Fitri Learning

LatihanBiologi SMA Kelas 12

Bab 3: Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Biologi SMA Kelas 12 · 7 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Pada suatu penelitian, tanaman ditempatkan dalam kondisi stres kekeringan. Ketika kekeringan semakin parah, tanaman mulai menunjukkan gejala penutupan stomata, diikuti oleh pengguguran daun secara cepat. Peneliti mendapati peningkatan signifikan kadar asam absisat (ABA) dan gas etilen. Bagaimana interaksi kedua hormon ini memengaruhi respons tanaman terhadap stres, dan apa mekanisme yang terjadi di dalam jaringan tumbuhan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A Pembahasan: Jawaban yang benar adalah A. Ketika tumbuhan mengalami kekeringan, asam absisat (ABA) bertindak cepat untuk menutup stomata, yang mengurangi transpirasi dan mencegah kehilangan air lebih lanjut. Pada saat yang sama, stres yang berkepanjangan akan meningkatkan produksi etilen, yang memicu pengguguran daun. Pengguguran daun ini adalah respons adaptif untuk mengurangi luas permukaan yang menyebabkan kehilangan air, sehingga tanaman dapat mempertahankan air yang tersisa. Kedua hormon ini bekerja secara sinergis dalam respons tanaman terhadap kekeringan. Penjelasan opsi lainnya: • B: ABA tidak merangsang pembelahan sel di meristem batang selama kondisi stres kekeringan; fungsi utamanya adalah menutup stomata. • C: Etilen tidak membentuk jaringan pelindung, tetapi lebih berperan dalam penuaan dan pengguguran organ. • D: Etilen tidak menghambat produksi ABA; kedua hormon justru dapat bekerja bersama dalam respons terhadap stres. • E: ABA tidak menghambat produksi etilen; sebaliknya, etilen adalah faktor penting dalam respons terhadap stres.

  2. Soal

    Dalam sebuah eksperimen yang mempelajari perkembangan embrio, peneliti mendapati bahwa gangguan pada tahap blastulasi menyebabkan kegagalan pembentukan lapisan germinal pada tahap berikutnya. Jika blastulasi terganggu, manakah dari efek berikut yang paling mungkin terjadi pada tahap gastrulasi dan bagaimana hal ini memengaruhi pembentukan organ di tahap berikutnya?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B Pembahasan: Jawaban yang benar adalah B. Blastulasi adalah tahap penting di mana embrio berkembang menjadi blastula dengan blastocoel (rongga berisi cairan) yang memungkinkan migrasi sel selama gastrulasi. Jika blastulasi terganggu, blastocoel tidak terbentuk dengan benar, sehingga migrasi sel yang diperlukan untuk pembentukan lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, dan endoderm) pada tahap gastrulasi tidak dapat terjadi. Hal ini mengakibatkan kegagalan gastrulasi, sehingga pembentukan organ di tahap organogenesis tidak mungkin terjadi. Penjelasan opsi lainnya: • A: Gastrulasi tidak akan terjadi tanpa blastocoel, bukan hanya terganggunya pembentukan mesoderm. • C: Jika gastrulasi terganggu, pembentukan lapisan germinal tidak terjadi, dan ini berdampak pada semua organ, bukan hanya sistem saraf. • D: Tidak ada kemungkinan pembentukan mesoderm berlebihan dalam kasus kegagalan blastulasi. • E: Organogenesis bergantung pada keberhasilan gastrulasi, yang tidak bisa terjadi tanpa blastulasi

  3. Soal

    Sebuah eksperimen dilakukan pada perkembangan embrio mamalia, dan hasilnya menunjukkan bahwa ketika pembelahan sel terganggu pada tahap morulasi, beberapa lapisan germinal tidak terbentuk dengan baik selama gastrulasi. Berdasarkan hasil ini, bagaimana morulasi yang terganggu memengaruhi tahap organogenesis, dan apa konsekuensi spesifik yang terjadi pada perkembangan organ?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Jawaban yang benar adalah C. Morulasi adalah tahap awal di mana zigot mengalami serangkaian pembelahan sel mitosis tanpa pertumbuhan ukuran keseluruhan. Jika pembelahan sel terganggu pada tahap ini, jumlah sel yang diperlukan untuk membentuk lapisan germinal di tahap gastrulasi tidak akan cukup. Khususnya, pembentukan mesoderm—yang menjadi otot, tulang, dan sistem peredaran darah—akan terganggu, sehingga organ yang berasal dari lapisan mesoderm tidak dapat berkembang dengan baik pada tahap organogenesis. Penjelasan opsi lainnya: • A: Morulasi yang terganggu memengaruhi semua lapisan germinal, bukan hanya ektoderm. • B: Gangguan pada morulasi tidak meningkatkan jumlah sel ektoderm, melainkan justru mengurangi jumlah total sel. • D: Morulasi yang terganggu akan menghambat pembentukan lapisan, bukan mempercepat. • E: Morulasi yang terganggu sangat memengaruhi pembentukan lapisan germinal dan akan memengaruhi perkembangan organ pada tahap organogenesis.

  4. Soal

    Regenerasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk memperbaiki atau menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang atau rusak setelah tahap embrionik. Beberapa organisme, seperti cacing Planaria dan salamander, memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik, sedangkan pada manusia, kemampuan regenerasi terbatas. Berdasarkan pemahaman Anda tentang mekanisme regenerasi pada berbagai spesies, manakah pernyataan yang paling tepat terkait perbedaan mekanisme regenerasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya di tahap pasca embrio?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B Pembahasan: Jawaban yang benar adalah B. Pada salamander, kemampuan regenerasi yang lebih efisien dibandingkan manusia disebabkan oleh adanya sel punca (stem cells) yang tetap aktif di jaringan dewasa, memungkinkan regenerasi organ secara menyeluruh. Salamander, misalnya, dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang karena sel-sel di sekitar area yang terluka dapat berdiferensiasi ulang untuk membentuk jaringan baru. Sebaliknya, pada manusia, sel-sel tubuh yang telah terdiferensiasi memiliki kapasitas yang terbatas untuk mengalami proses regenerasi, sehingga kemampuan manusia untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh atau jaringan sangat terbatas. Penjelasan opsi lainnya: • A: Planaria masih mengalami diferensiasi sel, namun mereka memiliki populasi sel punca yang memungkinkan regenerasi, bukan karena tidak ada diferensiasi. • C: Regenerasi pada salamander juga dipengaruhi oleh sinyal molekuler dan hormonal, bukan hanya pada manusia. • D: Kecepatan mitosis tidak selalu menjadi faktor utama, melainkan kemampuan sel punca dalam berproliferasi dan berdiferensiasi ulang. • E: Totipotensi hanya ada pada sel embrionik awal, dan regenerasi pada organisme dewasa bergantung pada kemampuan sel untuk berdiferensiasi ulang, meskipun tidak memiliki totipotensi.

  5. Soal

    Dalam suatu ekosistem, dua spesies serangga yang berbeda ditemukan, satu spesies mengalami metamorfosis sempurna (holometabolisme) dan spesies lainnya mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolisme). Ilmuwan mengamati bahwa spesies dengan metamorfosis sempurna mengalami perubahan drastis dalam struktur tubuh dari tahap larva ke dewasa, sementara spesies lain hanya mengalami perubahan bertahap. Berdasarkan pengamatan ini, bagaimana perbedaan dalam siklus hidup kedua spesies memengaruhi strategi bertahan hidup dan kemampuan adaptasi mereka?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: Jawaban yang benar adalah C. Metamorfosis sempurna (holometabolisme) memungkinkan serangga menjalani dua fase yang sangat berbeda dalam siklus hidup mereka: fase larva dan fase dewasa (imago), yang biasanya memiliki pola makan dan habitat yang berbeda. Hal ini mengurangi kompetisi internal antara larva dan dewasa untuk sumber daya yang sama. Misalnya, pada kupu-kupu, larva (ulat) biasanya memakan dedaunan, sementara kupu-kupu dewasa memakan nektar, sehingga kedua tahap ini tidak saling bersaing. Sebaliknya, dalam metamorfosis tidak sempurna (hemimetabolisme), perubahan dari nimfa ke dewasa terjadi secara bertahap, dan nimfa sering berbagi habitat serta sumber makanan dengan individu dewasa, yang dapat meningkatkan kompetisi internal. Penjelasan opsi lainnya: • A: Pada metamorfosis sempurna, larva dan dewasa biasanya menempati habitat dan memanfaatkan sumber makanan yang berbeda. • B: Meskipun benar bahwa tidak ada tahap pupa dalam metamorfosis tidak sempurna, ini tidak berarti siklus reproduksi lebih efisien secara keseluruhan. • D: Perubahan bertahap tidak secara langsung memberikan keuntungan signifikan dalam menghadapi predasi. • E: Tidak selalu benar bahwa metamorfosis sempurna menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat. Energi yang diinvestasikan dalam pupa justru mendukung perkembangan bentuk dewasa yang lebih adaptif.

  6. Soal

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut mengenai karakteristik tumbuhan dikotil dan monokotil. Manakah kombinasi yang paling tepat? • • • Dikotil memiliki dua kotiledon, sementara monokotil memiliki satu kotiledon. • Dikotil memiliki pola pertulangan daun menjari atau menyirip, sementara monokotil memiliki pola pertulangan daun sejajar. • Pada dikotil, berkas pengangkut (xilem-floem) tersebar, sedangkan pada monokotil berkas pengangkut tersusun melingkar. • Dikotil memiliki akar tunggang, sedangkan monokotil memiliki akar serabut. • Pertumbuhan sekunder (penebalan batang) terjadi pada dikotil, tetapi tidak terjadi pada monokotil. Manakah kombinasi pernyataan yang paling tepat sesuai dengan karakteristik tumbuhan dikotil dan monokotil?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C Pembahasan: • Benar, dikotil memiliki dua kotiledon, dan monokotil memiliki satu kotiledon. • Benar, dikotil memiliki pola pertulangan daun menjari atau menyirip, dan monokotil memiliki pola pertulangan sejajar. • Salah, pada dikotil, berkas pengangkut (xilem dan floem) tersusun melingkar, sedangkan pada monokotil berkas tersebar. • Benar, dikotil memiliki akar tunggang, sementara monokotil memiliki akar serabut. • Benar, pertumbuhan sekunder (penebalan batang) terjadi pada dikotil tetapi tidak terjadi pada monokotil. Kombinasi yang tepat adalah 1, 2, 4, dan 5 benar, sedangkan 3 salah, jadi jawabannya adalah C.

  7. Soal

    Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan terjadi karena aktivitas kambium yang menghasilkan xilem dan floem sekunder, sehingga batang dan akar mengalami penebalan. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan proses dan dampak pertumbuhan sekunder? • Aktivitas kambium vaskular menghasilkan lebih banyak xilem sekunder daripada floem sekunder, menyebabkan penebalan batang terutama di bagian dalam. • Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan hanya terjadi di akar dan tidak memengaruhi batang. • Xilem sekunder berfungsi sebagai jaringan pengangkut air, sedangkan floem sekunder berfungsi dalam pengangkutan hasil fotosintesis. • Kambium gabus menghasilkan lapisan baru dari periderm yang menggantikan epidermis untuk melindungi batang yang semakin menebal. • Pertumbuhan sekunder terjadi karena aktivitas meristem apikal, yang memperpanjang batang dan akar. Manakah kombinasi pernyataan yang paling tepat terkait pertumbuhan sekunder?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B Pembahasan: Jawaban yang benar adalah B. Berikut adalah penjelasan untuk setiap pernyataan: • Benar. Aktivitas kambium vaskular menghasilkan lebih banyak xilem sekunder daripada floem sekunder, sehingga batang menebal terutama di bagian dalam (xilem membentuk bagian utama dari kayu). • Salah. Pertumbuhan sekunder terjadi baik di batang maupun di akar tumbuhan berkayu. • Benar. Xilem sekunder mengangkut air dan mineral, sedangkan floem sekunder mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. • Benar. Kambium gabus (felogen) membentuk lapisan periderm yang menggantikan epidermis pada batang yang menebal, melindungi tumbuhan dari kehilangan air dan infeksi. • Salah. Pertumbuhan sekunder terjadi karena aktivitas kambium, bukan meristem apikal. Meristem apikal bertanggung jawab untuk pertumbuhan primer (pemanjangan batang dan akar). Dengan demikian, pernyataan 1, 3, dan 4 benar, sehingga jawabannya adalah B.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →