-
Soal
Seorang siswa melakukan eksperimen dengan dua larutan: • Larutan A: 1 mol zat non-volatil dilarutkan dalam 1 kg air. • Larutan B: 0,5 mol zat non-volatil dilarutkan dalam 1 kg air. Setelah mengukur titik didih kedua larutan, siswa mendapati bahwa kenaikan titik didih larutan A lebih besar dibandingkan larutan B. Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Larutan A memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi dibandingkan larutan B. Pembahasan: 1. Kenaikan Titik Didih: Kenaikan titik didih () adalah sifat koligatif yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan. Rumusnya: Di mana: - : Tetapan kenaikan titik didih molal (bergantung pada pelarut). - : Molalitas larutan (). 2. Perbandingan Larutan A dan B: - Larutan A: - Larutan B: 3. Kesimpulan: Karena molalitas larutan A lebih besar, kenaikan titik didih () pada larutan A lebih besar dibandingkan larutan B. Sifat koligatif hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenisnya.
-
Soal
Seorang peneliti menggunakan dua pelarut berbeda: pelarut X dan pelarut Y, masing-masing dengan Kb tertentu. Ketika larutan dengan konsentrasi dan jenis zat terlarut yang sama dibuat menggunakan kedua pelarut, larutan berbasis pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan larutan berbasis pelarut Y. Manakah penjelasan paling logis untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Pelarut X memiliki tetapan kenaikan titik didih molal ( Kb ) yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y. Pembahasan: Tetapan kenaikan titik didih molal ( Kb ) adalah sifat khas pelarut yang menunjukkan seberapa besar kenaikan titik didih untuk setiap molalitas larutan. Jika pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y meskipun konsentrasi dan jenis zat terlarut sama, hal ini menunjukkan bahwa Kb K untuk pelarut X lebih kecil dibandingkan pelarut Y. Pilihan A salah karena tekanan uap tidak secara langsung menentukan Kb . Pilihan C salah karena konsentrasi zat terlarut sudah dinyatakan sama. Pilihan D salah karena sifat kimia pelarut tidak relevan untuk membandingkan Kb . Pilihan E salah karena massa molar pelarut tidak memengaruhi nilai Kb .
-
Soal
Seorang peneliti menggunakan dua pelarut berbeda: pelarut X dan pelarut Y, masing-masing dengan tertentu. Ketika larutan dengan konsentrasi dan jenis zat terlarut yang sama dibuat menggunakan kedua pelarut, larutan berbasis pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan larutan berbasis pelarut Y. Manakah penjelasan paling logis untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Pelarut X memiliki tetapan kenaikan titik didih molal () yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y. Pembahasan: Tetapan kenaikan titik didih molal () adalah sifat khas pelarut yang menunjukkan seberapa besar kenaikan titik didih untuk setiap molalitas larutan. Jika pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y meskipun konsentrasi dan jenis zat terlarut sama, hal ini menunjukkan bahwa untuk pelarut X lebih kecil dibandingkan pelarut Y. - Pilihan A salah karena tekanan uap tidak secara langsung menentukan . - Pilihan C salah karena konsentrasi zat terlarut sudah dinyatakan sama. - Pilihan D salah karena sifat kimia pelarut tidak relevan untuk membandingkan . - Pilihan E salah karena massa molar pelarut tidak memengaruhi nilai .
-
Soal
Seorang peneliti menggunakan dua pelarut berbeda: pelarut X dan pelarut Y, masing-masing dengan tertentu. Ketika larutan dengan konsentrasi dan jenis zat terlarut yang sama dibuat menggunakan kedua pelarut, larutan berbasis pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan larutan berbasis pelarut Y. Manakah penjelasan paling logis untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Pelarut X memiliki tetapan kenaikan titik didih molal () yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y. Pembahasan: Tetapan kenaikan titik didih molal () adalah sifat khas pelarut yang menunjukkan seberapa besar kenaikan titik didih untuk setiap molalitas larutan. Jika pelarut X memiliki kenaikan titik didih yang lebih kecil dibandingkan pelarut Y meskipun konsentrasi dan jenis zat terlarut sama, hal ini menunjukkan bahwa untuk pelarut X lebih kecil dibandingkan pelarut Y. - Pilihan A salah karena tekanan uap tidak secara langsung menentukan . - Pilihan C salah karena konsentrasi zat terlarut sudah dinyatakan sama. - Pilihan D salah karena sifat kimia pelarut tidak relevan untuk membandingkan . - Pilihan E salah karena massa molar pelarut tidak memengaruhi nilai .
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 30 gram urea CH4N2O, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air (Kb) adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,256 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): Mol urea=massa ureamassa molar urea=3060=0,5 mol 2. Hitung molalitas larutan (mmm): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,50,5=1 mol/kg 3. Hitung kenaikan titik didih (ΔTb ΔTb): ΔTb=Kb⋅m=0,512⋅1=0,512 °C = m = 0,512 1 = 0,512 \, 4. Hitung titik didih larutan (Tb): Tb=Tb0+ΔTb=100+0,512=100,256 °C
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 30 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air () adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,256 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung kenaikan titik didih (): 4. Hitung titik didih larutan ():
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 30 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air () adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,256 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung kenaikan titik didih (): 4. Hitung titik didih larutan ():
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 30 gram urea (, massa molar = 60 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air () adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,256 °C Pembahasan: 1. Hitung mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung kenaikan titik didih (): \Delta T_b = K_b \cdot m = 0,512 \cdot 1 = 0,512 \, ^\circ \text{C} 4. Hitung titik didih larutan (): T_b = T_b^0 + \Delta T_b = 100 + 0,512 = 100,256 \, ^\circ \text{C}
-
Soal
Seorang peneliti mengukur kenaikan titik didih larutan urea CH4N2O, massa molar = 60 g/mol) yang dibuat dengan melarutkan 30 gram urea ke dalam 250 gram air. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa titik didih larutan naik sebesar 0,384 °C. Berdasarkan data ini, tentukan nilai tetapan kenaikan titik didih molal (Kb) untuk air!
Lihat pembahasan
Jawaban: C. 0,512 °C·kg/mol Pembahasan: 1. Hitung jumlah mol zat terlarut (urea): Mol urea=massa ureamassa molar urea=3060=0,5 mol = \frac{}{} = = 0,5 \, 2. Hitung molalitas larutan (mm): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,50,250=2 mol/kgm = \frac{}{} = = 2 \, 3. Gunakan rumus kenaikan titik didih untuk menentukan Kb: Rumus kenaikan titik didih adalah: ΔTb=Kb⋅m = mSubstitusi nilai yang diketahui: 0,384=Kb⋅20,384 = 2 Kb=0,3842=0,512 °C/ kg/mol
-
Soal
Seorang peneliti mengukur kenaikan titik didih larutan urea (, massa molar = 60 g/mol) yang dibuat dengan melarutkan 30 gram urea ke dalam 250 gram air. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa titik didih larutan naik sebesar 0,384 °C. Berdasarkan data ini, tentukan nilai tetapan kenaikan titik didih molal () untuk air!
Lihat pembahasan
Jawaban: C. 0,512 °C·kg/mol Pembahasan: 1. Hitung jumlah mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Gunakan rumus kenaikan titik didih untuk menentukan : Rumus kenaikan titik didih: Substitusi nilai yang diketahui:
-
Soal
Seorang peneliti mengukur kenaikan titik didih larutan urea (, massa molar = 60 g/mol) yang dibuat dengan melarutkan 30 gram urea ke dalam 250 gram air. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa titik didih larutan naik sebesar 0,384 °C. Berdasarkan data ini, tentukan nilai tetapan kenaikan titik didih molal () untuk air!
Lihat pembahasan
Jawaban: C. 0,512 °C·kg/mol Pembahasan: 1. Hitung jumlah mol zat terlarut (urea): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Gunakan rumus kenaikan titik didih untuk menentukan : Rumus kenaikan titik didih: Substitusi nilai yang diketahui: K_b = \frac{0,384}{2} = 0,512 \, ^\circ \text{C} \cdot \text{kg/mol}
-
Soal
Seorang siswa sedang mempelajari larutan dan menemukan bahwa molalitas adalah salah satu cara untuk menyatakan konsentrasi larutan. Siswa mencatat beberapa pernyataan tentang molalitas: • Molalitas bergantung pada jumlah mol zat terlarut dan massa pelarut dalam kilogram. • Molalitas dapat berubah jika suhu larutan berubah. • Molalitas lebih stabil dibandingkan molaritas pada kondisi suhu yang bervariasi. Manakah pernyataan yang benar?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Hanya pernyataan 1 dan 3 yang benar Pembahasan: Molalitas didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. Karena bergantung pada massa pelarut, bukan volume larutan, molalitas tidak berubah dengan variasi suhu (pernyataan 2 salah). Hal ini membuat molalitas lebih stabil dibandingkan molaritas, yang bergantung pada volume larutan yang dapat berubah karena pemuaian atau penyusutan (pernyataan 3 benar). Dengan demikian, hanya pernyataan 1 dan 3 yang benar.
-
Soal
Dalam suatu eksperimen, seorang peneliti mencatat bahwa larutan dengan konsentrasi 1 molal memiliki efek sifat koligatif yang lebih besar dibandingkan larutan dengan konsentrasi 0,5 molal. Pernyataan berikut mencoba menjelaskan hal ini. Manakah yang paling tepat?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Molalitas menentukan jumlah partikel zat terlarut, sehingga sifat koligatif lebih besar pada larutan dengan molalitas lebih tinggi. Pembahasan: Molalitas menggambarkan jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. Semakin tinggi molalitas, semakin banyak partikel zat terlarut yang memengaruhi sifat koligatif seperti penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku. Pilihan A salah karena sifat koligatif tidak bergantung pada jenis zat terlarut, melainkan jumlah partikel. Pilihan C salah karena tekanan uap larutan lebih rendah pada molalitas tinggi. Pilihan D salah karena sifat koligatif juga dipengaruhi oleh ionisasi (pada larutan elektrolit). Pilihan E salah karena molalitas tinggi menunjukkan jumlah partikel lebih besar, bukan lebih kecil.
-
Soal
Seorang ilmuwan melarutkan 25 gram NaCl (massa molar=58,5 g/mol) ke dalam 200 gram air untuk membuat larutan. Hitung molalitas larutan tersebut.
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 1,07 mol/kg Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (NaCl): Mol NaCl=massa zat terlarutmassa molar=2558,5≈0,427 mol 2. Konversi massa pelarut (air) menjadi kilogram: Massa air=200 g=0,200 kg 3. Gunakan rumus molalitas (mmm): Molalitas (mm) didefinisikan sebagai: m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)m = \frac{}{} Substitusi nilai: m=0,4270,200≈1,07 mol/kgm = 1,07 \,
-
Soal
Seorang ilmuwan melarutkan 25 gram NaCl () ke dalam 200 gram air untuk membuat larutan. Hitung molalitas larutan tersebut.
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 1,07 mol/kg Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (NaCl): 2. Konversi massa pelarut (air) menjadi kilogram: 3. Gunakan rumus molalitas (): Molalitas () didefinisikan sebagai: Substitusi nilai: 4. Kesimpulan: Molalitas larutan adalah , sehingga jawaban yang benar adalah B.
-
Soal
Seorang siswa sedang mempelajari kenaikan titik didih larutan dan mencatat beberapa pengamatan: • Larutan dengan zat terlarut non-volatil mendidih pada suhu lebih tinggi dibandingkan pelarut murni. • Besarnya kenaikan titik didih bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut dalam larutan. • Jenis pelarut tidak memengaruhi kenaikan titik didih larutan. Berdasarkan pengamatan tersebut, manakah pernyataan yang benar?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar Pembahasan: Kenaikan titik didih larutan terjadi karena tekanan uap larutan lebih rendah dibandingkan pelarut murni, sehingga suhu yang lebih tinggi diperlukan untuk mendidih (pernyataan 1 benar). Besarnya kenaikan titik didih (ΔTb ) bergantung pada molalitas dan jumlah partikel zat terlarut, sehingga konsentrasi partikel zat terlarut memengaruhi fenomena ini (pernyataan 2 benar). Namun, jenis pelarut memengaruhi nilai tetapan kenaikan titik didih molal (Kb), sehingga pernyataan 3 salah.
-
Soal
Seorang siswa sedang mempelajari kenaikan titik didih larutan dan mencatat beberapa pengamatan: • Larutan dengan zat terlarut non-volatil mendidih pada suhu lebih tinggi dibandingkan pelarut murni. • Besarnya kenaikan titik didih bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut dalam larutan. • Jenis pelarut tidak memengaruhi kenaikan titik didih larutan. Berdasarkan pengamatan tersebut, manakah pernyataan yang benar?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar Pembahasan: Kenaikan titik didih larutan terjadi karena tekanan uap larutan lebih rendah dibandingkan pelarut murni, sehingga suhu yang lebih tinggi diperlukan untuk mendidih (pernyataan 1 benar). Besarnya kenaikan titik didih () bergantung pada molalitas dan jumlah partikel zat terlarut, sehingga konsentrasi partikel zat terlarut memengaruhi fenomena ini (pernyataan 2 benar). Namun, jenis pelarut memengaruhi nilai tetapan kenaikan titik didih molal (), sehingga pernyataan 3 salah
-
Soal
Seorang ilmuwan mencatat bahwa larutan NaCl mendidih pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan larutan glukosa dengan konsentrasi awal yang sama. Apa penjelasan terbaik untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. NaCl meningkatkan titik didih lebih besar karena menghasilkan lebih banyak partikel dalam larutan dibandingkan glukosa. Pembahasan: NaCl adalah elektrolit kuat yang terionisasi sempurna menjadi ion Na+Na^+ dan Cl−Cl^-, menghasilkan dua kali jumlah partikel dibandingkan glukosa, yang merupakan non-elektrolit. Kenaikan titik didih (ΔTb ) bergantung pada jumlah total partikel dalam larutan, bukan sifat kimia zat terlarut. Pilihan A salah karena Kb ditentukan oleh pelarut, bukan zat terlarut. Pilihan C salah karena larutan elektrolit memiliki tekanan uap lebih rendah. Pilihan D salah karena massa molar zat tidak memengaruhi kenaikan titik didih. Pilihan E salah karena jumlah partikel memainkan peran utama dalam sifat koligatif seperti kenaikan titik didih.
-
Soal
Seorang ilmuwan mencatat bahwa larutan NaCl mendidih pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan larutan glukosa dengan konsentrasi awal yang sama. Apa penjelasan terbaik untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. NaCl meningkatkan titik didih lebih besar karena menghasilkan lebih banyak partikel dalam larutan dibandingkan glukosa. Pembahasan: NaCl adalah elektrolit kuat yang terionisasi sempurna menjadi ion dan , menghasilkan dua kali jumlah partikel dibandingkan glukosa, yang merupakan non-elektrolit. Kenaikan titik didih () bergantung pada jumlah total partikel dalam larutan, bukan sifat kimia zat terlarut. - Pilihan A salah karena ditentukan oleh pelarut, bukan zat terlarut. - Pilihan C salah karena larutan elektrolit memiliki tekanan uap lebih rendah. - Pilihan D salah karena massa molar zat tidak memengaruhi kenaikan titik didih. - Pilihan E salah karena jumlah partikel memainkan peran utama dalam sifat koligatif seperti kenaikan titik didih.
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 20 gram glukosa _{12}H12O6, massa molar = 180 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air ( ) adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaba Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (glukosa): Mol glukosa=massa glukosamassa molar glukosa=20180≈0,111 mol = \frac{}{} = 0,111 \, 2. Hitung molalitas larutan (mmm): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,1110,500=0,222 mol/kgm = \frac{}{} = = 0,222 \, 3. Hitung kenaikan titik didih (ΔTb ΔTb): Rumus kenaikan titik didih adalah: ΔTb=Kb⋅m = m ΔTb=0,512⋅0,222≈0,057 °C = 0,512 0,222 0,057 \, 4. Tentukan titik didih larutan (Tb): Tb=Tb0+ΔTb=100+0,057=100,057 °C = ^0 + = 100 + 0,057 = 100,057 \,
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 20 gram glukosa _{12} C6H12O6, massa molar = 180 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air ( Kb) adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (glukosa): Mol glukosa=massa glukosamassa molar glukosa=20180≈0,111 mol = \frac{}{} = 0,111 \, 2. Hitung molalitas larutan ( mm m): m=mol zat terlarutmassa pelarut (kg)=0,1110,500=0,222 mol/kgm = \frac{}{} = = 0,222 \, 3. Hitung kenaikan titik didih ( ΔTb ΔTb): Rumus kenaikan titik didih adalah: ΔTb=Kb⋅m = m ΔTb=0,512⋅0,222≈0,057 °C = 0,512 0,222 0,057 \, 4. Tentukan titik didih larutan ( Tb Tb): Tb=Tb0+ΔTb=100+0,057=100,057 °C = ^0 + = 100 + 0,057 = 100,057 \,
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 20 gram glukosa (, massa molar = 180 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air () adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,057 °C Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (glukosa): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung kenaikan titik didih (): Rumus kenaikan titik didih: 4. Tentukan titik didih larutan ():
-
Soal
Seorang peneliti membuat larutan dengan melarutkan 20 gram glukosa (, massa molar = 180 g/mol) ke dalam 500 gram air. Diketahui tetapan kenaikan titik didih molal air () adalah 0,512 °C·kg/mol, dan titik didih air murni adalah 100 °C. Berapakah titik didih larutan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. 100,057 °C Pembahasan: 1. Tentukan mol zat terlarut (glukosa): 2. Hitung molalitas larutan (): 3. Hitung kenaikan titik didih (): Rumus kenaikan titik didih: \Delta T_b = 0,512 \cdot 0,222 \approx 0,057 \, ^\circ \text{C} 4. Tentukan titik didih larutan (): T_b = T_b^0 + \Delta T_b = 100 + 0,057 = 100,057 \, ^\circ \text{C}
-
Soal
Seorang ilmuwan mencatat bahwa larutan dengan zat terlarut non-volatil memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan pelarut murni. Ia membuat beberapa pernyataan tentang fenomena ini: • Penurunan titik beku disebabkan oleh penurunan tekanan uap larutan dibandingkan pelarut murni. • Besarnya penurunan titik beku bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan. • Jenis zat terlarut memengaruhi penurunan titik beku secara signifikan, bahkan jika jumlah partikel sama. Manakah pernyataan yang benar?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Hanya pernyataan 1 dan 2 yang benar Pembahasan: Penurunan titik beku (ΔTf) terjadi karena tekanan uap larutan lebih rendah dibandingkan pelarut murni, sehingga suhu yang lebih rendah diperlukan untuk membekukan larutan (pernyataan 1 benar). Besarnya penurunan titik beku bergantung pada jumlah total partikel dalam larutan, bukan jenisnya (pernyataan 2 benar). Jenis zat terlarut tidak memengaruhi sifat koligatif, sehingga pernyataan 3 salah.
-
Soal
Seorang siswa membandingkan dua larutan dengan zat terlarut non-volatil yang sama, tetapi konsentrasi larutan pertama lebih besar dibandingkan larutan kedua. Setelah melakukan pengamatan, siswa mencatat bahwa larutan pertama memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan larutan kedua. Manakah penjelasan terbaik untuk fenomena ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Larutan pertama memiliki tekanan uap yang lebih rendah dibandingkan larutan kedua, sehingga membeku pada suhu yang lebih rendah. Pembahasan: Penurunan titik beku larutan terjadi karena adanya zat terlarut yang menurunkan tekanan uap larutan. Semakin tinggi konsentrasi zat terlarut (seperti pada larutan pertama), semakin besar penurunan tekanan uap, sehingga larutan membeku pada suhu lebih rendah. Pilihan B salah karena Kf adalah sifat khas pelarut, tidak dipengaruhi oleh konsentrasi. Pilihan C salah karena jenis pelarut tidak berubah dalam kedua larutan. Pilihan D dan E salah karena sifat koligatif tidak bergantung pada massa zat atau pelarut, tetapi pada jumlah partikel zat terlarut.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp