- Faktor genetik: variasi gen menentukan kekuatan respons imun; kondisi seperti Defisiensi Imun Primer membuat sistem imun tidak optimal sejak lahir, sedangkan varian HLA tertentu meningkatkan ketahanan terhadap infeksi.
- Faktor fisiologi: gangguan metabolisme seperti diabetes melitus melemahkan sel imun dan memperlambat penyembuhan luka.
- Faktor stres: kortisol yang tinggi dan berkepanjangan menekan aktivitas sel imun sehingga tubuh lebih rentan infeksi.
- Faktor olahraga: aktivitas fisik teratur meningkatkan sirkulasi sel darah putih dan mengurangi peradangan kronis, tetapi olahraga berlebihan tanpa istirahat justru melemahkan imunitas.
- Faktor tidur: saat tidur tubuh memproduksi sitokin; tidur kurang dari 6 jam per malam meningkatkan risiko infeksi virus, sehingga dianjurkan tidur 7-9 jam.
- Faktor usia: sistem imun bayi masih berkembang, sedangkan pada lansia produksi antibodi menurun dan regenerasi sel T berkurang.
- Faktor hormon: kortisol menekan sistem imun, estrogen bersifat antiinflamasi, testosteron cenderung imunosupresif, dan hormon pertumbuhan mendukung regenerasi sel imun.
- Faktor nutrisi: vitamin C meningkatkan produksi sel darah putih, vitamin D melindungi dari infeksi saluran pernapasan, dan zinc diperlukan untuk aktivasi sel imun.
- Pajanan zat berbahaya: asap rokok, polusi udara, pestisida, alkohol berlebihan, dan logam berat merusak sel imun serta memicu peradangan kronis.
- Penggunaan obat: steroid, obat kemoterapi, dan imunosupresan menekan sistem imun sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
Simulasi Pengaruh Nutrisi terhadap Sistem Imun
Tujuan. Memahami pentingnya nutrisi dalam menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh serta menganalisis hubungan pola makan dengan daya tahan tubuh.
Bahan.
- Gambar berbagai jenis makanan (sayur, buah, daging, junk food)
- Kartu berlabel vitamin C, vitamin D, zinc, protein, dan junk food
- Spidol
- Papan tulis atau kertas karton
Langkah.
- Guru menjelaskan peran vitamin C, vitamin D, zinc, dan protein terhadap sistem imun.
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan menerima gambar makanan serta kartu nutrisi.
- Setiap kelompok menganalisis dan mengelompokkan makanan yang baik dan kurang baik untuk sistem imun.
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengelompokannya, lalu guru memberikan penguatan konsep melalui diskusi.
Pertanyaan.
- Mengapa sayur, buah, dan protein penting untuk sistem imun?
- Apa dampaknya jika tubuh kekurangan vitamin C atau zinc?
- Bagaimana pola makan tidak sehat memengaruhi daya tahan tubuh?
- Bagaimana cara menjaga pola makan yang seimbang?
Soal. Seseorang yang mengalami stres berkepanjangan lebih rentan terkena penyakit infeksi. Mengapa stres dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh?
- Karena stres meningkatkan produksi sel T penolong yang mengganggu sel imun lain
- Karena stres menurunkan kadar kortisol yang mempercepat regenerasi sel imun
- Karena stres meningkatkan kadar hormon kortisol yang menekan aktivitas sistem imun
- Karena stres merangsang produksi antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri
- Karena stres mempercepat inflamasi yang merusak jaringan
Jawaban. Jawaban Benar: C. Karena stres meningkatkan kadar hormon kortisol yang menekan aktivitas sistem imun
Pembahasan. Saat stres, tubuh melepaskan kortisol dalam jumlah tinggi. Kortisol berlebihan menekan aktivitas sel imun seperti limfosit sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin, yaitu protein yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Stres berkepanjangan meningkatkan kortisol yang menekan sel imun, sedangkan vitamin C, vitamin D, dan zinc memperkuat sistem imun.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp