Fitri Learning

LatihanSejarah SMA Kelas 12

Bab 3: Menggali Dinamika Indonesia di Era Orde Baru

Sejarah SMA Kelas 12 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Lahirnya pemerintahan Orde Baru dipicu oleh krisis politik dan ekonomi yang terjadi pada pertengahan 1960-an. Peristiwa apa yang menjadi titik awal berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan lahirnya Orde Baru?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. G30S/PKI Penjelasan: G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965 menjadi titik awal peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru. Setelah peristiwa ini, Suharto, dengan dukungan militer, mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno, yang kemudian memulai era Orde Baru dengan fokus pada stabilisasi politik dan ekonomi.

  2. Soal

    Pada tahun 1966, muncul gerakan mahasiswa yang menuntut perubahan besar dalam pemerintahan Indonesia. Gerakan ini dikenal dengan sebutan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat), yang berisi tiga tuntutan utama kepada pemerintah. Apa saja tuntutan yang termasuk dalam Tritura?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora, dan turunkan harga. Penjelasan: Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) terdiri dari tiga tuntutan utama, yaitu pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora yang dianggap tidak kompeten, dan penurunan harga-harga yang melambung akibat kondisi ekonomi yang buruk di masa itu.

  3. Soal

    Pada tahun 1966, gerakan mahasiswa Indonesia menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat melalui Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Salah satu tokoh penting dalam gerakan ini adalah seorang pemimpin mahasiswa yang berhasil memobilisasi massa dan mendesak pemerintah untuk memenuhi tuntutan Tritura. Siapakah tokoh tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: E. Hariman Siregar Penjelasan: Hariman Siregar merupakan salah satu tokoh penting yang memimpin gerakan mahasiswa pada masa Tritura. Melalui perannya dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Hariman berperan aktif dalam menuntut pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora, dan penurunan harga.

  4. Soal

    Pada masa Tritura, mahasiswa dan pemuda terlibat aktif dalam memperjuangkan tuntutan rakyat. Salah satu organisasi yang menjadi garda terdepan dalam gerakan ini adalah KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Apa peran penting KAMI dalam gerakan Tritura?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Memimpin aksi demonstrasi untuk menyampaikan tiga tuntutan rakyat Penjelasan: KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) adalah organisasi mahasiswa yang memimpin demonstrasi besar-besaran pada tahun 1966 dalam rangka memperjuangkan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat). Organisasi ini menjadi simbol pergerakan mahasiswa dalam menuntut perbaikan ekonomi, pembubaran PKI, dan pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30S/PKI.

  5. Soal

    Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), yang berisi mandat kepada Letnan Jenderal Soeharto. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah Indonesia. Apa tujuan utama dari dikeluarkannya Supersemar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Memberikan mandat kepada Soeharto untuk mengamankan negara Penjelasan: Supersemar merupakan surat perintah dari Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna mengamankan negara dari ancaman bahaya yang ditimbulkan oleh PKI pasca-G30S. Surat ini memberi kekuasaan kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban negara.

  6. Soal

    Setelah dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), Letnan Jenderal Soeharto menggunakan mandat tersebut untuk mengambil beberapa langkah penting bagi keamanan dan stabilitas negara. Salah satu tindakan yang paling signifikan adalah pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun berapakah Soeharto secara resmi membubarkan PKI?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. 1966 Penjelasan: Pada 12 Maret 1966, sehari setelah menerima Supersemar, Soeharto mengambil langkah tegas dengan membubarkan PKI dan menyatakan partai tersebut sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memulihkan keamanan dan mencegah ancaman dari kelompok komunis setelah insiden G30S.

  7. Soal

    Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) memberikan wewenang kepada seorang tokoh untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memulihkan keamanan negara pasca-peristiwa G30S/PKI. Siapakah tokoh yang menerima mandat tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Soeharto Penjelasan: Supersemar adalah surat perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966 yang memberikan wewenang kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan dan ketertiban negara. Soeharto menggunakan wewenang ini untuk membubarkan PKI dan memulihkan stabilitas nasional.

  8. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia melakukan penataan kehidupan politik yang signifikan untuk mencapai stabilitas nasional. Salah satu langkah yang diambil adalah membatasi jumlah partai politik dan memperkuat kekuasaan eksekutif. Langkah apakah yang dilakukan pemerintah Orde Baru dalam penataan politik tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Penggabungan partai-partai menjadi tiga kekuatan politik Penjelasan: Pada masa Orde Baru, pemerintah menggabungkan partai politik menjadi tiga kekuatan utama: Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Tujuannya adalah untuk menyederhanakan sistem politik dan mengendalikan dinamika politik nasional.

  9. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemilihan umum (pemilu) dilaksanakan secara berkala dengan tujuan menjaga stabilitas politik dan legitimasi pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Orde Baru adalah mengatur pelaksanaan pemilu secara rutin setiap lima tahun. Kapan pelaksanaan pemilu pertama pada masa Orde Baru?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. 1971 Pemilu pertama Orde Baru diadakan pada tahun ini. Pemilu ini menjadi langkah awal untuk membangun legitimasi politik bagi pemerintahan Orde Baru yang baru saja berkuasa.

  10. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah melaksanakan pemilu secara berkala untuk membangun sistem politik yang stabil dan berkesinambungan. Berapa kali pelaksanaan pemilu yang dilakukan selama masa pemerintahan Orde Baru sebelum masa Reformasi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. 6 kali Penjelasan: Selama masa Orde Baru, pemilu dilaksanakan secara rutin setiap lima tahun sekali. Pemilu pertama dilakukan pada tahun 1971, diikuti oleh pemilu pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Total ada 6 pemilu yang dilakukan sebelum masa Reformasi dimulai.

  11. Soal

    Pada masa Orde Baru, ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) memainkan peran yang sangat signifikan dalam bidang politik dan keamanan melalui kebijakan Dwifungsi ABRI. Apa makna dari konsep Dwifungsi ABRI yang diterapkan pada masa Orde Baru?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. ABRI memiliki peran ganda dalam bidang pertahanan dan keamanan serta peran sosial politik Penjelasan: Konsep Dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru memungkinkan ABRI untuk berperan ganda, yakni di bidang pertahanan dan keamanan serta dalam bidang sosial politik. ABRI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga aktif dalam kegiatan politik dan pemerintahan, termasuk menduduki jabatan di lembaga-lembaga negara.

  12. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemilu tahun 1987 dilaksanakan oleh suatu lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengawasi jalannya pemilu di Indonesia. Lembaga apakah yang melaksanakan pemilu tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Lembaga Pemilihan Umum (LPU) Penjelasan: Pada masa Orde Baru, pemilu tahun 1987 dilaksanakan oleh Lembaga Pemilihan Umum (LPU). LPU dibentuk dengan tugas utama untuk menyelenggarakan pemilu sebelum KPU resmi terbentuk pada era Reformasi.

  13. Soal

    Pada masa Orde Baru, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dijadikan alat untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Dalam konteks penataan kehidupan politik, kapan program P4 ini diterapkan secara resmi di Indonesia?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. 1978 Penjelasan: Program P4 secara resmi diterapkan di Indonesia pada 21 Maret 1978. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi negara melalui berbagai program pendidikan, termasuk penataran P4 yang diwajibkan bagi semua lapisan masyarakat.

  14. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah dalam menata kehidupan ekonomi. Salah satu kebijakan ekonomi penting yang diterapkan pada masa ini adalah pembangunan berencana yang dimulai dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Pada tahun berapakah Repelita pertama dimulai?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. 1969 Penjelasan: Repelita pertama dimulai pada tahun 1969 dengan tujuan untuk membangun dan memperkuat ekonomi Indonesia secara bertahap melalui rencana pembangunan yang berfokus pada infrastruktur, industrialisasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  15. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah melaksanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) sebagai program pembangunan ekonomi terencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat infrastruktur nasional. Repelita pertama dimulai pada tahun 1969. Setiap tahap Repelita memiliki prioritas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan nasional. Dalam Repelita kedua, salah satu fokus utamanya adalah?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Pembangunan sektor industri Penjelasan: Pada Repelita kedua, yang berlangsung dari tahun 1974 hingga 1979, fokus utama adalah pengembangan sektor industri sebagai upaya memperkuat ekonomi Indonesia melalui industrialisasi untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang.

  16. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah memulai program Repelita pertama yang bertujuan untuk menata kehidupan ekonomi Indonesia pasca kemerdekaan. Repelita pertama dimulai pada tahun 1969 dengan prioritas utama pada?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Pemenuhan kebutuhan pangan Penjelasan: Repelita pertama, yang berlangsung dari 1969 hingga 1974, memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pangan serta pembangunan sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

  17. Soal

    Pada masa Orde Baru, salah satu program pembangunan ekonomi yang diluncurkan pemerintah adalah Revolusi Hijau, yang berfokus pada peningkatan produksi pangan melalui penggunaan teknologi pertanian modern. Revolusi Hijau ini menjadi bagian dari Repelita pertama. Apa tujuan utama dari program Revolusi Hijau?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Meningkatkan produktivitas pangan melalui irigasi Penjelasan: Revolusi Hijau dalam Repelita pertama bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan melalui modernisasi pertanian, penggunaan varietas unggul, serta pembangunan sistem irigasi yang lebih efisien.

  18. Soal

    Apa yang dimaksud dengan Repelita pada masa Orde Baru?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Rencana Pembangunan Lima Tahun yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi Penjelasan: Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) adalah strategi pemerintah Indonesia di masa Orde Baru untuk pembangunan ekonomi yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui perencanaan bertahap dalam jangka waktu lima tahun.

  19. Soal

    Pada masa Orde Baru, kehidupan ekonomi Indonesia mengalami berbagai perkembangan pesat, termasuk di sektor transportasi udara. Salah satu perusahaan penerbangan nasional yang mengalami pertumbuhan signifikan selama masa Orde Baru adalah Garuda Indonesia. Apa faktor utama yang mendukung perkembangan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional pada masa tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: D. Dukungan penuh dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara dan subsidi. Penjelasan: Pada masa Orde Baru, pemerintah di bawah pimpinan Presiden Soeharto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional. Bentuk dukungan ini termasuk penyertaan modal negara (PMN) yang digunakan untuk memperkuat operasional dan pengembangan armada Garuda Indonesia. Selain itu, Garuda Indonesia juga mendapat subsidi dari pemerintah, yang memungkinkan perusahaan ini dapat bersaing secara efektif dan mengembangkan jaringan rute domestik serta internasional. Pada saat yang sama, pemerintah juga melindungi Garuda Indonesia dari persaingan dengan maskapai swasta, sehingga memungkinkan perusahaan ini untuk tumbuh pesat dan menjadi pemain dominan di sektor penerbangan nasional.

  20. Soal

    Pada masa Orde Baru, pembangunan infrastruktur transportasi merupakan salah satu fokus utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Salah satu proyek transportasi yang diresmikan pada masa ini adalah kereta api Parahyangan yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Kapan kereta api Parahyangan pertama kali diresmikan dan beroperasi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: D. 1977 Penjelasan: Kereta api Parahyangan diresmikan pada tanggal 31 Juli 1977 sebagai salah satu proyek penting dalam pengembangan transportasi massal di Indonesia pada masa Orde Baru. Parahyangan menghubungkan Jakarta dengan Bandung, dua kota besar yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Kereta ini dikenal dengan kenyamanannya dan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya saat itu. Proyek ini didukung penuh oleh pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, yang melihat pentingnya memperbaiki infrastruktur transportasi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Selain itu, kereta api Parahyangan juga menjadi simbol modernisasi transportasi Indonesia pada era tersebut. Jawaban lainnya kurang tepat karena: A. 1967 adalah masa awal Orde Baru, namun proyek modernisasi transportasi seperti kereta api Parahyangan belum dimulai. B. 1971 merupakan tahun awal pembangunan infrastruktur di masa Orde Baru, tetapi Parahyangan belum diresmikan pada saat itu. C. 1975 adalah periode persiapan proyek, tetapi kereta api Parahyangan belum beroperasi. E. 1980 merupakan tahun setelah Parahyangan sudah beroperasi, sehingga bukan tahun peresmian pertama.

  21. Soal

    Salah satu keberhasilan ekonomi yang paling menonjol selama masa Orde Baru adalah pencapaian swasembada beras. Keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan pertanian dan teknologi yang diterapkan pemerintah. Pada tahun berapakah Indonesia pertama kali berhasil mencapai swasembada beras di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: B. 1984 Penjelasan: Indonesia mencapai swasembada beras untuk pertama kalinya pada tahun 1984, setelah bertahun-tahun menerapkan kebijakan Revolusi Hijau di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Program ini melibatkan penggunaan varietas unggul baru (Varietas Unggul Baru - VUB), pupuk kimia, irigasi yang lebih baik, dan dukungan subsidi dari pemerintah untuk petani. Keberhasilan ini membuat Indonesia, yang sebelumnya bergantung pada impor beras, mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan bahkan sempat mengekspor beras ke negara lain. Prestasi ini diakui dunia internasional, dan pada tahun 1985, Presiden Soeharto menerima penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras. Meski demikian, keberhasilan ini juga tidak lepas dari kritik karena dampak lingkungan jangka panjang akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia, serta ketergantungan petani pada teknologi modern. Jawaban lainnya kurang tepat karena: A. 1969 adalah tahun awal penerapan kebijakan pembangunan ekonomi di masa Orde Baru, namun swasembada beras belum tercapai. B. 1975 adalah masa ketika kebijakan Revolusi Hijau mulai berjalan, namun hasil swasembada beras belum tercapai pada tahun ini. D. 1989 adalah tahun setelah Indonesia mencapai swasembada beras, namun bukan tahun pencapaian tersebut. E. 1992 adalah periode di mana Indonesia mulai menghadapi tantangan ekonomi baru, dan bukan merupakan tahun swasembada beras pertama kali dicapai.

  22. Soal

    Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat, salah satunya adalah inflasi yang tinggi. Salah satu langkah yang diambil pemerintah Orde Baru untuk menekan inflasi pada awal kekuasaannya adalah melalui kebijakan moneter dan fiskal yang ketat. Program ekonomi apa yang diterapkan pemerintah Orde Baru untuk menekan inflasi dan memperbaiki perekonomian Indonesia pada akhir tahun 1960-an?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: C. Program Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi Penjelasan: Setelah berakhirnya pemerintahan Orde Lama, pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto mewarisi kondisi ekonomi yang kacau, dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi. Salah satu kebijakan pertama yang diambil oleh pemerintah Orde Baru adalah menerapkan Program Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi pada akhir 1960-an. Program ini berfokus pada pengetatan kebijakan fiskal dan moneter, seperti pengendalian pengeluaran pemerintah, mengurangi defisit anggaran, serta mengendalikan sirkulasi uang yang berlebihan. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan laju inflasi yang mencapai lebih dari 600% pada tahun 1966, hingga berhasil menurunkannya ke level yang lebih stabil. Program ini juga didukung oleh bantuan luar negeri dan kerja sama dengan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang membantu memberikan fondasi untuk perbaikan ekonomi lebih lanjut. Jawaban lainnya kurang tepat karena: A. Program Repelita adalah program jangka panjang yang baru diterapkan setelah stabilisasi ekonomi tercapai dan berfokus pada pembangunan ekonomi lima tahunan. B. Paket Kebijakan November (Paknov) adalah kebijakan deregulasi ekonomi yang muncul pada era 1980-an, jauh setelah periode inflasi yang tinggi pada akhir 1960-an. D. Kebijakan Deregulasi Perdagangan lebih berfokus pada membuka pasar dan liberalisasi ekonomi, tetapi bukan langkah langsung dalam menekan inflasi pada masa awal Orde Baru. E. Program Kredit Likuiditas Bank Indonesia berkaitan dengan kebijakan kredit perbankan, namun bukan langkah utama dalam menekan inflasi pada akhir 1960-an.

  23. Soal

    Berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru ditandai dengan turunnya Presiden Soeharto dari jabatannya setelah memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Apa penyebab utama yang mendorong berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: C. Krisis moneter Asia dan ketidakpuasan rakyat terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) Penjelasan: Berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 disebabkan oleh kombinasi antara krisis ekonomi yang melanda Indonesia sebagai dampak dari krisis moneter Asia pada tahun 1997 dan meningkatnya ketidakpuasan rakyat terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela di bawah pemerintahan Soeharto. Krisis ekonomi ini menyebabkan inflasi yang tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah, kebangkrutan perusahaan, dan meningkatnya pengangguran. Ketidakstabilan ekonomi ini memperburuk situasi politik, dengan semakin banyaknya aksi protes dari mahasiswa, tokoh masyarakat, dan rakyat yang menuntut reformasi dan pengunduran diri Soeharto. Tekanan rakyat akhirnya memuncak pada bulan Mei 1998, ketika demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan terjadi di berbagai kota. Mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR dan menuntut perubahan sistem pemerintahan. Tekanan politik yang begitu kuat, ditambah dengan hilangnya dukungan dari militer dan elit politik, memaksa Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, menandai berakhirnya era Orde Baru dan awal dari masa reformasi.

  24. Soal

    Berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 tidak lepas dari dampak krisis moneter yang melanda Indonesia. Krisis ini membawa dampak besar pada perekonomian dan stabilitas politik negara. Apa yang menjadi pemicu utama krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: B. Ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri dan ketidakstabilan sektor perbankan domestik Penjelasan: Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 dipicu oleh ketergantungan pada utang luar negeri dan ketidakstabilan sektor perbankan di dalam negeri. Pada akhir 1990-an, banyak perusahaan dan bank di Indonesia memiliki utang dalam bentuk mata uang asing (terutama dolar AS), yang menjadi rentan ketika nilai rupiah anjlok akibat spekulasi dan hilangnya kepercayaan investor. Ketika krisis moneter Asia dimulai di Thailand dengan runtuhnya baht pada pertengahan 1997, gelombang kepanikan menyebar ke Indonesia, mengakibatkan pelarian modal besar-besaran dan jatuhnya nilai tukar rupiah secara drastis. Selain itu, banyak bank di Indonesia yang tidak memiliki manajemen risiko yang baik, sehingga krisis ini memperparah ketidakstabilan sektor perbankan. Bank-bank kecil yang kolaps memperburuk situasi, yang akhirnya mengakibatkan krisis ekonomi besar-besaran di Indonesia. Hal ini memicu kerusuhan sosial dan politik, yang pada akhirnya menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.

  25. Soal

    Selama masa pemerintahan Orde Baru, pemerintah membentuk berbagai lembaga untuk menangani berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Salah satu lembaga yang berperan dalam mengatur dan mengawasi komunitas etnis Tionghoa di Indonesia adalah Badan Koordinasi Masalah Cina (BKMC). Apa alasan utama dibentuknya BKMC pada masa Orde Baru, terutama dalam konteks krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar: A. Untuk mengawasi kegiatan ekonomi komunitas Tionghoa dan memastikan bahwa mereka tidak mendominasi sektor bisnis Penjelasan: Badan Koordinasi Masalah Cina (BKMC) dibentuk oleh pemerintah Orde Baru untuk mengawasi komunitas etnis Tionghoa di Indonesia. Pembentukan BKMC berawal dari kekhawatiran bahwa etnis Tionghoa, yang banyak terlibat dalam sektor perdagangan dan ekonomi, akan mendominasi perekonomian nasional. Di tengah krisis moneter 1997-1998, ketegangan sosial yang melibatkan etnis Tionghoa meningkat, dan pemerintah Orde Baru berusaha mengontrol aktivitas ekonomi mereka dengan ketat melalui BKMC. Lembaga ini bertujuan untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi dengan membatasi pengaruh komunitas Tionghoa dalam dunia bisnis dan memastikan bahwa kekayaan tidak terkonsentrasi di kalangan mereka. BKMC juga berperan dalam membatasi peran etnis Tionghoa dalam kehidupan sosial-politik, sejalan dengan kebijakan asimilasi yang diusung pemerintah Orde Baru.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →