Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 10Bab 5

Penumpukan Zat Pencemar dalam Jaringan Rantai Makanan

Biologi SMA Kelas 10 · Bab 5: Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Akumulasi bahan pencemar dalam rantai makanan adalah fenomena di mana zat berbahaya seperti logam berat, pestisida, dan bahan kimia beracun terakumulasi dalam tubuh organisme yang berurutan dalam rantai makanan. Proses ini disebut biomagnifikasi.

Proses Biomagnifikasi

Peningkatan Akumulasi Bahan Pencemar DDT — mandandi.com
Peningkatan Akumulasi Bahan Pencemar DDT — mandandi.com

Organisme di tingkat trofik rendah menyerap bahan pencemar dari lingkungan atau makanannya. Ketika dimakan pemangsa di tingkat trofik yang lebih tinggi, bahan pencemar berpindah dan terakumulasi sehingga konsentrasinya semakin meningkat di setiap tingkatan. Contoh nyatanya adalah akumulasi merkuri dari limbah industri pada ikan kecil, lalu pada ikan predator, dan akhirnya pada manusia yang mengonsumsinya sehingga berisiko merusak sistem saraf.

Faktor yang Mempengaruhi Akumulasi Pencemar

  • Konsentrasi bahan pencemar di lingkungan: semakin tinggi konsentrasi di air atau tanah, semakin banyak yang diserap organisme di dasar rantai makanan.
  • Sifat bahan pencemar: logam berat dan pestisida tertentu tidak mudah terurai atau dikeluarkan dari tubuh sehingga bertahan lebih lama.
  • Lama hidup organisme: organisme berumur panjang seperti ikan predator mengakumulasi lebih banyak bahan pencemar.
  • Kuantitas makanan yang dikonsumsi: predator puncak yang mengonsumsi banyak organisme terkontaminasi mengakumulasi lebih banyak pencemar.

Dampak Biomagnifikasi pada Ekosistem

  • Kesehatan makhluk hidup: merkuri dapat merusak sistem saraf pusat, menyebabkan gangguan perilaku, masalah ingatan, dan kerusakan permanen pada otak.
  • Gangguan reproduksi: bahan kimia seperti PCB dan DDT merusak sistem reproduksi hewan, menurunkan fertilitas, dan menyebabkan kelainan genetik.
  • Kerusakan pada ekosistem perairan: penurunan populasi ikan predator mengganggu keseimbangan ekosistem dan merusak keberagaman hayati.
  • Penyebaran pencemar ke seluruh ekosistem: bahan pencemar berpindah ke daratan dan udara ketika hewan terkontaminasi mati atau mengeluarkan limbah.

Contoh biomagnifikasi: merkuri dari limbah industri masuk ke perairan dan berubah menjadi metilmerkuri yang diserap plankton dan ikan kecil. Ikan predator yang memakannya memiliki kadar merkuri lebih tinggi, dan manusia yang mengonsumsi ikan tersebut terpapar risiko kesehatan. Zat lain seperti DDT, PCB, dan pestisida juga mengalami biomagnifikasi.

Contoh soal

Soal. Proses biomagnifikasi terjadi ketika bahan pencemar, seperti merkuri, terakumulasi dalam tubuh organisme dan semakin terkonsentrasi pada organisme tingkat trofik yang lebih tinggi. Apa dampak dari biomagnifikasi ini terhadap manusia?

  1. Menurunnya jumlah ikan di laut
  2. Meningkatnya konsentrasi bahan pencemar pada ikan predator
  3. Menurunnya kualitas air laut
  4. Meningkatnya kualitas tanah
  5. Berkurangnya kadar bahan pencemar di tubuh manusia

Jawaban. Jawaban Benar: B. Meningkatnya konsentrasi bahan pencemar pada ikan predator

Pembahasan. Pada proses biomagnifikasi, bahan pencemar seperti merkuri terakumulasi dalam organisme pada setiap tingkatan trofik. Ikan predator yang berada di puncak rantai makanan mengandung konsentrasi merkuri yang lebih tinggi dibandingkan ikan kecil, dan ini berdampak negatif jika dikonsumsi oleh manusia.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →