Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 10Bab 3

Pembentukan dan Karakteristik Ikatan Ionik

Kimia SMA Kelas 10 · Bab 3: Keterikatan Antaratom dalam Pembentukan Molekul

Ikatan ionik terbentuk akibat transfer elektron dari satu atom ke atom lain, menghasilkan dua ion bermuatan berlawanan yang saling tarik-menarik karena gaya elektrostatik. Ikatan ini biasanya terjadi antara logam dan non-logam yang memiliki perbedaan elektronegativitas besar. Pada natrium klorida (NaCl), atom natrium melepaskan satu elektron menjadi \(\mathrm{Na}^{+}\) dan atom klor menerimanya menjadi \(\mathrm{Cl}^{-}\).

Mekanisme Pembentukan Ikatan Ionik

Proses Pembentukan Ikatan Ionik

  1. Transfer Elektron — natrium dengan konfigurasi 2,8,1 melepaskan satu elektron menjadi \(\mathrm{Na}^{+}\), sedangkan klor dengan konfigurasi 2,8,7 menerima elektron tersebut menjadi \(\mathrm{Cl}^{-}\).
  2. Pembentukan Ion — setelah elektron berpindah, terbentuk kation \(\mathrm{Na}^{+}\) dan anion \(\mathrm{Cl}^{-}\) yang bermuatan berlawanan sehingga saling tarik-menarik.
  3. Pembentukan Ikatan Ionik — gaya elektrostatik antara kedua ion inilah yang mengikat keduanya menjadi senyawa stabil seperti natrium klorida.

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Ikatan Ionik

  • Perbedaan Elektronegativitas — ikatan ionik terbentuk bila perbedaan elektronegativitas cukup besar. Logam seperti natrium memiliki elektronegativitas jauh lebih rendah dibanding non-logam seperti klor.
  • Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron — agar ikatan ionik stabil, energi ionisasi harus lebih rendah daripada afinitas elektron sehingga elektron mudah berpindah.

Sifat Fisik dan Kimia Senyawa Ionik

Senyawa ionik seperti natrium klorida (NaCl), magnesium oksida (MgO), dan kalsium fluorida \(\mathrm{(CaF}_{2}\mathrm{)}\) memiliki sifat khas yang berasal dari kuatnya ikatan antarion dan keteraturan struktur kristalnya.

  • Kristalnya keras tetapi rapuh — struktur kisi tiga dimensi yang rapat memberi kekuatan mekanik tinggi, namun ketika ditekan, lapisan ion sejenis dapat saling berdekatan dan menolak sehingga kristal pecah.
  • Titik lebur dan titik didih tinggi — dibutuhkan energi besar untuk mengatasi gaya tarik elektrostatik antarion, sehingga senyawa ionik stabil pada suhu tinggi.
  • Mudah larut dalam air — molekul air yang polar mengelilingi dan memisahkan ion-ion sehingga senyawa ionik terionisasi dalam larutan.
  • Menghantarkan listrik dalam keadaan cair dan larutan — dalam keadaan padat ion tidak dapat bergerak bebas, tetapi ketika dilelehkan atau dilarutkan, ion bebas bergerak dan membawa muatan listrik.
CONTOH SOAL IKATAN IONIK

Soal. Manakah dari sifat berikut yang merupakan ciri khas senyawa ionik?

  1. Mudah terbakar saat terkena panas
  2. Memiliki titik lebur dan didih yang rendah
  3. Menghantarkan listrik dalam keadaan padat
  4. Larut dalam air dan dapat menghantarkan listrik dalam keadaan cair
  5. Tidak dapat membentuk kristal yang teratur

Jawaban. D. Larut dalam air dan dapat menghantarkan listrik dalam keadaan cair

Pembahasan. Ketika senyawa ionik larut dalam air, ion-ion yang terpisah (misalnya \(\mathrm{Na}^{+}\) dan \(\mathrm{Cl}^{-}\mathrm{)}\) dapat bergerak bebas dan membawa muatan listrik. Namun dalam keadaan padat senyawa ionik tidak menghantarkan listrik karena ion-ionnya terikat dalam kisi kristal yang kaku dan tidak dapat bergerak.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →