Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 11Bab 2

Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia

Geografi SMA Kelas 11 · Bab 2: Keanekaragaman Hayati

Pengertian Flora dan Fauna

Flora dan fauna adalah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada keanekaragaman hayati di suatu wilayah.

Flora

Istilah flora berasal dari bahasa Latin "Flora", yang merujuk pada dewi bunga dalam mitologi Romawi. Flora mencakup seluruh jenis tumbuhan yang hidup di suatu kawasan, baik yang tumbuh secara alami maupun yang dibudidayakan manusia.

Fauna

Kata fauna berasal dari nama "Faunus", dewa pelindung hutan dan hewan dalam mitologi Romawi. Fauna mencakup seluruh jenis hewan yang hidup dan berkembang biak di suatu wilayah tertentu.

Indonesia, yang terletak di kawasan tropis di antara dua benua dan dua samudra, memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi, dari anggrek, bunga rafflesia, dan pohon meranti hingga harimau Sumatra, komodo, dan burung cenderawasih. Kondisi geografis yang unik, iklim yang mendukung, serta habitat seperti hutan hujan tropis dan kawasan pantai menjadi faktor utama pendukungnya.

Arti Penting Flora dan Fauna bagi Kehidupan

Sumber Bahan Makanan

Flora dan fauna menjadi sumber utama pangan bagi manusia. Tumbuhan seperti padi, jagung, singkong, dan sagu menyediakan karbohidrat, sedangkan fauna seperti ikan, unggas, kambing, dan sapi menyediakan protein.

Sumber Karbohidrat

  • Padi (beras): makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Menurut BPS, pada tahun 2023 luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,75 juta hektar dengan produksi sekitar 9,94 juta ton.
  • Jagung: sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Menurut BPS, pada tahun 2023 luas panen jagung nasional mencapai 2,48 juta hektar dengan produksi sekitar 19,99 juta ton; produsen utama Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.
  • Singkong (ubi kayu): sumber karbohidrat penting terutama di wilayah pedesaan, dengan Lampung sebagai salah satu penghasil terbesar.
  • Sagu: sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia bagian timur. Menurut Satu Data Pertanian, produksi sagu tahun 2021 mencapai 5,3 juta ton dengan Papua sebagai penghasil terbesar.

Sumber Protein

  • Ikan: potensi perikanan besar dengan penghasil terbesar Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
  • Unggas (ayam): menurut BPS, produksi daging ayam ras pedaging tahun 2021 mencapai 3,5 juta ton dengan Jawa Barat sebagai penghasil utama.
  • Kambing dan domba: populasi signifikan terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • Sapi: menurut Satu Data Pertanian, produksi daging sapi tahun 2023 mencapai 503,5 ribu ton dengan Jawa Timur sebagai penghasil terbesar. Pada tahun 2024 produksi diperkirakan 416,7 ribu ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 724,2 ribu ton, sehingga terjadi defisit sekitar 291,3 ribu ton.

Sumber Bahan Obat

Indonesia disebut negara mega biodiversitas. Dari sekitar 30.000 spesies tumbuhan, sekitar 9.600 spesies diketahui memiliki khasiat obat, namun baru sekitar 200 spesies yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat tradisional. Sebagian besar tanaman obat tumbuh di hutan hujan tropis Indonesia yang luasnya sekitar 96 juta hektar atau 51,2% dari total daratan.

Pengobatan Menggunakan Flora

Pengobatan tradisional seperti jamu memanfaatkan berbagai flora sebagai bahan dasar dan diwariskan turun-temurun. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terdapat lebih dari 22.000 ramuan obat tradisional yang telah teridentifikasi secara ilmiah.

Pengobatan Menggunakan Fauna

Beberapa hewan juga digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti cacing tanah (Lumbricus rubellus) untuk demam tifoid, empedu ular untuk penyakit kulit, dan sarang burung walet sebagai suplemen kesehatan. Pemanfaatan fauna harus dilakukan dengan bijak agar kelestarian spesies dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Sumber Daya Ekonomi

Sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan pariwisata alam bergantung pada keberadaan flora dan fauna. Komoditas seperti kayu, rempah-rempah, kopi, dan kelapa sawit menjadi tulang punggung perekonomian, sementara ekowisata dengan satwa endemik seperti orangutan dan komodo memberi kontribusi besar pada sektor pariwisata.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan ekosistem bergantung pada hubungan komponen biotik dan abiotik. Tumbuhan sebagai produsen menyediakan energi melalui fotosintesis yang diteruskan dalam rantai dan jaring makanan. Ketidakseimbangan akibat deforestasi atau pencemaran dapat memicu efek domino, misalnya lonjakan populasi karena hilangnya predator.

Kegiatan Kelompok 1

Mengamati dan Menganalisis Upaya Pelestarian Flora dan Fauna di Sekitar Tempat Tinggal.

Tujuan. Memahami berbagai upaya pelestarian flora dan fauna serta manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.

Langkah.

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3–4 orang peserta didik.
  2. Amati lingkungan sekitar tempat tinggal kalian dan temukan contoh upaya pelestarian flora atau fauna, seperti taman kota, hutan lindung, penanaman pohon, atau perlindungan satwa liar.
  3. Catat jenis flora atau fauna yang dilindungi atau dilestarikan di wilayah tersebut.
  4. Jelaskan bentuk pelestarian yang dilakukan dan manfaatnya bagi lingkungan serta masyarakat.
  5. Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas.
  6. Kumpulkan hasil observasi kepada guru untuk dinilai.

Contoh tabel laporan: Upaya Pelestarian Flora dan Fauna di Sekitar Tempat Tinggal

NoJenis Flora/FaunaUpaya PelestarianManfaat
1MangroveRehabilitasi hutan mangroveMencegah abrasi dan menjaga habitat pesisir
2………..
3………..

Ragam dan Dinamika Jenis Flora dan Fauna Indonesia dan Permasalahannya

Wilayah kepulauan yang luas, beragam iklim, dan hutan hujan tropis yang kaya menjadikan Indonesia rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, banyak di antaranya endemik.

Ragam Flora dan Fauna

Ragam Flora di Indonesia

Flora Indonesia mencakup hutan mangrove di pesisir, hutan tropis dataran rendah, hingga vegetasi subalpin di pegunungan tinggi. Flora khas yang terkenal meliputi Rafflesia arnoldii, bunga bangkai (Amorphophallus titanum), dan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai bunga nasional, serta pohon komersial seperti meranti, jati, dan rotan.

Ragam Fauna di Indonesia

Fauna Indonesia terbagi ke dalam tiga wilayah utama, yaitu fauna Asiatis di bagian barat, fauna peralihan di wilayah Wallacea, dan fauna Australis di bagian timur. Satwa endemik ikonik meliputi komodo (Varanus komodoensis), orangutan Sumatra (Pongo abelii), badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), dan burung cenderawasih.

Permasalahan Flora dan Fauna di Indonesia

Spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah tertentu sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Flora endemik yang terancam punah meliputi Rafflesia arnoldii akibat hilangnya habitat dan kantong semar (Nepenthes spp.) akibat deforestasi, sedangkan fauna endemik yang terancam antara lain komodo dan jalak Bali (Leucopsar rothschildi) akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

Menurut Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015–2020, tiga penyebab utama kepunahan keanekaragaman hayati di Indonesia adalah perubahan iklim yang mengganggu keseimbangan habitat, deforestasi dan kerusakan habitat, serta perburuan dan perdagangan ilegal. World Wildlife Fund (WWF) menambahkan perubahan penggunaan lahan dan air, seperti alih fungsi hutan untuk pertanian, urbanisasi, dan pembangunan infrastruktur, sebagai penyebab menurunnya biodiversitas global.

Contoh soal

Soal. Keanekaragaman fauna di Indonesia terbagi ke dalam tiga zona utama: Asiatis, Peralihan, dan Australis. Salah satu ciri khas zona fauna Peralihan adalah banyaknya spesies endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain. Contoh fauna endemik yang hanya ditemukan di zona Peralihan adalah...

Pembahasan. Komodo dan Burung Maleo. (Zona Peralihan, atau Wallacea, memiliki spesies endemik seperti komodo dan burung maleo yang hanya ditemukan di wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi.)

Kegiatan Kelompok 2

Penyu merupakan satwa laut yang dilindungi
Penyu merupakan satwa laut yang dilindungi
Kegiatan Kelompok 2

Melindungi Satwa Laut yang Terancam Punah.

Tujuan. Memahami permasalahan dan upaya pelestarian satwa laut yang terancam punah, seperti penyu.

Langkah.

  1. Bentuk kelompok berisi 2–3 orang.
  2. Telusuri informasi mengenai penyu atau satwa laut lain yang rentan punah di wilayah Indonesia.
  3. Kumpulkan data tentang habitat, populasi, ancaman, dan upaya pelestarian satwa tersebut.
  4. Buat poster, infografik, atau media kreatif lain untuk memaparkan hasil analisis kalian.
  5. Presentasikan hasil karya di depan kelas. Jika memungkinkan, unggah ke media sosial untuk meningkatkan kesadaran publik.
  6. Mintalah teman lain memberikan tanggapan atas karya kalian.
  7. Kumpulkan hasil kegiatan kepada guru untuk dinilai.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →