Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11

Bab 2: Sistem Gerak

Biologi SMA Kelas 11

Kata kunci: Tulang, Rangka, Osifikasi, Osteon, Sendi, Ligamen, Kartilago, Otot rangka, Kalsium, Kontraksi, Relaksasi, Fleksi, Ekstensi, Rotasi, Supinasi, Pronasi, Inversi, Eversi, Gerak antagonis, Osteogenesis.

Tujuan pembelajaran

  • Menganalisis Kerangka Manusia
    • Mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk, fungsi, jumlah, serta struktur berbagai tulang penyusun rangka manusia.
    • Membedakan karakteristik tulang berdasarkan bentuknya.
  • Memahami Struktur Jaringan
    • Membuat ilustrasi yang akurat dan detail tentang struktur jaringan tulang rawan dan jaringan tulang keras.
    • Membuat ilustrasi yang jelas mengenai struktur otot rangka, termasuk komponen penyusunnya.
  • Mempelajari Proses Pembentukan Tulang
    • Menganalisis proses pembentukan tulang secara rinci, termasuk tahapan-tahapannya.
    • Mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tulang.
  • Memahami Mekanisme Kerja Otot
    • Menjelaskan mekanisme kerja otot rangka, termasuk peran ATP, kalsium, aktin, miosin, serta proses kontraksi dan relaksasi otot.
    • Memahami dan menjelaskan hipotesis sliding filament sebagai dasar mekanisme kontraksi otot.
  • Mendemonstrasikan Gerakan
    • Melakukan demonstrasi berbagai gerakan persendian, seperti fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, rotasi, supinasi, pronasi, inversi, dan eversi.
    • Mendemonstrasikan gerakan antagonis dan sinergis pada berbagai kelompok otot, seperti bisep dan trisep pada lengan, quadriceps dan hamstring pada paha.
  • Mempresentasikan Data Analisis
    • Menggunakan media presentasi untuk menyajikan data hasil analisis tentang gangguan sistem gerak.
    • Menjelaskan teknologi terkini yang digunakan dalam diagnosis dan pengobatan gangguan sistem gerak.

Isi bab ini

1. Rangka Tubuh sebagai Fondasi Kokoh TubuhBiologi · Bab 22. Tulang: Keajaiban dalam DirimuBiologi · Bab 23. Persendian: Rahasia Kelenturan Tubuh KitaBiologi · Bab 24. Otot Rangka: Menjaga Kita Tetap Aktif dan KuatBiologi · Bab 25. Gangguan Sistem Gerak: Tantangan Bagi Kebebasan BergerakBiologi · Bab 2

Rangkuman

  • Rangka Tubuh sebagai Fondasi Kokoh Tubuh
    • Rangka tubuh manusia terdiri dari 206 tulang yang saling terhubung oleh sendi, membentuk struktur penyangga tubuh yang kokoh dan fleksibel. Fungsinya mencakup penopang tubuh, pelindung organ vital, penggerak bersama otot, penyimpanan mineral seperti kalsium dan fosfor, serta tempat produksi sel darah di sumsum tulang. Rangka manusia dibagi menjadi rangka aksial yang meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan rusuk, serta rangka apendikular yang mencakup gelang bahu, gelang panggul, dan anggota gerak atas serta bawah.
  • Tulang: Keajaiban dalam Dirimu
    • Tulang adalah jaringan hidup yang terus tumbuh dan beregenerasi. Tulang rawan bersifat lentur dan dibedakan menjadi hialin, elastis, dan fibrosa, sedangkan tulang keras terdiri atas tulang kompak dan spons dengan sel osteosit, osteoblas, dan osteoklas. Berdasarkan bentuknya tulang digolongkan menjadi panjang, pendek, pipih, tidak beraturan, dan sesamoid. Tulang terbentuk melalui osifikasi intramembranosa dan endokondral, dan pertumbuhannya dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, hormon, serta aktivitas sistem saraf.
  • Persendian: Rahasia Kelenturan Tubuh Kita
    • Persendian memungkinkan tulang bergerak satu sama lain dan menjaga kelenturan tubuh. Strukturnya terdiri atas ligamen, kapsul sendi, cairan sinovial, tulang rawan hialin, dan bursa. Berdasarkan strukturnya persendian dibagi menjadi fibrosa, kartilago, dan sinovial; berdasarkan gerakannya menjadi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Sendi gerak mencakup enam tipe: engsel, putar, peluru, pelana, luncur, dan kondiloid.
  • Otot Rangka: Menjaga Kita Tetap Aktif dan Kuat
    • Otot rangka adalah otot lurik yang menempel pada tulang dan menggerakkan tubuh, sekaligus menjaga postur, menghasilkan panas, melindungi organ dalam, dan mendukung pernapasan. Strukturnya terdiri dari serat otot, miofibril, sarkomer, retikulum sarkoplasma, sarkolema, dan mitokondria. Energi kontraksi berasal dari ATP, kreatin fosfat, dan glikogen melalui jalur fosfagen, glikolisis anaerobik, dan respirasi aerobik. Mekanisme kerjanya dijelaskan oleh hipotesis sliding filament, dengan otot bekerja secara antagonis dan sinergis.
  • Gangguan Sistem Gerak: Tantangan Bagi Kebebasan Bergerak
    • Gangguan sistem gerak dapat terjadi pada tulang (fraktur, skoliosis, kifosis, lordosis, osteoporosis, rakitis, osteomalasia, tumor tulang), sendi (artritis, osteoartritis, rheumatoid arthritis, dislokasi, terkilir), dan otot (kram, distrofi otot, atrofi, fibromyalgia, miastenia gravis). Penyebabnya berasal dari keturunan, cedera, infeksi, hingga gaya hidup tidak sehat. Pencegahan dilakukan dengan menjaga nutrisi, aktivitas fisik teratur, dan deteksi dini.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →