Pertumbuhan dan Peluruhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara kuantitas sebuah objek dalam kurun waktu tertentu dengan perubahan naik, artinya terjadi peningkatan kuantitas seiring berjalannya waktu. Secara umum, pertumbuhan ditulis $U_1, U_2, U_3, \dots, U_n$ dengan $U_1 < U_2 < U_3 < \dots < U_n$.
Peluruhan adalah perubahan secara kuantitas sebuah objek dalam kurun waktu tertentu dengan perubahan turun, artinya terjadi penurunan kuantitas seiring berjalannya waktu. Peluruhan merupakan kebalikan dari pertumbuhan. Secara umum, peluruhan ditulis $U_1, U_2, U_3, \dots, U_n$ dengan $U_1 > U_2 > U_3 > \dots > U_n$.
Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Bunga adalah imbalan yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada penyimpan uang atau yang harus dibayarkan oleh peminjam uang sebagai biaya penggunaan dana. Bunga biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dari jumlah pokok pinjaman atau tabungan dan dibayar pada akhir jangka waktu tertentu, seperti tahunan, setengah tahunan, atau bulanan.
Suku bunga adalah persentase tertentu yang digunakan untuk menghitung bunga atas simpanan atau pinjaman dalam satu satuan waktu tertentu dengan uang pokok. Satuan waktu diambil tahunan, kecuali dispesifikasikan lain.
Bunga Tunggal
Bunga tunggal adalah jenis bunga yang dihitung hanya berdasarkan modal awal tanpa memperhitungkan akumulasi bunga dari periode sebelumnya. Perhitungan nilai akhir tabungan untuk bunga tunggal merupakan penerapan deret aritmetika.
Apabila modal awal sebesar $M_0$ mendapat bunga tunggal sebesar b (dalam persentase) per bulan, maka setelah n bulan, besar modalnya ($M_n$) menjadi:
$$M_n = M_0 (1 + n \cdot b)$$
Bunga Majemuk
Bunga majemuk adalah jenis bunga yang dihitung tidak hanya berdasarkan modal awal, tetapi juga pada bunga yang telah diperoleh sebelumnya. Artinya, bunga di setiap periode dihitung berdasarkan jumlah total yang terus bertambah. Perhitungan nilai akhir tabungan untuk bunga majemuk merupakan penerapan deret geometri.
Apabila modal sebesar M diperbungakan dengan bunga majemuk $i = p\%$ per tahun dan besar modal setelah n tahun dinyatakan dengan $M_n$, rumus nilai akhirnya yaitu:
$$M_n = M(1 + i)^{n}$$
Susunan kursi tribun biasanya mengikuti pola barisan aritmetika, di mana setiap baris lebih tinggi dari baris sebelumnya dengan selisih yang sama. Hal ini memastikan setiap penonton mendapatkan pandangan yang jelas ke lapangan atau panggung. Dengan menggunakan pola barisan aritmetika, jumlah kursi di setiap baris dapat disusun secara bertahap, memungkinkan lebih banyak orang untuk duduk tanpa mengorbankan kenyamanan. Para arsitek dan insinyur menggunakan konsep barisan aritmetika untuk menentukan tinggi dan jumlah kursi di tribun, sehingga menghasilkan desain yang aman, nyaman, dan proporsional.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp