Sejak proklamasi, Indonesia menghadapi berbagai pemberontakan dan gerakan separatis pada masa Revolusi Fisik (1945–1950), Demokrasi Liberal (1950–1959), maupun Demokrasi Terpimpin (1959–1965), yang dihadapi pemerintah lewat diplomasi maupun operasi militer.
Masa Revolusi Fisik (1945–1950)
- Pemberontakan PKI Madiun (1948): dipimpin Musso yang memproklamirkan Republik Soviet Indonesia di Madiun pada 18 September 1948; ditumpas Divisi Siliwangi di bawah komando Mohammad Hatta, Musso tewas dalam pertempuran.
- Pemberontakan DI/TII: Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo mendirikan Negara Islam Indonesia (7 Agustus 1949) di Tasikmalaya; ditumpas lewat Operasi Pagar Betis (1962), Kartosuwiryo ditangkap dan dieksekusi 16 Agustus 1962.
- APRA: Raymond Westerling memberontak di Bandung (23 Januari 1950) mempertahankan Negara Pasundan; dipadamkan cepat, Westerling melarikan diri.
- Gerakan Andi Azis: perwira KNIL memberontak di Makassar (April 1950) mempertahankan Negara Indonesia Timur; menyerah 21 April 1950.
- RMS: Soumokil memproklamasikan Republik Maluku Selatan (25 April 1950); Operasi Merdeka merebut Ambon pada November 1950, Soumokil sendiri baru ditangkap 1963.
Masa Demokrasi Liberal (1950–1959)
Ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pusat memunculkan dewan-dewan daerah di Sumatra.
| No. | Nama Dewan Daerah | Provinsi | Tanggal Pembentukan | Pemimpin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Dewan Banteng | Sumatra Tengah | 20 Desember 1956 | Letkol Ahmad Husein |
| 2 | Dewan Gajah | Sumatra Utara | 22 Desember 1956 | Kol. Maludin Simbolon |
| 3 | Dewan Garuda | Sumatra Selatan | 24 Desember 1956 | Letkol Barlian |
Ketidakpuasan ini memuncak dalam Pemberontakan PRRI/Permesta (1957–1961) yang diproklamasikan 15 Februari 1958, dipicu ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi yang terlalu memusat di Jawa; ditumpas lewat Operasi 17 Agustus dan Operasi Sadar pada 1961.
Masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965)
Ancaman disintegrasi memuncak dalam Pemberontakan G30S/PKI (1965): pada malam 30 September 1965, kelompok militer yang diduga disusupi PKI menculik dan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat, termasuk Jenderal Ahmad Yani. Mayjen Soeharto memimpin Operasi Penumpasan, menguasai Jakarta, dan menangkap pimpinan PKI termasuk DN Aidit. PKI dilarang, dan Soekarno akhirnya kehilangan kekuasaan yang beralih ke Soeharto pada 1967.
Soal. Apa faktor utama yang menyebabkan Pemberontakan PRRI/Permesta pada masa Demokrasi Liberal?
Jawaban. Ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan ekonomi yang terlalu memusat di Jawa dan dugaan korupsi di pemerintah pusat. Pemberontakan diproklamasikan 15 Februari 1958 di Sumatra dan Sulawesi, dan berhasil dipadamkan lewat operasi militer besar-besaran pada 1961.
Kegiatan Kelompok 2: Dinamika Politik dan Keutuhan Bangsa
Tujuan. Menganalisis bagaimana dinamika dua era demokrasi memengaruhi kehidupan rakyat, serta melatih berpikir kritis dan solutif menjaga keutuhan bangsa.
- Bentuk kelompok 4–5 orang, diskusikan kondisi ekonomi rakyat serta dampak ketegangan politik pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
- Rumuskan potensi ancaman disintegrasi bangsa akibat konflik politik saat itu dan langkah yang paling tepat untuk mencegah perpecahan di tengah situasi politik yang tidak stabil.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp