Fitri Learning

LatihanKimia SMA Kelas 12

Bab 1: Perjalanan ke Dunia Larutan: Memahami Sifat Koligatif

Kimia SMA Kelas 12 · 20 soal · bagian 3 dari 3

  1. Soal

    Seorang siswa membandingkan dua larutan dengan zat terlarut non-volatil yang sama, tetapi konsentrasi larutan pertama lebih besar dibandingkan larutan kedua. Setelah melakukan pengamatan, siswa mencatat bahwa larutan pertama memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan larutan kedua. Manakah penjelasan terbaik untuk fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Larutan pertama memiliki tekanan uap yang lebih rendah dibandingkan larutan kedua, sehingga membeku pada suhu yang lebih rendah. Pembahasan: Penurunan titik beku larutan terjadi karena adanya zat terlarut yang menurunkan tekanan uap larutan. Semakin tinggi konsentrasi zat terlarut (seperti pada larutan pertama), semakin besar penurunan tekanan uap, sehingga larutan membeku pada suhu lebih rendah. Pilihan B salah karena Kf​ adalah sifat khas pelarut, tidak dipengaruhi oleh konsentrasi. Pilihan C salah karena jenis pelarut tidak berubah dalam kedua larutan. Pilihan D dan E salah karena sifat koligatif tidak bergantung pada massa zat atau pelarut, tetapi pada jumlah partikel zat terlarut.

  2. Soal

    Seorang ilmuwan membuat larutan dengan melarutkan 18 gram urea _4_2CH4​N2​O, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 200 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal (Kf​) untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan titik beku air murni adalah 0 °C. Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. -1,12 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): Mol urea=massa zat terlarutmassa molar=1860=0,3 mol = \frac{}{} = = 0,3 \, 2. Hitung molalitas larutan (mm): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,30,200=1,5 mol/kgm = \frac{}{} = = 1,5 \, 3. Hitung penurunan titik beku (ΔTf ): ΔTf=Kf⋅m=1,86⋅1,5=2,79 °C = m = 1,86 1,5 = 2,79 \, 4. Hitung titik beku larutan (Tf): Tf=Tf0−ΔTf=0−2,79=−1,12 °C = ^0 - = 0 - 2,79 = -1,12 \,

  3. Soal

    Seorang ilmuwan membuat larutan dengan melarutkan 18 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 200 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal () untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan titik beku air murni adalah 0 °C. Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. -1,12 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung penurunan titik beku (): 4. Hitung titik beku larutan ():

  4. Soal

    Seorang ilmuwan membuat larutan dengan melarutkan 18 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 200 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal () untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan titik beku air murni adalah 0 °C. Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. -2,79 °C Pembahasan: Untuk menyelesaikan soal ini, kita akan menggunakan persamaan penurunan titik beku: Di mana: - adalah penurunan titik beku (dalam ), - adalah tetapan penurunan titik beku molal (), - adalah molalitas larutan (). Langkah-langkah: 1. Menghitung mol urea: 2. Menghitung molalitas larutan: 3. Menghitung penurunan titik beku: 4. Menghitung titik beku larutan: Titik beku larutan adalah: Jawaban: Titik beku larutan tersebut adalah -2,79 °C.

  5. Soal

    Seorang ilmuwan membuat larutan dengan melarutkan 18 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 200 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal () untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan titik beku air murni adalah 0 °C. Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. -2,79 °C Pembahasan: Untuk menyelesaikan soal ini, kita akan menggunakan persamaan penurunan titik beku: Di mana: - adalah penurunan titik beku (dalam °C), - adalah tetapan penurunan titik beku molal (), - adalah molalitas larutan (). Langkah-langkah: 1. Menghitung mol urea: 2. Menghitung molalitas larutan: 3. Menghitung penurunan titik beku: 4. Menghitung titik beku larutan: Titik beku larutan adalah: Jawaban: Titik beku larutan tersebut adalah -2,79 °C.

  6. Soal

    Seorang ilmuwan membuat larutan dengan melarutkan 18 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 200 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal () untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan titik beku air murni adalah 0 °C. Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. -2,79 °C Pembahasan: Untuk menyelesaikan soal ini, kita akan menggunakan persamaan penurunan titik beku: Di mana: - adalah penurunan titik beku (dalam °C), - adalah tetapan penurunan titik beku molal (1,86°C·kg/mol), - adalah molalitas larutan (). Langkah-langkah: 1. Menghitung mol urea: 2. Menghitung molalitas larutan: 3. Menghitung penurunan titik beku: \Delta T_f = K_f \cdot m = 1,86\, ^\circ C \cdot 1,5\;\text{mol/kg} = 2,79\, ^\circ C. 4. Menghitung titik beku larutan: Titik beku larutan adalah: = 0°C - 2,79°C = -2,79°C. Jawaban: Titik beku larutan tersebut adalah -2,79 °C.

  7. Soal

    Seorang peneliti melarutkan 14,6 gram NaCl (massa molar=58,5 g/mol = 58,5 \, ) ke dalam 300 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal (Kf​) untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan NaCl terionisasi sempurna (i=2i = 2). Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. -1,86 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (NaCl): Mol NaCl=massa zat terlarutmassa molar=14,658,5=0,25 mol = \frac{}{} = = 0,25 \, 2. Hitung molalitas larutan (mm): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,250,300=0,833 mol/kg 3. Koreksi ionisasi dengan faktor van’t Hoff (ii): Karena NaCl terionisasi sempurna (i=2i = 2): Molalitas efektif=m⋅i=0,833⋅2=1,666 mol/kg 4. Hitung penurunan titik beku (ΔTf ​): ΔTf=Kf⋅molalitas efektif=1,86⋅1,666≈3,1 °C = = 1,86 1,666 3,1 \, 5. Hitung titik beku larutan (Tf): Tf=Tf0−ΔTf=0−3,1=−1,86 °C

  8. Soal

    Seorang peneliti melarutkan 14,6 gram NaCl () ke dalam 300 gram air. Diketahui tetapan penurunan titik beku molal () untuk air adalah 1,86 °C·kg/mol, dan NaCl terionisasi sempurna (). Berapakah titik beku larutan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. -1,86 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (NaCl): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Koreksi ionisasi dengan faktor van’t Hoff (): Karena NaCl terionisasi sempurna (): 4. Hitung penurunan titik beku (): \Delta T_f = K_f \cdot \text{molalitas efektif} = 1,86 \cdot 1,666 \approx 3,1 \, ^\circ \text{C}

  9. Soal

    Dalam sebuah diagram tekanan-temperatur (P-T), terdapat tiga kurva yang mewakili transisi antara fase-fase zat, yaitu kurva cair-gas, cair-padat, dan padat-gas. Seorang siswa membuat pernyataan berikut berdasarkan analisis diagram tersebut: • Pada kurva cair-gas, titik didih pelarut ditentukan oleh perpotongan kurva dengan tekanan atmosfer. • Pada kurva cair-padat, penurunan titik beku larutan ditunjukkan oleh pergeseran kurva ke arah suhu yang lebih rendah. • Titik triple adalah satu-satunya titik pada diagram P-T di mana tiga fase (padat, cair, gas) berada dalam kesetimbangan. Manakah pernyataan yang benar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Semua pernyataan benar Pembahasan: • Pernyataan 1 benar karena titik didih didefinisikan sebagai suhu di mana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmosfer, yang direpresentasikan pada kurva cair-gas. • Pernyataan 2 benar karena penurunan titik beku akibat zat terlarut menyebabkan pergeseran kurva cair-padat ke arah suhu yang lebih rendah. • Pernyataan 3 benar karena titik triple merupakan titik pada diagram P-T di mana ketiga fase zat berada dalam kesetimbangan sempurna. Dengan demikian, semua pernyataan benar.

  10. Soal

    Seorang ilmuwan mencatat bahwa penambahan zat terlarut non-volatil ke dalam pelarut murni menyebabkan perubahan pada diagram P-T larutan. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai perubahan ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Kurva cair-padat dan cair-gas keduanya bergeser karena penambahan zat terlarut menurunkan tekanan uap larutan. Pembahasan: Penambahan zat terlarut non-volatil menurunkan tekanan uap larutan, yang memengaruhi kurva cair-gas (kenaikan titik didih) dan cair-padat (penurunan titik beku). • Pilihan A salah karena kurva cair-gas tidak bergeser ke atas, tetapi lebih memanjang ke kanan karena peningkatan suhu mendidih. • Pilihan B salah karena pergeseran kurva cair-padat terjadi ke kiri dan ke bawah, bukan hanya ke kiri. • Pilihan C salah karena semua kurva dapat dipengaruhi secara tidak langsung oleh penurunan tekanan uap. • Pilihan E salah karena kurva padat-gas jarang terpengaruh oleh zat terlarut non-volatil.

  11. Soal

    Seorang siswa membaca bahwa tekanan osmotik adalah salah satu sifat koligatif larutan yang bergantung pada konsentrasi zat terlarut. Siswa tersebut membuat pernyataan berikut: • Tekanan osmotik meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi zat terlarut dalam larutan. • Tekanan osmotik terjadi karena perbedaan konsentrasi antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. • Zat terlarut non-elektrolit memberikan tekanan osmotik lebih besar dibandingkan zat elektrolit dengan konsentrasi yang sama. Manakah pernyataan yang benar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar Pembahasan: • Pernyataan 1 benar karena tekanan osmotik (ππ) sebanding dengan konsentrasi molar zat terlarut sesuai persamaan π=M⋅R⋅T = M R Tπ=M⋅R⋅T. • Pernyataan 2 benar karena tekanan osmotik muncul akibat aliran pelarut dari larutan dengan konsentrasi lebih rendah ke larutan dengan konsentrasi lebih tinggi melalui membran semipermeabel. • Pernyataan 3 salah karena zat elektrolit, yang menghasilkan lebih banyak partikel setelah ionisasi, memberikan tekanan osmotik lebih besar dibandingkan zat non-elektrolit pada konsentrasi yang sama.

  12. Soal

    Seorang ilmuwan melakukan eksperimen dengan membran semipermeabel yang memisahkan air murni dari larutan garam. Setelah beberapa waktu, ilmuwan mencatat bahwa air mengalir ke dalam larutan garam. Manakah pernyataan yang paling tepat menjelaskan fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Air mengalir menuju larutan garam karena tekanan osmotik larutan lebih besar dibandingkan air murni. Pembahasan: Tekanan osmotik adalah tekanan yang dihasilkan oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Dalam eksperimen ini, larutan garam memiliki tekanan osmotik lebih besar karena mengandung zat terlarut. • Pilihan A salah karena tekanan osmotik larutan lebih besar, bukan lebih rendah. • Pilihan C salah karena air mengalir menuju larutan garam untuk menyeimbangkan tekanan osmotik, bukan untuk menyamakan konsentrasi. • Pilihan D salah karena membran semipermeabel hanya memungkinkan pelarut (air) bergerak, bukan zat terlarut. • Pilihan E salah karena larutan memiliki tekanan uap lebih rendah dibandingkan air murni.

  13. Soal

    Seorang siswa mencatat bahwa garam dapur (NaCl) sering ditambahkan ke jalanan bersalju untuk mencairkan es pada musim dingin. Setelah mempelajari sifat koligatif, siswa membuat beberapa pernyataan: • Garam menurunkan titik beku air karena larutan garam memiliki tekanan uap lebih rendah dibandingkan air murni. • Ion Na+^+ dan Cl−^- yang dihasilkan dari NaCl meningkatkan efek penurunan titik beku dibandingkan zat non-elektrolit. • Penurunan titik beku air oleh garam tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, hanya oleh konsentrasi larutan. Manakah pernyataan yang benar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar Pembahasan: • Pernyataan 1 benar karena sifat koligatif seperti penurunan titik beku terjadi akibat tekanan uap larutan lebih rendah dibandingkan pelarut murni. • Pernyataan 2 benar karena ionisasi NaCl menghasilkan lebih banyak partikel (dua ion per molekul), meningkatkan efek sifat koligatif seperti penurunan titik beku. • Pernyataan 3 salah karena suhu lingkungan memengaruhi proses pencairan es. Jika suhu terlalu rendah, larutan garam tidak cukup untuk mencegah pembekuan. Dengan demikian, hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar.

  14. Soal

    Seorang ilmuwan membandingkan dua larutan berikut: • Larutan X: 1 mol urea (_4_2CH4​N2​O), zat non-elektrolit, dilarutkan ke dalam 1 kg air. • Larutan Y: 1 mol NaCl, elektrolit kuat, dilarutkan ke dalam 1 kg air. Setelah pengamatan, ilmuwan menemukan bahwa larutan Y memiliki efek penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku yang lebih besar dibandingkan larutan X. Apa penjelasan paling logis untuk fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Larutan Y memiliki jumlah total partikel lebih banyak karena ionisasi NaCl dalam air. Pembahasan: Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada jumlah total partikel zat terlarut dalam larutan. NaCl, sebagai elektrolit kuat, terionisasi menjadi Na+^+Na+ dan Cl−^-Cl−, menghasilkan dua kali jumlah partikel dibandingkan urea, yang tidak terionisasi. Ini menyebabkan larutan Y memiliki efek sifat koligatif lebih besar. • Pilihan A salah karena massa molar zat tidak memengaruhi sifat koligatif. • Pilihan C salah karena Kb​ dan Kf​ hanya bergantung pada pelarut, bukan zat terlarut. • Pilihan D salah karena sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pelarut. • Pilihan E salah karena ukuran molekul tidak relevan terhadap sifat koligatif.

  15. Soal

    Seorang ilmuwan membandingkan dua larutan berikut: - Larutan X: 1 mol urea (), zat non-elektrolit, dilarutkan ke dalam 1 kg air. - Larutan Y: 1 mol NaCl, elektrolit kuat, dilarutkan ke dalam 1 kg air. Setelah pengamatan, ilmuwan menemukan bahwa larutan Y memiliki efek penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku yang lebih besar dibandingkan larutan X. Apa penjelasan paling logis untuk fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Larutan Y memiliki jumlah total partikel lebih banyak karena ionisasi NaCl dalam air. Pembahasan: Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada jumlah total partikel zat terlarut dalam larutan. NaCl, sebagai elektrolit kuat, terionisasi menjadi dan , menghasilkan dua kali jumlah partikel dibandingkan urea, yang tidak terionisasi. Ini menyebabkan larutan Y memiliki efek sifat koligatif lebih besar. - Pilihan A salah karena massa molar zat tidak memengaruhi sifat koligatif. - Pilihan C salah karena dan hanya bergantung pada pelarut, bukan zat terlarut. - Pilihan D salah karena sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pelarut. - Pilihan E salah karena ukuran molekul tidak relevan terhadap sifat koligatif.

  16. Soal

    Saat musim dingin, garam sering ditaburkan di jalanan yang tertutup es untuk mencegah pembentukan es atau mencairkan es yang sudah ada. Seorang siswa mengamati bahwa setelah menaburkan garam, es mencair lebih cepat meskipun suhu di lingkungan tetap di bawah 0 °C. Apa penjelasan terbaik untuk fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Garam menurunkan titik beku air, sehingga es mencair pada suhu di bawah 0 °C. Pembahasan: Penurunan titik beku adalah sifat koligatif larutan yang terjadi ketika zat terlarut, seperti garam, ditambahkan ke pelarut murni (air). Ion-ion dari garam mengganggu pembentukan kristal es, sehingga air tetap cair pada suhu yang lebih rendah dari 0 °C. • Pilihan A salah karena garam tidak meningkatkan suhu. • Pilihan B salah karena penguapan tidak relevan dalam situasi ini. • Pilihan D salah karena reaksi antara garam dan air tidak bersifat eksotermis. • Pilihan E salah karena garam tidak membentuk lapisan pelindung.

  17. Soal

    Dalam dunia medis, larutan infus sering digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Infus dibuat isotonik dengan cairan tubuh untuk mencegah kerusakan sel. Seorang siswa bertanya mengapa larutan isotonik sangat penting. Apa penjelasan yang paling logis?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Larutan isotonik memiliki tekanan osmotik yang sama dengan cairan tubuh, sehingga mencegah sel menyerap atau kehilangan air secara berlebihan. Pembahasan: Tekanan osmotik larutan infus yang isotonik mencegah perpindahan air yang berlebihan ke dalam atau keluar dari sel melalui membran semipermeabel. Hal ini menjaga keseimbangan osmotik dan mencegah sel mengalami hemolisis (pecah) atau plasmolisis (penyusutan). • Pilihan B salah karena elektrolit dalam larutan isotonik seimbang, bukan lebih sedikit. • Pilihan C salah karena larutan isotonik tidak meningkatkan tekanan darah secara langsung. • Pilihan D salah karena titik didih tidak relevan dalam larutan infus. • Pilihan E salah karena metabolisme tidak terkait langsung dengan sifat isotonik larutan.

  18. Soal

    Seorang koki memperhatikan bahwa ketika ia menambahkan garam ke dalam air mendidih saat memasak pasta, air tampak lebih lambat menguap dibandingkan air mendidih tanpa garam. Apa yang menyebabkan hal ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Garam menurunkan tekanan uap air, sehingga mengurangi laju penguapan. Pembahasan: Ketika garam ditambahkan ke air, tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan uap air murni karena ion-ion garam mengurangi jumlah molekul air di permukaan yang dapat menguap. • Pilihan A salah karena garam menurunkan tekanan uap, bukan meningkatkannya. • Pilihan B salah karena viskositas air tidak signifikan dalam memengaruhi penguapan. • Pilihan D salah karena kenaikan titik didih tidak terkait langsung dengan laju penguapan. • Pilihan E salah karena garam tidak membentuk lapisan pelindung.

  19. Soal

    Sebuah kendaraan menggunakan cairan pendingin berbasis etilen glikol untuk melindungi mesin dari pembekuan dan overheating. Mengapa larutan etilen glikol lebih efektif daripada air murni untuk sistem pendingin?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Larutan etilen glikol menurunkan titik beku dan menaikkan titik didih, sehingga melindungi mesin pada suhu ekstrem. Pembahasan: Larutan etilen glikol adalah solusi yang memanfaatkan sifat koligatif untuk menurunkan titik beku (mencegah pembekuan pada suhu dingin) dan menaikkan titik didih (mencegah penguapan pada suhu panas). Hal ini membuat larutan ini ideal untuk melindungi mesin kendaraan dari suhu ekstrem. • Pilihan A salah karena tekanan uap larutan etilen glikol lebih rendah, bukan lebih tinggi. • Pilihan C salah karena larutan ini memiliki konsentrasi zat terlarut yang cukup tinggi. • Pilihan D salah karena sifat koligatif tidak secara langsung meningkatkan laju perpindahan panas. • Pilihan E salah karena tekanan osmotik tidak relevan dalam konteks sistem pendingin kendaraan.

  20. Soal

    Seorang peneliti menjelaskan bahwa teknologi reverse osmosis digunakan untuk memurnikan air laut menjadi air minum dengan menggunakan membran semipermeabel. Selama proses ini, tekanan tinggi diberikan pada sisi larutan garam untuk memaksa air melewati membran. Mengapa teknologi ini efektif untuk memurnikan air laut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Tekanan tinggi menyebabkan molekul air bergerak melawan gradien konsentrasi melalui membran semipermeabel, meninggalkan garam di sisi lain. Pembahasan: Reverse osmosis bekerja dengan memberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotik pada larutan garam, memaksa molekul air murni melewati membran semipermeabel, sedangkan ion-ion garam tertinggal. • Pilihan A salah karena membran semipermeabel hanya memungkinkan molekul air lewat, bukan garam. • Pilihan C salah karena tekanan tinggi melawan tekanan osmotik, bukan meningkatkan tekanan osmotik. • Pilihan D salah karena proses ini tidak memanaskan air. • Pilihan E salah karena larutan isotonik tidak terbentuk dalam reverse osmosis.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →