Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 2

Otot Rangka: Menjaga Kita Tetap Aktif dan Kuat

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 2: Sistem Gerak

Otot rangka adalah jenis otot yang melekat pada tulang dan bertanggung jawab untuk menggerakkan tubuh. Otot rangka juga dikenal sebagai otot lurik karena memiliki pola garis-garis melintang yang terlihat di bawah mikroskop.

Fungsi Otot Rangka

  • Pergerakan: berkontraksi untuk menghasilkan gaya yang menggerakkan tulang dan sendi.
  • Menjaga postur tubuh tetap tegak dan seimbang saat berdiri, duduk, atau bergerak.
  • Menghasilkan panas yang membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
  • Melindungi organ dalam di sekitar rongga perut dan dada.
  • Membantu pernapasan melalui kerja diafragma dan otot antar tulang rusuk.

Sifat-sifat Otot Rangka

  • Kontraktilitas: kemampuan memendek saat dirangsang.
  • Eksitabilitas: kemampuan merespons rangsangan dari sistem saraf.
  • Ekstensibilitas: kemampuan memanjang melebihi panjang istirahatnya.
  • Elastisitas: kemampuan kembali ke panjang semula setelah berkontraksi atau meregang.

Struktur Otot Rangka

  • Serat Otot (Myofiber): sel otot panjang dan silindris dengan banyak nukleus.
  • Miofibril: struktur serat lebih kecil di dalam serat otot, terdiri dari filamen aktin (tipis) dan miosin (tebal).
  • Sarkomer: unit fungsional miofibril tempat terjadinya interaksi aktin dan miosin.
  • Retikulum Sarkoplasma: jaringan membran penyimpan ion kalsium.
  • Sarkolema: membran sel otot yang mengelilingi serat otot.
  • Mitokondria: organel penghasil ATP sebagai sumber energi utama kontraksi otot.
Otot Rangka pada Tubuh - openstax.org
Otot Rangka pada Tubuh - openstax.org

Mekanisme Kerja Otot

Komponen Struktur Otot yang Berperan dalam Kerja Otot

  • Sarkomer: unit kontraktil terkecil dalam miofibril, terdiri dari filamen aktin dan miosin.
  • Aktin dan Miosin: protein kontraktil yang saling berinteraksi menghasilkan kontraksi.
  • Tropomiosin dan Troponin: protein pengatur yang mengontrol interaksi aktin dan miosin.

Sumber Energi untuk Gerak Otot

Otot memperoleh energi dari pemecahan ATP menjadi ADP dan fosfat anorganik. Karena simpanan ATP sangat terbatas, otot menggunakan tiga sistem untuk menghasilkan ATP:

  • Sistem Fosfagen (ATP-PCr): sumber energi tercepat, memakai ATP dan kreatin fosfat yang tersimpan di otot, cukup untuk 10-15 detik kontraksi intens.
  • Glikolisis Anaerobik: memecah glukosa atau glikogen menjadi asam laktat tanpa oksigen, menyediakan energi sekitar 1-2 menit.
  • Respirasi Aerobik (Sistem Oksidatif): memecah glukosa atau asam lemak dengan oksigen, menghasilkan ATP paling banyak dan mampu menopang aktivitas berjam-jam.

Peran ATP, kreatin fosfat, dan glikogen sebagai sumber energi otot:

  • ATP (Adenosin Trifosfat): sumber energi langsung yang tersimpan dalam jumlah kecil sehingga harus terus dihasilkan.
  • Kreatin Fosfat (PCr): molekul berenergi tinggi yang cepat mentransfer gugus fosfat ke ADP menjadi ATP.
  • Glikogen: bentuk simpanan glukosa dalam otot dan hati yang dipecah untuk glikolisis aerobik maupun anaerobik.

Tabel Perbandingan Sumber Energi Otot

Sistem EnergiBahan Bakar UtamaKecepatan Produksi ATPKapasitas Produksi ATPDurasi Aktivitas
Fosfagen (ATP-PCr)ATP, Kreatin FosfatSangat cepatSangat terbatas10-15 detik
Glikolisis AnaerobikGlukosa, GlikogenCepatTerbatas1-2 menit
Respirasi Aerobik (Sistem Oksidatif)Glukosa, Asam Lemak, GlikogenLambatSangat besarBerjam-jam

Tahapan Mekanisme Kerja Otot

  1. Rangsangan saraf: impuls dari neuron motorik memicu pelepasan asetilkolin di persimpangan neuromuskular.
  2. Potensial aksi: asetilkolin berikatan dengan reseptor di membran serabut otot dan memicu gelombang depolarisasi.
  3. Pelepasan kalsium: potensial aksi menyebabkan pelepasan ion kalsium dari retikulum sarkoplasma.
  4. Interaksi aktin dan miosin: kalsium berikatan dengan troponin, tropomiosin bergeser, kepala miosin menarik aktin ke pusat sarkomer sehingga otot berkontraksi.

Hipotesis Sliding Filament (Filamen Geser)

Andrew F. Huxley dan Rolf Niedergerke (1954) serta Hugh Huxley dan Jean Hanson (1954) secara independen mengajukan hipotesis sliding filament untuk menjelaskan mekanisme kontraksi otot. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa panjang filamen aktin dan miosin tetap konstan selama kontraksi, tetapi terjadi pergeseran filamen aktin terhadap filamen miosin sehingga sarkomer memendek dan otot berkontraksi.

Mekanisme kontraksi otot berdasarkan hipotesis sliding filament:

  1. Rangsangan saraf tiba di persimpangan neuromuskular dan memicu pelepasan asetilkolin.
  2. Potensial aksi menyebar ke seluruh serabut otot melalui tubulus T.
  3. Ion kalsium dilepaskan dari retikulum sarkoplasma.
  4. Kalsium berikatan dengan troponin pada filamen aktin.
  5. Tropomiosin berubah konformasi dan membuka situs pengikatan miosin pada aktin.
  6. Kepala miosin berikatan dengan aktin membentuk jembatan silang (cross-bridge).
  7. Power stroke: kepala miosin menekuk dan menarik aktin ke pusat sarkomer dengan energi dari hidrolisis ATP.
  8. Kepala miosin melepaskan ADP dan Pi, kembali ke posisi semula, lalu berikatan pada situs baru.
  9. Siklus berlanjut selama masih ada rangsangan saraf, ATP, dan kalsium.
  10. Relaksasi otot: saat rangsangan berhenti, kalsium dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma dan situs pengikatan miosin tertutup kembali.

Sifat Kerja Otot

Otot Antagonis

Otot antagonis adalah pasangan otot yang bekerja berlawanan arah. Ketika satu otot berkontraksi, otot antagonisnya relaksasi. Contoh gerakan otot antagonis:

  • Ekstensi (pelurusan): trisep brachii berkontraksi meluruskan siku sementara bisep brachii relaksasi; quadriceps femoris meluruskan lutut sementara hamstring relaksasi.
  • Fleksi (pembengkokan): bisep brachii membengkokkan siku sementara trisep relaksasi; hamstring membengkokkan lutut sementara quadriceps relaksasi.
  • Abduksi: deltoid mengangkat lengan ke samping sementara pectoralis mayor relaksasi; gluteus medius mengangkat tungkai ke samping sementara adduktor relaksasi.
  • Adduksi: pectoralis mayor menurunkan lengan sementara deltoid relaksasi; adduktor menurunkan tungkai sementara gluteus medius relaksasi.
  • Depresi: subclavius menurunkan klavikula sementara trapezius relaksasi.
  • Elevasi: trapezius mengangkat bahu sementara subclavius relaksasi.
  • Supinasi: otot supinator berkontraksi sementara pronator teres relaksasi.
  • Pronasi: pronator teres berkontraksi sementara supinator relaksasi.
  • Inversi: tibialis anterior berkontraksi sementara peroneus longus relaksasi.
  • Eversi: peroneus longus berkontraksi sementara tibialis anterior relaksasi.

Otot Sinergis

Otot sinergis adalah otot-otot yang bekerja sama menghasilkan gerakan yang sama atau menstabilkan sendi selama gerakan. Contohnya otot brachioradialis dan bisep brachii yang bersama membengkokkan siku, otot hamstring yang membengkokkan lutut, quadriceps femoris yang meluruskan lutut, serta otot-otot perut yang menekuk dan memutar tubuh.

Contoh soal

Soal. Ketika seseorang menekuk siku, otot bisep brachii berkontraksi dan otot trisep brachii relaksasi. Hubungan kerja antara kedua otot tersebut disebut ...

Jawaban. Jawaban Benar: Otot antagonis

Pembahasan. Otot antagonis bekerja secara berlawanan. Dalam hal ini bisep brachii (agonis) berkontraksi untuk menekuk siku, sementara trisep brachii (antagonis) relaksasi untuk memungkinkan gerakan tersebut.

Kegiatan Praktikum 4

Sifat Kerja Otot Sinergis

Tujuan. Memahami contoh-contoh gerakan tubuh yang bersifat sinergis. Kegiatan dilakukan berkelompok (4 orang).

Langkah.

  1. Satu orang menyebutkan jenis gerakan yang dikehendaki, misalnya meluruskan tangan ke depan, mengangkat kedua tangan ke atas, atau mengangkat bahu (pilih 10 jenis gerakan).
  2. Satu orang bertugas sebagai pengamat dan pemberi skor (10 jika betul, 0 jika salah).
  3. Dua orang lainnya berdiri saling membelakangi agar tidak saling melihat, bertugas memperagakan gerakan sesuai perintah.
  4. Lakukan kegiatan ini secara bergantian dan catat datanya dalam tabel.
NoNamaSkor Gerakan Ke-1 s.d. Ke-10Total Nilai
1
2

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →