Fitri Learning

LatihanBiologi SMA Kelas 12

Bab 2: Dari Gen ke Generasi: Perjalanan Sifat Makhluk Hidup

Biologi SMA Kelas 12 · 17 soal · bagian 3 dari 3

  1. Soal

    Hypertrichosis (rambut berlebih pada tubuh) diwariskan melalui kromosom Y. Seorang pria dengan hypertrichosis menikahi seorang wanita normal. Jika mereka memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan, berapa peluang kedua anak laki-laki mereka akan memiliki hypertrichosis?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: E Pembahasan: Karena hypertrichosis diwariskan melalui kromosom Y, hanya anak laki-laki yang akan mewarisi sifat ini. Seorang pria dengan hypertrichosis akan selalu mewariskan kromosom Y dengan sifat tersebut kepada anak laki-lakinya. Oleh karena itu, peluang kedua anak laki-laki memiliki hypertrichosis adalah 100%, karena setiap anak laki-laki mewarisi kromosom Y yang sama dari ayahnya.

  2. Soal

    Pada tahun 1927, Herman J. Muller menemukan bahwa paparan sinar X dapat menyebabkan mutasi pada gen pada Drosophila melanogaster (lalat buah). Ini menunjukkan bahwa mutasi dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti radiasi. Berdasarkan penemuan ini, apa jenis mutasi yang dihasilkan oleh paparan sinar X?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Mutasi yang disebabkan oleh paparan sinar X adalah contoh mutasi yang dipicu oleh agen fisika. Radiasi sinar X dapat merusak DNA dengan memutus untai ganda atau mengubah struktur nukleotida, yang mengarah pada perubahan genetik. Ini adalah mutasi yang diinduksi, berbeda dari mutasi spontan yang terjadi tanpa adanya faktor eksternal.

  3. Soal

    Pada sebuah rantai DNA, terjadi mutasi titik yang mengubah basa nitrogen guanina (G) menjadi adenina (A) pada kodon tertentu. Urutan DNA awal adalah: TAC - CGG - TGC - AAT Setelah mutasi, urutan DNA berubah menjadi: TAC - CGA - TGC - AAT Bagaimana perubahan ini akan memengaruhi sintesis protein, dan apa nama jenis mutasi yang terjadi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Mutasi titik yang mengubah guanina (G) menjadi adenina (A) dalam kodon CGG (yang mengkode asam amino arginin) mengubahnya menjadi kodon CGA, yang juga mengkode asam amino arginin. Karena asam amino yang dihasilkan tidak berubah, ini disebut mutasi sinonim atau silent mutation, di mana tidak ada perubahan pada protein yang dihasilkan.

  4. Soal

    Katenasi adalah kondisi di mana dua atau lebih kromosom menjadi saling terikat secara fisik, menyebabkan gangguan pada pemisahan kromosom selama pembelahan sel. Apa dampak katenasi terhadap pembelahan sel, dan apa kemungkinan hasil dari peristiwa ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B Pembahasan: Katenasi terjadi ketika dua atau lebih kromosom menjadi terikat secara fisik, yang dapat menghambat pemisahan kromosom secara normal selama anafase dalam pembelahan sel. Jika kromosom tidak dapat berpisah dengan benar, hal ini dapat menyebabkan gagal berpisah (nondisjunction), yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom yang abnormal (misalnya, aneuploidy). Kondisi ini bisa berujung pada kelainan genetik atau kegagalan pembelahan sel.

  5. Soal

    Aneuploid adalah kondisi di mana jumlah kromosom dalam sel tidak sesuai dengan jumlah normal. Salah satu jenis aneuploid adalah trisomi 21, yang menyebabkan sindrom Down, di mana terdapat tiga salinan kromosom 21. Seorang wanita yang membawa mutasi nondisjunction pada meiosis 1 menjalani kehamilan, dan setelah tes prenatal, ditemukan bahwa janin memiliki trisomi 21. Apa yang menjadi penyebab paling mungkin dari nondisjunction yang terjadi, dan bagaimana kondisi ini memengaruhi pembelahan sel?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Aneuploid terjadi karena kesalahan selama pembelahan sel, umumnya disebabkan oleh nondisjunction, yaitu kegagalan kromosom homolog atau kromatid untuk berpisah dengan benar. Dalam kasus trisomi 21, penyebabnya adalah nondisjunction pada meiosis 1, di mana kromosom homolog tidak terpisah dengan benar, sehingga salah satu sel anak menerima dua salinan kromosom 21. Ketika sel-sel ini mengalami fertilisasi dengan gamet normal, hasilnya adalah trisomi (tiga salinan) kromosom 21.

  6. Soal

    Seorang peneliti sedang mempelajari efek berbagai mutagen terhadap mutasi titik pada bakteri E. coli. Dalam percobaan, bakteri dipecah menjadi tiga kelompok dan dipaparkan ke mutagen berbeda: • Kelompok A dipaparkan pada senyawa kimia 5-bromourasil, yang menyebabkan perubahan basa nitrogen selama replikasi DNA. • Kelompok B dipaparkan pada sinar ultraviolet (UV), yang menyebabkan pembentukan dimer timin pada untai DNA. • Kelompok C dipaparkan pada radiasi sinar X untuk memicu pemutusan untai ganda pada DNA. Jika peneliti kemudian menemukan bahwa mutasi yang paling merusak terjadi pada kelompok yang menghasilkan banyak mutasi frameshift dan pemutusan DNA, pada kelompok manakah hasil ini paling mungkin ditemukan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Kelompok C, yang dipaparkan pada sinar X, adalah yang paling mungkin mengalami mutasi yang merusak seperti frameshift dan pemutusan untai ganda. Sinar X, sebagai mutagen fisika, mampu menimbulkan kerusakan parah pada struktur DNA, seperti memutus untai ganda DNA, yang dapat menyebabkan perubahan besar pada urutan genetik dan mutasi frameshift. 5-bromourasil (mutagen kimia) umumnya menghasilkan mutasi titik dengan memasukkan basa nitrogen yang salah selama replikasi, sedangkan sinar UV lebih sering menghasilkan dimer timin, yang mengganggu replikasi tetapi tidak selalu menyebabkan frameshift.

  7. Soal

    Dalam sebuah percobaan biologi molekuler, seekor tikus dipaparkan pada tiga jenis mutagen untuk mengamati mutasi yang dihasilkan. Paparan terdiri dari: • Mutagen Kimia: Tikus diberikan senyawa kimia benzopyrene, yang diketahui menyebabkan perubahan pada basa nitrogen DNA dengan mengikat secara kovalen. • Mutagen Fisika: Tikus juga dipaparkan pada radiasi sinar gamma, yang memutuskan rantai DNA. • Mutagen Biologi: Tikus terinfeksi oleh virus onkogenik, yang dapat menyebabkan integrasi DNA virus ke dalam genom tikus. Setelah beberapa generasi, para peneliti menemukan bahwa kanker lebih sering muncul pada keturunan yang terpapar virus, dan mutasi yang mengubah gen penekan tumor lebih banyak ditemukan pada kelompok ini. Apa alasan paling mungkin untuk hasil ini, dan jenis mutagen mana yang berperan dalam menyebabkan kanker?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Virus onkogenik dapat menyebabkan mutasi besar dengan mengintegrasikan DNA virus ke dalam genom inang, terutama jika integrasi ini mengganggu fungsi gen penekan tumor atau mengaktifkan gen onkogen. Pada kasus ini, mutagen biologi, yaitu virus onkogenik, adalah penyebab utama kanker, karena kemampuannya untuk secara langsung mengganggu regulasi siklus sel dan memicu pertumbuhan sel abnormal. Benzopyrene sebagai mutagen kimia lebih sering menyebabkan mutasi titik atau kerusakan basa nitrogen, sedangkan sinar gamma (mutagen fisika) memutus rantai DNA dan dapat memperbaiki kerusakan dengan cara yang tidak sempurna, namun virus memiliki dampak yang lebih langsung terhadap kanker karena kemampuannya mengubah gen secara signifikan.

  8. Soal

    Dalam sebuah percobaan genetik, para peneliti mengamati mutasi pada populasi lalat buah (Drosophila melanogaster) yang dipaparkan pada mutagen kimia tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa lalat menunjukkan mutasi tunggal yang memengaruhi warna mata, sementara kelompok lain menunjukkan mutasi multipel yang mengubah baik warna mata maupun panjang sayap. Peneliti menemukan dua kelompok mutasi: • Kelompok A: Mengalami perubahan pada satu faktor genetik, yang hanya mengubah warna mata (dari merah ke putih). • Kelompok B: Mengalami perubahan pada lebih dari satu faktor genetik, yang menyebabkan perubahan warna mata dan panjang sayap. Jika mutagen yang sama digunakan untuk memaparkan lalat di kedua kelompok, apa jenis mutasi yang terjadi pada kelompok B, dan bagaimana mutasi tersebut berpengaruh dibandingkan dengan kelompok A?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Mutasi multifaktor terjadi ketika lebih dari satu faktor genetik (lebih dari satu gen) mengalami mutasi dalam satu individu. Pada kelompok B, lalat mengalami perubahan pada lebih dari satu sifat (warna mata dan panjang sayap), yang menunjukkan bahwa beberapa faktor genetik terlibat. Ini merupakan contoh mutasi multifaktor yang memengaruhi beberapa gen sekaligus. Sebaliknya, kelompok A hanya mengalami mutasi tunggal yang memengaruhi satu sifat (warna mata). Mutasi multifaktor lebih kompleks karena melibatkan beberapa perubahan genetik sekaligus, yang dapat menyebabkan perubahan fenotipe yang lebih signifikan.

  9. Soal

    Dalam suatu persilangan dihibrid antara individu dengan genotipe AaBb, berapa jumlah macam gamet yang dapat dihasilkan oleh individu tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Individu dengan genotipe AaBb memiliki dua gen heterozigot. Untuk menghitung jumlah macam gamet, kita menggunakan rumus , di mana n adalah jumlah gen yang heterozigot. Dalam hal ini, n = 2, sehingga jumlah macam gamet yang dihasilkan adalah = 4. Gamet yang dihasilkan adalah AB, Ab, aB, dan ab.

  10. Soal

    Seorang pria yang mengalami sindrom Klinefelter memiliki genotipe XXY akibat nondisjunction selama pembelahan sel reproduktif. Pria ini menunjukkan ciri-ciri seperti testis yang tidak berkembang sempurna dan kadar testosteron yang rendah. Jika seorang pria dengan sindrom Klinefelter menjalani analisis kariotipe, apa penyebab utama terjadinya sindrom ini, dan bagaimana peristiwa nondisjunction tersebut terjadi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B Pembahasan: Sindrom Klinefelter (XXY) terjadi akibat nondisjunction, di mana kromosom seks gagal berpisah selama pembelahan sel. Hal ini paling sering terjadi pada meiosis 1 pada ibu, yang menyebabkan satu sel telur membawa dua kromosom X. Ketika sel telur ini dibuahi oleh sperma yang membawa kromosom Y, hasilnya adalah genotipe XXY, yang menyebabkan sindrom Klinefelter. Kondisi ini mempengaruhi perkembangan seksual pria dan sering kali mengurangi tingkat hormon testosteron.

  11. Soal

    Seorang wanita didiagnosis dengan sindrom triple X (XXX) melalui analisis kariotipe. Meski tidak menunjukkan gejala yang signifikan, ia mengalami sedikit keterlambatan perkembangan motorik. Jika sindrom XXX terjadi akibat nondisjunction, apa yang mungkin terjadi selama pembelahan sel reproduktif, dan bagaimana kondisi ini memengaruhi jumlah kromosom seks pada wanita tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Sindrom XXX disebabkan oleh nondisjunction pada pembelahan sel reproduktif, baik pada meiosis 1 atau meiosis 2, di mana satu sel gamet (telur atau sperma) membawa dua kromosom X. Ketika gamet ini bergabung dengan gamet normal yang membawa satu kromosom X, hasilnya adalah seorang wanita dengan tiga kromosom X (XXX). Sindrom ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan, meskipun ada kasus yang menunjukkan keterlambatan perkembangan ringan.

  12. Soal

    Seorang bayi lahir dengan beberapa ciri khas Sindrom Down, seperti keterlambatan perkembangan, wajah datar, dan lipatan epikantik pada mata. Analisis kariotipe dilakukan untuk memastikan diagnosa. Hasil kariotipe menunjukkan bahwa bayi memiliki 47 kromosom, dengan tiga salinan kromosom 21. Berdasarkan hasil kariotipe ini, pada tahap pembelahan sel manakah nondisjunction paling mungkin terjadi, dan bagaimana peristiwa tersebut dapat menyebabkan trisomi 21?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Sindrom Down (Trisomi 21) adalah hasil dari nondisjunction, di mana kromosom 21 tidak terpisah secara benar selama pembelahan sel, sehingga satu gamet (telur atau sperma) memiliki dua salinan kromosom 21. Ketika gamet abnormal ini bergabung dengan gamet normal (yang memiliki satu kromosom 21), hasilnya adalah kariotipe dengan 47 kromosom: 47, XX, +21 (untuk perempuan) atau 47, XY, +21 (untuk laki-laki), yang mengindikasikan trisomi 21. Nondisjunction pada meiosis 1 dari ibu adalah penyebab paling umum dari trisomi 21. Pada meiosis 1, kromosom homolog gagal berpisah, sehingga satu sel telur menerima dua salinan kromosom 21, yang ketika dibuahi oleh sperma normal, menghasilkan kariotipe dengan tiga salinan kromosom 21.

  13. Soal

    Pada tanaman labu, warna buah ditentukan oleh dua gen. Gen W (putih) bersifat dominan terhadap semua gen lainnya dan menutupi ekspresi gen yang mengkode warna buah lain. Gen Y mengkode warna kuning, tetapi hanya akan diekspresikan jika gen W dalam keadaan resesif (ww). Jika tanaman dengan genotipe WwYy disilangkan dengan tanaman wwYy, berapa perbandingan fenotipe yang dihasilkan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Dalam kasus ini, epistasis dominan terjadi, di mana alel dominan W menutupi ekspresi gen lainnya. Tanaman dengan genotipe Ww atau WW akan menghasilkan buah putih. Jika tidak ada alel dominan W (ww), maka gen Y akan menentukan warna kuning. Jadi, dari persilangan WwYy x wwYy, akan dihasilkan fenotipe 3 putih (W_) : 3 kuning (wwY_) : 1 hijau (wwyy)

  14. Soal

    Pada suatu spesies tanaman, tinggi batang dikendalikan oleh dua gen yang menunjukkan polimeri, di mana setiap alel dominan menambah tinggi tanaman. Jika tanaman dengan genotipe AABB memiliki tinggi 200 cm, dan setiap alel dominan menambah tinggi 25 cm, berapa tinggi tanaman dengan genotipe AaBb?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Dalam kasus polimeri, setiap alel dominan (A atau B) menambah tinggi tanaman. Tanaman AABB memiliki 4 alel dominan, jadi 200 cm. Tanaman AaBb memiliki 2 alel dominan (A dan B). Jika setiap alel dominan menambah 25 cm, maka tanaman AaBb (2 alel dominan) akan memiliki tinggi 175 cm (200 cm - 2 x 25 cm).

  15. Soal

    Siklemia (anemia sel sabit) adalah kelainan darah yang diwariskan secara autosom resesif dan terjadi karena mutasi pada gen yang mengkode rantai beta hemoglobin, menyebabkan perubahan bentuk sel darah merah. Seorang pria dengan anemia sel sabit heterozigot (pembawa sifat, AS) menikah dengan seorang wanita juga heterozigot (AS). Apa kemungkinan mereka memiliki dua anak, satu dengan siklemia dan satu pembawa sifat, tetapi tidak ada yang normal?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Dalam persilangan AS x AS, hasil genotipe untuk setiap anak adalah: 25% AA (normal) 50% AS (pembawa sifat) 25% SS (siklemia) Untuk dua anak: Peluang satu anak memiliki siklemia (SS) = 1/4 Peluang satu anak menjadi pembawa sifat (AS) = 1/2 Peluang tidak ada anak yang normal (AA) = 0 Menggabungkan peluang ini: Kemungkinan satu anak dengan siklemia dan satu anak pembawa sifat adalah: (1/4) x (1/2) = 1/8 Namun, karena urutan anak tidak ditentukan (siklemia bisa pada anak pertama atau kedua), kita harus memperhitungkan dua urutan yang mungkin: 1/8 x 2 = 1/4 atau 3/16 Jadi, peluang mereka memiliki dua anak dengan satu siklemia dan satu pembawa sifat tetapi tidak ada yang normal adalah 3/16.

  16. Soal

    Dalam sebuah percobaan biologi molekuler, seekor tikus dipaparkan pada tiga jenis mutagen untuk mengamati mutasi yang dihasilkan. Paparan terdiri dari: • Mutagen Kimia: Tikus diberikan senyawa kimia benzopyrene, yang diketahui menyebabkan perubahan pada basa nitrogen DNA dengan mengikat secara kovalen. • Mutagen Fisika: Tikus juga dipaparkan pada radiasi sinar gamma, yang memutuskan rantai DNA. • Mutagen Biologi: Tikus terinfeksi oleh virus onkogenik, yang dapat menyebabkan integrasi DNA virus ke dalam genom tikus. Setelah beberapa generasi, para peneliti menemukan bahwa kanker lebih sering muncul pada keturunan yang terpapar virus, dan mutasi yang mengubah gen penekan tumor lebih banyak ditemukan pada kelompok ini. Apa alasan paling mungkin untuk hasil ini, dan jenis mutagen mana yang berperan dalam menyebabkan kanker?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Virus onkogenik dapat menyebabkan mutasi besar dengan mengintegrasikan DNA virus ke dalam genom inang, terutama jika integrasi ini mengganggu fungsi gen penekan tumor atau mengaktifkan gen onkogen. Pada kasus ini, mutagen biologi, yaitu virus onkogenik, adalah penyebab utama kanker, karena kemampuannya untuk secara langsung mengganggu regulasi siklus sel dan memicu pertumbuhan sel abnormal. Benzopyrene sebagai mutagen kimia lebih sering menyebabkan mutasi titik atau kerusakan basa nitrogen, sedangkan sinar gamma (mutagen fisika) memutus rantai DNA dan dapat memperbaiki kerusakan dengan cara yang tidak sempurna, namun virus memiliki dampak yang lebih langsung terhadap kanker karena kemampuannya mengubah gen secara signifikan.

  17. Soal

    Seorang wanita didiagnosis dengan sindrom triple X (XXX) melalui analisis kariotipe. Meski tidak menunjukkan gejala yang signifikan, ia mengalami sedikit keterlambatan perkembangan motorik. Jika sindrom XXX terjadi akibat nondisjunction, apa yang mungkin terjadi selama pembelahan sel reproduktif, dan bagaimana kondisi ini memengaruhi jumlah kromosom seks pada wanita tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Sindrom XXX disebabkan oleh nondisjunction pada pembelahan sel reproduktif, baik pada meiosis 1 atau meiosis 2, di mana satu sel gamet (telur atau sperma) membawa dua kromosom X. Ketika gamet ini bergabung dengan gamet normal yang membawa satu kromosom X, hasilnya adalah seorang wanita dengan tiga kromosom X (XXX). Sindrom ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan, meskipun ada kasus yang menunjukkan keterlambatan perkembangan ringan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →