Fitri Learning

LatihanKimia SMA Kelas 11

Bab 8: Hidrolisis Garam

Kimia SMA Kelas 11 · 22 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Diberikan beberapa larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Manakah dari garam-garam berikut yang akan menghasilkan larutan dengan pH netral atau mendekati netral? 1. 2. 3. 4. 5.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 1 dan 4 Pembahasan: Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah memiliki sifat khas yang tergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya. Umumnya, garam ini dapat menghasilkan larutan yang hampir netral atau sedikit asam/basa, tergantung pada konstanta asam (Ka) dan konstanta basa (Kb) dari pasangan asam dan basa penyusunnya. - (Amonium nitrat): Garam ini terbentuk dari basa lemah () dan asam kuat (). Walaupun secara teknis berasal dari asam kuat dan basa lemah, sifatnya lebih cenderung netral karena tidak terhidrolisis secara besar. Reaksi hidrolisis akan menghasilkan sedikit ion , tetapi dalam proporsi yang sangat kecil. Oleh karena itu, larutannya akan mendekati netral. - (Sodium asetat): Ini adalah garam yang terbentuk dari asam asetat (asam lemah) dan basa kuat (). Larutan garam ini akan bersifat basa karena anion asetat () dapat mengikat ion dan menghasilkan . - (Amonium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ion amonium () melepaskan proton () ke dalam larutan, sehingga menghasilkan larutan asam. - (Sodium sianida): Garam ini terbentuk dari basa kuat () dan asam lemah (). Ion sianida () akan menerima proton dari air dan menghasilkan ion , sehingga larutannya bersifat basa. - (Copper(II) sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Larutan ini sedikit asam karena ion dapat menghidrasi dan melepaskan ion .

  2. Soal

    Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah memiliki ciri-ciri tertentu. Manakah dari ciri-ciri berikut yang benar terkait dengan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Garam ini menghasilkan larutan yang memiliki pH netral atau sedikit asam/basa tergantung pada konstanta asam dan basa penyusunnya Pembahasan: - Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah: Garam ini memiliki sifat yang khas karena berasal dari asam dan basa yang keduanya lemah, yang tidak sepenuhnya terdisosiasi di dalam air. Dalam hal ini, hasil hidrolisisnya akan bergantung pada nilai konstanta asam () dari asam lemah dan konstanta basa () dari basa lemah tersebut. Jika dan keduanya besar atau kecil, maka larutannya akan bersifat lebih asam atau lebih basa. Jika dan memiliki nilai yang hampir sama, maka larutannya akan mendekati netral. - Reaksi hidrolisis: Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah tidak sepenuhnya terhidrolisis, dan pH larutannya cenderung bergantung pada nilai keseimbangan antara kedua ion yang terhidrolisis. Sebagai contoh: Ion-ion yang dihasilkan dapat bereaksi secara lemah dengan air untuk menghasilkan ion atau , tergantung pada konstanta masing-masing. Oleh karena itu, pH larutannya akan bergantung pada keseimbangan antara produk-produk hidrolisis dan kekuatan relatif asam dan basa.

  3. Soal

    Larutan dalam air bersifat asam. Reaksi yang benar untuk menjelaskan hal tersebut adalah.....

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pembahasan: (Aluminium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa lemah (). Ketika larutan dilarutkan dalam air, ion dapat berreaksi dengan air, membentuk yang tidak larut dan melepaskan ion hidrogen () ke dalam larutan, yang membuat larutan menjadi asam.

  4. Soal

    Manakah dari larutan garam berikut yang memiliki pH netral atau sangat mendekati netral, jika dilarutkan dalam air? 1. 2. 3. 4. 5.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 1 dan 2 Pembahasan: Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat akan menghasilkan larutan yang netral atau mendekati netral karena ion-ion yang dihasilkan dari garam tersebut tidak terhidrolisis secara signifikan. Dalam kasus ini, asam kuat dan basa kuat saling menetralkan efek satu sama lain. - (Natrium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Karena keduanya adalah senyawa kuat, ion-ion yang terbentuk ( dan ) tidak terhidrolisis dalam air, sehingga larutannya bersifat netral. - (Kalium nitrat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Sama seperti , ion-ion yang terbentuk ( dan ) tidak terhidrolisis, sehingga larutannya juga bersifat netral. - (Natrium sulfat): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (), sehingga ion-ion yang terbentuk ( dan ) juga tidak terhidrolisis dan larutannya bersifat netral. - (Kalsium klorida): Garam ini terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Sama seperti yang lainnya, larutan ini juga akan bersifat netral, namun ion kalsium () bisa sedikit berinteraksi dengan air, tetapi dampaknya sangat kecil, sehingga larutan tetap netral. - (Natrium nitrat): Ini adalah garam yang juga terbentuk dari asam kuat () dan basa kuat (). Seperti halnya garam-garam lainnya yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, larutannya bersifat netral karena tidak ada ion yang berinteraksi dengan air untuk menghasilkan ion atau .

  5. Soal

    Hitunglah pH larutan NaCN 0,05 M, jika diketahui .

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 11.2 Pembahasan: Untuk menghitung pH larutan NaCN, kita akan menggunakan rumus untuk konsentrasi ion dari hidrolisis basa: Dimana: - (konstanta ionisasi air) - (konstanta disosiasi asam HCN) - Konsentrasi asam (dalam hal ini ion ) = 0,05 M Langkah 1: Menghitung konsentrasi ion : Dengan menggantikan nilai , , dan konsentrasi asam () ke dalam rumus, kita dapat menghitung konsentrasi ion : Langkah 2: Menghitung pOH: Dengan konsentrasi ion yang diketahui, kita dapat menghitung pOH larutan menggunakan rumus: Langkah 3: Menghitung pH: Untuk menghitung pH, kita gunakan hubungan:

  6. Soal

    Suatu larutan natrium asetat (CH₃COONa) dengan konsentrasi 0,1 M dilarutkan dalam air. Diketahui bahwa konstanta asam (Ka) dari asam asetat (CH₃COOH) adalah . Berdasarkan data tersebut, tentukan pH larutan garam yang terbentuk akibat hidrolisisnya!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9,0 Pembahasan: Karena natrium asetat (CH₃COONa) merupakan garam yang berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam lemah (CH₃COOH), maka garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air dengan reaksi: Ion asetat (CH₃COO⁻) akan bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH⁻, sehingga larutan bersifat basa. Langkah 1: Gunakan Rumus Hidrolisis untuk Ion Basa Rumus yang digunakan adalah: dimana: - (tetapan kesetimbangan air), - (konstanta asam asetat), - M (konsentrasi natrium asetat). Langkah 2: Hitung Konsentrasi Substitusi nilai: Langkah 3: Hitung pOH Langkah 4: Hitung pH

  7. Soal

    Suatu larutan natrium asetat (CH₃COONa) dengan konsentrasi 0,1 M dilarutkan dalam air. Diketahui bahwa konstanta asam (Ka) dari asam asetat (CH₃COOH) adalah . Berdasarkan data tersebut, tentukan pH larutan garam yang terbentuk akibat hidrolisisnya!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9,0 Pembahasan: Karena natrium asetat (CH₃COONa) merupakan garam yang berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam lemah (CH₃COOH), maka garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air dengan reaksi: Ion asetat (CH₃COO⁻) akan bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH⁻, sehingga larutan bersifat basa. Langkah 1: Gunakan Rumus Hidrolisis untuk Ion Basa Rumus yang digunakan adalah: dimana: - (tetapan kesetimbangan air), - (konstanta asam asetat), - M (konsentrasi natrium asetat). Langkah 2: Hitung Konsentrasi Substitusi nilai: Langkah 3: Hitung pOH Langkah 4: Hitung pH

  8. Soal

    Suatu larutan natrium asetat (CH₃COONa) dengan konsentrasi 0,1 M dilarutkan dalam air. Diketahui bahwa konstanta asam (Ka) dari asam asetat (CH₃COOH) adalah . Berdasarkan data tersebut, tentukan pH larutan garam yang terbentuk akibat hidrolisisnya!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9,0 Pembahasan: Karena natrium asetat (CH₃COONa) merupakan garam yang berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam lemah (CH₃COOH), maka garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air dengan reaksi: Ion asetat (CH₃COO⁻) akan bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH⁻, sehingga larutan bersifat basa. Langkah 1: Gunakan Rumus Hidrolisis untuk Ion Basa Rumus yang digunakan adalah: dimana: - (tetapan kesetimbangan air), - (konstanta asam asetat), - M (konsentrasi natrium asetat). Langkah 2: Hitung Konsentrasi Substitusi nilai: Langkah 3: Hitung pOH Langkah 4: Hitung pH

  9. Soal

    Suatu larutan natrium asetat (CH₃COONa) dengan konsentrasi 0,1 M dilarutkan dalam air. Diketahui bahwa konstanta asam (Ka) dari asam asetat (CH₃COOH) adalah . Berdasarkan data tersebut, tentukan pH larutan garam yang terbentuk akibat hidrolisisnya!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9,0 Pembahasan: Karena natrium asetat (CH₃COONa) merupakan garam yang berasal dari basa kuat (NaOH) dan asam lemah (CH₃COOH), maka garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian dalam air dengan reaksi: Ion asetat (CH₃COO⁻) akan bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH⁻, sehingga larutan bersifat basa. Langkah 1: Gunakan Rumus Hidrolisis untuk Ion Basa Rumus yang digunakan adalah: dimana: - (tetapan kesetimbangan air), - (konstanta asam asetat), - M (konsentrasi natrium asetat). Langkah 2: Hitung Konsentrasi Substitusi nilai: Langkah 3: Hitung pOH Langkah 4: Hitung pH

  10. Soal

    Hitunglah pH larutan 0.05 M, diketahui .

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 5.12 Pembahasan: 1. Tulis reaksi ionisasi: Konsentrasi dalam larutan adalah . 2. Gunakan rumus untuk menghitung : Di mana: - (konstanta ionisasi air), - (konstanta basa ), - (konsentrasi ). 3. Hitung : 4. Hitung pH:

  11. Soal

    Jika dua larutan masing-masing mengandung 30 mL NaOH 0,1 M dan 30 mL CHCOOH 0,1 M dengan CHCOOH = dicampurkan, maka pH-nya adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 8,72 Pembahasan: 1. Tulis reaksi netralisasi: 2. Hitung mol masing-masing zat: - Mol NaOH = 30 mL × 0,1 M = 3 mmol - Mol CHCOOH = 30 mL × 0,1 M = 3 mmol 3. Tentukan reaksi yang terjadi: Karena mol NaOH dan CHCOOH sama, keduanya akan bereaksi sempurna membentuk CHCOONa dan air. Tidak ada sisa NaOH atau CHCOOH. 4. Hitung konsentrasi CHCOONa: Volume total campuran = 30 mL + 30 mL = 60 mL Konsentrasi CHCOONa = 5. Gunakan rumus hidrolisis garam: CHCOONa adalah garam yang berasal dari asam lemah (CHCOOH) dan basa kuat (NaOH), sehingga akan terhidrolisis sebagian dalam air. Kita dapat menghitung pH menggunakan rumus: Di mana: - (konstanta ionisasi air) - (konstanta asam CHCOOH) - (konsentrasi CHCOONa) 6. Hitung : 7. Hitung pOH: 8. Hitung pH:

  12. Soal

    Jika 200 mL NH₄OH 0,8 M direaksikan dengan 200 mL larutan HCl 0,8 M, NH₄OH = , pH campuran setelah bereaksi adalah....

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 5 – log2 Pembahasan: 1. Tulis reaksi netralisasi: 2. Hitung mol masing-masing zat: - Mol NH₄OH = 200 mL × 0,8 M = 160 mmol - Mol HCl = 200 mL × 0,8 M = 160 mmol 3. Tentukan reaksi yang terjadi: Karena mol NH₄OH dan HCl sama, keduanya akan bereaksi sempurna membentuk NH₄Cl dan air. Tidak ada sisa NH₄OH atau HCl. 4. Hitung konsentrasi NH₄Cl: Volume total campuran = 200 mL + 200 mL = 400 mL Konsentrasi NH₄Cl = 5. Gunakan rumus hidrolisis garam: NH₄Cl adalah garam yang berasal dari basa lemah (NH₄OH) dan asam kuat (HCl), sehingga akan terhidrolisis sebagian dalam air. Kita dapat menghitung pH menggunakan rumus: Di mana: - (konstanta ionisasi air) - (konstanta basa NH₄OH) - (konsentrasi NH₄Cl) 6. Hitung : 7. Hitung pH:

  13. Soal

    250 mL larutan NH₃ 0,8 M dicampur dengan 250 mL larutan HCl 0,8 M ( NH₃ = ). Tentukan pOH larutan yang terjadi!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 9 + log2 Pembahasan: 1. Tulis reaksi netralisasi: 2. Hitung mol masing-masing zat: - Mol NH₃ = 250 mL × 0,8 M = 200 mmol - Mol HCl = 250 mL × 0,8 M = 200 mmol 3. Tentukan reaksi yang terjadi: Karena mol NH₃ dan HCl sama, keduanya akan bereaksi sempurna membentuk NH₄Cl. Tidak ada sisa NH₃ atau HCl. 4. Hitung konsentrasi NH₄Cl: Volume total campuran = 250 mL + 250 mL = 500 mL Konsentrasi NH₄Cl = 5. Gunakan rumus hidrolisis garam: NH₄Cl adalah garam yang berasal dari basa lemah (NH₃) dan asam kuat (HCl), sehingga akan terhidrolisis sebagian dalam air. Kita dapat menghitung pOH menggunakan rumus: Di mana: - (konstanta ionisasi air) - (konstanta basa NH₃) - (konsentrasi NH₄Cl) 6. Hitung : 7. Hitung pH: 8. Hitung pOH:

  14. Soal

    Untuk mendapatkan larutan garam yang pH-nya 10, maka banyaknya garam natrium asetat () yang harus dilarutkan dalam 200 mL air adalah... (Diketahui dan )

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 2.95 g Pembahasan: 1. Tentukan konsentrasi ion OH⁻ yang dibutuhkan untuk mencapai pH 10: - pH = 10 - pOH = 14 - pH = 14 - 10 = 4 - 2. Gunakan persamaan hidrolisis garam: - Natrium asetat adalah garam yang berasal dari asam lemah (asam asetat, ) dan basa kuat (NaOH). - Reaksi hidrolisis: - Konstanta hidrolisis () = 3. Hitung konsentrasi garam yang diperlukan: - - Karena , maka - 4. Hitung massa garam yang harus dilarutkan dalam 200 mL air: - Volume larutan = 200 mL = 0.2 L - Jumlah mol = konsentrasi × volume = 0.18 M × 0.2 L = 0.036 mol - Massa molar = 82 g/mol - Massa = jumlah mol × massa molar = 0.036 mol × 82 g/mol = 2.952 g

  15. Soal

    Campuran 50 mL larutan NH₄OH 0,02 M dengan 50 mL larutan HCl 0,02 M mempunyai pH .....

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. 5.5 Pembahasan: 1. Hitung mol NH₄OH dan HCl: - Mol NH₄OH = 0,02 M × 0,050 L = 0,001 mol - Mol HCl = 0,02 M × 0,050 L = 0,001 mol 2. Tentukan reaksi yang terjadi: - NH₄OH + HCl → NH₄Cl + H₂O - Karena mol NH₄OH dan HCl sama, maka keduanya akan bereaksi sempurna membentuk NH₄Cl. 3. Hitung konsentrasi NH₄Cl: - Volume total larutan = 50 mL + 50 mL = 100 mL = 0,1 L - Mol NH₄Cl = 0,001 mol - Konsentrasi NH₄Cl = 0,001 mol / 0,1 L = 0,01 M 4. Gunakan persamaan hidrolisis garam: - NH₄Cl adalah garam yang berasal dari basa lemah (NH₄OH) dan asam kuat (HCl). - Reaksi hidrolisis: NH₄⁺ + H₂O ⇌ NH₄OH + H⁺ - Konstanta hidrolisis () = 5. Hitung konsentrasi H⁺: - 6. Hitung pH: - pH = -log = -log = 5.5

  16. Soal

    Harga pH dari campuran 50 mL larutan amonia () dengan konsentrasi 0,2 M dan 50 mL larutan asam klorida () dengan konsentrasi 0,2 M adalah … (Diketahui bahwa untuk adalah ).

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 5 Pembahasan: Langkah pertama adalah mengetahui reaksi yang terjadi antara amonia () dan asam klorida (): Reaksi ini menghasilkan garam amonium klorida (), yang akan terhidrolisis di dalam air. Garam ini berasal dari basa lemah () dan asam kuat (), sehingga larutan akan bersifat asam. Sekarang kita hitung pH larutan hasil campuran. 1. Menentukan konsentrasi garam (): Karena volume larutan amonia dan asam klorida masing-masing 50 mL, konsentrasi garam yang terbentuk setelah reaksi akan menjadi setengah dari konsentrasi awal, yaitu: 2. Menggunakan rumus untuk konsentrasi ion H⁺: Untuk menghitung konsentrasi ion H⁺ (atau ) yang dihasilkan oleh hidrolisis , kita gunakan rumus: Dengan: - pada suhu 25°C, - untuk , - Konsentrasi garam . Substitusi nilai-nilai ini ke dalam rumus: 3. Menghitung pH: Dengan konsentrasi ion H⁺ yang sudah dihitung, kita dapat menghitung pH larutan:

  17. Soal

    Ka asam format () adalah . Berapakah pH 0,35 M larutan Natrium format ()?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 8,64 Pembahasan: Langkah pertama adalah menentukan konsentrasi ion yang dihasilkan oleh hidrolisis garam natrium format (). Garam natrium format berasal dari basa lemah () dan asam kuat (Na), sehingga ketika larut dalam air, ion format () akan terhidrolisis menghasilkan ion . Persamaan untuk menghitung konsentrasi adalah: Di mana: - pada suhu 25°C, - untuk asam format (), - Konsentrasi garam () = 0,35 M. Sekarang substitusi nilai-nilai tersebut: Selanjutnya, kita menghitung pOH larutan: Karena , maka pH dapat dihitung sebagai berikut:

  18. Soal

    Campuran 2,96 gram (Mr = 74) dengan 100 mL larutan 0,8 M. Maka pH campuran tersebut adalah … (Diketahui ).

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pembahasan: Karena diketahui asam dan basa, maka terlebih dahulu dilakukan reaksi antara dan . 1. Mencari jumlah mol masing-masing zat: - Jumlah mol : - Jumlah mol : 2. Reaksi antara dan : 3. Tabel Perubahan Konsentrasi: - Mula-mula: - = 0,04 mol - = 0,08 mol - Reaksi: - mengurangi 0,04 mol - mengurangi 0,08 mol - Sisa: - = 0 mol - = 0,08 mol - 0,08 mol = 0 mol Setelah reaksi selesai, akan terbentuk garam dan . 4. Karena berasal dari basa kuat dan asam lemah, maka garam bersifat basa: - Konsentrasi garam () dapat dihitung dengan rumus: [] = \frac{n_{_2}}{V_{}} = \frac{0,04 \, }{2 \, } = 0,2 \, /latex] 5. Menghitung konsentrasi ion : 6. Menghitung pOH: 7. Menghitung pH: Karena , maka:

  19. Soal

    Diketahui larutan garam 0,4 M (Ka ; Kb ), maka nilai pH garam tersebut adalah ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. 6.5 Pembahasan: Diketahui bahwa garam berasal dari asam lemah dan basa lemah , sehingga sifat garam ditentukan dari nilai Ka dan Kb. Karena , maka sifat garam tersebut akan bersifat asam. Penentuan pH menggunakan rumusan: Dengan substitusi nilai-nilai yang diketahui: Maka nilai pH-nya adalah:

  20. Soal

    pH larutan untuk 0,01 M, jika tetapan asam adalah …

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 8,5 Pembahasan: Diketahui: - mol/L - - Menentukan pH , sebagai berikut: adalah garam yang bersifat basa karena berasal dari (asam lemah) dan NaOH (basa kuat). Maka pH larutan dapat dihitung sebagai berikut:

  21. Soal

    Hitunglah pH larutan 0,2 M; jika diketahui dan .

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 7.5 Pembahasan: Diketahui bahwa adalah garam yang berasal dari asam asetat (asam lemah) dan amonia (basa lemah). Oleh karena itu, garam ini akan terhidrolisis menghasilkan ion , dan kita dapat menghitung pH dengan menggunakan rumus berikut: Dimana: - pada suhu 25°C, - untuk asam asetat, - untuk amonia. Substitusi nilai-nilai yang diketahui: Kemudian, kita hitung pH larutan:

  22. Soal

    Ion-ion garam dalam larutannya dapat mengalami hidrolisis. Manakah pernyataan berikut yang benar terkait sifat larutan garam?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Ion garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan bersifat basa. Penjelasan: 1. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat menghasilkan ion yang dapat bereaksi dengan air (hidrolisis), menghasilkan ion OH−^-, sehingga larutannya bersifat basa. 2. Garam dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga larutannya bersifat netral. 3. Sifat larutan garam sangat bergantung pada kekuatan asam dan basa pembentuknya.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →