-
Soal
Bagaimana upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi ancaman desintegrasi bangsa pasca kemerdekaan?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Melakukan operasi militer dan perundingan secara bersamaan untuk menghadapi kelompok separatis. Penjelasan: Upaya pemerintah dalam mengatasi ancaman desintegrasi bangsa setelah kemerdekaan dilakukan dengan kombinasi antara operasi militer untuk menumpas pemberontakan, seperti DI/TII dan PRRI/Permesta, dan pendekatan diplomasi atau perundingan untuk merangkul kembali wilayah-wilayah yang memberontak agar tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
-
Soal
Pada tahun 1960-an, Indonesia menghadapi ancaman disintegrasi melalui Gerakan Separatis Papua yang menuntut kemerdekaan dari NKRI. Bagaimana pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan kedaulatan wilayah Papua dalam menghadapi ancaman separatis ini?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Melancarkan operasi militer dan diplomasi internasional. Penjelasan: Pemerintah Indonesia berupaya mempertahankan Papua dengan melibatkan operasi militer dan diplomasi internasional, terutama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perjanjian New York yang akhirnya mengintegrasikan Papua ke dalam NKRI.
-
Soal
Sekelompok orang berdemonstrasi dengan membawa spanduk bertuliskan "Kami Tuntut Keadilan!" dan "Otonomi Daerah Harus Ditingkatkan! Peristiwa seperti yang terjadi pada gambar di atas sering kali menjadi pemicu terjadinya disintegrasi bangsa. Salah satu faktor utama yang dapat memicu terjadinya demonstrasi seperti itu adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Adanya rasa ketidakadilan dalam pembagian hasil pembangunan Penjelasan: Ketika suatu daerah merasa tidak mendapatkan bagian yang adil dari hasil pembangunan nasional, maka akan muncul rasa ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah pusat. Hal ini dapat memicu berbagai bentuk protes, termasuk demonstrasi seperti yang terlihat pada gambar. Ketidakadilan dalam pembagian hasil pembangunan dapat memicu sentimen regionalisme dan separatisme, yang pada akhirnya dapat mengancam keutuhan negara.
-
Soal
Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah Indonesia, di mana semangat persatuan dan kesatuan bangsa mulai terpecah belah. Ambisi kelompok tertentu untuk memisahkan diri dari NKRI memicu konflik bersenjata yang berkepanjangan dan mengakibatkan penderitaan bagi rakyat. Peristiwa yang dimaksud dalam pernyataan di atas adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. Pemberontakan PRRI/Permesta Penjelasan: Pemberontakan PRRI/Permesta merupakan salah satu contoh nyata dari upaya desintegrasi bangsa Indonesia pada masa Demokrasi Liberal. Kelompok militer di daerah Sumatera dan Sulawesi merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah pusat, sehingga mereka memberontak dan menuntut otonomi yang lebih luas. Konflik ini mengancam keutuhan NKRI dan mengakibatkan kerugian yang besar bagi bangsa.
-
Soal
"Kami tidak menginginkan Jakarta menguasai kami. Kami ingin menentukan nasib sendiri di daerah kami." Pernyataan di atas mencerminkan sentimen yang muncul pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia. Sentimen ini kemudian memicu terjadinya peristiwa...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: A. Pemberontakan DI/TII Penjelasan: Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) merupakan salah satu contoh nyata dari upaya desintegrasi bangsa Indonesia pada masa Demokrasi Liberal. Kelompok ini, yang dipimpin oleh Kartosoewirjo, menginginkan terbentuknya negara Islam Indonesia yang terpisah dari NKRI. Sentimen yang tertuang dalam kutipan soal mencerminkan keinginan untuk melepaskan diri dari kekuasaan pusat dan membentuk negara sendiri.
-
Soal
Apa yang menjadi alasan utama Presiden Soekarno membubarkan Konstituante dan memberlakukan Dekrit Presiden 5 Juli 1959?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Gagalnya Konstituante mencapai kesepakatan mengenai UUD baru Penjelasan: Konstituante tidak berhasil menyepakati undang-undang dasar baru setelah masa Demokrasi Liberal. Akibatnya, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945 dan mengakhiri sistem Demokrasi Liberal.
-
Soal
Apa kebijakan penting yang diambil oleh Presiden Soekarno dalam masa Demokrasi Terpimpin?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Pemberlakuan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Penjelasan: Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan langkah penting dalam Demokrasi Terpimpin. Dengan dekrit ini, Soekarno membubarkan Konstituante dan mengembalikan UUD 1945 sebagai dasar negara. Hal ini dilakukan untuk menghentikan kebuntuan politik yang terjadi akibat kegagalan Konstituante menyusun UUD baru.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp