Fitri Learning

LatihanBahasa Indonesia SMP Kelas 9

Bab 6: Mengembangkan Pemikiran Kritis melalui Teks Eksplanasi Modern

Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 · 5 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Mana pernyataan berikut yang bertentangan dengan isi teks?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: d. Pelangi tidak membutuhkan cahaya matahari untuk terbentuk. Penjelasan: Teks menegaskan bahwa cahaya matahari adalah elemen kunci dalam pembentukan pelangi. Pernyataan bahwa pelangi tidak membutuhkan cahaya matahari bertentangan langsung dengan fakta dalam teks.

  2. Soal

    Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Apa pernyataan utama yang menggambarkan isi keseluruhan teks?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Pelangi adalah fenomena yang terjadi akibat proses pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya di tetesan air. Penjelasan: Pernyataan utama teks merangkum bagaimana pelangi terbentuk melalui proses pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Pernyataan lain hanya mencerminkan detail spesifik dari teks.

  3. Soal

    Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Apa yang terjadi setelah cahaya matahari dibiaskan ketika memasuki tetesan air?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Cahaya dipantulkan di dalam tetesan air sebelum keluar. Penjelasan: Setelah dibiaskan saat memasuki tetesan air, cahaya mengalami pemantulan di dalam tetesan sebelum keluar sebagai spektrum warna. Proses ini dijelaskan dalam teks sebagai salah satu tahap penting pembentukan pelangi.

  4. Soal

    Proses Terbentuknya Pelangi Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air di atmosfer. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna yang berbeda, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dikenal sebagai spektrum cahaya. Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan pembelokan cahaya. Ketika sinar matahari mengenai tetesan air, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokkan) saat memasuki tetesan air, yang menyebabkan cahaya terurai menjadi spektrum warnanya. Kemudian, cahaya dipantulkan kembali di dalam tetesan air. Akhirnya, cahaya keluar dari tetesan air setelah dibelokkan lagi, dan membentuk spektrum warna yang terlihat oleh mata manusia. Posisi mata pengamat sangat penting untuk melihat pelangi. Pelangi selalu terlihat dengan posisi matahari berada di belakang pengamat. Hal ini karena cahaya matahari harus memantul dari tetesan air dan kembali ke arah pengamat untuk menciptakan efek pelangi. Pelangi tidak hanya muncul setelah hujan. Fenomena ini juga dapat terlihat di dekat air terjun, semprotan air, atau bahkan embun pagi yang cukup tebal. Syarat utama terbentuknya pelangi adalah keberadaan cahaya yang cukup kuat dan tetesan air di atmosfer. Pelangi utama yang sering terlihat adalah busur dengan warna yang berurutan dari merah di bagian luar hingga ungu di bagian dalam. Terkadang, pelangi kedua atau sekunder juga muncul di atas pelangi utama. Pelangi sekunder memiliki urutan warna yang terbalik dan biasanya lebih redup. Mengapa pelangi terlihat lebih redup di pelangi sekunder dibandingkan pelangi utama?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. Cahaya di pelangi sekunder memantul lebih dari sekali di dalam tetesan air, sehingga kehilangan energi. Penjelasan: Teks menjelaskan bahwa pelangi sekunder lebih redup karena cahaya mengalami pemantulan tambahan di dalam tetesan air sebelum keluar. Pemantulan tambahan ini menyebabkan hilangnya energi, sehingga intensitas warna menjadi lebih lemah.

  5. Soal

    Dalam teks eksplanasi tentang siklus air, apa manfaat menjelaskan dampak dari siklus tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Menunjukkan relevansi siklus air terhadap kehidupan sehari-hari. Penjelasan: Menjelaskan dampak siklus air, seperti penyediaan air bersih atau pengaturan suhu bumi, menunjukkan relevansi fenomena ini terhadap kehidupan manusia. Hal ini membantu pembaca memahami pentingnya siklus air dalam konteks yang lebih luas.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →