Fitri Learning

LatihanBahasa Indonesia SMP Kelas 7

Bab 2: Menciptakan Dunia Imajinasi Lewat Teks Dongeng Fantasi

Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 · 12 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Salah satu ciri umum dalam cerita dongeng adalah tokohnya memiliki watak yang saling bertentangan. Ciri ini biasanya tampak dari...

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: C. Dua tokoh dengan watak yang berlawanan, yaitu baik dan jahat. Penjelasan: Ciri khas dalam dongeng adalah adanya tokoh protagonis (baik) dan antagonis (jahat) yang saling berlawanan dalam karakter dan tujuan. Perbedaan watak ini menciptakan konflik yang menjadi inti cerita, juga yang mendorong munculnya konflik cerita. Watak yang berlawanan menjadi sarana menyampaikan nilai moral secara lebih jelas. Tokoh baik biasanya digambarkan sebagai jujur, sabar, atau pemberani, sementara tokoh jahat digambarkan sebagai licik, sombong, atau serakah. Biasanya, tokoh baik menang karena memiliki sifat yang luhur. Ciri inilah yang membuat dongeng mudah dipahami dan memiliki nilai pendidikan yang kuat.

  2. Soal

    Burung Pipit dan Kupu-Kupu Pada suatu pagi yang cerah, burung pipit bernama Lili terbang dengan riangnya di taman. Ia merasa sangat bebas dan senang. Tiba-tiba, ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang melayang di antara bunga-bunga. Lili pun terbang mendekat dan bertanya, "Loh, kupu-kupu, bagaimana kamu bisa terbang dengan begitu indah?" Kupu-kupu itu berhenti sejenak di sebuah bunga dan tersenyum, "Saya terbang dengan sayap yang halus, Lili. Tapi tahukah kamu, saya dulu adalah ulat yang merayap di tanah, tidak bisa terbang sama sekali." Lili terkejut mendengarnya, "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Kupu-kupu itu tertawa lembut, "Ya, dulu saya memang ulat, tapi setelah melalui proses metamorfosis yang panjang, saya bisa menjadi seperti sekarang. Semua hal butuh waktu dan perubahan, Lili." Lili masih terkejut, "Wow, itu luar biasa! Jadi, jika saya juga melalui perubahan, saya bisa menjadi sesuatu yang lebih baik?" Kupu-kupu itu mengangguk, "Betul sekali, Lili. Jangan takut untuk berubah, karena setiap perubahan membawa potensi baru." Lili terbang dengan gembira, merasa terinspirasi oleh kisah kupu-kupu itu. Ia menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, dan ia siap untuk menghadapi tantangan baru. Watak Lili dalam dongeng dapat digambarkan sebagai...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Burung yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang dunia sekitar Penjelasan: Dalam dongeng tersebut, Lili menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, terlihat dari pertanyaannya tentang bagaimana kupu-kupu bisa terbang dengan indah dan bagaimana ia berubah dari ulat menjadi kupu-kupu. Watak Lili digambarkan dengan jelas saat ia mendekati kupu-kupu dan bertanya dengan antusias tentang keindahan terbang. Ia terus bertanya karena ingin memahami bagaimana kupu-kupu bisa berubah dari ulat menjadi makhluk yang indah. Sikap ini menunjukkan bahwa Lili memiliki rasa ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahunya membawanya pada pelajaran penting tentang perubahan dalam hidup.

  3. Soal

    Burung Pipit dan Kupu-Kupu Pada suatu pagi yang cerah, burung pipit bernama Lili terbang dengan riangnya di taman. Ia merasa sangat bebas dan senang. Tiba-tiba, ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang melayang di antara bunga-bunga. Lili pun terbang mendekat dan bertanya, "Loh, kupu-kupu, bagaimana kamu bisa terbang dengan begitu indah?" Kupu-kupu itu berhenti sejenak di sebuah bunga dan tersenyum, "Saya terbang dengan sayap yang halus, Lili. Tapi tahukah kamu, saya dulu adalah ulat yang merayap di tanah, tidak bisa terbang sama sekali." Lili terkejut mendengarnya, "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Kupu-kupu itu tertawa lembut, "Ya, dulu saya memang ulat, tapi setelah melalui proses metamorfosis yang panjang, saya bisa menjadi seperti sekarang. Semua hal butuh waktu dan perubahan, Lili." Lili masih terkejut, "Wow, itu luar biasa! Jadi, jika saya juga melalui perubahan, saya bisa menjadi sesuatu yang lebih baik?" Kupu-kupu itu mengangguk, "Betul sekali, Lili. Jangan takut untuk berubah, karena setiap perubahan membawa potensi baru." Lili terbang dengan gembira, merasa terinspirasi oleh kisah kupu-kupu itu. Ia menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, dan ia siap untuk menghadapi tantangan baru. Lili menunjukkan ekspresi terkejut ketika mengetahui bahwa kupu-kupu dulu adalah ulat. Ekspresi terkejut Lili tersebut dapat ditemukan pada kalimat...

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Penjelasan: Kalimat tersebut menunjukkan reaksi spontan Lili setelah mendengar penjelasan kupu-kupu. Dalam penggunaan kata “Benarkah?” dan pertanyaan lanjutan menunjukkan bahwa Lili benar-benar terkejut dan penasaran, menggambarkan ekspresi terkejut dari Lili setelah mendengar bahwa kupu-kupu dulunya adalah ulat. Ungkapan tersebut merupakan respons emosional khas yang mencerminkan rasa heran. Ekspresi terkejut ini mengungkapkan reaksi Lili terhadap informasi yang baru saja dia terima, yang merupakan momen penting dalam cerita.

  4. Soal

    Burung Pipit dan Kupu-Kupu Pada suatu pagi yang cerah, burung pipit bernama Lili terbang dengan riangnya di taman. Ia merasa sangat bebas dan senang. Tiba-tiba, ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang melayang di antara bunga-bunga. Lili pun terbang mendekat dan bertanya, "Loh, kupu-kupu, bagaimana kamu bisa terbang dengan begitu indah?" Kupu-kupu itu berhenti sejenak di sebuah bunga dan tersenyum, "Saya terbang dengan sayap yang halus, Lili. Tapi tahukah kamu, saya dulu adalah ulat yang merayap di tanah, tidak bisa terbang sama sekali." Lili terkejut mendengarnya, "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Kupu-kupu itu tertawa lembut, "Ya, dulu saya memang ulat, tapi setelah melalui proses metamorfosis yang panjang, saya bisa menjadi seperti sekarang. Semua hal butuh waktu dan perubahan, Lili." Lili masih terkejut, "Wow, itu luar biasa! Jadi, jika saya juga melalui perubahan, saya bisa menjadi sesuatu yang lebih baik?" Kupu-kupu itu mengangguk, "Betul sekali, Lili. Jangan takut untuk berubah, karena setiap perubahan membawa potensi baru." Lili terbang dengan gembira, merasa terinspirasi oleh kisah kupu-kupu itu. Ia menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, dan ia siap untuk menghadapi tantangan baru. Lili menunjukkan ekspresi terkejut ketika mengetahui bahwa kupu-kupu dulu adalah ulat. Ekspresi terkejut Lili tersebut dapat ditemukan pada kalimat...

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Penjelasan: Kalimat tersebut menunjukkan reaksi spontan Lili setelah mendengar penjelasan kupu-kupu. Dalam penggunaan kata “Benarkah?” dan pertanyaan lanjutan menunjukkan bahwa Lili benar-benar terkejut dan penasaran, menggambarkan ekspresi terkejut dari Lili setelah mendengar bahwa kupu-kupu dulunya adalah ulat. Ungkapan tersebut merupakan respons emosional khas yang mencerminkan rasa heran. Ekspresi terkejut ini mengungkapkan reaksi Lili terhadap informasi yang baru saja dia terima, yang merupakan momen penting dalam cerita.

  5. Soal

    Burung Pipit dan Kupu-Kupu Pada suatu pagi yang cerah, burung pipit bernama Lili terbang dengan riangnya di taman. Ia merasa sangat bebas dan senang. Tiba-tiba, ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang melayang di antara bunga-bunga. Lili pun terbang mendekat dan bertanya, "Loh, kupu-kupu, bagaimana kamu bisa terbang dengan begitu indah?" Kupu-kupu itu berhenti sejenak di sebuah bunga dan tersenyum, "Saya terbang dengan sayap yang halus, Lili. Tapi tahukah kamu, saya dulu adalah ulat yang merayap di tanah, tidak bisa terbang sama sekali." Lili terkejut mendengarnya, "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Kupu-kupu itu tertawa lembut, "Ya, dulu saya memang ulat, tapi setelah melalui proses metamorfosis yang panjang, saya bisa menjadi seperti sekarang. Semua hal butuh waktu dan perubahan, Lili." Lili masih terkejut, "Wow, itu luar biasa! Jadi, jika saya juga melalui perubahan, saya bisa menjadi sesuatu yang lebih baik?" Kupu-kupu itu mengangguk, "Betul sekali, Lili. Jangan takut untuk berubah, karena setiap perubahan membawa potensi baru." Lili terbang dengan gembira, merasa terinspirasi oleh kisah kupu-kupu itu. Ia menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, dan ia siap untuk menghadapi tantangan baru. Berdasarkan dongeng ini, Lili mengalami perubahan dalam cara pandangnya setelah mendengar cerita kupu-kupu. Apa perubahan yang terjadi pada karakter Lili?

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. Lili mulai mengerti bahwa perubahan dalam hidup adalah bagian alami dan penting untuk pertumbuhan. Penjelasan: Dalam dongeng tersebut, Lili awalnya hanya menikmati hari tanpa menyadari arti penting dari perubahan. Setelah mendengar kisah metamorfosis kupu-kupu, ia merasa terinspirasi. Lili menyadari bahwa perubahan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk berkembang. Setelah mendengar cerita kupu-kupu, Lili memahami bahwa perubahan, meskipun sulit dan memerlukan waktu, adalah bagian penting dari hidup. Kupu-kupu yang dulunya ulat mengajarkan Lili bahwa perubahan dapat membawa hasil yang luar biasa. Hal ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam cara pandangnya terhadap kehidupan.

  6. Soal

    Burung Pipit dan Kupu-Kupu Pada suatu pagi yang cerah, burung pipit bernama Lili terbang dengan riangnya di taman. Ia merasa sangat bebas dan senang. Tiba-tiba, ia melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang melayang di antara bunga-bunga. Lili pun terbang mendekat dan bertanya, "Loh, kupu-kupu, bagaimana kamu bisa terbang dengan begitu indah?" Kupu-kupu itu berhenti sejenak di sebuah bunga dan tersenyum, "Saya terbang dengan sayap yang halus, Lili. Tapi tahukah kamu, saya dulu adalah ulat yang merayap di tanah, tidak bisa terbang sama sekali." Lili terkejut mendengarnya, "Benarkah? Kamu dulu ulat? Bagaimana bisa kamu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik seperti sekarang?" Kupu-kupu itu tertawa lembut, "Ya, dulu saya memang ulat, tapi setelah melalui proses metamorfosis yang panjang, saya bisa menjadi seperti sekarang. Semua hal butuh waktu dan perubahan, Lili." Lili masih terkejut, "Wow, itu luar biasa! Jadi, jika saya juga melalui perubahan, saya bisa menjadi sesuatu yang lebih baik?" Kupu-kupu itu mengangguk, "Betul sekali, Lili. Jangan takut untuk berubah, karena setiap perubahan membawa potensi baru." Lili terbang dengan gembira, merasa terinspirasi oleh kisah kupu-kupu itu. Ia menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, dan ia siap untuk menghadapi tantangan baru. Bagaimana karakter Lili dapat berkembang setelah mendengar cerita dari kupu-kupu tentang metamorfosis?

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. Lili menyadari bahwa untuk menjadi lebih baik, ia harus menerima dan terbuka terhadap perubahan. Penjelasan: Setelah mendengar cerita kupu-kupu, Lili menyadari bahwa perubahan adalah bagian penting dalam hidup dan bisa membawa hasil yang baik. Ia menjadi sadar bahwa setiap makhluk bisa berkembang jika berani menjalani proses perubahan. Hal ini mendorongnya untuk terbuka terhadap tantangan demi menjadi versi yang lebih baik dari dirinya. Ini mencerminkan perkembangan karakter Lili yang sebelumnya ceria dan bebas, kini lebih terbuka dan menerima kemungkinan perubahan dalam hidup. Perubahan karakter Lili ini menunjukkan perkembangan sikap yang positif dan inspiratif.

  7. Soal

    Bacalah paragraf ini. Pada malam yang gelap, sebuah kabar yang penting disampaikan oleh burung hantu kepada seluruh penghuni hutan. Mereka diberitahukan bahwa hutan akan dihuni oleh makhluk misterius yang baru. Burung hantu yang bijak itu ditemui oleh para hewan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang makhluk tersebut. Manakah dari berikut ini yang merupakan kata kerja pasif dan muncul dalam kalimat ketiga?

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: C. Ditemui Penjelasan: Kata kerja pasif adalah kata kerja yang subjeknya dikenai tindakan, bukan melakukan tindakan. Dalam kalimat: "Burung hantu yang bijak itu ditemui oleh para hewan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut..." Subjek burung hantu ditemui (menerima tindakan), sedangkan pelakunya adalah para hewan. Ini adalah ciri kalimat pasif: menggunakan imbuhan di- dan disertai kata penghubung oleh.

  8. Soal

    Burung Hantu dan Cahaya Ajaib Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung hantu bijak bernama Lumo. Ia dikenal sebagai penjaga malam yang selalu membantu hewan-hewan kecil yang tersesat di kegelapan. Suatu hari, seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan. Kelinci itu berkata, “Aku kehilangan jalan pulang karena kabut tebal yang turun dari kemarin sore.” Mendengar itu, Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib yang konon bisa menerangi hutan saat paling gelap. Setelah berjam-jam mencari, ia melihat seberkas cahaya samar di dalam gua yang gelap. Lumo masuk ke dalam dan bertemu dengan seekor ular tua yang menjaga cahaya itu. "Cahaya ini hanya akan bersinar bagi mereka yang berniat tulus," kata sang ular. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu si kelinci. Tiba-tiba cahaya menyala terang dan menerangi seluruh hutan. Kelinci akhirnya bisa pulang dengan selamat berkat cahaya itu. Sejak saat itu, burung hantu Lumo dikenal sebagai penyelamat malam yang bercahaya. Kalimat berikut ini yang memiliki kesalahan pemilihan kata, yaitu…

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: D. Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib. Penjelasan: Frasa "terbang tinggi di atas langit" tidak tepat karena "di atas langit" adalah ungkapan yang tidak logis — langit adalah batas tertinggi dalam konteks cerita fabel. Seharusnya cukup “terbang tinggi di langit”. Tidak mungkin terbang di atas langit, karena langit adalah batas atas dari apa yang bisa dicapai makhluk terbang seperti burung hantu. Maka itu perbaikan kalimatnya menjadi “Lumo terbang tinggi di langit untuk mencari cahaya ajaib.”

  9. Soal

    Burung Hantu dan Cahaya Ajaib Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung hantu bijak bernama Lumo. Ia dikenal sebagai penjaga malam yang selalu membantu hewan-hewan kecil yang tersesat di kegelapan. Suatu hari, seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan. Kelinci itu berkata, “Aku kehilangan jalan pulang karena kabut tebal yang turun dari kemarin sore.” Mendengar itu, Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib yang konon bisa menerangi hutan saat paling gelap. Setelah berjam-jam mencari, ia melihat seberkas cahaya samar di dalam gua yang gelap. Lumo masuk ke dalam dan bertemu dengan seekor ular tua yang menjaga cahaya itu. "Cahaya ini hanya akan bersinar bagi mereka yang berniat tulus," kata sang ular. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu si kelinci. Tiba-tiba cahaya menyala terang dan menerangi seluruh hutan. Kelinci akhirnya bisa pulang dengan selamat berkat cahaya itu. Sejak saat itu, burung hantu Lumo dikenal sebagai penyelamat malam yang bercahaya. Perbaiki kata depan yang tidak tepat dalam kalimat, "Seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan." adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: A. datang ke Lumo Penjelasan: Penggunaan kata depan "kepada" yang kurang tepat dalam konteks gerakan atau arah kedatangan. Kata depan yang tepat untuk menyatakan tujuan atau arah kedatangan adalah "ke", bukan "kepada". Yang benar adalah “datang ke Lumo”, karena "ke" menunjukkan arah atau tujuan dari suatu perpindahan. Maka perbaikan kalimatnya menjadi, "Seekor kelinci datang ke Lumo untuk meminta bantuan."

  10. Soal

    Burung Hantu dan Cahaya Ajaib Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung hantu bijak bernama Lumo. Ia dikenal sebagai penjaga malam yang selalu membantu hewan-hewan kecil yang tersesat di kegelapan. Suatu hari, seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan. Kelinci itu berkata, “Aku kehilangan jalan pulang karena kabut tebal yang turun dari kemarin sore.” Mendengar itu, Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib yang konon bisa menerangi hutan saat paling gelap. Setelah berjam-jam mencari, ia melihat seberkas cahaya samar di dalam gua yang gelap. Lumo masuk ke dalam dan bertemu dengan seekor ular tua yang menjaga cahaya itu. "Cahaya ini hanya akan bersinar bagi mereka yang berniat tulus," kata sang ular. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu si kelinci. Tiba-tiba cahaya menyala terang dan menerangi seluruh hutan. Kelinci akhirnya bisa pulang dengan selamat berkat cahaya itu. Sejak saat itu, burung hantu Lumo dikenal sebagai penyelamat malam yang bercahaya. Tokoh utama dalam dongeng ini adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. Burung hantu Lumo Penjelasan: Tokoh utama dalam sebuah dongeng adalah karakter yang paling banyak diceritakan, mengalami perkembangan, serta memegang peran penting dalam alur cerita. Burung hantu Lumo merupakan tokoh utama, karena ia merupakan pusat cerita dan tokoh yang mengalami konflik serta menyelesaikannya. Semua kejadian penting berpusat pada tindakan dan keputusan Lumo. Oleh karena itu, semua tindakan penting dalam cerita dipusatkan pada burung hantu Lumo.

  11. Soal

    Burung Hantu dan Cahaya Ajaib Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung hantu bijak bernama Lumo. Ia dikenal sebagai penjaga malam yang selalu membantu hewan-hewan kecil yang tersesat di kegelapan. Suatu hari, seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan. Kelinci itu berkata, “Aku kehilangan jalan pulang karena kabut tebal yang turun dari kemarin sore.” Mendengar itu, Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib yang konon bisa menerangi hutan saat paling gelap. Setelah berjam-jam mencari, ia melihat seberkas cahaya samar di dalam gua yang gelap. Lumo masuk ke dalam dan bertemu dengan seekor ular tua yang menjaga cahaya itu. "Cahaya ini hanya akan bersinar bagi mereka yang berniat tulus," kata sang ular. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu si kelinci. Tiba-tiba cahaya menyala terang dan menerangi seluruh hutan. Kelinci akhirnya bisa pulang dengan selamat berkat cahaya itu. Sejak saat itu, burung hantu Lumo dikenal sebagai penyelamat malam yang bercahaya. Tokoh utama dalam dongeng ini adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. Burung hantu Lumo Penjelasan: Tokoh utama dalam sebuah dongeng adalah karakter yang paling banyak diceritakan, mengalami perkembangan, serta memegang peran penting dalam alur cerita. Burung hantu Lumo merupakan tokoh utama, karena ia merupakan pusat cerita dan tokoh yang mengalami konflik serta menyelesaikannya. Semua kejadian penting berpusat pada tindakan dan keputusan Lumo. Oleh karena itu, semua tindakan penting dalam cerita dipusatkan pada burung hantu Lumo.

  12. Soal

    Burung Hantu dan Cahaya Ajaib Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung hantu bijak bernama Lumo. Ia dikenal sebagai penjaga malam yang selalu membantu hewan-hewan kecil yang tersesat di kegelapan. Suatu hari, seekor kelinci datang kepada Lumo untuk meminta bantuan. Kelinci itu berkata, “Aku kehilangan jalan pulang karena kabut tebal yang turun dari kemarin sore.” Mendengar itu, Lumo terbang tinggi di atas langit untuk mencari cahaya ajaib yang konon bisa menerangi hutan saat paling gelap. Setelah berjam-jam mencari, ia melihat seberkas cahaya samar di dalam gua yang gelap. Lumo masuk ke dalam dan bertemu dengan seekor ular tua yang menjaga cahaya itu. "Cahaya ini hanya akan bersinar bagi mereka yang berniat tulus," kata sang ular. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu si kelinci. Tiba-tiba cahaya menyala terang dan menerangi seluruh hutan. Kelinci akhirnya bisa pulang dengan selamat berkat cahaya itu. Sejak saat itu, burung hantu Lumo dikenal sebagai penyelamat malam yang bercahaya. Bagian klimaks dalam dongeng tersebut ditunjukkan pada kalimat…

    Lihat pembahasan

    Jawaban benar: B. Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu. Penjelasan: Klimaks adalah puncak ketegangan atau titik balik dalam cerita, saat konflik utama mencapai intensitas tertinggi sebelum akhirnya diselesaikan. Puncak ketegangan terjadi saat, Lumo harus membuktikan niatnya kepada ular tua penjaga cahaya dan Nasib kelinci tergantung pada apakah cahaya ajaib akan menyala atau tidak. Kalimat “Tanpa rasa takut, Lumo menjelaskan bahwa ia hanya ingin membantu” merupakan momen penentu yang langsung diikuti dengan solusi: cahaya menyala dan menerangi hutan. Ini adalah titik perubahan dari masalah menuju penyelesaian.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →