Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 2

Gangguan Sistem Gerak: Tantangan Bagi Kebebasan Bergerak

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 2: Sistem Gerak

Pernahkah kamu merasa nyeri atau kesulitan bergerak? Mungkin sistem gerakmu sedang bermasalah! Sistem gerak kita seperti tim yang terdiri dari tulang, sendi, dan otot yang bekerja sama agar kita bisa beraktivitas dengan lancar. Gangguan pada sistem gerak bisa disebabkan oleh faktor keturunan, cedera saat olahraga, infeksi, penyakit tertentu, atau gaya hidup yang kurang sehat.

Gangguan pada Tulang

Fraktur (Patah Tulang)

Fraktur terjadi ketika tulang mengalami tekanan yang melebihi kekuatannya sehingga tulang retak atau patah. Penyebabnya dapat berupa cedera seperti jatuh atau kecelakaan, maupun kondisi medis yang melemahkan tulang seperti osteoporosis.

Gangguan Tulang Belakang

  • Skoliosis: tulang belakang melengkung ke samping secara abnormal.
  • Kifosis: tulang belakang melengkung ke depan secara berlebihan sehingga postur membungkuk.
  • Lordosis: tulang belakang melengkung ke belakang secara berlebihan membentuk postur swayback.
Ilustrasi Gangguan Tulang Belakang - Shutterstock.com
Ilustrasi Gangguan Tulang Belakang - Shutterstock.com

Gangguan Fisiologis Tulang

  • Osteoporosis: tulang menjadi rapuh dan mudah patah karena penurunan kepadatan dan kualitas tulang, lebih sering terjadi pada wanita setelah menopause.
  • Rakitis: terjadi pada anak-anak karena kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor sehingga tulang menjadi lunak dan lemah.
  • Osteomalasia: mirip rakitis tetapi terjadi pada orang dewasa.

Tumor Tulang

Tumor tulang adalah pertumbuhan sel abnormal pada tulang yang bisa bersifat jinak atau ganas (kanker).

Gangguan pada Sendi

  • Artritis: peradangan pada sendi akibat infeksi, penyakit autoimun, atau keausan sendi.
  • Osteoartritis: jenis artritis paling umum, terjadi karena kerusakan tulang rawan sendi akibat usia atau cedera.
  • Rheumatoid Arthritis: penyakit autoimun di mana sistem kekebalan menyerang jaringan sendi.
  • Dislokasi: tulang pada sendi terlepas dari posisi normalnya akibat cedera.
  • Terkilir (Sprain): cedera pada ligamen akibat peregangan atau robekan.

Gangguan pada Otot

  • Kram Otot: kontraksi otot yang tiba-tiba dan menyakitkan akibat kelelahan, dehidrasi, atau ketidakseimbangan elektrolit.
  • Distrofi Otot: kelompok penyakit genetik yang menyebabkan kelemahan dan kerusakan otot progresif.
  • Atrofi Otot: penurunan ukuran dan kekuatan otot karena kurangnya aktivitas fisik atau penyakit tertentu.
  • Fibromyalgia: kondisi kronis dengan nyeri otot menyebar, kelelahan, dan gangguan tidur.
  • Miastenia Gravis: penyakit autoimun yang menyebabkan kelemahan otot karena gangguan komunikasi saraf dan otot.
Contoh soal

Soal. Seorang atlet muda mengalami nyeri sendi berkepanjangan, pembengkakan, dan kekakuan yang semakin parah meskipun tidak mengalami cedera. Pemeriksaan menunjukkan sistem kekebalan tubuhnya menyerang jaringan sendinya sendiri. Analisislah jenis gangguan sistem gerak yang dialami atlet tersebut dan jelaskan alasan ilmiahnya!

Jawaban. Jawaban Benar: Rheumatoid arthritis

Pembahasan. Gejala nyeri sendi kronis, pembengkakan, dan kekakuan tanpa riwayat cedera mengarah pada gangguan autoimun. Sistem imun menyerang jaringan sendi, yang merupakan ciri khas rheumatoid arthritis. Penyakit ini berbeda dengan osteoartritis yang disebabkan keausan sendi akibat usia atau aktivitas berat, dan dapat terjadi bahkan pada usia muda.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →