Fitri Learning

LatihanKimia SMA Kelas 12

Bab 5: Polimer dan Makromolekul

Kimia SMA Kelas 12 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Polimer dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini yang bukan merupakan contoh polimer adalah..

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Aluminium Pembahasan: Polimer adalah molekul besar yang terdiri dari rantai panjang unit-unit berulang yang disebut monomer. Contoh polimer meliputi polietilena (plastik), selulosa (komponen utama dinding sel tumbuhan), dan protein (dibentuk oleh asam amino). Aluminium adalah unsur logam dan bukan termasuk polimer karena tidak memiliki struktur yang terdiri dari monomer berulang.

  2. Soal

    Jenis reaksi pembentukan polimer dapat dibedakan berdasarkan mekanisme reaksinya. Apa saja jenis reaksi polimerisasi berdasarkan reaksi pembentukannya?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Reaksi adisi dan reaksi kondensasi Pembahasan: Polimerisasi dapat dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan reaksi pembentukannya: • Polimerisasi adisi: Monomer dengan ikatan rangkap (seperti C=C) bergabung tanpa menghasilkan produk sampingan. Contohnya polietilena dan polipropilena. • Polimerisasi kondensasi: Monomer bergabung dengan pelepasan molekul kecil seperti air atau alkohol sebagai produk sampingan. Contohnya nylon dan poliester.

  3. Soal

    Di bawah ini adalah pasangan monomer dan polimer. Manakah pasangan yang benar untuk reaksi polimerisasi adisi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Vinil klorida () → Polivinil klorida () Pembahasan: Reaksi polimerisasi adisi terjadi ketika monomer dengan ikatan rangkap bergabung tanpa menghasilkan produk sampingan. Penjelasan untuk setiap pasangan adalah sebagai berikut: 1. A. Etilena () → Polistirena () Salah. Etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena, bukan polistirena. 2. B. Vinil klorida () → Polivinil klorida () Benar. Vinil klorida mengalami reaksi adisi membentuk polivinil klorida (PVC): 3. C. Propilena () → Polibutadiena () Salah. Propilena membentuk polipropilena, sedangkan polibutadiena berasal dari butadiena. 4. D. Stiren () → Polipropilena () Salah. Stiren membentuk polistirena, bukan polipropilena. 5. E. Butadiena () → Nylon ((\text{[CO-(CH_2)_6-NH]})_n) Salah. Butadiena membentuk polibutadiena melalui reaksi adisi, sedangkan nylon adalah hasil reaksi kondensasi. Jawaban yang benar adalah: B. Vinil klorida () → Polivinil klorida ()

  4. Soal

    Di bawah ini adalah pasangan monomer dan polimer. Manakah pasangan yang benar untuk reaksi polimerisasi adisi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Vinil klorida () → Polivinil klorida () Pembahasan: Reaksi polimerisasi adisi terjadi ketika monomer dengan ikatan rangkap bergabung tanpa menghasilkan produk sampingan. Penjelasan untuk setiap pasangan adalah sebagai berikut: 1. A. Etilena () → Polistirena () Salah. Etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena, bukan polistirena. 2. B. Vinil klorida () → Polivinil klorida () Benar. Vinil klorida mengalami reaksi adisi membentuk polivinil klorida (PVC): 3. C. Propilena () → Polibutadiena () Salah. Propilena membentuk polipropilena, sedangkan polibutadiena berasal dari butadiena. 4. D. Stiren () → Polipropilena () Salah. Stiren membentuk polistirena, bukan polipropilena. 5. Butadiena → Nylon Salah. Butadiena membentuk Polibutadiena melalui reaksi adisi, sedangkan Nylon adalah hasil reaksi kondensasi: Jawaban yang benar adalah: B. Vinil klorida () → Polivinil klorida ()

  5. Soal

    Etilen glikol () bereaksi dengan asam tereftalat () melalui polimerisasi kondensasi. Apa nama polimer yang dihasilkan dari reaksi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Polietilen tereftalat (PET) Pembahasan: Reaksi antara etilen glikol () dan asam tereftalat () adalah reaksi polimerisasi kondensasi, yang menghasilkan polimer bernama polietilen tereftalat (PET). Produk sampingan dari reaksi ini adalah air, yang dihasilkan setiap kali gugus hidroksil () dari etilen glikol bergabung dengan gugus karboksil () dari asam tereftalat. Reaksi kimia dapat ditulis sebagai berikut: Penjelasan opsi: - A. Polietilena: Salah, polietilena adalah hasil polimerisasi adisi dari etilena (), bukan reaksi kondensasi. - B. Polipropilena: Salah, polipropilena adalah hasil polimerisasi adisi dari propilena (). - C. Polietilen tereftalat (PET): Benar, PET adalah polimer yang dihasilkan dari reaksi kondensasi etilen glikol dan asam tereftalat, banyak digunakan dalam botol plastik dan tekstil. - D. Poliuretana: Salah, poliuretana terbentuk dari reaksi antara diisocyanate dan diol. - E. Nylon: Salah, nylon adalah hasil reaksi kondensasi antara diamina dan asam dikarboksilat.

  6. Soal

    Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh homopolimer?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Polietilena Pembahasan: Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari satu jenis monomer yang berulang secara kontinu dalam struktur polimernya. Polietilena adalah contoh homopolimer karena terbentuk dari satu jenis monomer, yaitu etilena (), yang mengalami polimerisasi adisi membentuk struktur berulang: Penjelasan opsi lainnya: - B. Nylon-6,6: Salah, karena nylon-6,6 merupakan kopolimer yang terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu heksametilendiamina () dan asam adipat (). - C. ABS (Akrilonitril Butadiena Stirena): Salah, ABS adalah kopolimer yang terdiri dari tiga jenis monomer: akrilonitril (), butadiena (), dan stiren (). - D. Polistirena kopolimer: Salah, ini adalah kopolimer karena terdiri dari dua jenis monomer. - E. Poliester: Salah, poliester biasanya terbentuk melalui reaksi kondensasi antara dua jenis monomer, seperti etilen glikol () dan asam tereftalat (), sehingga tergolong kopolimer.

  7. Soal

    Sebuah pabrik kemasan plastik membutuhkan bahan polimer yang dapat dicetak ulang menjadi bentuk lain setelah dilelehkan. Polimer tersebut harus memiliki sifat fleksibel pada suhu tinggi tetapi kembali mengeras setelah didinginkan. Manakah dari berikut ini yang merupakan jenis polimer yang cocok untuk kebutuhan tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Polietilena (PE) Pembahasan: Polimer yang dapat dilelehkan, dicetak ulang, dan mengeras kembali setelah didinginkan disebut termoplastik. Termoplastik seperti polietilena memiliki sifat reversibel terhadap panas, sehingga ideal untuk proses pencetakan ulang. Penjelasan opsi lainnya: - A. Bakelit: Salah, bakelit adalah termoset yang tidak dapat dilelehkan kembali setelah diproses. - C. Epoksi: Salah, epoksi adalah termoset yang mengeras secara permanen setelah reaksi polimerisasi. - D. Urea-formaldehida: Salah, ini juga termasuk termoset yang tidak dapat dilelehkan ulang. - E. Melamin: Salah, melamin adalah termoset yang tidak cocok untuk dicetak ulang.

  8. Soal

    Seorang insinyur material sedang mendesain komponen isolasi listrik untuk sebuah perangkat elektronik. Komponen tersebut harus tahan terhadap suhu tinggi tanpa melunak atau berubah bentuk, serta memiliki kekuatan mekanik yang tinggi. Polimer mana yang paling sesuai untuk aplikasi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Bakelit Pembahasan: Untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi tanpa melunak, termoset adalah pilihan yang tepat. Bakelit, sebagai termoset, memiliki struktur ikatan silang yang membuatnya keras dan tahan terhadap panas, sehingga cocok digunakan sebagai isolasi listrik. Penjelasan opsi lainnya: - A. Polipropilena (PP): Salah, PP adalah termoplastik, sehingga akan melunak pada suhu tinggi. - B. Polistirena (PS): Salah, PS juga termoplastik dan tidak tahan terhadap suhu tinggi secara ekstrem. - D. Polietilen tereftalat (PET): Salah, PET adalah termoplastik meskipun memiliki kekuatan mekanik yang baik. - E. Poliuretan: Salah, poliuretan ada yang termasuk termoset, tetapi biasanya tidak sekuat bakelit untuk aplikasi isolasi.

  9. Soal

    Seorang ilmuwan sedang mengembangkan bahan biodegradable untuk membuat kemasan ramah lingkungan. Bahan tersebut harus berasal dari sumber alami dan dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme setelah digunakan. Manakah dari polimer berikut yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Selulosa Pembahasan: Polimer alam seperti selulosa berasal langsung dari sumber biologis seperti tumbuhan. Selulosa adalah bahan yang biodegradable dan dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, sehingga cocok untuk aplikasi kemasan ramah lingkungan. Penjelasan opsi lainnya: - A. Polietilena (PE): Salah, polietilena adalah polimer sintetis yang sulit terurai di lingkungan. - B. Polilaktida (PLA): Salah, meskipun biodegradable, PLA adalah polimer sintetik yang dibuat dari monomer asam laktat. - D. Polistirena (PS): Salah, PS adalah polimer sintetis yang tidak biodegradable. - E. Nylon-6: Salah, nylon-6 adalah polimer sintetis yang tidak terurai secara alami.

  10. Soal

    Seorang peneliti ingin membuat bahan biokompatibel untuk digunakan dalam bidang medis. Bahan tersebut harus berasal dari polimer alam dengan sifat termostabil dan terdiri dari monomer yang terhubung melalui reaksi kondensasi. Berdasarkan kriteria tersebut, polimer mana yang sesuai untuk aplikasi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Protein Pembahasan: Protein adalah polimer alam yang tersusun dari monomer berupa asam amino. Asam amino bergabung melalui reaksi kondensasi, menghasilkan rantai polipeptida dengan ikatan peptida (). Protein termasuk termoset karena tidak melunak saat dipanaskan tetapi dapat terdegradasi pada suhu tinggi. Penjelasan opsi lainnya: - A. Polietilena (PE): Salah, ini adalah polimer sintetis berbasis reaksi adisi, bukan kondensasi. - B. Karet Alam: Salah, karet alam adalah elastomer dan tidak termostabil. - D. Polistirena (PS): Salah, polistirena adalah polimer sintetis dari reaksi adisi dan bukan termoset. - E. Polibutadiena: Salah, ini adalah karet sintetis yang bersifat elastomer.

  11. Soal

    Dalam upaya mengembangkan bahan yang ramah lingkungan untuk kertas tahan air, seorang ilmuwan memutuskan menggunakan polimer alam yang tersusun dari monomer glukosa dengan ikatan glikosidik. Polimer tersebut harus bersifat termoplastik agar dapat diproses ulang dengan panas. Polimer mana yang cocok untuk aplikasi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Selulosa Pembahasan: Selulosa adalah polimer alam yang tersusun dari monomer glukosa (), yang bergabung melalui ikatan glikosidik. Meskipun selulosa tidak secara alami bersifat termoplastik, modifikasi seperti selulosa asetat dapat membuatnya menjadi termoplastik untuk diproses ulang. Selulosa terbentuk melalui reaksi kondensasi dengan pelepasan air. Penjelasan opsi lainnya: - B. Karet Alam: Salah, karet alam adalah elastomer yang bersifat termoset. - C. Poliester: Salah, poliester adalah polimer sintetis yang tidak berasal dari monomer glukosa. - D. Nylon-6,6: Salah, nylon-6,6 adalah kopolimer sintetis dari reaksi kondensasi antara dua jenis monomer. - E. Poliuretan: Salah, ini adalah polimer sintetis yang sering digunakan sebagai termoset.

  12. Soal

    Manakah dari pasangan berikut yang benar antara monomer dan polimer yang dihasilkan melalui reaksi polimerisasi adisi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Vinil klorida () → Polivinil klorida () Pembahasan: Pasangan monomer dan polimer yang benar adalah: - Vinil klorida () → Polivinil klorida (), yang terbentuk melalui polimerisasi adisi. Penjelasan opsi lainnya: - A. Etilena → Polipropilena: Salah, karena etilena menghasilkan polietilena, bukan polipropilena. - C. Propilena → Polistirena: Salah, karena propilena menghasilkan polipropilena, bukan polistirena. - D. Stiren → Polietilena: Salah, karena stiren menghasilkan polistirena, bukan polietilena. - E. Butadiena → Nylon: Salah, karena butadiena menghasilkan polibutadiena, sedangkan nylon terbentuk melalui reaksi kondensasi.

  13. Soal

    Pasangan manakah yang benar antara monomer dan polimer yang dihasilkan melalui reaksi polimerisasi kondensasi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Adipoyl klorida () + Diamina () → Nylon-6,6 Pembahasan: Pasangan monomer dan polimer yang benar adalah: - Adipoyl klorida () + Diamina () → Nylon-6,6, yang terbentuk melalui reaksi kondensasi, dengan pelepasan HCl sebagai produk sampingan. Penjelasan opsi lainnya: - A. Etilen glikol + Asam tereftalat → Poliuretan: Salah, kombinasi ini menghasilkan poliester (seperti PET), bukan poliuretan. - C. Asam laktat → Polivinil klorida: Salah, asam laktat menghasilkan polilaktida (PLA), bukan polivinil klorida. - D. Vinil klorida → Poliester: Salah, vinil klorida menghasilkan PVC melalui polimerisasi adisi, bukan poliester. - E. Stiren → Nylon-6: Salah, stiren menghasilkan polistirena, bukan nylon.

  14. Soal

    Dalam proses pembuatan bahan pelindung listrik, diperlukan polimer sintetis yang keras, tahan terhadap suhu tinggi, dan stabil secara kimia. Polimer ini dibuat melalui reaksi polimerisasi kondensasi antara fenol () dan formaldehida (). Polimer manakah yang sesuai untuk kebutuhan ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Bakelit Pembahasan: Bakelit adalah polimer sintetis termoset yang dihasilkan dari reaksi kondensasi antara fenol () dan formaldehida (). Polimer ini memiliki sifat keras, tahan suhu tinggi, dan sangat stabil secara kimia, sehingga ideal digunakan dalam pelindung listrik seperti saklar dan soket. Struktur termoset dari bakelit terbentuk karena adanya ikatan silang antara molekul-molekulnya. Penjelasan opsi lainnya: - A. Polietilena (PE): Salah, PE adalah polimer adisi yang terbuat dari monomer etilena (), tidak tahan suhu tinggi, dan kurang stabil untuk aplikasi listrik. - C. Poliuretan: Salah, poliuretan adalah polimer sintetis yang sering digunakan sebagai busa atau pelapis, tetapi tidak memiliki sifat kekerasan dan ketahanan seperti bakelit. - D. Nylon-6,6: Salah, nylon-6,6 adalah polimer kondensasi tetapi lebih banyak digunakan dalam serat tekstil atau komponen mekanik ringan, bukan pelindung listrik. - E. Polistirena (PS): Salah, PS adalah polimer adisi dari stiren (), yang rapuh dan tidak tahan panas tinggi.

  15. Soal

    Sebuah perusahaan bahan konstruksi membutuhkan polimer dengan kekuatan mekanik tinggi yang tahan terhadap tekanan dan deformasi. Mereka memilih menggunakan polimer modifikasi yang dibuat dengan memodifikasi karet alam melalui vulkanisasi menggunakan sulfur. Proses ini menghasilkan ikatan silang yang meningkatkan sifat mekanik karet. Polimer apakah yang dihasilkan dari proses ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Karet Alam Modifikasi Pembahasan: Karet alam modifikasi dihasilkan melalui proses vulkanisasi, di mana karet alam diubah dengan menambahkan sulfur untuk menciptakan ikatan silang antara rantai polimer. Proses ini meningkatkan kekuatan mekanik, ketahanan terhadap deformasi, dan daya tahan karet. Polimer ini sering digunakan dalam ban kendaraan dan aplikasi konstruksi lainnya. Penjelasan opsi lainnya: - A. Polistirena Termoplastik: Salah, polistirena adalah polimer sintetis tanpa ikatan silang. - C. Bakelit: Salah, bakelit adalah termoset yang dihasilkan dari reaksi kondensasi, bukan modifikasi karet. - D. Polibutadiena Termoset: Salah, ini adalah karet sintetis, bukan hasil modifikasi karet alam. - E. Poliester: Salah, poliester adalah polimer sintetis dari reaksi kondensasi, bukan hasil modifikasi karet.

  16. Soal

    Diberikan 10 pernyataan tentang polimer. Pasangkan setiap pernyataan dengan jenis polimer yang sesuai: 1. Protein 2. Polietilena 3. Selulosa Nitrat 4. Karet Alam 5. Nylon-6,6 6. Polistirena 7. Bakelit 8. Karet Vulkanisasi 9. Poliester 10. Asam Nukleat Pilih pasangan yang benar untuk masing-masing jenis polimer berikut. Jawaban tersedia dalam pilihan:

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. 1, 4, 10 → Polimer Alam; 2, 5, 6, 7, 9 → Polimer Sintetis; 3, 8 → Polimer Modifikasi Pembahasan: Pasangan yang benar adalah: - Polimer Alam: 1. Protein: Polimer alam tersusun dari asam amino. 4. Karet Alam: Diperoleh dari lateks tanaman karet. 10. Asam Nukleat: Polimer alam yang tersusun dari nukleotida. - Polimer Sintetis: 2. Polietilena: Polimer sintetis dari monomer etilena (). 5. Nylon-6,6: Polimer sintetis dari reaksi kondensasi diamina dan asam adipat. 6. Polistirena: Polimer sintetis dari stiren (). 7. Bakelit: Polimer termoset sintetis dari fenol dan formaldehida. 9. Poliester: Polimer sintetis dari asam tereftalat dan etilen glikol. - Polimer Modifikasi: 3. Selulosa Nitrat: Polimer modifikasi dari selulosa melalui proses nitrasi. 8. Karet Vulkanisasi: Modifikasi karet alam dengan proses vulkanisasi menggunakan sulfur. Penjelasan opsi lainnya: - B, C, D, E: Tidak sesuai karena pasangan polimer tidak mencocokkan definisi alam, sintetis, dan modifikasi dengan tepat.

  17. Soal

    Diberikan 10 pernyataan tentang polimer. Pasangkan setiap pernyataan dengan jenis polimer yang sesuai: 1. Protein 2. Polietilena 3. Selulosa Nitrat 4. Karet Alam 5. Nylon-6,6 6. Polistirena 7. Bakelit 8. Karet Vulkanisasi 9. Poliester 10. Asam Nukleat Pilih pasangan yang benar untuk masing-masing jenis polimer berikut. Jawaban tersedia dalam pilihan:

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. 1, 4, 10 → Polimer Alam; 2, 5, 6, 7, 9 → Polimer Sintetis; 3, 8 → Polimer Modifikasi Pembahasan: Pasangan yang benar adalah: - Polimer Alam: 1. Protein: Polimer alam tersusun dari asam amino. 4. Karet Alam: Diperoleh dari lateks tanaman karet. 10. Asam Nukleat: Polimer alam yang tersusun dari nukleotida. - Polimer Sintetis: 2. Polietilena: Polimer sintetis dari monomer etilena (). 5. Nylon-6,6: Polimer sintetis dari reaksi kondensasi diamina dan asam adipat. 6. Polistirena: Polimer sintetis dari stiren (). 7. Bakelit: Polimer termoset sintetis dari fenol dan formaldehida. 9. Poliester: Polimer sintetis dari asam tereftalat dan etilen glikol. - Polimer Modifikasi: 3. Selulosa Nitrat: Polimer modifikasi dari selulosa melalui proses nitrasi. 8. Karet Vulkanisasi: Modifikasi karet alam dengan proses vulkanisasi menggunakan sulfur. Penjelasan opsi lainnya: - B, C, D, E: Tidak sesuai karena pasangan polimer tidak mencocokkan definisi alam, sintetis, dan modifikasi dengan tepat.

  18. Soal

    Seorang insinyur material sedang mempertimbangkan dua jenis polimer dengan derajat polimerisasi (DP) yang berbeda untuk digunakan dalam proyek pembangunan jembatan. Polimer pertama memiliki DP yang sangat tinggi, sementara polimer kedua memiliki DP sedang. Untuk aplikasi ini, polimer harus memiliki kekuatan mekanik tinggi, stabilitas terhadap panas, dan daya tahan terhadap beban selama waktu yang lama. Berdasarkan konsep derajat polimerisasi, manakah pernyataan yang paling tepat terkait polimer yang harus dipilih?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Polimer dengan DP tinggi, karena memiliki rantai polimer yang lebih panjang, memberikan kekuatan mekanik dan ketahanan yang lebih baik. Pembahasan: Derajat polimerisasi (DP) mempengaruhi panjang rantai polimer, yang secara langsung memengaruhi sifat mekanik dan termal material. Polimer dengan DP tinggi memiliki rantai yang lebih panjang dan lebih saling terkait, sehingga memberikan kekuatan mekanik lebih besar, stabilitas terhadap panas, dan ketahanan terhadap deformasi di bawah beban. Untuk aplikasi seperti jembatan, di mana kekuatan dan ketahanan jangka panjang sangat penting, polimer dengan DP tinggi adalah pilihan terbaik. Penjelasan opsi lainnya: - A (DP sedang lebih mudah diproses): Benar untuk proses manufaktur, tetapi DP sedang tidak memberikan kekuatan mekanik yang cukup untuk aplikasi struktural. - C (Stabilitas panas lebih baik untuk DP sedang): Salah, stabilitas panas berbanding lurus dengan DP. - D (DP tinggi lebih ringan dan mudah diproses): Salah, DP tinggi lebih sulit diproses dan berat molekulnya lebih besar. - E (DP sedang memberikan sifat optimal): Salah, DP tinggi memberikan sifat mekanik lebih unggul untuk aplikasi struktural berat.

  19. Soal

    Seorang insinyur material sedang mempertimbangkan dua jenis polimer dengan derajat polimerisasi (DP) yang berbeda untuk digunakan dalam proyek pembangunan jembatan. Polimer pertama memiliki DP yang sangat tinggi, sementara polimer kedua memiliki DP sedang. Untuk aplikasi ini, polimer harus memiliki kekuatan mekanik tinggi, stabilitas terhadap panas, dan daya tahan terhadap beban selama waktu yang lama. Berdasarkan konsep derajat polimerisasi, manakah pernyataan yang paling tepat terkait polimer yang harus dipilih?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Polimer dengan DP tinggi, karena memiliki rantai polimer yang lebih panjang, memberikan kekuatan mekanik dan ketahanan yang lebih baik. Pembahasan: Derajat polimerisasi (DP) mempengaruhi panjang rantai polimer, yang secara langsung memengaruhi sifat mekanik dan termal material. Polimer dengan DP tinggi memiliki rantai yang lebih panjang dan lebih saling terkait, sehingga memberikan kekuatan mekanik lebih besar, stabilitas terhadap panas, dan ketahanan terhadap deformasi di bawah beban. Untuk aplikasi seperti jembatan, di mana kekuatan dan ketahanan jangka panjang sangat penting, polimer dengan DP tinggi adalah pilihan terbaik. Penjelasan opsi lainnya: - A (DP sedang lebih mudah diproses): Benar untuk proses manufaktur, tetapi DP sedang tidak memberikan kekuatan mekanik yang cukup untuk aplikasi struktural. - C (Stabilitas panas lebih baik untuk DP sedang): Salah, stabilitas panas berbanding lurus dengan DP. - D (DP tinggi lebih ringan dan mudah diproses): Salah, DP tinggi lebih sulit diproses dan berat molekulnya lebih besar. - E (DP sedang memberikan sifat optimal): Salah, DP tinggi memberikan sifat mekanik lebih unggul untuk aplikasi struktural berat.

  20. Soal

    Sebuah sampel polimer memiliki massa molekul rata-rata sebesar 120,000 g/mol. Monomer yang digunakan untuk membentuk polimer ini memiliki massa molekul 60 g/mol. Selama reaksi polimerisasi, 5% dari monomer tidak terpolimerisasi dan tetap dalam bentuk bebas. Berapakah derajat polimerisasi efektif dari polimer ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. 1900 Pembahasan: Derajat polimerisasi () adalah jumlah monomer yang tergabung dalam satu rantai polimer, dihitung dengan rumus: Namun, karena 5% monomer tidak terpolimerisasi, massa molekul efektif () harus dikoreksi: Substitusi ke rumus : Kesimpulan: Derajat polimerisasi efektif adalah 1900.

  21. Soal

    Sebuah sampel polimer memiliki massa molekul rata-rata sebesar . Monomer yang digunakan untuk membentuk polimer ini memiliki massa molekul . Selama reaksi polimerisasi, dari monomer tidak terpolimerisasi dan tetap dalam bentuk bebas. Berapakah derajat polimerisasi efektif dari polimer ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Pembahasan: Derajat polimerisasi () adalah jumlah monomer yang tergabung dalam satu rantai polimer. Rumus umum untuk menghitung derajat polimerisasi adalah: Namun, karena dari monomer tidak terpolimerisasi, kita perlu mengoreksi massa molekul rata-rata polimer efektif () dengan mengurangi bagian monomer yang tidak terpolimerisasi: Substitusi nilai yang diberikan: Substitusi dan ke dalam rumus : Kesimpulan: Derajat polimerisasi efektif adalah . Jawaban yang benar adalah A.

  22. Soal

    Sebuah polimer terdiri dari dua jenis monomer: monomer A dengan massa molekul 80 g/mol dan monomer B dengan massa molekul 120 g/mol. Dalam polimer tersebut, terdapat 70% monomer A dan 30% monomer B berdasarkan mol. Jika massa molekul rata-rata polimer adalah 100,000 g/mol, berapakah derajat polimerisasi polimer tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. 1000 Pembahasan: Massa molekul rata-rata monomer () dihitung menggunakan persentase mol: Derajat polimerisasi () dihitung dengan: Kesimpulan: Derajat polimerisasi polimer tersebut adalah 1000.

  23. Soal

    Sebuah polimer terdiri dari dua jenis monomer: monomer A dengan massa molekul 80 g/mol dan monomer B dengan massa molekul 120 g/mol. Dalam polimer tersebut, terdapat 70% monomer A dan 30% monomer B berdasarkan mol. Jika massa molekul rata-rata polimer adalah 100,000 g/mol, berapakah derajat polimerisasi polimer tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Pembahasan: 1. Hitung Massa Molekul Rata-Rata Monomer Massa molekul rata-rata monomer () dihitung menggunakan persentase mol setiap monomer. Rumusnya adalah: dengan: (fraksi mol monomer ), - (fraksi mol monomer ), - , - . Substitusi nilai: 2. Hitung Derajat Polimerisasi Derajat polimerisasi () dihitung dengan rumus: dengan dan . Substitusi nilai: Kesimpulan: Derajat polimerisasi () polimer tersebut adalah . Jawaban yang benar adalah C.

  24. Soal

    Sebuah polimer dengan massa molekul awal 150,000 g/mol mengalami degradasi sebesar 30% dari beratnya karena reaksi kimia. Jika massa molekul rata-rata monomer adalah 75 g/mol, berapakah derajat polimerisasi akhir dari polimer setelah degradasi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. 1500 Pembahasan: Setelah degradasi 30%, massa molekul rata-rata polimer () menjadi: Substitusi ke rumus :

  25. Soal

    Sebuah polimer dengan massa molekul awal 150,000 g/mol mengalami degradasi sebesar 30% dari beratnya karena reaksi kimia. Jika massa molekul rata-rata monomer adalah 75 g/mol, berapakah derajat polimerisasi akhir dari polimer setelah degradasi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Pembahasan: Setelah degradasi sebesar , massa molekul rata-rata polimer () dihitung dengan rumus: Substitusi nilai yang diberikan: Derajat polimerisasi () dihitung dengan rumus: dengan: - - . Substitusi nilai: Kesimpulan: Derajat polimerisasi akhir adalah . Jawaban yang benar adalah C.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →