-
Soal
Kromosom tubuh (autosom) adalah kromosom yang bertanggung jawab untuk mengontrol sifat-sifat tubuh. Berapa jumlah kromosom tubuh pada manusia?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Manusia memiliki total 23 pasang kromosom, yang terdiri dari 22 pasang kromosom tubuh (autosom) dan 1 pasang kromosom seks (XX pada perempuan atau XY pada laki-laki). Jadi, jumlah kromosom tubuh pada manusia adalah 22 pasang.
-
Soal
Selama pembelahan sel, struktur kromosom sangat penting untuk memastikan distribusi materi genetik yang akurat. Sentromer dan kromatid adalah dua komponen penting dari kromosom. Jika sentromer tidak berfungsi dengan baik selama anafase dalam pembelahan sel, apa yang akan terjadi pada kromosom tubuh (autosom) selama pembagian materi genetik?
Lihat pembahasan
Jawaban: D Pembahasan: Sentromer adalah bagian kromosom yang berfungsi sebagai titik pengikatan untuk mikrotubulus selama pembelahan sel, yang menarik kromatid ke kutub yang berlawanan. Jika sentromer tidak berfungsi, kromatid tidak akan terpisah dengan benar selama anafase, sehingga dua kromatid akan masuk ke satu sel anak, yang menyebabkan aneuploid (jumlah kromosom tidak normal) pada sel-sel yang dihasilkan.
-
Soal

Berdasarkan gambar di atas, kromosom dengan kode P dan S adalah:
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Berikut adalah klasifikasi masing-masing kromosom: • P: Kromosom Telosentrik – Sentromer terletak di ujung, sehingga hanya memiliki satu lengan kromosom. • Q: Kromosom Akrosentrik – Sentromer berada dekat ujung, sehingga satu lengan sangat pendek dan satu lengan sangat panjang. • R: Kromosom Submetasentrik – Sentromer terletak agak di tengah, tetapi kedua lengan tidak sama panjang, lengan yang satu lebih panjang dari lengan lainnya. • S: Kromosom Metasentrik – Sentromer berada tepat di tengah, sehingga kedua lengan kromosom memiliki panjang yang hampir sama.
-
Soal
Dalam suatu eksperimen, seorang ilmuwan sedang mempelajari kelainan genetik pada manusia yang menyebabkan keterbelakangan perkembangan dan masalah kognitif. Setelah melakukan analisis kariotipe, ditemukan bahwa salah satu individu mengalami trisomi pada kromosom tubuh (autosom) nomor 21, yang menyebabkan Sindrom Down. Namun, individu ini juga memiliki kromosom X ekstra, sehingga jumlah kromosom total adalah 48. Berdasarkan kasus ini, berapa jumlah kromosom tubuh (autosom) dan kromosom seks individu tersebut, dan bagaimana dampaknya pada fenotipe?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Pada individu dengan trisomi 21, terdapat 47 kromosom secara total (45 autosom + 2 kromosom seks). Namun, karena individu ini memiliki kromosom X ekstra, jumlah kromosomnya menjadi 48. Maka, jumlah autosom tetap 44 (normal), dan jumlah kromosom seks menjadi 4 (XXY). Kondisi ini menyebabkan Sindrom Down (trisomi 21) dan Klinefelter (XXY).
-
Soal
Apa perbedaan antara alel aktif dan alel pasif?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Alel aktif adalah alel yang diekspresikan dan menghasilkan suatu karakteristik atau fenotipe, sementara alel pasif (biasanya alel resesif) tidak diekspresikan jika terdapat alel dominan yang aktif. Alel pasif hanya akan muncul dalam fenotipe jika individu memiliki dua alel resesif (homozigot resesif).
-
Soal
Apa fungsi utama dari gen dalam organisme?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Fungsi utama dari gen adalah untuk menyimpan informasi genetik dan meneruskan informasi tersebut kepada keturunannya. Gen mengkode protein yang menentukan berbagai sifat dan fungsi dalam organisme, sehingga gen berperan penting dalam pewarisan sifat dan proses perkembangan makhluk hidup.
-
Soal
Basa nitrogen dalam DNA terdiri dari purin dan pirimidin. Pasangan basa yang benar antara purin dan pirimidin dalam DNA adalah
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Dalam struktur DNA, basa nitrogen purin terdiri dari Adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan basa pirimidin terdiri dari Sitosin (C) dan Timin (T). Adenin selalu berpasangan dengan Timin melalui dua ikatan hidrogen, sedangkan Guanin selalu berpasangan dengan Sitosin melalui tiga ikatan hidrogen. Ini memastikan kestabilan struktur heliks ganda DNA.
-
Soal
Dalam model replikasi semikonservatif yang dikemukakan oleh Meselson dan Stahl, bagaimana molekul DNA hasil replikasi akan terlihat setelah dua siklus replikasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Dalam model semikonservatif, setelah satu siklus replikasi, setiap molekul DNA terdiri dari satu untai asli dan satu untai baru. Setelah siklus replikasi kedua, setengah dari molekul DNA akan tetap memiliki satu untai asli dan satu untai baru, sementara setengah lainnya akan terdiri dari dua untai baru. Hal ini sesuai dengan model semikonservatif yang menggambarkan bahwa untai asli tetap ada setelah setiap siklus replikasi.
-
Soal
Selama replikasi DNA, enzim DNA polimerase bekerja menambahkan nukleotida baru pada untai DNA yang sedang dibentuk. Namun, DNA polimerase hanya dapat bekerja dengan adanya primer. Enzim apa yang bertanggung jawab untuk mensintesis primer selama replikasi DNA?
Lihat pembahasan
Jawaban: D Pembahasan: RNA primase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk mensintesis primer RNA selama replikasi DNA. Primer ini berfungsi sebagai titik awal bagi DNA polimerase untuk menambahkan nukleotida pada untai baru. Helikase membuka heliks ganda DNA, DNA ligase menyatukan fragmen Okazaki, dan topoisomerase mengurangi ketegangan pada DNA selama proses replikasi.
-
Soal
Dalam proses translasi, transfer RNA (tRNA) memainkan peran penting dalam membawa asam amino ke ribosom. Setiap tRNA memiliki tiga nukleotida yang disebut antikodon yang berpasangan dengan kodon pada mRNA. Apa yang akan terjadi jika tRNA yang salah membawa asam amino ke ribosom?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Jika tRNA yang salah membawa asam amino yang tidak sesuai, asam amino yang salah tetap akan dimasukkan ke dalam rantai polipeptida tanpa deteksi atau perbaikan oleh ribosom. Ribosom tidak memiliki mekanisme untuk mengenali apakah tRNA membawa asam amino yang benar. Ini bisa menghasilkan protein yang tidak berfungsi dengan benar atau bersifat nonfungsional.
-
Soal
Dalam sintesis protein, mRNA memainkan peran penting dengan membawa informasi genetik dari DNA ke ribosom. Proses ini dimulai ketika mRNA terikat pada ribosom untuk diterjemahkan menjadi protein. Pada tahap awal translasi, kodon mana yang biasanya menandai dimulainya sintesis protein pada mRNA?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Kodon AUG berfungsi sebagai kodon inisiasi pada mRNA, yang menandai dimulainya sintesis protein. Kodon AUG mengkode asam amino metionin, yang selalu menjadi asam amino pertama yang dimasukkan dalam rantai polipeptida selama translasi. Kodon lainnya seperti UAA, UAG, dan UGA adalah kodon stop, yang menghentikan sintesis protein.
-
Soal
tRNA memiliki peran penting dalam proses translasi. Setiap tRNA mengangkut asam amino spesifik ke ribosom sesuai dengan kodon pada mRNA. Bagian mana dari tRNA yang berikatan langsung dengan kodon mRNA selama translasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Antikodon adalah sekuens tiga nukleotida pada tRNA yang berpasangan secara komplementer dengan kodon pada mRNA selama translasi. Setiap tRNA mengandung satu antikodon spesifik yang memungkinkan pengikatan dengan kodon mRNA yang sesuai, membawa asam amino yang tepat ke ribosom untuk disintesis menjadi rantai polipeptida (protein).
-
Soal
Dalam sebuah percobaan biologi molekuler, seorang peneliti mempelajari dua jenis asam nukleat yang diisolasi dari sel manusia. Asam nukleat pertama memiliki struktur ganda, mengandung basa nitrogen adenin, guanin, sitosin, dan timin. Asam nukleat kedua berbentuk rantai tunggal, mengandung adenin, guanin, sitosin, tetapi basa timin tidak ditemukan dan digantikan oleh basa urasil. Berdasarkan perbedaan ini, asam nukleat kedua memiliki kemampuan untuk meninggalkan nukleus. Apa alasan paling tepat yang menjelaskan mengapa asam nukleat kedua dapat meninggalkan nukleus dan memiliki urasil sebagai pengganti timin?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Asam nukleat kedua adalah RNA, yang memiliki beberapa perbedaan penting dibandingkan DNA. RNA adalah molekul rantai tunggal, mengandung basa nitrogen urasil (U) sebagai pengganti timin, dan mampu meninggalkan nukleus untuk berfungsi dalam sintesis protein di ribosom (sitoplasma). RNA membawa instruksi genetik dari DNA ke ribosom melalui proses yang disebut transkripsi. DNA, di sisi lain, memiliki struktur ganda dan umumnya tetap berada di dalam nukleus untuk menyimpan informasi genetik jangka panjang.
-
Soal
Tahap inisiasi dalam proses transkripsi melibatkan pengikatan enzim RNA polimerase pada DNA. Pada bagian mana RNA polimerase mengikat untuk memulai transkripsi?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Inisiasi transkripsi dimulai ketika RNA polimerase mengikat pada promotor, yaitu urutan spesifik di DNA yang menandai tempat dimulainya transkripsi. RNA polimerase kemudian mulai mensintesis mRNA dari template DNA.
-
Soal
Selama elongasi dalam transkripsi, RNA polimerase menambahkan nukleotida ke dalam rantai RNA yang sedang tumbuh. Apa yang menentukan urutan nukleotida yang akan ditambahkan selama elongasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Pada tahap elongasi, RNA polimerase menambahkan nukleotida RNA komplementer berdasarkan urutan basa nitrogen pada DNA template. Nukleotida RNA yang ditambahkan mengikuti pasangan basa komplementer (A-U, G-C).
-
Soal
Tahap terminasi transkripsi terjadi ketika RNA polimerase mencapai sinyal terminasi pada DNA. Apa yang terjadi setelah tahap terminasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada tahap terminasi, RNA polimerase berhenti mensintesis RNA saat mencapai sinyal terminasi di DNA. RNA yang baru terbentuk, yang disebut pre-mRNA (pada eukariot), dilepaskan dari kompleks DNA-RNA polimerase.
-
Soal
Proses inisiasi translasi dimulai ketika ribosom mengenali kodon inisiasi pada mRNA. Kodon inisiasi translasi selalu mengkode asam amino apa?
Lihat pembahasan
Jawaban: D Pembahasan: Pada inisiasi translasi, ribosom mengenali kodon start (AUG) yang mengkode asam amino metionin. Metionin selalu merupakan asam amino pertama yang dimasukkan dalam rantai polipeptida yang baru terbentuk.
-
Soal
Pada tahap elongasi translasi, terjadi pembentukan ikatan peptida antara asam amino. Bagian ribosom manakah yang terlibat dalam pembentukan ikatan peptida ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada elongasi translasi, ikatan peptida antara asam amino dibentuk di situs P pada ribosom. Situs P adalah tempat tRNA yang membawa rantai polipeptida terikat, sementara asam amino berikutnya ditambahkan di situs A.
-
Soal
Tahap terminasi translasi terjadi ketika ribosom mencapai kodon stop pada mRNA. Apa yang terjadi selama terminasi translasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Terminasi translasi terjadi ketika ribosom mencapai kodon stop (UAA, UAG, atau UGA). Kodon ini tidak mengkode asam amino apa pun, melainkan sinyal bagi faktor pelepasan untuk berikatan, sehingga rantai polipeptida diputus dan dilepaskan dari ribosom.
-
Soal
Sebuah mutasi ditemukan pada gen yang mengkode salah satu enzim yang terlibat dalam proses translasi pada bakteri. Mutasi ini mengakibatkan tRNA yang berikatan dengan kodon AUG tidak dapat memulai proses translasi secara efektif. Akibatnya, bakteri mengalami kesulitan dalam memproduksi protein yang diperlukan untuk fungsi vitalnya. Apa dampak utama dari mutasi ini terhadap sintesis protein, dan mengapa kodon AUG sangat penting dalam proses ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Kodon AUG adalah kodon start dalam proses translasi yang mengkode asam amino metionin. Kodon ini sangat penting karena berfungsi sebagai sinyal inisiasi untuk ribosom memulai sintesis protein. Jika tRNA yang mengenali kodon AUG tidak dapat bekerja dengan baik, translasi tidak dapat dimulai, sehingga bakteri tidak dapat menghasilkan protein yang penting untuk kelangsungan hidupnya.
-
Soal
Salah satu perbedaan utama antara sintesis protein pada sel prokariotik dan eukariotik adalah lokasi di mana proses translasi terjadi. Di mana proses translasi terjadi pada sel eukariotik dan prokariotik?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Pada sel eukariotik, translasi terjadi baik di sitoplasma maupun di retikulum endoplasma kasar (di ribosom). Pada sel prokariotik, yang tidak memiliki organel bermembran, translasi terjadi di sitoplasma pada ribosom bebas. Eukariotik juga memiliki tambahan kompartemen yang mengatur sintesis protein.
-
Soal
Bagaimana perbedaan antara proses transkripsi dan translasi pada sel prokariotik dan sel eukariotik memengaruhi efisiensi sintesis protein?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Pada sel prokariotik, karena tidak ada membran nukleus, transkripsi dan translasi dapat terjadi secara bersamaan di sitoplasma, meningkatkan efisiensi sintesis protein. Pada sel eukariotik, transkripsi terjadi di nukleus, dan translasi terjadi di sitoplasma (atau di retikulum endoplasma kasar), sehingga proses tersebut dipisahkan oleh membran nukleus, membuat sintesis protein lebih terkoordinasi tetapi tidak seefisien pada prokariotik dalam hal waktu.
-
Soal
Menurut Hukum Mendel 1 (Hukum Segregasi), bagaimana alel pada pasangan genetik dipisahkan selama pembentukan gamet?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Hukum Mendel 1 (Hukum Segregasi) menyatakan bahwa sepasang alel yang mengontrol satu sifat akan dipisahkan secara acak ke dalam gamet selama meiosis, sehingga setiap gamet hanya membawa satu alel dari setiap pasangan. Ini memastikan bahwa keturunan menerima alel dari kedua orang tua.
-
Soal
Hukum Mendel 2 (Asortasi Bebas) menjelaskan bahwa alel dari gen yang berbeda didistribusikan ke gamet secara independen satu sama lain. Dalam persilangan dihibrid antara dua tanaman dengan genotipe AaBb x AaBb, berapa perbandingan fenotipe yang dihasilkan?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Dalam persilangan dihibrid AaBb x AaBb, hukum asortasi bebas berlaku, di mana alel dari gen A dan B akan bersegregasi secara bebas. Hal ini menghasilkan rasio fenotipe 9:3:3:1 untuk kombinasi fenotipe dominan dan resesif pada keturunan.
-
Soal
Dalam uji silang (testcross), individu dengan genotipe dominan tetapi tidak diketahui pasti (misalnya, AA atau Aa) disilangkan dengan individu homozigot resesif (aa). Jika hasil dari persilangan tersebut menghasilkan 50% keturunan dengan sifat dominan dan 50% dengan sifat resesif, apa genotipe dari individu dengan sifat dominan yang diuji?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Uji silang dilakukan dengan menyilangkan individu dengan genotipe dominan yang tidak diketahui dengan individu homozigot resesif (aa). Jika hasilnya 50% keturunan dominan dan 50% resesif, maka genotipe individu dominan yang diuji adalah Aa (heterozigot).
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp