutan garam berikut yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Al(NO₃)₃ Pembahasan: Untuk menentukan larutan garam yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, kita perlu mengidentifikasi apakah garam tersebut menghasilkan larutan yang bersifat asam dalam air. 1. KCl (Kalium Klorida) -Terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (KOH). -Larutan netral (pH ≈ 7), tidak mengubah warna lakmus. 2. Al(NO₃)₃ (Aluminium Nitrat) -Terbentuk dari asam kuat (HNO₃) dan basa lemah (Al(OH)₃). -Larutan bersifat asam, karena Al³⁺ dapat mengalami hidrasi membentuk ion H⁺ dalam air. -Mengubah lakmus biru menjadi merah. 3. Na₂CO₃ (Natrium Karbonat) -Terbentuk dari asam lemah (H₂CO₃) dan basa kuat (NaOH). -Larutan bersifat basa, tidak mengubah lakmus biru. 4. MgSO₄ (Magnesium Sulfat) -Terbentuk dari asam kuat (H₂SO₄) dan basa lemah (Mg(OH)₂). -Larutan cenderung netral atau sedikit asam, tetapi tidak cukup kuat untuk mengubah lakmus biru menjadi merah. 5. Ca₃(PO₄)₂ (Kalsium Fosfat) -Terbentuk dari asam lemah (H₃PO₄) dan basa kuat (Ca(OH)₂). -Larutan bersifat basa atau netral, tidak mengubah lakmus biru. Kesimpulan: Satu-satunya larutan yang cukup asam untuk mengubah lakmus biru menjadi merah adalah Al(NO₃)₃.
-
Soal
Manakah dari larutan garam berikut yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Pembahasan: Untuk menentukan larutan garam yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, kita perlu mengidentifikasi apakah garam tersebut menghasilkan larutan yang bersifat asam saat dilarutkan dalam air. Berikut analisis masing-masing garam: 1. (Kalium Klorida) Terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Larutannya bersifat netral dengan pH sekitar 7. Tidak mengubah warna lakmus biru. 2. (Aluminium Nitrat) Terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Ion dalam air mengalami hidrasi dan melepaskan ion , menjadikan larutan bersifat asam. Mengubah warna lakmus biru menjadi merah. 3. (Natrium Karbonat) Terbentuk dari asam lemah dan basa kuat . Larutan bersifat basa, sehingga tidak mengubah warna lakmus biru. 4. (Magnesium Sulfat) Terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Larutan ini cenderung netral atau sedikit asam, tetapi tidak cukup kuat untuk mengubah warna lakmus biru menjadi merah. 5. (Kalsium Fosfat) Terbentuk dari asam lemah dan basa kuat . Larutan bersifat basa atau netral, sehingga tidak mengubah lakmus biru. Kesimpulan: Satu-satunya larutan yang cukup asam untuk mengubah lakmus biru menjadi merah adalah .
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah dapat menghasilkan larutan yang bersifat asam. Berikut ini adalah contoh garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Manakah dari garam-garam berikut yang dapat menghasilkan larutan asam saat dilarutkan dalam air?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Pembahasan: - (Natrium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Garam ini tidak mengalami hidrolisis yang signifikan karena keduanya adalah senyawa kuat. Larutan bersifat netral dan tidak mempengaruhi pH air. - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion amonium () adalah ion konjugat dari basa lemah yang dapat melepaskan proton (H⁺) ke dalam larutan, menyebabkan larutan bersifat asam. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena ion terbentuk, larutan ini bersifat asam. - (Natrium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, garam ini tidak mengalami hidrolisis yang signifikan dan menghasilkan larutan netral. - (Kalium nitrat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, larutannya netral dan tidak mempengaruhi pH air. - (Natrium karbonat): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion karbonat () yang terhidrolisis menghasilkan ion hidroksida (), menyebabkan larutan bersifat basa, bukan asam.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah dapat menghasilkan larutan yang bersifat asam. Berikut ini adalah contoh garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Manakah dari garam-garam berikut yang dapat menghasilkan larutan asam saat dilarutkan dalam air?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Pembahasan: - (Natrium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Garam ini tidak mengalami hidrolisis yang signifikan karena keduanya adalah senyawa kuat. Larutan bersifat netral dan tidak mempengaruhi pH air. - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion amonium () adalah ion konjugat dari basa lemah yang dapat melepaskan proton (H⁺) ke dalam larutan, menyebabkan larutan bersifat asam. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena ion terbentuk, larutan ini bersifat asam. - (Natrium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, garam ini tidak mengalami hidrolisis yang signifikan dan menghasilkan larutan netral. - (Kalium nitrat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, larutannya netral dan tidak mempengaruhi pH air. - (Natrium karbonat): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion karbonat () yang terhidrolisis menghasilkan ion hidroksida (), menyebabkan larutan bersifat basa, bukan asam.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah dapat menghasilkan larutan yang bersifat asam. Berikut ini adalah contoh garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Manakah dari garam-garam berikut yang dapat menghasilkan larutan asam saat dilarutkan dalam air?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Pembahasan: - (Natrium Klorida) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Karena keduanya merupakan elektrolit kuat, garam ini tidak mengalami hidrolisis yang signifikan. Larutan bersifat netral dan tidak mempengaruhi pH air. - (Amonium Klorida) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Ion amonium merupakan asam konjugat dari basa lemah yang dapat melepaskan proton () ke dalam larutan, menyebabkan larutan bersifat asam. Reaksi hidrolisisnya adalah: Karena terbentuk ion , maka larutan ini bersifat asam. - (Natrium Sulfat) Garam ini berasal dari asam kuat dan basa kuat . Karena keduanya adalah senyawa kuat, larutan bersifat netral dan tidak mengalami hidrolisis yang berarti. - (Kalium Nitrat) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Tidak terjadi hidrolisis, sehingga larutan bersifat netral. - (Natrium Karbonat) Garam ini terbentuk dari basa kuat dan asam lemah . Ion karbonat mengalami hidrolisis menghasilkan ion hidroksida , menjadikan larutan bersifat basa, bukan asam.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah dapat menghasilkan larutan yang bersifat asam. Berikut ini adalah contoh garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Manakah dari garam-garam berikut yang dapat menghasilkan larutan asam saat dilarutkan dalam air?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. NH₄Cl. Pembahasan: Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam karena ion basa lemah yang dihasilkan dalam air akan terhidrolisis, membebaskan ion H⁺ dan membuat larutan menjadi asam. Mari analisis setiap garam: • A. NaCl: Terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (NaOH), sehingga larutannya bersifat netral. • B. NH₄Cl: Terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa lemah (NH₃), sehingga larutannya bersifat asam. • C. Na₂SO₄: Terbentuk dari asam kuat (H₂SO₄) dan basa kuat (NaOH), sehingga larutannya bersifat netral. • D. KNO₃: Terbentuk dari asam kuat (HNO₃) dan basa kuat (KOH), sehingga larutannya bersifat netral. • E. Na₂CO₃: Terbentuk dari asam lemah (H₂CO₃) dan basa kuat (NaOH), sehingga larutannya bersifat basa.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah memiliki ciri-ciri tertentu. Manakah dari ciri-ciri berikut yang benar terkait dengan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman Pembahasan: - A. Garam ini menghasilkan larutan yang bersifat netral karena tidak mengalami hidrolisis: Ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis, yang menyebabkan larutannya bersifat asam, bukan netral. - B. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam ini bersifat basa dan menghasilkan larutan basa: Ini juga salah. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah adalah ion , yang menyebabkan larutan bersifat asam, bukan basa. - C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman: Benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat (misalnya, ) dan basa lemah (misalnya, ) akan menghasilkan ion amonium () yang bersifat asam dan dapat melepaskan ion ke dalam larutan, sehingga meningkatkan keasaman. Reaksi hidrolisisnya adalah: - D. Garam ini akan berreaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida (): Ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah menghasilkan ion , bukan ion hidroksida (). - E. Garam ini hanya dapat terbentuk dari asam lemah dan basa kuat: Ini salah. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah yang memiliki sifat asam dapat terbentuk dari kombinasi asam kuat dan basa lemah, bukan dari asam lemah dan basa kuat.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah memiliki ciri-ciri tertentu. Manakah dari ciri-ciri berikut yang benar terkait dengan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman Pembahasan: - A. Garam ini menghasilkan larutan yang bersifat netral karena tidak mengalami hidrolisis: Ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis, yang menyebabkan larutannya bersifat asam, bukan netral. - B. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam ini bersifat basa dan menghasilkan larutan basa: Ini juga salah. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah adalah ion , yang menyebabkan larutan bersifat asam, bukan basa. - C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman: Benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat (misalnya, ) dan basa lemah (misalnya, ) akan menghasilkan ion amonium () yang bersifat asam dan dapat melepaskan ion ke dalam larutan, sehingga meningkatkan keasaman. Reaksi hidrolisisnya adalah: - D. Garam ini akan berreaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida (): Ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah menghasilkan ion , bukan ion hidroksida (). - E. Garam ini hanya dapat terbentuk dari asam lemah dan basa kuat: Ini salah. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah yang memiliki sifat asam dapat terbentuk dari kombinasi asam kuat dan basa lemah, bukan dari asam lemah dan basa kuat.
-
Soal
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah memiliki ciri-ciri tertentu. Manakah dari ciri-ciri berikut yang benar terkait dengan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman Pembahasan: - A. Garam ini menghasilkan larutan yang bersifat netral karena tidak mengalami hidrolisis: Pernyataan ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis, yang menyebabkan larutannya bersifat asam, bukan netral. - B. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam ini bersifat basa dan menghasilkan larutan basa: Ini juga salah. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah adalah ion , yang menyebabkan larutan bersifat asam, bukan basa. - C. Larutan garam ini dapat menghasilkan ion yang meningkatkan keasaman: Benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat seperti dan basa lemah seperti akan menghasilkan ion amonium . Ion ini bersifat asam dan dapat melepaskan ion ke dalam larutan, sehingga meningkatkan keasaman. Reaksi hidrolisisnya adalah: - D. Garam ini akan bereaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida : Ini tidak benar. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah menghasilkan ion , bukan ion hidroksida . - E. Garam ini hanya dapat terbentuk dari asam lemah dan basa kuat: Pernyataan ini salah. Garam yang memiliki sifat asam seperti justru terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, bukan dari asam lemah dan basa kuat.
-
Soal
Berdasarkan lima senyawa berikut, tentukan senyawa yang terhidrolisis parsial, tidak terhidrolisis, dan terhidrolisis sempurna. Pilih pasangan senyawa yang tepat! 1. 2. 3. 4. 5.
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Senyawa 1 dan 5 tidak terhidrolisis, Senyawa 2 dan 3 terhidrolisis parsial, Senyawa 4 terhidrolisis sempurna Pembahasan: - Senyawa 1 (): adalah garam yang terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral. - Senyawa 2 (): terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion amonium () melepaskan proton (H⁺) ke dalam larutan, menyebabkan larutan menjadi asam. Ini adalah hidrolisis parsial. - Senyawa 3 (): terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion karbonat () akan bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksida (), menyebabkan larutan menjadi basa. Ini adalah hidrolisis parsial. - Senyawa 4 (): terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion sangat bersifat hidrolitik dan dapat melepaskan proton () dalam larutan, yang menyebabkan larutan menjadi asam. Oleh karena itu, mengalami hidrolisis sempurna. - Senyawa 5 (): terbentuk dari basa kuat () dan asam kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral.
-
Soal
Berdasarkan lima senyawa berikut, tentukan senyawa yang terhidrolisis parsial, tidak terhidrolisis, dan terhidrolisis sempurna. Pilih pasangan senyawa yang tepat! 1. 2. 3. 4. 5.
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Senyawa 1 dan 5 tidak terhidrolisis, Senyawa 2 dan 3 terhidrolisis parsial, Senyawa 4 terhidrolisis sempurna Pembahasan: - Senyawa 1 (): adalah garam yang terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral. - Senyawa 2 (): terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion amonium () melepaskan proton (H⁺) ke dalam larutan, menyebabkan larutan menjadi asam. Ini adalah hidrolisis parsial. - Senyawa 3 (): terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion karbonat () akan bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksida (), menyebabkan larutan menjadi basa. Ini adalah hidrolisis parsial. - Senyawa 4 (): terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion sangat bersifat hidrolitik dan dapat melepaskan proton () dalam larutan, yang menyebabkan larutan menjadi asam. Oleh karena itu, mengalami hidrolisis sempurna. - Senyawa 5 (): terbentuk dari basa kuat () dan asam kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral.
-
Soal
Berdasarkan lima senyawa berikut, tentukan senyawa yang terhidrolisis parsial, tidak terhidrolisis, dan terhidrolisis sempurna. Pilih pasangan senyawa yang tepat! 1. 2. 3. 4. 5.
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Senyawa 1 dan 5 tidak terhidrolisis, Senyawa 2 dan 3 terhidrolisis parsial, Senyawa 4 terhidrolisis sempurna Pembahasan: - Senyawa 1 adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Karena keduanya merupakan senyawa kuat, maka tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral. - Senyawa 2 terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Ion amonium dapat melepaskan proton ke dalam larutan, menyebabkan larutan menjadi asam. Oleh karena itu, ini merupakan hidrolisis parsial. - Senyawa 3 terbentuk dari basa kuat dan asam lemah . Ion karbonat bereaksi dengan air membentuk ion hidroksida , menjadikan larutan bersifat basa. Ini termasuk hidrolisis parsial. - Senyawa 4 terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Ion memiliki sifat hidrolitik yang sangat kuat dan dapat melepaskan proton dalam larutan, membuat larutan menjadi sangat asam. Oleh karena itu, mengalami hidrolisis sempurna. - Senyawa 5 terbentuk dari basa kuat dan asam kuat . Karena keduanya merupakan senyawa kuat, tidak mengalami hidrolisis dan larutannya bersifat netral.
-
Soal
Larutan yang dapat menyebabkan fenolftalein berubah menjadi merah adalah …
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: A. Pembahasan: Fenolftalein adalah indikator pH yang akan berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat basa (pH > 8,3) dan tetap tidak berwarna jika larutan bersifat asam. - (Kalium karbonat): Garam ini terlarut dalam air untuk menghasilkan larutan basa, sehingga dapat mengubah warna fenolftalein menjadi merah. - (Asam sulfat): Ini adalah asam kuat yang menghasilkan larutan asam, sehingga fenolftalein tetap tidak berwarna. - (Amonium klorida): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, yang menghasilkan larutan asam, sehingga fenolftalein tetap tidak berwarna. - (Natrium nitrat): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, menghasilkan larutan netral yang tidak mengubah warna fenolftalein. - (Asam asetat): Asam asetat adalah asam lemah yang akan menghasilkan larutan asam, yang menyebabkan fenolftalein tetap tidak berwarna.
-
Soal
Larutan yang dapat menyebabkan fenolftalein berubah menjadi merah adalah …
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: A. Pembahasan: Fenolftalein adalah indikator pH yang akan berubah warna menjadi merah jika larutan bersifat basa (pH > 8,3) dan tetap tidak berwarna jika larutan bersifat asam. - (Kalium karbonat): Garam ini terlarut dalam air untuk menghasilkan larutan basa, sehingga dapat mengubah warna fenolftalein menjadi merah. - (Asam sulfat): Ini adalah asam kuat yang menghasilkan larutan asam, sehingga fenolftalein tetap tidak berwarna. - (Amonium klorida): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, yang menghasilkan larutan asam, sehingga fenolftalein tetap tidak berwarna. - (Natrium nitrat): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, menghasilkan larutan netral yang tidak mengubah warna fenolftalein. - (Asam asetat): Asam asetat adalah asam lemah yang akan menghasilkan larutan asam, yang menyebabkan fenolftalein tetap tidak berwarna.
-
Soal
Garam manakah yang apabila dilarutkan dalam air menghasilkan larutan dengan pH lebih dari 7?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Pembahasan: - (Kalium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Larutannya bersifat netral, sehingga pH-nya adalah 7. - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Larutannya bersifat asam, sehingga pH-nya kurang dari 7. - (Natrium sianida): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion sianida () yang terhidrolisis menghasilkan ion hidroksida (), sehingga larutannya bersifat basa dengan pH lebih dari 7. - (Kalium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (), sehingga larutannya bersifat netral, dan pH-nya adalah 7. - (Tembaga(II) sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (), yang cenderung menghasilkan larutan sedikit asam, dengan pH kurang dari 7.
-
Soal
Garam manakah yang apabila dilarutkan dalam air menghasilkan larutan dengan pH lebih dari 7?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Pembahasan: - (Kalium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Larutannya bersifat netral, sehingga pH-nya adalah 7. - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Larutannya bersifat asam, sehingga pH-nya kurang dari 7. - (Natrium sianida): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion sianida () yang terhidrolisis menghasilkan ion hidroksida (), sehingga larutannya bersifat basa dengan pH lebih dari 7. - (Kalium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (), sehingga larutannya bersifat netral, dan pH-nya adalah 7. - (Tembaga(II) sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (), yang cenderung menghasilkan larutan sedikit asam, dengan pH kurang dari 7.
-
Soal
Garam manakah yang apabila dilarutkan dalam air menghasilkan larutan dengan pH lebih dari 7?
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Pembahasan: - (Kalium klorida) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Larutannya bersifat netral, sehingga pH-nya adalah 7. - (Amonium klorida) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Larutannya bersifat asam, sehingga pH-nya kurang dari 7. - (Natrium sianida) Garam ini terbentuk dari basa kuat dan asam lemah . Ion sianida mengalami hidrolisis menghasilkan ion hidroksida , sehingga larutannya bersifat basa dengan pH lebih dari 7. - (Kalium sulfat) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa kuat . Oleh karena itu, larutannya bersifat netral, dengan pH 7. - (Tembaga(II) sulfat) Garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa lemah . Garam ini cenderung menghasilkan larutan yang sedikit asam, dengan pH kurang dari 7.
-
Soal
Larutan dalam air akan bersifat basa. Reaksi yang menyebabkan terjadinya sifat basa adalah.....
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Pembahasan: Larutan atau natrium bikarbonat dalam air akan terhidrolisis menghasilkan ion hidroksida (), yang memberikan sifat basa pada larutan tersebut. Reaksi hidrolisis yang terjadi adalah: Dalam reaksi ini, ion bikarbonat () menerima proton dari air dan menghasilkan ion karbonat () serta ion hidroksida () yang menyebabkan larutan bersifat basa.
-
Soal
Di antara larutan berikut: (1) (2) (3) (4) Yang dapat membirukan kertas lakmus merah ditunjukkan oleh nomor......
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. (1) dan (3) Pembahasan: - (Natrium karbonat): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Larutannya bersifat basa dan dapat membirukan kertas lakmus merah. - (Kalium nitrat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (), sehingga larutannya bersifat netral. Tidak akan mengubah warna lakmus merah. - (Kalium nitrit): Garam ini terbentuk dari asam lemah () dan basa kuat (), sehingga larutannya bersifat basa dan dapat membirukan kertas lakmus merah. - (Natrium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (), sehingga larutannya bersifat netral. Tidak akan mengubah warna lakmus merah.
-
Soal
Larutan garam berikut yang mengalami hidrolisis total adalah......
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Pembahasan: - (Sodium asetat): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam asetat (asam lemah) dan natrium hidroksida (basa kuat). Garam ini mengalami hidrolisis parsial, menghasilkan larutan basa, tetapi tidak mengalami hidrolisis total. - (Kalium sianida): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion sianida () menghasilkan larutan basa, tetapi ini juga mengalami hidrolisis parsial. - (Aluminium klorida): Garam ini terbentuk dari basa lemah () dan asam kuat (). mengalami hidrolisis total karena ion sangat bersifat hidrolitik dan akan mengubah air menjadi asam. - (Besi(III) sulfat): Garam ini terbentuk dari basa lemah () dan asam kuat (). juga mengalami hidrolisis parsial dan tidak hidrolisis total. - (Tembaga(I) sianida): Ini adalah garam yang juga mengalami hidrolisis parsial karena dapat bereaksi dengan air, tetapi tidak mengalami hidrolisis total.
-
Soal
Diberikan larutan dari beberapa garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat. Manakah dari garam berikut yang akan menghasilkan larutan yang bersifat basa? 1. 2. 3. 4. 5.
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. 1 dan 4 Pembahasan: Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis menghasilkan larutan yang bersifat basa. Reaksi yang terjadi melibatkan anion dari asam lemah yang dapat menerima proton dari air, menghasilkan ion (hidroksida) yang menyebabkan larutan bersifat basa. - (Natrium asetat): Garam ini terbentuk dari asam asetat () yang lemah dan basa kuat (). Ion asetat () adalah basa konjugat yang dapat mengikat proton dari air, menghasilkan ion dan menyebabkan larutan bersifat basa. Reaksi hidrolisisnya adalah: - (Natrium karbonat): Garam ini terbentuk dari asam karbonat () yang lemah dan basa kuat (). Ion karbonat () akan menerima proton dari air untuk membentuk ion , menghasilkan larutan yang bersifat basa. Reaksi hidrolisisnya adalah: - (Kalium nitrat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena kedua komponen tersebut adalah senyawa kuat, tidak terhidrolisis dan larutannya bersifat netral. - (Natrium sianida): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion sianida () akan menerima proton dari air untuk membentuk ion , sehingga larutannya bersifat basa. Reaksi hidrolisisnya adalah: - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Larutannya akan bersifat asam, karena ion melepaskan proton () ke dalam larutan.
-
Soal
Ciri-ciri garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat adalah:
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: B. Ion yang dihasilkan dari hidrolisis garam ini dapat menghasilkan ion , sehingga larutan bersifat basa Pembahasan: Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dikenali melalui hidrolisis yang terjadi ketika garam dilarutkan dalam air. Garam ini cenderung menghasilkan larutan yang bersifat basa karena ion dari asam lemah (anion) yang terkandung dalam garam dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksida (). - Ciri-ciri garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat: - Ion dari asam lemah yang terhidrolisis, seperti dari atau dari , akan menerima proton dari air, menghasilkan ion hidroksida (), dan menyebabkan larutan bersifat basa. - Reaksi hidrolisis: atau
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp