Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 10Bab 3

Pembentukan dan Karakteristik Ikatan Kovalen

Kimia SMA Kelas 10 · Bab 3: Keterikatan Antaratom dalam Pembentukan Molekul

Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom berbagi pasangan elektron untuk mencapai kestabilan konfigurasi elektron. Berbeda dengan ikatan ionik, elektron tidak dipindahkan melainkan dibagi bersama. Ikatan ini umumnya terjadi antara unsur non-logam dengan elektronegativitas yang hampir sama, dan membentuk senyawa sehari-hari seperti air \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{O)}\) dan karbon dioksida \(\mathrm{(CO}_{2}\mathrm{)}\).

Mekanisme Pembentukan Ikatan Kovalen

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

  1. Berbagi Elektron — dua atom dengan elektronegativitas mirip saling berbagi pasangan elektron, misalnya dua atom hidrogen membentuk ikatan kovalen tunggal.
  2. Pencapaian Konfigurasi Stabil — setiap atom mengisi kulit terluarnya mengikuti aturan oktet. Pada molekul air, atom oksigen berbagi dua pasang elektron dengan dua atom hidrogen.
  3. Jenis Ikatan Kovalen — ikatan tunggal berbagi satu pasang elektron \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{)}\), ikatan ganda berbagi dua pasang elektron \(\mathrm{(O}_{2}\mathrm{)}\), dan ikatan tripel berbagi tiga pasang elektron \(\mathrm{(N}_{2}\mathrm{)}\).
Ikatan kovalen ganda dan tripel – chemmnotcheem.com
Ikatan kovalen ganda dan tripel – chemmnotcheem.com

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Ikatan Kovalen

  • Elektronegativitas — atom dengan elektronegativitas hampir sama cenderung membentuk ikatan kovalen karena perbedaan gaya tariknya sangat kecil.
  • Ukuran Atom — atom yang lebih kecil lebih mudah berbagi elektron karena jarak inti ke elektron valensi lebih pendek sehingga gaya tariknya lebih kuat.

Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi (ikatan datif) adalah ikatan kovalen di mana hanya satu atom menyumbangkan pasangan elektron bebas kepada atom lain yang kekurangan elektron. Atom pemberi disebut donor dan atom penerima disebut akseptor. Contoh paling terkenal adalah pembentukan ion amonium \(\mathrm{(NH}_{4}^{+}\mathrm{)}\), di mana atom nitrogen menyumbangkan pasangan elektron bebasnya kepada ion \(\mathrm{H}^{+}\).

Ikatan kovalen koordinasi \(\mathrm{NH}_{4}\) – educhemistryblog.wordpress.com/Eva Luthfiana
Ikatan kovalen koordinasi \(\mathrm{NH}_{4}\) – educhemistryblog.wordpress.com/Eva Luthfiana
  • Karakteristik — sifatnya mirip ikatan kovalen biasa karena elektron tetap dibagi dalam pasangan, hanya saja pasangan elektron berasal dari satu atom saja. Ikatan ini umum terjadi antara atom bergolongan V, VI, dan VII yang memiliki pasangan elektron bebas dengan atom kekurangan elektron seperti ion logam beroksidasi tinggi.
  • Contoh lain — ion fluorin \(\mathrm{(F}^{-}\mathrm{)}\) yang memiliki pasangan elektron bebas dapat membentuk ikatan koordinasi dengan ion hidrogen, serta kompleks besi(III) amonia \(\mathrm{Fe(NH}_{3}\mathrm{)}_{6}^{3+}\) di mana nitrogen bertindak sebagai donor dan besi sebagai akseptor.
  • Keistimewaan — ikatan kovalen koordinasi sangat penting dalam pembentukan senyawa kompleks, baik dalam katalisis maupun dalam tubuh makhluk hidup seperti pengangkutan oksigen oleh hemoglobin.

Senyawa Kovalen Polar dan Nonpolar

Senyawa Kovalen Polar

Senyawa kovalen polar terjadi ketika ada perbedaan elektronegativitas signifikan antara dua atom yang terikat, sehingga atom yang lebih elektronegatif memperoleh muatan negatif parsial (δ\(^{-}\mathrm{)}\) dan atom lainnya muatan positif parsial (δ\(^{+}\mathrm{)}\). Molekul polar juga sering memiliki bentuk tidak simetris. Contohnya air \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{O)}\) yang berbentuk bengkok dan amonia \(\mathrm{(NH}_{3}\mathrm{)}\) yang distribusi muatannya tidak merata.

Senyawa Kovalen Nonpolar

Senyawa kovalen nonpolar terbentuk ketika atom-atom yang terikat memiliki elektronegativitas hampir sama sehingga pasangan elektron dibagi merata dan tidak ada pemisahan kutub. Contohnya nitrogen \(\mathrm{(N}_{2}\mathrm{)}\) yang kedua atomnya identik, serta karbon dioksida \(\mathrm{(CO}_{2}\mathrm{)}\) yang meski atomnya berbeda memiliki bentuk linier simetris sehingga distribusi elektronnya merata.

Polaritas sangat memengaruhi sifat fisik dan kimia senyawa seperti kelarutan, titik didih, dan interaksi antarmolekul. Molekul polar cenderung larut dalam pelarut polar seperti air, sedangkan molekul nonpolar lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar seperti minyak.

Sifat Senyawa Kovalen

  • Titik didih dan titik lebur relatif rendah — ikatan antarmolekulnya lemah sehingga mudah mencair atau menguap. Metana \(\mathrm{(CH}_{4}\mathrm{)}\) mendidih pada −161,5 °C.
  • Tidak menghantarkan listrik — baik padat maupun cair, karena tidak memiliki ion bebas. Glukosa \(\mathrm{(C}_{6}\mathrm{H}_{12}\mathrm{O}_{6}\mathrm{)}\) tidak menghantarkan listrik karena tidak terionisasi dalam air.
  • Larutan senyawa kovalen polar dalam air dapat menghantarkan listrik — beberapa senyawa polar terionisasi saat larut, misalnya HCl yang terurai menjadi \(\mathrm{H}^{+}\) dan \(\mathrm{Cl}^{-}\).
  • Dapat membentuk molekul raksasa — unsur seperti karbon dan silikon dapat membentuk rangkaian kovalen yang sangat panjang, misalnya grafit dengan struktur berlapis dan intan dengan jaringan tiga dimensi.
Kegiatan

Percobaan Sederhana Pembentukan Ikatan Kovalen

Tujuan. Mengamati dan mensimulasikan pembentukan ikatan kovalen dan memahami perbedaan antara ikatan kovalen biasa dan ikatan kovalen koordinasi.

Bahan.

  • Bola styrofoam kecil (berwarna berbeda untuk tiap unsur, misalnya merah = O, putih = H, biru = N)
  • Tusuk gigi atau lidi kecil
  • Kertas label kecil dan spidol
  • Kartu petunjuk atom (berisi jumlah elektron valensi tiap unsur)
  • Model molekul kit (jika tersedia, sebagai alternatif)

Cara Kerja.

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3–4 siswa.
  2. Ambil 3 jenis bola styrofoam untuk mewakili atom H, O, dan N. Tuliskan nama unsur dan jumlah elektron valensinya pada label kecil, lalu tempelkan di masing-masing bola.
  3. Simulasikan ikatan kovalen biasa: satukan dua atom H dengan satu tusuk gigi \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{)}\), dua atom O dengan dua tusuk gigi \(\mathrm{(O}_{2}\mathrm{)}\), dan dua atom N dengan tiga tusuk gigi \(\mathrm{(N}_{2}\mathrm{)}\).
  4. Simulasikan ikatan kovalen koordinasi: gunakan satu atom N yang memiliki pasangan elektron bebas dan satu \(\mathrm{H}^{+}\) untuk membentuk ion amonium \(\mathrm{(NH}_{4}^{+}\mathrm{)}\). Hubungkan dengan tusuk gigi satu arah dari N ke \(\mathrm{H}^{+}\) dan beri tanda "→" sebagai tanda donor-akseptor.
  5. Setiap kelompok membuat satu poster mini dari model yang dibentuk, lengkap dengan penjelasan jenis ikatan, proses pembentukan, dan perbedaan kovalen biasa dengan koordinasi.

Pertanyaan.

  1. Apa perbedaan utama antara ikatan kovalen biasa dan kovalen koordinasi?
  2. Mengapa dua atom yang berbeda dapat membentuk ikatan kovalen?
  3. Apa pengaruh elektronegativitas terhadap jenis ikatan kovalen yang terbentuk?
  4. Berdasarkan bentuk molekul yang kalian buat, mana yang termasuk senyawa kovalen polar dan nonpolar? Jelaskan alasannya.
CONTOH SOAL IKATAN KOVALEN

Soal. Manakah dari senyawa berikut yang terbentuk melalui ikatan kovalen?

  1. Natrium klorida (NaCl)
  2. Kalsium oksida (CaO)
  3. Karbon dioksida \(\mathrm{(CO}_{2}\mathrm{)}\)
  4. Magnesium klorida \(\mathrm{(MgCl}_{2}\mathrm{)}\)
  5. Aluminium sulfida \(\mathrm{(Al}_{2}\mathrm{S}_{3}\mathrm{)}\)

Jawaban. C. Karbon dioksida \(\mathrm{(CO}_{2}\mathrm{)}\)

Pembahasan. Dalam senyawa karbon dioksida, atom karbon berbagi dua pasang elektron dengan dua atom oksigen sehingga membentuk ikatan kovalen ganda. Sementara itu NaCl, CaO, \(\mathrm{MgCl}_{2}\), dan \(\mathrm{Al}_{2}\mathrm{S}_{3}\) membentuk ikatan ionik, di mana terjadi pemindahan elektron antara atom dengan perbedaan elektronegativitas besar.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →