-
Soal
Apa tujuan utama dari backcross (persilangan balik) dalam studi genetika?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Backcross atau persilangan balik adalah persilangan antara keturunan dengan salah satu induknya atau individu yang genotipenya mirip dengan salah satu induknya. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keturunan yang identik secara genetik dengan salah satu induk, yang memungkinkan penguatan sifat-sifat tertentu dari induk tersebut.
-
Soal
Dalam persilangan dihibrid antara dua individu dengan genotipe AaBb x AaBb, berapa fenotipe yang akan dihasilkan, dan bagaimana perbandingan fenotipenya jika sifat A dan B adalah dominan?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Persilangan dihibrid antara AaBb x AaBb menghasilkan 4 macam fenotipe, yaitu: • Fenotipe dominan penuh untuk kedua sifat (_) • Fenotipe dominan untuk satu sifat dan resesif untuk yang lain ( dan aaB_) • Fenotipe resesif penuh (aabb) • Rasio fenotipe yang dihasilkan adalah 9:3:3:1, sesuai dengan hukum Mendel untuk persilangan dihibrid.
-
Soal
Dalam suatu persilangan dihibrid antara individu dengan genotipe AaBb, berapa jumlah macam gamet yang dapat dihasilkan oleh individu tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Individu dengan genotipe AaBb memiliki dua gen heterozigot. Untuk menghitung jumlah macam gamet, kita menggunakan rumus di mana n adalah jumlah gen yang heterozigot. Dalam hal ini, n = 2, sehingga jumlah macam gamet yang dihasilkan adalah . Gamet yang dihasilkan adalah AB, Ab, aB, dan ab.
-
Soal

Berdasarkan gambar di atas, dominansi tidak sempurna terjadi pada bunga snapdragon, jika dua tanaman dengan bunga merah muda disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Dalam dominansi tidak sempurna, individu heterozigot menunjukkan campuran fenotipe antara kedua alel. Jika dua tanaman Rr x Rr disilangkan, akan dihasilkan rasio fenotipe 1 merah (RR) : 2 merah muda (Rr) : 1 putih (rr). Dalam dominansi tidak sempurna, fenotipe heterozigot adalah campuran dari kedua alel, yaitu merah muda.
-
Soal
Alel letal resesif dapat menyebabkan kematian jika diwariskan dalam bentuk homozigot (aa). Dalam persilangan antara dua individu heterozigot (Aa x Aa) yang membawa alel letal resesif, berapa persentase keturunan yang dapat bertahan hidup?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada alel letal resesif, individu dengan genotipe homozigot resesif (aa) tidak akan bertahan hidup. Persilangan antara dua individu heterozigot (Aa x Aa) akan menghasilkan rasio 1 AA : 2 Aa : 1 aa. Individu dengan genotipe aa akan mati, sehingga 75% keturunan yang memiliki genotipe AA atau Aa akan bertahan hidup.
-
Soal
Atavisme adalah kemunculan kembali sifat nenek moyang yang telah hilang dalam beberapa generasi. Pada ayam, genotipe yang menentukan bentuk jengger menunjukkan bahwa gen P (jengger berbentuk polydactyl) bersifat epistatik terhadap gen C (jengger berbentuk mawar). Pada suatu populasi ayam, ditemukan individu yang memiliki jengger berbentuk mawar, meskipun kedua induknya memiliki jengger berbentuk polydactyl. Bagaimana mungkin sifat mawar ini muncul kembali pada keturunannya?
Lihat pembahasan
Jawaban: A Pembahasan: Atavisme mengacu pada kemunculan kembali sifat nenek moyang setelah beberapa generasi, yang biasanya terjadi karena gen yang sebelumnya tidak aktif menjadi aktif kembali. Dalam kasus ini, gen P bersifat epistatik, menutupi ekspresi gen C. Namun, jika gen P pada keturunannya tidak aktif (misalnya, karena genotipe homozigot resesif pp), maka gen C dapat diekspresikan, sehingga muncul kembali fenotipe jengger mawar yang diwarisi dari nenek moyangnya.
-
Soal
Pada tanaman labu, warna buah ditentukan oleh dua gen. Gen W (putih) bersifat dominan dan menutupi ekspresi gen lainnya. Gen Y mengkode warna kuning, tetapi hanya diekspresikan jika gen W dalam keadaan resesif (ww). Jika tanaman dengan genotipe WwYy disilangkan dengan tanaman wwYy, berapa perbandingan fenotipe yang dihasilkan?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Memahami Peran Gen W dan Y: Gen W (putih) bersifat epistatik dan menutupi semua ekspresi warna lain jika ada alel W. Jadi, Ww akan menghasilkan buah putih, apa pun kombinasi gen Y. Gen Y mengkode warna kuning, tetapi hanya akan diekspresikan jika genotipe W dalam keadaan resesif ww. Menentukan Kombinasi Genotipe dari Persilangan WwYy x wwYy: Untuk gen W: Ww x ww → 50% Ww, 50% ww Untuk gen Y: Yy x Yy → 25% YY, 50% Yy, 25% yy Menggabungkan Kombinasi Genotipe: Buah putih: Hanya terjadi jika ada alel W (WwY_, Wwyy). Karena 50% dari keturunan akan memiliki Ww, semua ini akan menghasilkan buah putih, tanpa memedulikan gen Y. Jadi, 50% buah putih. Buah kuning: Terjadi hanya jika wwYY atau wwYy. Dengan 50% dari keturunan memiliki ww, dan di antara mereka, 75% (25% YY + 50% Yy) akan menghasilkan buah kuning. Jadi, 37.5% buah kuning. Buah hijau: Terjadi hanya jika wwyy. Dengan 50% dari keturunan memiliki ww, dan di antara mereka, 25% akan menjadi yy, menghasilkan buah hijau. Jadi, 12.5% buah hijau. Perbandingan Fenotipe: Buah putih: 50% (4/8) Buah kuning: 37.5% (3/8) Buah hijau: 12.5% (1/8) Jawaban yang Benar: B. 4 buah putih : 3 buah kuning : 1 buah hijau Penjelasan: Perbandingan fenotipe diperoleh dengan mengkonversi persentase ke rasio sederhana: 4:3:1.
-
Soal
Pada suatu spesies tanaman, tinggi batang dikendalikan oleh dua gen yang menunjukkan polimeri, di mana setiap alel dominan menambah tinggi tanaman. Jika tanaman dengan genotipe AABB memiliki tinggi 200 cm, dan setiap alel dominan menambah tinggi 25 cm, berapa tinggi tanaman dengan genotipe AaBb?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Dalam kasus polimeri, setiap alel dominan (A atau B) menambah tinggi tanaman. Tanaman AABB memiliki 4 alel dominan, jadi 200 cm. Tanaman AaBb memiliki 2 alel dominan (A dan B). Jika setiap alel dominan menambah 25 cm, maka tanaman AaBb (2 alel dominan) akan memiliki tinggi 150 cm (200 cm - 2 x 25 cm).
-
Soal
Pada tanaman kacang polong, warna ungu bunga dikendalikan oleh dua gen, A dan B. Gen A dan B menunjukkan hubungan komplementer, di mana kedua gen tersebut harus hadir dalam bentuk dominan untuk menghasilkan warna ungu. Jika salah satu atau kedua gen berada dalam bentuk homozigot resesif, bunga akan berwarna putih. Berapa rasio fenotipe yang akan dihasilkan dari persilangan dua tanaman heterozigot AaBb?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Dalam hubungan komplementer, kedua gen (A dan B) harus dominan agar menghasilkan warna ungu. Persilangan antara dua tanaman heterozigot AaBb akan menghasilkan rasio 9:3:3:1 pada genotipe, tetapi hanya genotipe _ yang akan menghasilkan bunga ungu. Genotipe lainnya (, aaB_, dan aabb) akan menghasilkan bunga putih. Oleh karena itu, rasio fenotipe adalah 9 ungu : 7 putih.
-
Soal
Seorang ilmuwan mempelajari dua gen pada kromosom autosomal yang menunjukkan hubungan tautan, yaitu gen A dan gen B. Setelah melakukan persilangan antara individu heterozigot AaBb dan individu homozigot resesif aabb, ilmuwan menemukan bahwa frekuensi rekombinasi antara gen A dan B adalah 10%. Berdasarkan frekuensi rekombinasi tersebut, berapa jarak antara kedua gen pada peta kromosom?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Frekuensi rekombinasi digunakan untuk memperkirakan jarak antara gen pada peta kromosom. 1% rekombinasi setara dengan 1 unit peta (1 cM). Jadi, jika frekuensi rekombinasi antara dua gen adalah 10%, maka jarak antara gen A dan B pada peta kromosom adalah 10 unit peta.
-
Soal
Pada beberapa serangga seperti belalang, jenis kelamin ditentukan melalui tipe XO, di mana individu jantan hanya memiliki satu kromosom seks (X), sementara betina memiliki dua kromosom seks (XX). Jika seekor betina belalang dengan genotipe XX disilangkan dengan jantan XO, berapa perbandingan jenis kelamin keturunan yang dihasilkan?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Dalam sistem penentuan jenis kelamin XO, betina memiliki kromosom seks XX, sedangkan jantan hanya memiliki satu kromosom seks X dan tidak memiliki kromosom seks kedua (O). Ketika betina (XX) disilangkan dengan jantan (XO), separuh dari keturunan akan menerima dua kromosom seks (XX) dan menjadi betina, sedangkan separuh lainnya hanya akan menerima satu kromosom X (XO) dan menjadi jantan. Perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan adalah 1:1 jantan dan betina.
-
Soal
Pada burung, jenis kelamin ditentukan oleh tipe ZW, di mana jantan memiliki dua kromosom Z (ZZ) dan betina memiliki satu kromosom Z dan satu kromosom W (ZW). Dalam persilangan antara burung jantan dan betina, apa yang menentukan jenis kelamin keturunan?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada sistem ZW, yang digunakan oleh burung dan beberapa reptil, jenis kelamin ditentukan oleh kromosom seks dari betina. Betina memiliki kromosom ZW, sehingga dapat memberikan baik kromosom Z maupun W kepada keturunannya. Kromosom Z menghasilkan jantan (ZZ), sementara kromosom W menghasilkan betina (ZW). Oleh karena itu, jenis kelamin keturunan sepenuhnya ditentukan oleh kromosom seks yang diwariskan oleh betina.
-
Soal
Dalam model replikasi semikonservatif yang dikemukakan oleh Meselson dan Stahl, bagaimana molekul DNA hasil replikasi akan terlihat setelah dua siklus replikasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Dalam model semikonservatif, setelah satu siklus replikasi, setiap molekul DNA terdiri dari satu untai asli dan satu untai baru. Setelah siklus replikasi kedua, setengah dari molekul DNA akan tetap memiliki satu untai asli dan satu untai baru, sementara setengah lainnya akan terdiri dari dua untai baru. Hal ini sesuai dengan model semikonservatif yang menggambarkan bahwa untai asli tetap ada setelah setiap siklus replikasi.
-
Soal
Menurut Teori Kemungkinan Jenis Kelamin, jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh kromosom seks yang diwariskan oleh ayah. Jika seorang ibu memiliki genotipe XX dan seorang ayah memiliki genotipe XY, berapa peluang pasangan tersebut memiliki anak laki-laki?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada manusia, jenis kelamin ditentukan oleh kromosom seks yang diwariskan oleh orang tua. Ibu selalu menyumbangkan kromosom X (karena dia memiliki XX), sementara ayah dapat menyumbangkan kromosom X atau Y (karena dia memiliki XY). Jika ayah menyumbangkan kromosom Y, anak akan menjadi laki-laki (XY). Jika ayah menyumbangkan kromosom X, anak akan menjadi perempuan (XX). Oleh karena itu, peluang pasangan tersebut memiliki anak laki-laki adalah 50%.
-
Soal
Jika seorang individu dengan genotipe IAIB menikah dengan seseorang yang memiliki genotipe IOIO, berapa peluang mereka memiliki anak dengan golongan darah B?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Individu dengan genotipe IAIB memiliki golongan darah AB, dan individu dengan genotipe IOIO memiliki golongan darah O. Kemungkinan kombinasi genotipe pada keturunannya adalah: • IAIO (golongan darah A) • IBIO (golongan darah B) • Oleh karena itu, peluang mereka memiliki anak dengan golongan darah B (genotipe IBIO) adalah 50%.
-
Soal
Pada sistem golongan darah Rhesus (Rh), jika ibu memiliki golongan darah Rh negatif dan bayi memiliki golongan darah Rh positif, apa risiko yang dapat terjadi pada kehamilan kedua jika tidak ada tindakan pencegahan?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Pada kehamilan pertama, jika ibu memiliki golongan darah Rh negatif dan bayi memiliki Rh positif, tubuh ibu bisa menghasilkan antibodi anti-Rh setelah terpapar darah bayi selama kelahiran. Pada kehamilan kedua, antibodi yang sudah terbentuk dapat menyerang sel darah janin yang memiliki Rh positif, menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi. Oleh karena itu, ibu Rh negatif biasanya diberi injeksi Rho(D) imunoglobulin sebagai tindakan pencegahan.
-
Soal
Jika seorang wanita dengan golongan darah Rh negatif menikah dengan pria yang memiliki golongan darah Rh positif, berapa kemungkinan anak mereka memiliki golongan darah Rh positif?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Dalam sistem Rh, alel Rh positif bersifat dominan (Rh+) dan alel Rh negatif bersifat resesif (Rh-). Jika wanita Rh- (homozigot) menikah dengan pria Rh+, kemungkinan anak mereka memiliki golongan darah Rh positif bergantung pada apakah pria tersebut homozigot (Rh+ Rh+) atau heterozigot (Rh+ Rh-). Jika pria heterozigot, ada peluang 50% bagi anak untuk mewarisi Rh positif.
-
Soal
Jika dua individu yang keduanya heterozigot untuk polidaktili (genotipe Pp) menikah, berapa perbandingan fenotipe yang mungkin pada anak-anak mereka?
Lihat pembahasan
Jawaban: B Pembahasan: Persilangan antara dua individu heterozigot Pp x Pp akan menghasilkan rasio genotipe 1 PP : 2 Pp : 1 pp. Karena polidaktili adalah sifat dominan, individu dengan PP dan Pp akan menunjukkan fenotipe polidaktili, sedangkan pp akan normal. Jadi, rasio fenotipe adalah 3 polidaktili : 1 normal.
-
Soal
Penyakit Huntington adalah gangguan neurodegeneratif yang diwariskan secara autosom dominan. Jika seorang individu dengan penyakit Huntington heterozigot (Hh) menikah dengan individu sehat (hh), berapa peluang anak mereka akan menderita penyakit Huntington?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Penyakit Huntington diwariskan secara autosom dominan, sehingga individu dengan genotipe Hh atau HH akan menderita penyakit tersebut. Jika individu dengan genotipe Hh menikah dengan individu sehat (hh), maka peluang anak mereka memiliki genotipe Hh (menderita Huntington) adalah 50%.
-
Soal
Hipertensi dapat disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang paling memengaruhi risiko seseorang terkena hipertensi adalah
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Meskipun ada komponen genetik dalam hipertensi, faktor lingkungan seperti tingkat aktivitas fisik dan pola makan (misalnya, konsumsi garam dan lemak) memiliki pengaruh yang besar terhadap risiko seseorang terkena hipertensi. Gaya hidup yang sehat dapat menurunkan risiko terkena hipertensi meskipun ada kecenderungan genetik.
-
Soal
Pada manusia, albino disebabkan oleh mutasi genetik yang menyebabkan tidak adanya enzim tirosinase, yang penting dalam sintesis melanin. Kondisi ini diwariskan secara autosom resesif. Jika seorang pria normal heterozigot untuk albinisme (Aa) menikah dengan seorang wanita albino (aa), berapa kemungkinan mereka memiliki anak yang berkulit normal tetapi pembawa sifat albino?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Albinisme diwariskan secara autosom resesif, sehingga individu yang normal tetapi pembawa sifat harus memiliki genotipe heterozigot (Aa). Persilangan antara pria Aa dan wanita aa akan menghasilkan keturunan dengan genotipe Aa (normal tetapi pembawa sifat) dan aa (albino). Rasio genotipe yang dihasilkan adalah 50% Aa (normal pembawa sifat) dan 50% aa (albino). Jadi, kemungkinan mereka memiliki anak yang berkulit normal tetapi pembawa sifat adalah 50%.
-
Soal
Siklemia (anemia sel sabit) adalah kelainan darah yang diwariskan secara autosom resesif dan terjadi karena mutasi pada gen yang mengkode rantai beta hemoglobin, menyebabkan perubahan bentuk sel darah merah. Seorang pria dengan anemia sel sabit heterozigot (pembawa sifat, AS) menikah dengan seorang wanita juga heterozigot (AS). Apa kemungkinan mereka memiliki dua anak, satu dengan siklemia dan satu pembawa sifat, tetapi tidak ada yang normal?
Lihat pembahasan
Jawaban: D Pembahasan: Dalam persilangan AS x AS, hasil genotipe untuk setiap anak adalah: 25% AA (normal) 50% AS (pembawa sifat) 25% SS (siklemia) Untuk dua anak: Peluang satu anak memiliki siklemia (SS) = 1/4 Peluang satu anak menjadi pembawa sifat (AS) = 1/2 Peluang tidak ada anak yang normal (AA) = 0 Menggabungkan peluang ini: Kemungkinan satu anak dengan siklemia dan satu anak pembawa sifat adalah: (1/4) x (1/2) = 1/8 Namun, karena urutan anak tidak ditentukan (siklemia bisa pada anak pertama atau kedua), kita harus memperhitungkan dua urutan yang mungkin: 1/8 x 2 = 1/4 Jadi, peluang mereka memiliki dua anak dengan satu siklemia dan satu pembawa sifat tetapi tidak ada yang normal adalah 1/4 atau 25%
-
Soal
Talasemia adalah gangguan darah yang diwariskan secara autosom resesif, di mana mutasi mengganggu produksi hemoglobin yang normal. Seorang pria dengan talasemia minor (pembawa sifat, heterozigot) menikahi seorang wanita dengan talasemia minor. Talasemia mayor terjadi jika individu mewarisi dua alel mutan. Jika mereka memiliki tiga anak, berapa peluang setidaknya satu dari anak-anak mereka memiliki talasemia mayor?
Lihat pembahasan
Jawaban: D Pembahasan: Talasemia mayor terjadi pada individu dengan genotipe homozigot resesif (tt). Persilangan antara dua pembawa sifat talasemia minor (genotipe Tt x Tt) menghasilkan probabilitas 25% (1/4) untuk talasemia mayor (tt). Untuk tiga anak, kita menghitung probabilitas setidaknya satu anak memiliki talasemia mayor. Menggunakan prinsip peluang komplementer: P(tidak ada anak dengan talasemia mayor) = (3/4)³ = 27/64 ≈ 42.2% P(setidaknya satu anak dengan talasemia mayor) = 1 - P(tidak ada) = 1 - 42.2% = 57.8% Jadi, peluang setidaknya satu anak memiliki talasemia mayor adalah 42.2%.
-
Soal
Buta warna merah-hijau diwariskan sebagai sifat terkait kromosom X resesif. Seorang wanita dengan penglihatan normal yang merupakan pembawa sifat buta warna menikah dengan seorang pria yang buta warna. Jika mereka memiliki seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, berapa peluang anak perempuan mereka akan mengalami buta warna?
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Sifat buta warna diwariskan melalui kromosom X. Wanita pembawa sifat memiliki genotipe ^c (normal dan pembawa), sementara pria buta warna memiliki genotipe . Anak perempuan menerima satu kromosom X dari setiap orang tua. Kemungkinan genotipe anak perempuan adalah: ^c (pembawa) - 50% ^c (buta warna) - 50% Oleh karena itu, peluang anak perempuan mereka buta warna adalah 50%.
-
Soal
Hemofilia adalah kelainan perdarahan yang diwariskan sebagai sifat terkait kromosom X resesif. Seorang wanita pembawa sifat hemofilia menikah dengan seorang pria normal. Mereka memiliki dua anak laki-laki. Berapa peluang kedua anak laki-laki mereka bebas dari hemofilia
Lihat pembahasan
Jawaban: C Pembahasan: Wanita pembawa hemofilia memiliki genotipe ^h, dan pria normal memiliki genotipe . Anak laki-laki mewarisi kromosom Y dari ayah dan salah satu kromosom X dari ibu. Peluang anak laki-laki bebas dari hemofilia (mewarisi dari ibu) adalah 50%. Untuk dua anak laki-laki, peluang keduanya bebas dari hemofilia adalah: (1/2) x (1/2) = 1/4 = 25% Namun, peluang bebas dari hemofilia secara keseluruhan untuk kedua anak adalah 50%, karena keduanya mungkin terpengaruh atau salah satunya mungkin sehat.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp