-
Soal
Seorang penulis teks eksplanasi ingin menjelaskan fenomena global warming. Apa yang paling penting untuk diperhatikan agar teksnaya memenuhi karakteristik teks eksplanasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Menggambarkan proses global warming menggunakan fakta dan hubungan sebab-akibat. Penjelasan: Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang bagaimana suatu fenomena terjadi melalui fakta dan hubungan sebab-akibat. Dalam konteks global warming, penulis harus menjelaskan proses seperti peningkatan emisi gas rumah kaca, efek pemantulan radiasi matahari, dan dampaknya terhadap suhu global. Karakteristik teks eksplanasi menuntut penulis untuk menyajikan informasi yang objektif, terstruktur, dan logis, tanpa melibatkan opini pribadi. Menggunakan fakta yang didukung data ilmiah memperkuat kepercayaan pembaca terhadap validitas informasi.
-
Soal
Seorang siswa membaca teks eksplanasi yang menjelaskan proses fotosintesis. Namun, teks tersebut tidak menjelaskan mengapa cahaya matahari diperlukan dalam proses ini. Apa yang dapat disimpulkan dari teks tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Teks kurang memadai karena tidak menjelaskan komponen kunci proses fotosintesis. Penjelasan: Fotosintesis adalah proses di mana tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen. Cahaya matahari merupakan komponen utama karena menyediakan energi untuk reaksi ini. Jika teks eksplanasi gagal menjelaskan peran cahaya matahari, pembaca tidak akan memahami mekanisme inti dari proses tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa teks tersebut tidak menyampaikan informasi secara komprehensif, yang merupakan salah satu karakteristik penting teks eksplanasi.
-
Soal
Dalam presentasi teks eksplanasi tentang tsunami, seorang presenter tidak menjelaskan hubungan antara pergeseran lempeng tektonik dengan pembentukan gelombang besar. Apa dampaknya terhadap pemahaman audiens?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Audiens tidak dapat memahami penyebab utama tsunami. Penjelasan: Tsunami terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik di dasar laut, yang menghasilkan gelombang besar karena perpindahan energi secara mendadak ke permukaan air. Jika hubungan ini tidak dijelaskan, audiens hanya akan memahami fenomena tsunami secara permukaan, tanpa mengetahui akar penyebabnya. Teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan proses ini secara rinci, sehingga pembaca atau audiens dapat memahami fenomena secara mendalam, termasuk penyebab, mekanisme, dan dampaknya.
-
Soal
Apa yang terjadi jika teks eksplanasi tidak menggunakan sumber informasi yang valid?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Informasi dalam teks dapat dipertanyakan kebenarannya. Penjelasan: Kredibilitas teks eksplanasi sangat bergantung pada validitas sumber informasi yang digunakan. Jika teks tidak mengacu pada data atau penelitian yang terpercaya, pembaca mungkin meragukan keakuratan informasi yang disampaikan. Ini dapat mengurangi efektivitas teks dalam memberikan edukasi atau memengaruhi pemahaman pembaca tentang fenomena yang dijelaskan. Selain itu, informasi yang tidak valid dapat menyebarkan misinformasi, yang bertentangan dengan tujuan utama teks eksplanasi untuk menyampaikan fakta.
-
Soal
Seorang siswa ingin menulis teks eksplanasi tentang pembentukan gunung api. Apa struktur yang harus digunakan agar teks tersebut memenuhi kaidah teks eksplanasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Menyusun pernyataan umum, menjelaskan proses pembentukan, dan diakhiri dengan penafsiran. Penjelasan: Struktur teks eksplanasi melibatkan tiga bagian utama: • Pernyataan umum, yang memperkenalkan topik secara ringkas, seperti apa itu gunung api dan karakteristik dasarnya. • Penjelasan proses, di mana penulis menjelaskan bagaimana gunung api terbentuk, misalnya melalui pergerakan magma di bawah kerak bumi, letusan, dan pembentukan kawah. • Penafsiran, yang dapat mencakup dampak gunung api terhadap lingkungan, seperti manfaat abu vulkanik untuk kesuburan tanah atau ancaman bencana bagi masyarakat sekitar. Struktur ini memastikan pembaca memahami fenomena secara sistematis dan menyeluruh.
-
Soal
Penggundulan Hutan dan Dampaknya pada Risiko Banjir Hutan memiliki fungsi penting dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Ketika hutan di hulu sungai digunduli, kemampuan tanah untuk menyerap air berkurang secara drastis. Akar-akar pohon yang sebelumnya menahan tanah agar tidak terkikis juga hilang, sehingga air hujan mengalir langsung ke permukaan tanah. Proses ini dikenal sebagai aliran permukaan. Aliran permukaan yang tinggi menyebabkan volume air sungai di hilir meningkat dengan cepat. Akibatnya, daerah hilir sungai lebih rentan terhadap banjir, terutama ketika curah hujan tinggi. Selain itu, erosi yang terjadi akibat penggundulan hutan membawa sedimen ke sungai, mengurangi kapasitas sungai untuk menampung air. Hal ini semakin memperburuk risiko banjir di wilayah tersebut. Dalam teks eksplanasi tentang banjir, dijelaskan bahwa penggundulan hutan di hulu sungai meningkatkan risiko banjir di daerah hilir. Jika ingin menjelaskan hubungan sebab-akibat ini secara lebih mendalam, apa langkah pertama yang harus dilakukan?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Mengidentifikasi proses yang terjadi setelah hutan digunduli. Penjelasan: Untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat secara mendalam, langkah pertama adalah memahami proses yang menghubungkan penyebab (penggundulan hutan) dengan akibatnya (banjir). Proses ini melibatkan hilangnya kemampuan hutan untuk menyerap air, peningkatan aliran permukaan, dan akhirnya peningkatan volume air sungai di hilir. Dengan memahami proses ini, penulis dapat menyusun penjelasan logis yang sesuai dengan karakteristik teks eksplanasi.
-
Soal
Seorang siswa menulis teks tentang gunung berapi yang menjelaskan bentuk, warna, dan tingginya, tanpa membahas proses vulkanik atau hubungan sebab-akibatnya. Berdasarkan karakteristiknya, jenis teks apa yang ditulis siswa tersebut, dan mengapa?
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Teks deskripsi, karena fokus pada penggambaran objek secara visual. Penjelasan: Teks yang menggambarkan bentuk, warna, dan tinggi gunung berapi tanpa menjelaskan proses atau hubungan sebab-akibatnya merupakan teks deskripsi. Teks ini bertujuan untuk memberikan gambaran detail kepada pembaca tentang bagaimana suatu objek terlihat, bukan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa gunung berapi terbentuk atau meletus, seperti yang dilakukan dalam teks eksplanasi.
-
Soal
Dalam penulisan teks eksplanasi, apa risiko menggunakan bahasa nonformal?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Kredibilitas teks menjadi rendah. Penjelasan: Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi yang faktual dan ilmiah. Penggunaan bahasa nonformal dapat membuat teks terlihat kurang serius atau tidak profesional, terutama jika ditujukan untuk audiens akademis atau edukatif. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan pembaca terhadap informasi yang disampaikan. Bahasa formal mencerminkan kredibilitas dan keseriusan penulis dalam menyampaikan informasi yang akurat.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang fenomena sosial seperti bullying, elemen apa yang harus diperhatikan untuk memberikan pemahaman menyeluruh?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Menjelaskan sebab, proses, dan dampak bullying. Penjelasan: Sebuah teks eksplanasi tentang bullying harus mencakup: • Sebab, seperti tekanan sosial, kurangnya pendidikan tentang empati, atau pengaruh lingkungan. • Proses, yang menjelaskan bagaimana perilaku bullying terjadi, misalnya melalui intimidasi verbal atau fisik. • Dampak, yang mencakup efek psikologis pada korban, seperti trauma, depresi, dan dampaknya terhadap masyarakat, seperti penurunan rasa aman. Ketiga elemen ini memberikan gambaran lengkap kepada pembaca tentang fenomena yang dibahas, sesuai dengan tujuan teks eksplanasi.
-
Soal
Seorang penulis menyusun teks eksplanasi tentang siklus air, tetapi menyajikan urutan penjelasan sebagai berikut: • Hujan turun ke permukaan bumi dalam bentuk presipitasi. • Uap air dari permukaan laut naik ke atmosfer melalui proses evaporasi. • Uap air berkondensasi membentuk awan sebelum turun sebagai hujan. Apa kelemahan utama dari urutan penjelasan tersebut, dan bagaimana seharusnya urutan yang logis?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Penjelasan tidak logis karena urutan proses tidak sesuai dengan alur sebab-akibat; seharusnya dimulai dari evaporasi. Penjelasan: Struktur logis dalam teks eksplanasi harus mengikuti urutan yang sesuai dengan alur sebab-akibat. Dalam siklus air, proses dimulai dari evaporasi (penguapan air), dilanjutkan dengan kondensasi (pembentukan awan), dan diakhiri dengan presipitasi (hujan). Penulis yang memulai penjelasan langsung dari presipitasi mengacaukan alur logis, sehingga pembaca tidak memahami bagaimana fenomena tersebut terjadi secara bertahap.
-
Soal
Mengapa penting untuk mencantumkan referensi dalam teks eksplanasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Untuk meningkatkan kredibilitas informasi yang disajikan. Penjelasan: Referensi menunjukkan bahwa informasi yang disajikan dalam teks eksplanasi didasarkan pada data yang valid dan dapat dipercaya. Ini meningkatkan kredibilitas teks, membantu pembaca memverifikasi kebenaran informasi, dan menunjukkan bahwa penulis menghormati prinsip etika akademik.
-
Soal
Ketika menjelaskan fenomena seperti siklus karbon, apa yang harus dilakukan agar teks eksplanasi mudah dipahami pembaca awam?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Menyertakan ilustrasi visual atau diagram untuk mendukung penjelasan. Penjelasan: Ilustrasi visual, seperti diagram atau grafik, dapat membantu pembaca memahami konsep kompleks seperti siklus karbon. Penjelasan visual memperkuat teks dan membuat proses yang rumit lebih mudah dipahami, terutama untuk audiens yang tidak memiliki latar belakang ilmiah.
-
Soal
Proses Terjadinya Gempa Bumi Gempa bumi adalah salah satu fenomena alam yang terjadi akibat pergerakan lapisan kerak bumi atau aktivitas tektonik. Fenomena ini sering kali terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kerusakan besar, tergantung pada kekuatan dan lokasi episentrum gempa. Sebagai bagian dari dinamika planet, gempa bumi memiliki peran penting dalam membentuk permukaan bumi, meskipun dampaknya terhadap manusia sering kali destruktif. Gempa bumi biasanya terjadi karena pergeseran lempeng tektonik yang membentuk lapisan kerak bumi. Lempeng-lempeng ini bergerak karena aktivitas panas dari inti bumi. Ketika dua lempeng bertabrakan, bergeser, atau menjauh satu sama lain, energi besar terkumpul di zona pertemuan. Energi ini kemudian dilepaskan dalam bentuk getaran atau gelombang seismik yang menyebar ke seluruh permukaan bumi. Selain pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik juga dapat menyebabkan gempa bumi. Ketika magma naik ke permukaan selama erupsi gunung berapi, tekanan besar pada kerak bumi dapat memicu getaran yang terasa sebagai gempa. Gempa jenis ini sering kali berskala kecil, tetapi dapat mendahului atau menyertai letusan besar. Dampak dari gempa bumi dapat sangat bervariasi, mulai dari kerusakan bangunan, tanah longsor, hingga tsunami jika terjadi di bawah laut. Pemahaman tentang proses terjadinya gempa bumi membantu manusia untuk meningkatkan mitigasi risiko, seperti membangun struktur yang tahan gempa dan mengembangkan sistem peringatan dini untuk menyelamatkan nyawa. Berdasarkan teks eksplanasi di atas, mana yang paling sesuai sebagai pernyataan umum dalam teks tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Gempa bumi adalah salah satu fenomena alam yang terjadi akibat pergerakan lapisan kerak bumi atau aktivitas tektonik. Penjelasan: Pernyataan umum dalam teks eksplanasi berfungsi sebagai pengantar yang memberikan gambaran awal tentang fenomena yang akan dijelaskan. Dalam teks di atas, kalimat pertama pada paragraf pertama adalah pernyataan umum karena memberikan definisi dan gambaran dasar tentang gempa bumi, sebelum penjelasan rinci tentang penyebab, proses, dan dampaknya.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang gempa bumi, penulis hanya menjelaskan dampak bencana tanpa membahas penyebabnya. Apa konsekuensi dari teks tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pembaca hanya memahami akibat gempa bumi, tetapi tidak memahami prosesnya. Penjelasan: Teks eksplanasi harus mencakup penyebab, proses, dan dampak untuk memberikan pemahaman yang komprehensif. Jika hanya dampaknya yang dijelaskan, pembaca tidak akan memahami mekanisme gempa bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik. Hal ini bertentangan dengan tujuan utama teks eksplanasi, yaitu memberikan pemahaman tentang "bagaimana" dan "mengapa" suatu fenomena terjadi.
-
Soal
Seorang penulis menyusun teks eksplanasi tentang perubahan iklim. Dalam teks tersebut, ia menjelaskan bahwa peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida menyebabkan suhu rata-rata global meningkat. Proses ini memicu pencairan es di kutub, kenaikan permukaan laut, dan perubahan pola cuaca ekstrem. Jika penulis ingin memperdalam pembahasan tentang dampak perubahan iklim terhadap masyarakat global, aspek apa yang paling penting untuk ditambahkan, dan mengapa?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Perubahan iklim meningkatkan frekuensi bencana alam yang mengancam kehidupan manusia. Penjelasan: Frekuensi bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan badai meningkat akibat perubahan iklim, sehingga berdampak langsung pada keselamatan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat global. Menyoroti aspek ini membantu pembaca memahami urgensi perubahan iklim sebagai ancaman besar terhadap stabilitas kehidupan manusia. Dampak ini juga menjadi alasan utama perlunya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang efek rumah kaca, penulis menggunakan istilah teknis seperti "radiasi inframerah" dan "gas rumah kaca" tanpa menjelaskan artinya. Apa yang mungkin terjadi pada pembaca?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Pembaca mengalami kesulitan memahami teks karena istilah tidak dijelaskan. Penjelasan: Istilah teknis harus dijelaskan untuk memastikan teks eksplanasi dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Misalnya, istilah "radiasi inframerah" dapat dijelaskan sebagai energi panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer, sedangkan "gas rumah kaca" adalah gas seperti karbon dioksida dan metana yang menjebak panas di atmosfer. Penjelasan ini membantu pembaca memahami mekanisme efek rumah kaca tanpa kebingungan.
-
Soal
Apa peran penting penafsiran dalam teks eksplanasi?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Menyimpulkan proses yang dijelaskan dan memberikan wawasan tambahan. Penjelasan: Penafsiran adalah bagian opsional dalam teks eksplanasi yang memberikan kesimpulan dari fenomena yang dijelaskan, sering kali diiringi dengan dampak atau relevansi terhadap kehidupan manusia. Misalnya, dalam teks tentang tsunami, penafsiran dapat mencakup pentingnya memahami mekanisme tsunami untuk mengurangi risiko bencana. Penafsiran ini membantu pembaca melihat gambaran besar dari fenomena yang dijelaskan.
-
Soal
Ketika menjelaskan fenomena sosial seperti urbanisasi, apa yang harus ditekankan dalam teks eksplanasi agar pembaca mendapatkan wawasan yang mendalam?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Hubungan antara penyebab, proses, dan dampak urbanisasi. Penjelasan: Teks eksplanasi harus menjelaskan fenomena secara menyeluruh, mulai dari penyebab (seperti pencarian pekerjaan di kota), proses (perpindahan penduduk dari desa ke kota), hingga dampak (overpopulasi dan kemacetan). Hubungan antara ketiga elemen ini membantu pembaca memahami urbanisasi sebagai fenomena yang kompleks dan saling terkait, sesuai dengan tujuan teks eksplanasi.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang siklus nitrogen, dijelaskan bahwa nitrogen atmosfer diubah menjadi senyawa yang dapat digunakan oleh tumbuhan melalui proses fiksasi nitrogen. Tumbuhan kemudian menyerap nitrogen dari tanah untuk mendukung pertumbuhan, sementara hewan mendapatkan nitrogen dengan memakan tumbuhan. Proses dekomposisi kotoran dan organisme mati mengembalikan nitrogen ke tanah, yang akhirnya dilepaskan kembali ke atmosfer melalui proses denitrifikasi. Jika siklus nitrogen terganggu karena penggunaan pupuk sintetis yang berlebihan, dampak apa yang paling mungkin terjadi pada ekosistem, dan bagaimana penulis sebaiknya menjelaskan hubungan sebab-akibatnya?
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Terjadi ledakan populasi ganggang di perairan, yang menyebabkan kekurangan oksigen bagi makhluk hidup lain. Penjelasan: Penggunaan pupuk sintetis yang berlebihan menyebabkan limpasan nitrogen ke perairan, yang memicu eutrofikasi. Eutrofikasi adalah proses di mana kelebihan nutrisi, terutama nitrogen, mendorong pertumbuhan ganggang yang tidak terkendali. Ketika ganggang mati dan terurai, proses dekomposisi menghabiskan oksigen di air, menciptakan kondisi hipoksia (kekurangan oksigen) yang membahayakan kehidupan akuatik. Untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat ini, penulis harus menunjukkan bagaimana aktivitas manusia memengaruhi siklus nitrogen alami dan konsekuensinya terhadap ekosistem perairan.
-
Soal
Apa yang dapat dilakukan untuk memastikan teks eksplanasi tetap relevan dengan perkembangan zaman?
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Menggunakan data dan fakta terbaru dari sumber terpercaya. Penjelasan: Menggunakan data yang terbaru memastikan teks eksplanasi mencerminkan informasi terkini yang relevan dengan pembaca. Misalnya, untuk topik seperti perubahan iklim, pembaruan data tentang emisi karbon global atau kebijakan lingkungan internasional membantu pembaca memahami situasi terbaru dan membuat teks lebih kredibel serta informatif.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang banjir, penulis mengabaikan penjelasan tentang pengaruh alih fungsi lahan terhadap risiko banjir. Apa yang menjadi kelemahan dari teks tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: c. Pembaca tidak dapat memahami penyebab utama dari fenomena banjir. Penjelasan: Teks eksplanasi harus mencakup penjelasan tentang penyebab, proses, dan dampak dari suatu fenomena. Jika penyebab, seperti alih fungsi lahan yang mengurangi resapan air, tidak dijelaskan, pembaca tidak akan mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang fenomena banjir. Hal ini melemahkan tujuan edukatif teks eksplanasi.
-
Soal
Seorang siswa menulis teks eksplanasi tentang proses fotosintesis. Berikut adalah tiga kalimat yang ia gunakan: • Tumbuhan menyerap karbon dioksida melalui stomata. • Ketika cahaya matahari mengenai daun, energi matahari digunakan untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa. • Glukosa yang dihasilkan disimpan sebagai sumber energi bagi tumbuhan. Dari kalimat-kalimat tersebut, mana yang mengandung konjungsi waktu, dan mengapa kalimat tersebut dianggap memiliki konjungsi waktu?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kalimat 2, karena menggunakan kata "ketika" yang menunjukkan hubungan waktu dalam proses. Penjelasan: Kalimat dengan konjungsi waktu menggunakan kata-kata seperti "ketika," "setelah," atau "sebelum" untuk menunjukkan hubungan waktu antara dua peristiwa atau tahapan. Dalam kalimat 2, kata "ketika" digunakan untuk menghubungkan peristiwa (cahaya matahari mengenai daun) dengan waktu terjadinya proses (penggunaan energi untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa). Konjungsi waktu ini membantu pembaca memahami kronologi atau urutan proses dalam teks eksplanasi.
-
Soal
Dalam teks eksplanasi tentang deforestasi, penulis hanya menyoroti dampak negatif tanpa menjelaskan penyebabnya. Apa yang mungkin dirasakan oleh pembaca?
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pembaca memahami dampak deforestasi tetapi tidak penyebabnya. Penjelasan: Teks eksplanasi yang baik harus mencakup penyebab dan proses sebelum menjelaskan dampaknya. Dalam konteks deforestasi, penyebab seperti aktivitas penebangan liar atau perluasan lahan pertanian penting untuk dijelaskan agar pembaca memahami akar masalah yang memicu dampak seperti perubahan iklim atau hilangnya habitat satwa liar.
-
Soal
Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Pilih pernyataan yang sesuai dengan teks di atas...
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Proses pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya berperan dalam pembentukan pelangi. Penjelasan: Teks menjelaskan bahwa pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya adalah proses utama yang menyebabkan pembentukan pelangi. Pernyataan lainnya tidak sesuai karena bertentangan dengan fakta yang disebutkan dalam teks.
-
Soal
Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Apa istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses di mana cahaya matahari diurai menjadi warna-warna berbeda saat memasuki tetesan air?
Lihat pembahasan
Jawaban: d. Dispersi Penjelasan: Proses di mana cahaya matahari diurai menjadi spektrum warna disebut dispersi. Teks menyebutkan bahwa ini terjadi ketika cahaya melewati tetesan air dan diuraikan menjadi warna-warna spektrum.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp