Hipersensitivitas (Alergi)
Hipersensitivitas adalah reaksi berlebihan sistem imun terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.
- Tipe I (anafilaktik): reaksi IgE terhadap alergen seperti serbuk sari, makanan laut, kacang, gigitan serangga, atau penisilin; gejalanya gatal, ruam, pembengkakan, hingga syok anafilaktik.
- Tipe II (sitotoksik): antibodi IgG dan IgM menyerang sel tubuh sendiri, misalnya pada reaksi transfusi darah yang tidak cocok.
- Tipe III (kompleks imun): kompleks antigen-antibodi menumpuk di jaringan dan menyebabkan peradangan, contohnya Lupus Eritematosus Sistemik.
- Tipe IV (hipersensitivitas tertunda): respons sel T yang muncul beberapa jam atau hari kemudian, contohnya dermatitis kontak akibat lateks atau nikel dan reaksi tuberkulin.
Pengelolaannya meliputi penghindaran alergen, antihistamin, kortikosteroid, serta epinefrin pada kasus anafilaksis.
Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai benda asing. Faktor penyebabnya meliputi genetik, lingkungan seperti infeksi virus dan bahan kimia, serta hormonal karena wanita lebih sering mengalaminya.
- Lupus Eritematosus Sistemik: inflamasi kronis pada kulit, sendi, ginjal, dan jantung dengan ciri ruam kupu-kupu di wajah.
- Diabetes Melitus Tipe 1: sistem imun menyerang sel beta pankreas penghasil insulin.
- Rheumatoid Arthritis: sistem imun menyerang sendi sehingga terjadi nyeri, pembengkakan, dan kerusakan tulang.
- Penyakit Graves: menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan hipertiroidisme.
- Sklerosis Multipel: menyerang lapisan mielin saraf sehingga mengganggu koordinasi dan penglihatan.
Pengelolaannya menggunakan obat imunosupresan seperti kortikosteroid dan methotrexate, disertai pola makan sehat, olahraga ringan, dan manajemen stres.
Imunodefisiensi
Imunodefisiensi primer disebabkan kelainan genetik, misalnya Severe Combined Immunodeficiency (SCID) dan Bruton’s Agammaglobulinemia. Imunodefisiensi sekunder disebabkan faktor eksternal seperti HIV/AIDS yang menyerang sel T CD4, penggunaan obat imunosupresan, serta malnutrisi.
Gejalanya berupa infeksi yang sering kambuh, luka sulit sembuh, berat badan turun drastis, dan demam berkepanjangan. Pengelolaannya meliputi terapi penggantian imunoglobulin (IVIG), antibiotik profilaksis, serta terapi antiretroviral bagi penderita HIV/AIDS.
Soal. Penyakit autoimun seperti lupus terjadi ketika sistem imun menyerang sel tubuh yang sehat. Apa penyebab utama munculnya penyakit autoimun?
- Karena tubuh tidak mampu memproduksi antibodi yang cukup
- Karena sistem imun salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai benda asing yang berbahaya
- Karena makrofag dan neutrofil tidak dapat melakukan fagositosis
- Karena tubuh mengalami defisiensi vitamin
- Karena sel T sitotoksik tidak dapat menghancurkan sel terinfeksi virus
Jawaban. Jawaban Benar: B. Karena sistem imun salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai benda asing yang berbahaya
Pembahasan. Pada penyakit autoimun, sistem imun kehilangan kemampuan membedakan sel tubuh yang sehat dengan patogen, sehingga mulai menyerang sel tubuh sendiri dan menyebabkan peradangan serta kerusakan organ.
Imunodefisiensi dapat terjadi sejak lahir seperti SCID, atau didapat karena infeksi seperti HIV/AIDS yang menyerang dan menghancurkan sistem imun. Alergi sendiri adalah reaksi berlebihan sistem imun terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya seperti debu dan serbuk sari.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp