Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 10Bab 4

Vulkanisme

Geografi SMA Kelas 10 · Bab 4: Litosfer

Vulkanisme adalah proses yang berkaitan dengan aktivitas magma dari dalam bumi yang bergerak menuju permukaan. Aktivitas vulkanisme dapat menghasilkan berbagai fenomena geologi seperti gunung api, erupsi, dan intrusi magma.

Vulkanisme: Struktur Gunung Api

Struktur Gunung Api – Badan Geologi KESDM
Struktur Gunung Api – Badan Geologi KESDM

Gunung api terbentuk akibat aktivitas vulkanik, di mana magma dari dalam bumi keluar melalui celah atau lubang kepundan. Struktur gunung api terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

  1. Kawah, yaitu lubang tempat keluarnya magma, gas, dan material vulkanik.
  2. Kubah lava, yaitu akumulasi lava yang membentuk tonjolan di sekitar kawah.
  3. Keretakan dan rekahan, yaitu jalur tempat magma naik ke permukaan.
  4. Dapur magma, yaitu kantong magma di dalam kerak bumi sebagai sumber utama material vulkanik.

Vulkanisme: Intrusi Magma

Bentuk-Bentuk Intrusi Magma – assurance.gov.gh
Bentuk-Bentuk Intrusi Magma – assurance.gov.gh

Intrusi magma adalah proses magma menyusup ke dalam lapisan batuan di kerak bumi tetapi tidak sampai ke permukaan, lalu mendingin dan membentuk struktur batuan beku di bawah permukaan. Bentuk-bentuknya:

  1. Batolit: intrusi magma berukuran besar yang membeku di dalam kerak bumi.
  2. Lakolit: intrusi magma berbentuk cembung yang mendorong batuan di atasnya ke atas.
  3. Sill: magma yang menyusup di antara lapisan batuan dalam posisi horizontal.
  4. Dike: magma yang memotong lapisan batuan dalam posisi vertikal atau miring.

Vulkanisme: Ekstrusi Magma/Erupsi

Ekstrusi magma terjadi ketika magma mencapai permukaan bumi dalam bentuk letusan atau aliran lava.

Berdasarkan Sifat dan Kekuatannya, Erupsi Terbagi Menjadi:

Erupsi Eksplosif: Letusan sangat kuat dengan tekanan gas tinggi, menghasilkan lontaran material vulkanik seperti bom vulkanik, lapili, dan abu vulkanik. Contoh: Letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Erupsi Efusif: Letusan relatif lebih lemah, magma keluar sebagai aliran lava tanpa ledakan besar. Contoh: Letusan Gunung Kilauea di Hawaii.

Berdasarkan Lubang Kepundan, Erupsi Terbagi Menjadi:

Erupsi Linier: Magma keluar melalui rekahan panjang di kerak bumi.

Erupsi Areal: Magma keluar dari celah-celah yang luas, biasanya di daerah vulkanik tua.

Erupsi Sentral: Magma keluar melalui satu lubang utama (kawah gunung api).

Vulkanisme: Jenis-Jenis Gunung Api

Berdasarkan Proses Pembentukannya

Gunung Api Kerucut/Strato: Berbentuk kerucut dengan lereng curam, terbentuk dari lapisan lava dan material piroklastik yang dikeluarkan bergantian. Contoh: Gunung Merapi (Indonesia), Gunung Fuji (Jepang), Gunung St. Helens (Amerika Serikat).

Gunung Api Kerucut/Strato – kompas.id
Gunung Api Kerucut/Strato – kompas.id

Gunung Api Maar: Terbentuk akibat letusan eksplosif yang menyebabkan lubang kawah besar, biasanya memiliki danau kawah. Contoh: Danau Maar (Jerman), Gunung Lamongan (Indonesia), Gunung Kilbourne Hole (Amerika Serikat).

Gunung Api Maar – kompas.id
Gunung Api Maar – kompas.id

Gunung Api Perisai: Memiliki lereng landai dan luas akibat lava yang sangat cair (viskositas rendah). Contoh: Gunung Mauna Loa (Hawaii), Gunung Kilauea (Hawaii), Gunung Piton de la Fournaise (Réunion).

Gunung Api Perisai – kompas.id
Gunung Api Perisai – kompas.id

Berdasarkan Jenis Letusannya

Tipe Saint Vincent: Letusan kuat dengan aliran piroklastik yang membahayakan. Contoh: Gunung Soufrière (Saint Vincent dan Grenadines).

Letusan Tipe Saint Vincent – inilah.com
Letusan Tipe Saint Vincent – inilah.com

Tipe Merapi: Letusan berkala dengan kubah lava yang membentuk guguran awan panas. Contoh: Gunung Merapi (Indonesia).

Letusan Tipe Merapi – inilah.com
Letusan Tipe Merapi – inilah.com

Tipe Hawaii: Lava yang sangat cair mengalir dalam jumlah besar tanpa ledakan besar. Contoh: Gunung Mauna Loa (Hawaii).

Letusan Tipe Hawaii – inilah.com
Letusan Tipe Hawaii – inilah.com

Tipe Stromboli: Letusan kecil dan teratur yang melemparkan lava ke udara. Contoh: Gunung Stromboli (Italia).

Letusan Tipe Stromboli – inilah.com
Letusan Tipe Stromboli – inilah.com

Tipe Volkano: Letusan sedang dengan kombinasi gas dan material piroklastik. Contoh: Gunung Sakurajima (Jepang).

Letusan Tipe Volkano – inilah.com
Letusan Tipe Volkano – inilah.com

Tipe Pelee: Letusan sangat kuat dengan awan panas yang merusak. Contoh: Gunung Pelée (Martinique).

Letusan Tipe Pelee – inilah.com
Letusan Tipe Pelee – inilah.com

Tipe Perret/Plinian: Letusan sangat dahsyat dengan kolom abu yang mencapai atmosfer. Contoh: Gunung Vesuvius (Italia) dalam letusan yang menghancurkan Pompeii tahun 79 M.

Letusan Tipe Perret/Plinian – inilah.com
Letusan Tipe Perret/Plinian – inilah.com

Berdasarkan Aktivitasnya

Gunung Api Tipe A (Gunung Api Aktif): Masih sering mengalami letusan atau aktivitas vulkanik. Contoh: Gunung Merapi (Indonesia), Gunung Etna (Italia), Gunung St. Helens (AS).

Gunung Api Tipe B (Gunung Api Pasif): Masih menunjukkan aktivitas tetapi tidak pernah meletus dalam waktu lama. Contoh: Gunung Tambora (Indonesia).

Gunung Api Tipe C: Sudah lama tidak aktif dan dianggap mati. Contoh: Gunung Sumbing (Jawa Tengah), Gunung Patuha (Jawa Barat).

Vulkanisme: Gejala Pascavulkanik

Gejala pascavulkanik adalah aktivitas yang terjadi setelah letusan gunung api, menunjukkan sisa energi setelah erupsi. Beberapa di antaranya:

  • Sumber Mata Air Panas: air tanah yang dipanaskan magma dan keluar ke permukaan.
  • Fumarola: semburan gas panas seperti uap air, karbon dioksida, dan belerang dari celah sekitar kawah.
  • Solfatara: semburan gas belerang (sulfur) dari kawah yang berbau menyengat.
  • Mofet: semburan gas karbon dioksida yang berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau.
  • Geyser: pancaran air panas yang menyembur berkala akibat tekanan gas di dalam bumi.

Vulkanisme: Persebaran Gunung Api di Indonesia

Di dunia terdapat sekitar 1.500 gunung api aktif, dan sekitar 127 di antaranya berada di Indonesia (sekitar 8,5% dari total dunia). Indonesia juga memiliki lebih dari 400 gunung api yang sudah tidak aktif tetapi masih berpotensi aktif kembali. Hal ini disebabkan letak Indonesia di pertemuan tiga lempeng tektonik utama — Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik — yang membentuk Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

Tabel Sebaran Gunung Api di Indonesia

PulauJumlah Gunung ApiContoh Gunung Api
Sumatera35Gunung Sinabung, Gunung Kerinci, Gunung Marapi
Jawa45Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Tangkuban Perahu
Bali dan Nusa Tenggara30Gunung Agung, Gunung Rinjani, Gunung Tambora
Sulawesi15Gunung Soputan, Gunung Lokon, Gunung Karangetang
Maluku dan Papua12Gunung Banda Api, Gunung Gamalama, Gunung Jayawijaya

Vulkanisme: Dampak Vulkanisme terhadap Kehidupan di Bumi

Dampak Positif

  • Abu vulkanik mengandung mineral yang memperkaya tanah, membuatnya subur untuk pertanian.
  • Letusan gunung api dapat membawa mineral berharga (emas, perak, belerang, dan batuan beku) untuk industri.
  • Aktivitas vulkanik menghasilkan panas bumi yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal).
  • Kawasan gunung api sering menjadi destinasi wisata alam dan geowisata, seperti Kawah Ijen dengan blue fire-nya.

Dampak Negatif

  • Aliran lava, awan panas, dan abu vulkanik dapat menghancurkan hutan, lahan pertanian, dan pemukiman.
  • Abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan pencemaran air; letusan di bawah laut dapat memicu tsunami, seperti letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
  • Abu vulkanik dapat mengganggu penerbangan dan aktivitas ekonomi di sekitar daerah terdampak.

Upaya-Upaya Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Api

Langkah yang harus dilakukan sebelum terjadi letusan gunung api

  • Pemetaan daerah rawan bencana
  • Pemantauan aktivitas vulkanik
  • Pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana
  • Penyediaan jalur evakuasi dan tempat pengungsian
  • Sosialisasi penggunaan masker dan perlengkapan pelindung

Langkah yang harus dilakukan setelah terjadi letusan gunung api

  • Evakuasi dan bantuan darurat
  • Pembersihan abu vulkanik
  • Pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum
  • Rehabilitasi lahan pertanian
  • Pendataan dan evaluasi
Letusan Gunung Tambora Tahun 1815 Menyebabkan "Tahun Tanpa Musim Panas"
Contoh soal

Soal. Bagaimana erupsi gunung api dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi lingkungan serta kehidupan manusia?

Jawaban. Erupsi gunung api dapat memberikan dampak negatif seperti merusak pemukiman (contoh: letusan Gunung Sinabung 2010), memicu tsunami (contoh: Gunung Krakatau 1883), dan menyebabkan polusi udara. Namun, dampak positifnya meliputi penyuburan tanah akibat abu vulkanik.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →