Sudut Positif dan Sudut Negatif
Dalam trigonometri, sudut merupakan besaran yang digunakan untuk mengukur besar rotasi suatu garis terhadap titik acuan. Sudut ini diukur dalam satuan derajat (°) atau radian (rad).
- Sudut positif adalah sudut yang diukur berlawanan arah jarum jam dari sumbu X positif dalam sistem koordinat Kartesius.
- Sudut negatif adalah sudut yang diukur searah jarum jam dari sumbu X positif dalam sistem koordinat Kartesius.
Perbandingan Trigonometri Sinus (sin), Kosinus (cos), dan Tangen (tan)
Perhatikan segitiga di atas dengan siku-siku di C. Jika besar $\angle C = \theta$ (theta), maka:
- BC disebut sisi siku-siku di samping sudut $\theta$
- AC disebut sisi siku-siku di depan sudut $\theta$
- AB disebut adalah hipotenusa, yaitu sisi terpanjang dari ketiga sisi segitiga siku-siku ABC.
Berdasarkan panjang sisi-sisi tersebut, perbandingan trigonometri dapat didefinisikan sebagai berikut.
$$\sin \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{hipotenusa}} = \frac{AC}{AB}$$
$$\cos \theta = \frac{\text{sisi samping}}{\text{hipotenusa}} = \frac{BC}{AB}$$
$$\tan \theta = \frac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} = \frac{AC}{BC}$$
Hubungan perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku dengan koordinat Kartesius ditunjukkan pada gambar berikut.
$$\sin \theta = \frac{y}{r} \;;\quad \cos \theta = \frac{x}{r} \;;\quad \tan \theta = \frac{y}{x}$$
Terdapat perbandingan trigonometri yang lain, yaitu secan (sec), cosecan (csc), dan cotangen (cot), yang didefinisikan sebagai berikut.
$$\sec \theta = \frac{r}{x} \;;\quad \csc \theta = \frac{r}{y} \;;\quad \cot \theta = \frac{x}{y}$$
Jika $\sin \theta = \dfrac{y}{r}$, maka $y = \sin \theta \times r$ sisi depan = sinus $\theta$ × hipotenusa
Jika $\cos \theta = \dfrac{x}{r}$, maka $x = \cos \theta \times r$ sisi samping = kosinus $\theta$ × hipotenusa
Jika $\tan \theta = \dfrac{y}{x}$, maka $y = \tan \theta \times x$ sisi depan = tangen $\theta$ × sisi samping
Apabila diketahui salah satu sisi dan sudut lancip dalam suatu segitiga siku-siku, maka sisi-sisi lainnya dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan trigonometri.
Perbandingan Trigonometri dan Besar Sudut
Perbandingan trigonometri dapat digunakan untuk menghitung ukuran sudut dalam sebuah segitiga siku-siku.
Penerapan Masalah Kontekstual tentang Rasio Trigonometri
Sudut elevasi
Sudut elevasi merupakan sudut yang terbentuk antara garis horizontal dan garis pandang ke atas menuju objek yang lebih tinggi. Biasanya digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menara, atau objek lainnya jika kita berdiri di posisi lebih rendah.
- OA merupakan garis pandang dari O ke atas puncak objek A
- OB garis horizontal
- Sudut AOB disebut sudut elevasi
Sudut depresi
Sudut depresi merupakan sudut yang terbentuk antara garis horizontal dan garis pandang ke bawah menuju objek yang lebih rendah. Biasanya digunakan untuk menghitung jarak suatu objek yang berada lebih rendah dari titik pengamat, seperti kapal yang terlihat dari atas mercusuar.
- AM merupakan garis pandang ke bawah dari A ke M
- AB garis horizontal
- Sudut BAM disebut sudut depresi
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani "trigonon" (tiga sudut) dan "metron" (mengukur). Ilmu ini awalnya dikembangkan untuk mengukur sudut dan panjang dalam segitiga, terutama dalam astronomi dan navigasi laut. Hipparchus dari Nicaea (190–120 SM), seorang astronom Yunani, dianggap sebagai "Bapak Trigonometri". Ia menyusun tabel trigonometri pertama yang berisi nilai fungsi sinus untuk berbagai sudut. Pada abad ke-9, ilmuwan Muslim Al-Battani memperluas tabel trigonometri Hipparchus dan menggunakan trigonometri untuk menghitung pergerakan bulan dan matahari, yang berkontribusi besar pada perkembangan astronomi modern.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp